menjelang pagi

11:41:00 am

kalau dirasakan secara general dari awal kehamilan saya memang alhamdulillah lancar-lancar saja. gak pake acara morning sick,  gak punya banyak keluhan, gak ambil pusing sama pantangan juga, masih bisa ngantor bahkan sampai hari ini. tapiiiii kehamilan yang lancar bukan berarti kehamilan tanpa adegan drama. ya namanya ibu hamil kan kodrat moodnya fluktuatif sekali. selain gampang protes dan ngomel, saya juga jadi gampang banget nangis mbrebes. mungkin... si air mata ini merupakan bentuk lain kekhawatiran saya sebagai calon ibu baru yang kadang rasanya gak bisa diungkap kata. atau kadang bisa dibagi cerita tapi tetep gak lega.. karena berbaginya sama suami, which is perut dia gak buncit dan gak ada bayi mungilnya :p

ceritanya baru-baru ini saya sangat dihantui kekhawatiran soal posisi si pagi yang (saya kira) masih melintang. apa yang saya rasakan bukan tanpa alasan. karena dikontrol terakhir diusia kehamilan 30 minggu, posisi pagi masih melintang sempurna. sementara beberapa teman seperjuangan saya dengan usia kehamilan yang hampir sama, posisi bayinya sudah baik dalam artian kepala sudah dibawah dan tidak berubah. hampir setiap hari saya browsing, mencari informasi sana sini tentang kemungkinan melahirkan normal dengan posisi bayi yang melintang.. hasilnya? mustahil. posisi bayi yang melintang sangat beresiko untuk dilahirkan normal, ketimbang bayi sungsang yang walaupun kecil kemungkinan tapi masih ada kemungkinan lahir tanpa harus operasi.

jujur, saya belum menyiapkan mental kalau harus melahirkan dengan proses seksio sesarea atau bedah sesar :(

ketidaksiapan itu membuat saya melakukan segala usaha agar pagi bisa ada diposisi normal kelahiran. segala bentuk komunikasi berusaha saya jalin seintim mungkin. tapi hasilnya tetap tidak bikin tenang. akhirnya kemarin malam mengalirlah si air mata dengan sangat drama. kebetulan mas ery sedang dalam perjalanan pulang dari pekanbaru menuju bandung. jadilah nangisnya makin nelangsa karena gak ada pawangnya hahahaha. tapi dari kejadian itu saya akhirnya belajar pasrah dan berserah. saya minta maaf sama pagi karena "memaksa" dia menyempurnakan posisinya. saya bilang sama pagi apapun proses kelahirannya insyaallah saya bisa terima dan akan tetap bahagia asal dia sehat, sempurna. kejadian itu akhirnya membuat saya lebih berlapang dada. diberi anugrah kehamilan saja sudah luar biasa, rasanya kurang bijaksana kalau memaksa meminta yang lainnya juga.

dan memang ya.. ketika manusia sudah ada dititik bisa menerima apapun kuasa pemilik semesta. saat itu jugalah apa yang tadinya nyaris tidak mungkin jadi dimungkinkan. senin siang saya mengajak mas ery ketemu Dr. Irna untuk kontrol pagi. niatnya kontrol aja sih, saya cuma pengen tau kondisi dan kemungkinan-kemungkinan yang harus saya hadapi kedepannya. ternyata tanpa saya duga Dr. Irna bilang kalau posisi pagi sudah layak lahir, kepalanya sudah dibawah, berat badannya sudah cukup untuk bertemu ibunya dalam waktu dekat. alhamdulillah, perasaan senang, bingung, bahagia jadi satu. kalau ditanya siap atau enggak saya masih belum bisa jawab, yang jelas kelahiran pagi memang yang paling saya dan mas ery tunggu.

oiyah, hasil kontrol dokter kemarin siang membuat saya kesulitan membedakan sugesti dan rasa mulas yang asli. akhir-akhir ini memang sudah mulai susah tidur, susah dalam artian yang benar-benar susah. sebentar bangun, trus lama untuk bisa tertidur lagi. tadi malampun sama.. saya tidak nyenyak tidur karena pagi latihan tendang-sundul dengan sangat hebohnya. jadilah jam satu pagi saya praktek gerakan yoga dan diakhiri berjalan mondar mandir ruang tengah untuk menenangkan pagi hehehe.. jadi kesimpulannya, saya dan mas ery, kami sedang menjelang pagi. berharap semua proses bisa kami lalui dengan lancar dan baik-baik saja. doain yaaaaaa ;)

 
 *cheers!

You Might Also Like

7 comments

  1. bagus juga nih articlenya 0-0p

    ReplyDelete
  2. semoga si jeng pagi selamat lahir ke dunia yg penuh warna ini ^^. bisa melihat tante nya yg unyu ini :))
    mom and calon baby nya sehat.. dan melahirkan normal mba :) amiin

    ReplyDelete
  3. takjub aku baca keajaiban itu tteh,, :')
    semoga lancar persaliannya dan sehatt ibuk sm baby nya :*

    ReplyDelete
  4. mba ajeng semoga sehat selalu ibu dan bayinya juga lancar persalinannya.

    gk sabar liat pagi yang hobi latihan nendang2 ibunya :)

    ReplyDelete
  5. Semoga mbaknya dan pagi sehat terus (J >o<)J

    ReplyDelete
  6. ahhh.. makasih ya semuanya *peluk satu satu*

    ReplyDelete