bukaan satu (?!?)

4:19:00 pm

yea! saya sudah bukaan satu!
kapan?
tepat 15 hari yang lalu. hahahahaha..
sengaja gak bilang ke banyak orang, soalnya yakin banget pasti bakal bikin panik. apalagi waktu itu saya masih ngantor dengan gagahnya. jujur saat dinyatakan sudah bukaan satu oleh dr. Irna, saya sendiri agak gugup dan merasa belum siap kalau harus lahiran malam itu atau keesokan harinya. karena mendengar cerita kebanyakan ibu hamil dari bukaan satu ke akhirnya melahirkan rata-rata berjarak maksimal 3x24 jam. saat itu saya menduga akan sama seperti ibu hamil pada umumnya. dimana jarak antara bukaan satu ke bukaan sepuluh hanya dalam hitungan jam saja.

ternyata perkiraan saya salah, nyatanya hari ini sudah lewat dua minggu dari pernyataan dokter, saya masih anteng saja dengan rasa mules yang tak kunjung tiba. seminggu setelah dinyatakan bukaan satu.. saya yakin seribu persen, memang belum waktunya. apalagi setelah mendapat penjelasan tentang kelahiran dari bidan Okke, rasanya seperti mendapat doping tambahan keyakinan buat saya. tapi.. lewat dari seminggu, kepercayaan diri saya mulai menipis bercampur rasa khawatir yang sulit diungkap kata. saya rajin mencari informasi, saya browsing, blogwalking, membaca satu persatu artikel gentlebirth, hypnobirthing dan menyimak banyak pengalaman orang-orang dalam menghadapi persalinan. dari semua itu saya dapat satu kesimpulan bahwa setiap kehamilan punya sisi uniknya sendiri.

lega?
alhamdulillah enggak.. hahahahahaha..
bukan saya gak bisa menjadikan mas ery sebagai pereda rasa khawatir.. saya selalu diskusi apa saja sama mas ery, saya juga selalu cerita semua yang saya rasa tapi tetep ujung-ujungnya gak afdol kalo gak pake adegan drama. apalagi setelah resmi mengambil cuti, saya punya alasan kuat untuk lebih mudah mengeluarkan air mata. bosen diam dirumah ditambah pertanyaan "kapan lahiran?" yang makin sering jadi pemicu berurainya air mata. bersyukur karena mas ery sangat telaten menghadapi rewelnya saya. nyatanya sebagai calon ibu baru.. sebanyak apapun informasi yang saya baca, saya cari dan akhirnya saya temukan.. tetap tidak cukup membuat rasa percaya diri saya bulat diangka seratus persen.

setelah melewati masa galau beberapa hari kemarin dan mempertimbangkan beberapa masukan dari orang-orang terdekat. hari ini saya dan mas ery memutuskan untuk cari 2nd opinion ke dokter lain. pilihannya jatuh ke dr. Oni di RSIA Kartini.. kenapa? simpel.. karena tempatnya deket dari rumah. hahahahaha. disini saya dapet perlakuan yang berbeda, mungkin karena saya pasien yang ujug-ujug datang disaat injury time jadi saya harus melalui tahapan CTG atau rekam jantung bayi. tahapan ini lumayan bikin gak nyaman.. soalnya saya harus berbaring terlentang sementara perut dipasangi dua alat perekam jantung dan pendeteksi kontraksi selama kurang lebih setengah jam. eungap.. keringetan dan mules. iya saya mules.. walaupun rasa mulesnya masih lemah dan saya masih bisa cengar cengir.

inti yang mau saya dapatkan dari pencarian 2nd opinion ini adalah untuk memastikan pagi dalam keadaan baik dan sehat. memastikan berapa lama lagi saya diijinkan untuk menunggu pagi lahir ke bumi. alhamdulillah semua terjawab, semua dalam keadaan baik. mungkin saya harus mulai belajar mengabaikan pertanyaan orang tentang kenapa-kok-belum-lahir? atau pernyataan semacam awas-bayinya-kegedean-loh! saya menulis ini untuk berbagi pengalaman bahwa sesungguhnya bukaan satu bukan sebuah awal kelahiran yang bisa dipastikan berapa lama waktu dan prosesnya. bisa jadi 1x24 jam.. atau bahkan 1x1bulan. semua ada dibawah kendali yang punya semesta, kita memang tidak bisa tau kapan tepatnya :)


*cheers!

You Might Also Like

2 comments

  1. Hai Pagi, aku pun ikut yakin kamu tahu kapan saatnya untuk bertemu dengan Ibu dan Ayah mu :)

    ReplyDelete
  2. itungannya kapan jeng? diitung juga. pengalaman lahirannya Kila, istri saya sama sekali tidak mengalami mules. hingga melebihi waktu perkiraan. akhirnya operasi secario karena air ketuban sudah mulai keruh. dan tetap istri saya tidak mules apalagi bukaan.

    ReplyDelete