bertemu pagi. episode : kalem

Friday, February 15

cerita berawal dari kunjungan ke dr. Oni setelah saya mengambil masa cuti, waktu itu rabu pagi. singkatnya, dr. Oni bilang berat badan pagi sudah sangat cukup untuk lahir. malah beliau menambahkan.. kalau lahir minggu depan sudah terlalu besar, jadi misal sampai batas waktu itu belum lahir juga beliau akan mengambil tindakan induksi. perasaan antara senang dan bingung jadi satu. senang karena waktunya semakin dekat.. bingung karena memikirkan alternatif selain induksi. saya gak mau di induksi titik. kalau bisa dibilang keras kepala, enggak juga. saya cuma punya tekad kuat untuk melahirkan senormal mungkin tanpa "tindakan" medis apapun.

rabu malamnya, saya mengunjungi bidan okke untuk minta pertimbangan. dan seperti biasa, bidan okke selalu bisa menenangkan saya dengan kalimat "kalau teh ajeng bisa mengusahakan induksi alami.. kenapa harus pakai induksi buatan" induksi alami yang dimaksud bidan okke adalah berjalan dan berjalan. maka hari kamis saya mengatur jadwal untuk yoga dan berjalan walau cuma dirumah. mondar mandir ruang tamu - dapur sampai tak terhitung berapa kali jumlahnya. hari kamis itu, saya dan mas ery hanya berdua dirumah. ibu memutuskan untuk ikut bapak ke jogja kamis paginya, sekedar melepas bosan karena sudah sejak dua minggu yang lalu ada di bandung nungguin saya :D

ternyata induksi alami berjalan dan berjalan yang disarankan bidan okke dan saya kerjakan seharian langsung bereaksi di kamis malamnya. selepas magrib, saya merasa ada air merembes. waktu itu saya cuma bilang sama mas ery "kayaknya aku pecah ketuban" dan kitapun kalem. hahahaha.. sama sekali gak panik dan gak bingung. saya cuma masuk kamar dan ganti baju, sambil meminta mas ery membawakan tas yang sudah dipersiapkan sebelumnya. bahkan mas ery masih sempet lipet-lipet karpet dan beresin ruang tv sebelum kami berangkat ke rumah bersalin. saya sama sekali gak merasa mules, sepanjang perjalanan saya juga masih ketawa-tawa santai sama mas ery membayangkan bagaimana dan seperti apa proses kelahiran pagi nanti.

sampai di rumah bersalin, saya diperiksa asisten bidan dan dinyatakan baru bukaan satu menuju dua. asbidnya sempat bilang, bahwa jarak aman dari pecah ketuban ke munculnya rasa mules adalah 6 jam. kalau dalam rentang waktu 6 jam saya sama sekali gak merasa mules, maka saya harus dirujuk ke rumah sakit. karena Galenia mengusung gentlebirth yang tidak menyediakan induksi persalinan melalui pemberian obat-obatan. jadilah saya diminta beristirahat di kamar sambil diwajibkan meminum sebanyak mungkin cairan untuk menganti air ketuban yang sudah merembes. saya resmi masuk kamar kamis jam 8 malam, saya sama mas ery masih sempet ngundang kang dody sama dila untuk nemenin ketawa-tawa dalam artian yang sebenarnya. gagah banget pokoknya :p

tapi jujur, sekalem-kalemnya saya.. tetep merasa ada yang beda dari biasanya. saya merasa saat itu waktu berjalan sangat sangat lambat. bahkan observasi asbid yang dijadwalkan 4 jam setelah saya masuk kamar seolah lamaaaaaaa sekali. baru sekarang saya sadar, mungkin waktu yang terasa lama itu sengaja "dicipta" oleh pemilik semesta agar saya dan mas ery bisa merekam sempurna menit permenit proses kami bertemu pagi. memang kemudian muncul perasaan asing karena menyadari saat itu kami benar hanya berdua, berada dikamar yang belum pernah kami inapi, disuasana yang belum pernah kami rasakan sebelumnya. dan dari akumulasi perasaan itu saya merasa saya dan mas ery adalah satu kesatuan yang saling menguatkan dengan cara yang tak terungkap kata :)


*cheers!

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS