#2013

Tuesday, December 31

dua ribu tiga belas, bersyukur atas pekerjaan yang (tetap) saya sukai, keluarga besar yang hangat, suami baik hati dan pagi kecil yang lucu sekali. ah, sebenarnya tak terhitung berapa banyak yang harus disyukuri tahun ini. banyak sekali, alhamdulillah. semoga dua ribu empat belas lebih barokah dan lebih bahagia lagi. amiiin.

drama akhir tahun

Friday, December 13

pernah dengar pendapat bahwa orang yang bekerja sampai melewati jam kerja orang normal (lembur) itu berarti cara bekerjanya tidak efektif? saya sering. tapi saya tidak setuju. mungkin, saya akan setuju dengan pendapat itu nanti, kalau indonesia sudah menerapkan sistem kerja seperti denmark. yang hampir setiap pegawainya punya jam kerja fleksibel dengan hanya maksimal 33 jam perminggu. dan memiliki hak setidaknya 5 minggu dalam satu tahun untuk berlibur. catet! berlibur. denmark juga dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia dengan penduduk yang bekerja mencapai 73% dan rata-rata pegawai dengan jam kerja overtime hanya 1,92% saja.

oke, balik lagi ke realita di negara kita tercinta ini. di indonesia, pekerja lembur memang ada bermacam jenisnya. ada yang lembur karena nunggu jam macet berakhir --kasus yang ini khusus pekerja ibukota. ada yang lembur karena punya pikiran daripada dikosan sendirian, mending nonton pertandingan bola dulu dikantor, ya walaupun kenyataannya dan seringnya cuma nonton bareng office boy doang. tapi seenggaknya gak sendirian banget. trus ada juga yang lembur karena tebengannya lembur, daripada naik angkutan umum gak jelas keamanannya mending ikut lembur sekalian, itung-itung dapet label solidaritas persahabatan :p dan yang paling tragis sih jenis yang terakhir, yang bekerja lembur karena memang dikejar deadline dan kerjaan yang overload.

nah, karena ini akhir tahun maka lembur sudah menjadi drama yang sangat mainstream. dimana hampir semua perusahaan, terutama instansi pemerintah "tutup buku", menyebabkan banyak karyawannya harus duduk dimeja kerja lebih lama dari bulan-bulan sebelumnya. teman baik saya yang waktu itu bekerja disalah satu perusahan jepang, pernah lembur sampai jam 4 pagi. entah kalau sampai jam segitu, hitungannya masih lembur atau sudah menginap dikantor. saya sendiri beberapa tahun lalu pernah mengalami bekerja sampai jam 11 malam, dan jumat kemarin saya lihat status path salah satu teman kantor saya yang bercerita kalau dia baru saja sampai rumah setelah bekerja lembur. status tersebut di update hampir jam 12 malam.

banyak juga teori yang menyebutkan bahwa bekerja itu harus berdasarkan tiga unsur "kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas" kenyataannya dilapangan secerdas apapun cara kita bekerja, kalau lingkaran sistemnya tidak mendukung akan percuma. kita bukan pedagang pasar yang urusannya hanya menjual dan dibeli lalu keuntungan langsung bisa dicari dari selisih kedua angka tersebut. kita bekerja berdasar suatu sistem yang berlaku, didalam sistem tentulah ada banyak orang yang semuanya saling berkaitan, jadi sudahlah tentu perlu keselarasan cara bekerja diantara orang-orang dalam sistem tersebut. kalau tidak bisa selaras maka lemburlah risikonya. dan sayangnya itu yang terjadi dibanyak perusahaan dan instansi yang ada di indonesia.

lagian memangnya siapa sih yang mau bekerja lembur? kalaupun ada, apa iya sebanding dengan reward yang mereka dapatkan setelahnya? menurut pengalaman saya, sama sekali tidak. yang didapat mungkin materi yang sedikit lebih banyak dari biasanya, tapi yang dikorbankan ada banyak sekali. mengabaikan alarm lelah tubuh, berjuang menekan rasa jenuh, dan harus memangkas waktu bersama keluarga. saya yakin, masih banyak orang yang mengartikan lembur sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya. jadi be wise.. pikir sekali lagi kalau mau berpendapat mereka yang lembur adalah mereka yang tidak bisa bekerja cerdas dan efektif. tidak semuanya begitu, dan kebanyakan memang tidak begitu. 

bulan ke sepuluh

Sunday, December 8

bayi kecil yang sepuluh bulan lalu bisanya cuma nyusu-tidur-nangis-nyusu-tidur nangis sekarang udah bisa traveling keliling rumah. saya berasa senam jantung banget deh, ditinggal bentar tau-tau udah didepan kamar mandi, megang keset. atau masuk kolong ngejer kucing. atau dibawah meja geser-geserin kursi makan. tapi alhamdulillah bahagia bangeeeet liatnya.

dibulan yang ke sepuluh ini pagi giginya ada dua. gemesin banget deh kalo nyengir-nyengir. trus emang baru kemarenan banget sih merangkak majunya launching, setelah minggu-minggu sebelumnya dia merangkaknya mundur hahahaha. dan pagi juga udah susah banget buat difoto. teramat sangat gak bisa diem pokoknya. seharian kemaren aja nyuri momen untuk foto susah banget. semua gambarnya blur, kecuali kalo motonya pas dia lagi tidur kayak gini :D
well, selamat sepuluh bulan our sugarplum gauri binaring pagi. semoga makin pintar dan sehat selalu ya nak. we love you to the moon and back! *ciyum*

  

ke hutan raya

Tuesday, December 3

sabtu kemarin dalam rangka uji coba fisik dan mental sebelum backpacker beneran, masery ngajak saya dan pagi jalan ke hutan raya juanda. selain karena kami memang hobi berjalan kaki, rasanya juga memang sudah lama tidak merasakan sabtu yang benar-benar bebas dari undangan pernikahan dan lembur. makanya dari awal muncul rencana kesini, saya seneng banget. 

seperti biasa, kami tidak pernah punya jadwal khusus. berangkat santai, sesiapnya, gak lupa mengisi perut dengan semangkuk bubur ayam murah meriah dijalan ganesha. setelah membayar tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah (per orang), kami parkir kendaraan di gerbang belakang hutan raya dan mulai berjalan kaki. saya tidak tau pasti berapa kilometer jarak yang kami tempuh kemarin. yang jelas untuk pensiunan pendaki gunung seperti saya, berjalan kaki selama empat jam cukup untuk membuat badan pegal-pegal keesokan harinya hahaha. 

lucunya selama perjalanan pagi sempet tertidur nyenyak didalam baby carrier. semua orang yang berpapasan dan melihat pagi tidur pasti tertawa. soalnya posisi di baby carrier kan nyaris seperti orang berdiri, tapi mungkin menurut pagi solusi ngantuk itu cuma tidur, meski harus dalam posisi berdiri sekalipun. hahahaha. setelah beberapa jam berjalan, kami beristirahat di salah satu warung sederhana. memesan pisang bakar, mengisi perut dengan beberapa tempe goreng dan menetralisir lambung dengan teh tawar hangat. alhamdulillah, nikmat.

nah, tiba saatnya pulang. setelah anteng selama perjalanan pergi, didetik-detik terakhir perjalanan berakhir pagi mulai gak betah digendong dibelakang. sepertinya kolaborasi capek, ngantuk, panas akhirnya bikin gak nyaman. jadi nangis request digendong depan aja. olala ~ gak persiapan bawa baby carrier yang kecil. lesson  of the day, catet! apapun bisa terjadi kalau \bepergian bersama bayi. akhirnya kemarin cuma bisa pasrah, 20an menit menggendong bayi gembil umur sepuluh bulan tanpa bantuan alat apapun itu lumayan bikin keringat membanjir kakaaaaakkk hahahaha..

eh, kesimpulan dari jalan keliling hutan raya ini adalah, gak sabar ngajak pagi camping beneran! memang sih mesti nunggu pagi bisa jalan dulu biar makin seru. tapi kalau menabung untuk beli tenda kece sepertinya harus dimulai dari sekarang. ayo bap, kita rencanakan petualangan selanjutnya dan sesungguhnya tahun depan :D

  

halo africa

Monday, December 2

setelah sekian lama pengen punya kucing (lagi), akhirnya kemarin kesampean. dan ini dia, welcome home africa!

iyaaaa, namanya africa. kenapa? karena kita (baca : saya dan masery) pengen ke africa, nanti kalau punya kucing kedua mau dikasih nama europe, nyahahahahahaha cetek bener ya.

oke, ini kayaknya bakal jadi kontroversi mengingat saya punya pagi. tapi keputusan ini sudah kami pertimbangkan baik-baik. selama kebersihan dan interaksinya terjaga, mudah-mudahan gak menimbulkan masalah dikemudian hari. 

sebenernya africa ini kucing biasa, dapetnya juga nemu dijalan, trus kita bawa pulang hehehe. emang kita belum pengen punya kucing ras sih, belum bisa ngebayangin repotnya. kalau kucing ras kan perawatan dan pemeliharaannya harus niat pake banget.

selamat sampai dirumah dear africa, semoga betah dan jangan nakal ya puss :D


cerita mpasi (lagi)

Tuesday, November 26

sebentar lagi, umurnya pagi 10 bulan. artinya, sudah hampir empat bulan saya bikin homemade baby food. setiap hari. catet! setiap hari tanpa ada satupun hari terlewat *pelukan sama slow cooker* dibilang ngotot banget enggak juga sih. diluar sana lebih banyak lagi ibu-ibu keren yang bekerja dan tetap berkomitmen untuk nge-homemade babyfood dengan kreasi variasi masakan yang bermacam-macam. dan bener kok, bikin makanan bayi itu gak sesusah bikin rendang padang, hari gini.. nyari resep tinggal ketik, klak klik klak klik, print trus malemnya bisa langsung praktek dirumah.

alhamdulillah, masih belum tergoda untuk beli bubur instan. kalau soal ini, saya berkaca ke diri sendiri aja sih. membayangkan misalnya saya harus makan makanan instan setiap hari? males banget kan. jadi  rasanya saya tidak pantas menjadi egois dengan memberikan makanan instan untuk pagi. kalau soal repot, pasti. tapi sejauh ini masih bisa teratasi. godaan terberat justru datang dari perasaan jenuh yang suka muncul tiba-tiba. iyaaa.. sesuper apapun seorang ibu, tetap saja manusia biasa. duh, kalau udah sampai ditahap bosen masak itu semua resep healthy mpasi yang hampir tiap hari dicari dan dibaca menguap begitu saja. bingung gak tau mau masak apa.

bayangin deh, tiap malam dan subuh sebelum mulai beraktifitas, saya melakukan hal yang sama. ritme yang sama. selalu sama. mencuci botol, merebusnya dalam panci besar, menempatkan asip yang saya perah dikantor, menyusunnya dalam barisan di freezer, lalu menentukan menu untuk esok hari, mencuci beras, memasukkannya kedalam slow cooker, baru kemudian tidur. keesokan harinya saya bangun lebih awal untuk memasak varian sayurnya. setelah semuanya selesai, saya tempatkan semuanya kedalam bagian-bagian siap makan, untuk sarapan, makan siang dan makan sore. lalu menyiapkan clodi dan baju yang akan dipakai pagi setelah mandi.

begitu terus selama hampir empat bulan. nah, kayaknya nih karena ibunya jenuh, jadi agak berpengaruh juga ke selera makan anak. minggu kemaren tuh pagi susah makan, mungkin tau kalau ibunya lagi gak semangat masak. akhirnya senin kemarin saya cari solusi. cari resep full yang bisa dimasak mendadak, karena bisanya yang saya masak mendadak itu hanya sayurnya saja. kali ini saya nyoba semua bahan dimasak ketika subuh, bubur beras diganti dengan bahan yang mempunyai kandungan hampir sama, seperti kentang, labu parang atau makaroni.

beberapa hari kemarin udah sempet nyobain kentang yang disulap jadi krim sup, kaboca (labu jepang) yang dikukus, ditumis sama unsalt butter dan ditaburi keju. semuanya bikin pagi lahap makan, alhamdulillah. nah, subuh ini tadi saya mendadak dapet ilham bikin sup makaroni tenggiri. gak pake resep khusus kok, standar no gula garam, tumis bawang dan teman-temannya pakai unsalt butter. teksturnya sesuaikan aja sama kemampuan bayi, kalau saya wortelnya diparut dan makaroninya masih diblender sampai agak halus karena dua gigi pagi belum tumbuh dengan sempurna :D




disindir irfan

akhirnya semalam saya kangen-kangenan lagi sama mesin jahit. tumben? iyaaaa.. gara-garanya pas siang disindir irfan sama quotes "path-less pin-more". pin-more yang dimaksud irfan disini adalah pinterest, si website segudang inspirasi yang memang termasuk kedalam list website wajib kunjung. tapi sebagai anak path yang sungguh sangat eksis, aku kan jadi merasa tersindir nyahahahahahaha.

