#nyampah

Tuesday, August 20

kalau sedang "kehabisan" membagi waktu antara bekerja dan mengurus urusan rumah tangga, saya seringnya berfikir, kayaknya asik kalau jadi ibu rumah tangga. correct me if i'm wrong menurut saya, jadi ibu rumah tangga itu jadi bisa punya lebih banyak waktu, setidaknya untuk keluarga. saya membayangkan kalau jadi ibu rumah tangga saya akan punya studio jahit dan berkreasi dengan benang jarum setiap hari tanpa harus kejar-kejaran sama jam kerja. dan dengan waktu yang lebih fleksibel tentunya menjadwal waktu berlibur juga (sepertinya) jadi lebih mudah, bisa liburan kemana saja, bebas dari rasa gak enak hati karena terlalu sering mengambil jatah cuti :D

kalau mengikuti keinginan ya, pinginnya bisa seimbang antara kerja, urusan rumah tangga dan hobi. angan-angannya sih pulang kerja sampe rumah tuh nemenin pagi main sampe tidur, kebeneran si bocah tipe yang jam 7 malem udah KO, jadi kalau malam memang punya waktu lebih luang. idealnya sih langsung masak.. trus makan bareng masery. nah.. beres itu (harusnya) nerusin hobi.. jahit, eksperimen bikin macem-macem. tapi kenyataan memang gak pernah semanis angan-angan, seringnya mentok sama dua situasi : banyak-mau-gak-ada-waktu dan(atau) banyak-mau-keburu-males hahahahaha.

sebenarnya bisa saja punya waktu santai lebih banyak kalau saya mau sedikit cuek dengan urusan remeh temeh. gak harus repot nyuci cloth diaper, gak usah pusing mikirin homemade baby food, gak  perlu belajar jahit baju bayi, tapi saya gak bisa. ada kepuasan tersendiri kalau berhasil melewati seminggu penuh tanpa disposable diapers, atau kebahagiaan yang tak terbayar ketika menyuapi pagi dengan makanan hasil olahan sendiri. walaupun percaya deh, semua yang saya lakukan sama sekali bukan untuk mendapat gelar ibu ideal. saya melakukan apa yang saya lakukan berdasar hati nurani saya sebagai seorang ibu.

mungkin juga karena sekarang baru punya anak satu, jadi segala urusan rumah tangga belum terlalu terasa. jam tidur berkurang juga belum terlalu ada efeknya. mungkin nanti kalau pagi punya adik(-adik), saya akan seperti mbak sari yang akhirnya memilih untuk mengurus sendiri anak-anaknya, mengambil segala risiko dan memutuskan jadi ibu rumah tangga. saya tau resign atau mengundurkan diri adalah keputusan yang sama sekali tidak mudah, apalagi untuk seorang wanita yang terbiasa punya rutinitas diluar rumah, bekerja dan punya penghasilan sendiri.

saya sendiri walaupun nyaman ditempat kerja yang sekarang, tidak takut jika suatu hari nanti harus mengambil keputusan besar seperti yang mbak sari lakukan. kalaupun saya mengundurkan diri dari status pegawai negeri yang dulu saya dapatkan dengan susah payah dan sampai saat ini masih jadi impian banyak orang, saya ingin melakukannya dalam keadaan lapang dengan segala pertimbangan baik dan buruk yang saya pahami betul. bukan karena tidak ada pilihan lain selain mengundurkan diri :)

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS