lingkaran masalah

7:43:00 pm

topik low cost green car atau yang lebih tenar dengan lcgc ini lumayan jadi kontroversi ya. beberapa hari ini merhatiin diberbagai media masa, ada yang setuju tapi banyak juga yang terang-terangan menghujat.

kalau saya pribadi, yang pertama saya soroti adalah soal predikat mobil murah yang disandang si lcgc ini. harusnya gak bisa dibilang mobil murah juga sih, lah 80an juta murahnya sebelah mana cobaaaa? *kunyah slip gaji* pegawai negeri golongan dua kayak saya gini, puasa setahun juga masih nombok banyak kalau mau beli mobil harga segitu. jadi, mari kita ubah predikatnya menjadi mobil dengan harga terjangkau. nah dengan harga yang katanya terjangkau inilah maka lcgc ditujukan untuk rakyat kecil. masuk akal? menurut saya enggak sama sekali. kalau rakyat kecil beneran, pasti lebih memilih sepeda motor. yang jelas jauh lebih murah dan lebih praktis.

kedua, soal pernyataan pejabat yang pro dengan keluargnya lcgc, maaaak bikin histeris kalau nonton berita. katanya lcgc tidak akan pakai bbm bersubsidi. nah loh, di spbu mobil keluarga sekelas avanza dan xenia yang notabene lebih mahal dari lcgc aja masih banyak yang antri dibarisan premium. trus yang ini gimana menjaminnya? belum lagi (untuk di kota besar) lcgc diklaim tidak akan menyebabkan kemacetan, yaelah.. kalau kenyataannya pertumbuhan ruas jalan tidak sebanding dengan jumlah mobil yang beredar? kan ya pasti macet jadinya. wajar saja kalau pak gubernur jokowi sampai menyurati presiden menyoal lcgc ini. lagi jungkir balik membenahi transportasi publik, bukannya dibantu solusi, malah ditambah masalah baru.

menurut saya, sebenarnya orang yang membeli lcgc juga gak salah, kecuali-mereka-yang-beli-lcgc-sebagai-mobil-ke-tiga/empat-nya. mereka yang akhirnya memilih lcgc gak bisa juga disebut egois. lah kalau memang butuh gimana? gak mungkin juga kan nahan-nahan untuk gak beli lcgc sementara transportasi publik saat ini juga gak bisa diandalkan. gak usah jauh-jauh deh, saya kalau diminta naik transportasi publik dari rumah ke kantor aja, nanti dulu. selain makan waktu lama, makan biaya yang gak sedikit juga. kalau saja transportasi publik dibenahi dan dijadikan layak. mungkin lcgc dijual separuh hargapun gak bakal ada yang melirik.

banyak banget ya pekerjaan rumah negara ini. kebayang gak sih susahnya jadi pempimpin di negara dengan permasalahan-permasalahan akut seperti indonesia ini. udah gitu masyarakatnya hobi protes tanpa kasih solusi lagi hahahahahahaha *tutup muka*. saya sering bilang sama teman saya soal lingkaran setan permasalahan di negara  ini. belum selesai satu, udah muncul dua. mengandalkan pemerintah untuk menyelesaikan hal-hal seperti ini juga susah kalau tanpa dukungan masyarakat. sekarang pilihan jatuh pada kita, mau jadi masyarakat cerdas atau masyarakat gragas**?


**gragas : bahasa jawa yang berarti rakus 

You Might Also Like

0 comments