walaupun memang sih, ngepath itu nyaris gak ada gunanya. saya sadar kok, tapi-kenapa-masih-eksis-juga-jeng? hahahahaha.. ya abisan yang bikin seneng tuh karena di path jumlah pertemanannya dibatasi, dan memang yang ada disana semua temen-temen deket aja. jadi gak terlalu open-book-life. halah alasan banget yak hahahahaha.

oke, balik lagi ke sindirian irfan. sebagai pengguna path, saya jelas ga mau dong dituduh kehilangan kreatifitas karena kebanyakan update moment di path. jadilah untuk mematahkan statment itu, semalam saya, membangunkan si mesin jahit dari tidur panjangnya, bongkar-bongkar kardus sepatu kesayangan yang isinya kain perca. dan namapun sosial media ya, tetep gak sah kalo gak pamer. nyahahahahaha.. tadaaaaaa ini dia hasil si otak kanan semalam :p



ibu tersangka

Friday, November 22

sekarang ini media sedang beramai-ramai memberitakan mantan puteri indonesia yang (akhirnya) dijatuhi hukuman oleh mahkamah agung. sebagai orang yang awam hukum, saya gak kepengen sok kritis dengan membahas soal layak atau tidaknya hukuman tersebut. saya hanya ingin membahas soal gelar yang disandang oleh sang puteri indonesia itu sekarang, seorang ibu dan juga tersangka.

terlepas dari apa yang sudah dia perbuat, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yang harus berpisah dengan anak-anaknya selama bertahun-tahun, perasaan seorang ibu yang tidak bisa mendampingi anak-anaknya tumbuh besar. ih saya memang melow banget kalau urusan perasaan antara ibu dan anak. membayangkan diri sendiri yang sampai sekarang kerjaannya nolak perjalanan dinas luar kota. belum siap pisah barang cuma 1x24jam sama pagi. cemen ya? untung bosnya baik :p 

menanggapi ke-melowan ini, semalem tante lita bilang ke saya :
gimana sedihnya seorang ibu yang ga bisa bawa anaknya yang sakit ke dokter karena dana yang mestinya buat jaminan kesehatan dikorupsi. gimana sedihnya seorang ibu yang anaknya gak bisa melanjutkan sekolah karena sekolah terdekat jaraknya puluhan kilometer dan harus ditempuh berjam-jam karena jalan yang rusak akibat korupsi. there are even millions of indonesia mother who even lost their children during births after failing to get proper healthcare because of corruption my dear..

iya sih, mungkin simpati saya memang terlalu berlebihan. habisnya, melihat liputan anak-anak kecil yang melepas rindu mengunjungi ibunya di rumah tahanan, rasanya ikut ngilu. pastilah mereka sangat rindu ibunya begitupun sebaliknya kan? belum lagi membayangkan seorang anak kecil yang bertanya kenapa ibunya tidak bersama mereka setiap hari, bertanya kenapa ibunya memilih tinggal ditempat yang bukan rumah mereka. duh. 

tapi putusan belasan tahun penjara dan denda sekian milyar yang akhirnya dijatuhkan itu pasti sudah dikaji dari berbagai sisi, dan mungkin memang setimpal untuk seorang yang sudah merugikan banyak pihak, banyak masyarakat. ya, semoga saja, denda yang dikembalikan benar-benar bisa dipakai untuk menyelamatkan "hubungan" banyak ibu dan anak di negara ini, seperti yang tante lita bilang. amiiin.

sekolah di luar negeri

Monday, November 18

tadi pagi, saya sempat membaca artikel bagus yang mengulas tentang bahaya buku andrea hirata. sebagai seseorang yang (masih) bermimpi mendapat kesempatan tinggal diluar negeri, saya merasa seperti mendapat teguran halus dari artikel ini.

jadi ceritanya dulu saya sama sekali gak kepikiran apalagi bercita-cita sekolah di luar negeri. tiap ditanya "kalau besar mau jadi apa?" saya hanya menjawab sekenanya. kadang guru, kadang dokter.. pernah juga menjawab astronot, jawaban klise khas anak daerah. beranjak besar, tujuan saya cuma masuk sekolah unggulan, menyelesaikan sekolah dan go with the flow. didikan orang tua membuat saya tidak berambisi terhadap sesuatu, semua santai, semua dinikmati, yang penting nilai gak merah, nakal sedikit dianggap wajarlah.

