bertemu pagi. episode : empat belas jam

7:50:00 pm

... lanjutan posting sebelumnya.

hari kamis, 7 februari 2013 jam sepuluh malam saya merasakan kontraksi untuk pertama kalinya. rasanya? sakit. cuma itu yang bisa saya bilang, karena memang seperti itu rasanya. sesakit apa? nah yang ini saya tidak bisa jelaskan. karena katanya ambang batas sakit setiap orang itu berbeda-beda. saya berusaha mengikuti kemana arah si gelombang rasa sakit itu, karena konon semakin kita melawan maka semakin sakit yang kita rasakan. observasi pertama dilakukan oleh asbid jam 00.00 waktu itu gelombang sakitnya masih bisa saya "nikmati", saya berharap kemajuan pembukaan kelahiran saya bergerak signifikan. nyatanya? jauh dari harapan. dua jam merasakan kontraksi, pembukaan hanya maju satu senti. 

jam 01.30 saya sempat patah semangat dan punya harapan dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan operasi caesar, karena rasa sakit kontraksi yang semakin menjadi dan saya nyaris tidak punya cukup kepercayaan diri untuk "mengikuti" kemana maunya si rasa sakit. asbid dan mas ery gak berhenti kasih saya support untuk tetap kuat dan percaya bisa melahirkan secara normal. jam 03.30 observasi kedua dilakukan dan pembukaan tetap hanya maju satu senti. ahh.. waktu itu rasanya ingin menyerah saja. bukan apa, yang ada dipikiran saya waktu itu, kalau tiap 3 jam hanya maju satu senti, lalu saya harus melewati berapa jam untuk bisa sampai ke pembukaan 10? rasa sakit, kelelahan dan nyaris putus asa bercampur jadi satu. saya tau pada saat yang bersamaan, mas ery juga merasakan apa yang saya rasakan.. bedanya mas ery merasakan sakit karena melihat saya kesakitan.

jam 07.00 observasi kesekian dilakukan. pembukaan masih mantep di angka empat senti. waktu itu saya baru percaya kalimat "melahirkan adalah perjuangan hidup dan mati" karena rasa sakitnya yang luar biasa dan tidak bisa benar-benar dijelaskan seperti apa. yang saya ingat waktu itu saya sampai tidak bisa menangis saking dasyat rasa sakitnya hehehe. ketika kontraksi muncul, kita tidak pernah tau kontraksi selanjutnya akan sesakit apa. sehingga satu-satunya yang bisa saya lakukan kala itu hanya berusaha dan menyerahkan semuanya pada kuasa pemilik semesta. sekitar jam sembilan, ibu datang.. memang malamnya begitu mendengar kabar saya pecah ketuban ibu langsung menuju bandung menggunakan kereta terakhir dari jogja. satu jam kemudian disusul kedatangan bidan okke dan tidak lama setelah itu alhamdulillah pembukaan sudah lengkap. proses kelahiran yang sebenar-benarnya-pun dimulai.

ketika pembukaan lengkap, rasa sakitnya sudah berkurang jauh. kepercayaan diri saya muncul lagi, semacam ada energi tambahan dari alam bawah sadar dan semangat untuk bertemu pagi sesegera mungkin. yang jadi cerita seru adalah posisi saya saat melahirkan pagi. karena galenia mom 'n child memang saya pilih karena mengusung tema gentlebirth yang punya birthplan dan mengijinkan sang ibu memilih posisi melahirkan senyaman mungkin. jadi intinya saya puas banget nyobain berbagai posisi melahirkan.. mulai posisi paling mainstream ala sinetron sctv, sambil tiduran, trus sambil miring menghadap ke kiri, trus sambil duduk sampe posisi paling gak lazim.. sambil setengah jongkok. dan alhamdulillah setelah hampir tiga jam akhirnya pagi lahir ketika saya mencoba posisi terakhir, yaitu setengah jongkok hahahahaha.

ahh, yang jelas saya tidak berhenti bersyukur karena akhirnya bisa melewati proses persalinan sesuai dengan yang saya "impikan". akhirnya saya bisa membuktikan bahwa keyakinan dan tekad kuat untuk melahirkan normal itu tidak sama dengan egois atau memaksakan kehendak. dari awal kehamilan saya percaya, saya, mas ery dan pagi.. kami adalah team yang saling bekerjasama yang disatukan oleh satu ikatan tidak kasat mata. pada akhirnya bisa melahirkan bayi mungil yang sehat dan cantik berbarengan dengan berubahnya status saya menjadi ibu adalah salah satu keajaiban terbesar dalam hidup saya. rasanya luar biasa haru, bahagia dan sempurna.


*cheers!

You Might Also Like

4 comments

  1. wahh selamat ya.. baru tau nih bsa ngelahirin stengah jongkok.. hihihi..

    ReplyDelete
  2. Keren banget, yakin dan bukan egois. Alhamdulillah akhirnya Pagi lahir menyapa dunia

    ReplyDelete
  3. huaaa, baca blog nya teh ajeng ajah terharuu, apalagi nanti ketika aku merasakan yah :D

    selamat teh ajeng, sudah sempurna jadi seorang perempuan, dan selalu menjadi keluarg bahagia :')

    ReplyDelete