beberapa tahun belakangan ini saya baru merasakan bekerja di instansi pendidikan yang banyak pegawainya melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk menetap sambil menyelesaikan sekolah maupun yang hanya menghadiri seminar selama beberapa hari. nah, baru muncul sedikit penyesalan. menyesal kenapa dulu les bahasa inggrisnya males-malesan :p sebenernya bekerja ditempat yang sekarang ini tidak lantas membuat saya ngotot ingin melanjutkan sekolah di luar negeri, tapi cita-cita dapat kesempatan short course tetap ada. yaa.. empat sampai enam bulan di finlandia cukup lah, hahahahahaha. amiiin.

setelah membaca apa yang ditulis pak yusran darmawan, mungkin sekarang ini memang banyak orang yang ingin bersekolah diluar negeri karena membayangkan jaminan mapan sepulangnya ke indonesia. sebagai gambaran, lulusan luar negeri faktanya memang akan lebih mudah menduduki suatu jabatan diperusahaan kelas internasional, yang artinya kemapanan secara materi kan? padahal yang sesungguhnya dibutuhkan negara ini adalah orang-orang yang setelah selesai bersekolah mau kembali ke tempat kelahirannya. secara teori mungkin mudah, tapi kenyataannya membangun tanah kelahiran dengan segala keterbatasan pastilah tidak semudah apa yang selalu jadi harapan negara ini.

artikel diatas juga membuat saya sadar bahwa esensi hidup adalah bekerja keras, jika tujuannya sama-sama untuk memperjuangakan hidup maka sekolah diluar negeri atau "sekedar" menjadi pemetik kelapa, sama hebatnya.  namun terlepas dari itu semua, menurut kacamata saya buku yang ditulis andrea hirata tetap menginspirasi banyak orang. pun orang-orang yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di luar negeri dimata saya mereka punya nilai lebih, nilai plus. plus perjuangannya, plus belajarnya, plus pengalamannya, plus beruntungnya :)

Monday, November 11

alhamdulillahirabbil'alamin.
27 tahun.
selalu bersyukur atas berkah keluarga yang hangat, 
suami baik hati dan pagi kecil yang lucu sekali :)

ditinggal bapak

Friday, November 8

masery pergi. biasa kan ya. tapi ini agak sedikit berbeda karena perginya jauh dan lama. kalau ada dijaman suami-taunya-cari-duit-urusan-anak-gimana-istri sih kayaknya gak terlalu berpengaruh ya mau ditinggal suami berdinas, berbulan-bulan sekalipun asal perekonomian keluarga tercukupi. tapi.. jaman sekarang semuanya udah berubah doooong. hari gini yang namanya suami baru bisa dibilang idaman kalau bersedia turun tangan membantu istri meringankan pekerjaan rumah tangga. pagi-pagi mandiin anak, siangan dikit ngajak maen, sore ajak jalan-jalan keliling komplek, malem pukpuk sampe tidur.

dan, masery memang terbiasa melakukan itu semua. jadi, kalau masery lagi tugas lapangan saya ngerasa kehilangan banget deh. soalnya semua tugas rumah tangga jadi saya kerjakan sendiri, dengan dua tangan dua kaki dan satu badan yang sering banget bangun kesiangan ini hahahahahaha. manalagi kalau hari biasa, dirumah memang cuma tinggal bertiga, tanpa ART yang menginap. nah kalau masery pergi, saya jadi bener-bener tinggal berdua saja sama pagi. duh, setiap subuh sebelum berangkat kerja gak usah ditanya deh serunya kayak apa. pokoknya setiap hari diwaktu itu saya akan menjelma jadi perempuan super-ekstra-multitalented dengan kecepatan gerak diatas rata-rata.

alhamdulillahnya nih ya, pagi dari dulu gak harus ditemenin kalau main, asal disediakan buku dan beberapa mainan didepannya, dia bisa anteng sendiri sementara ibunya berjibaku nyiapin ini itu. tapi bayi umur segini kan lagi lincah-lincahnya ya.. tetep aja pengawasan harus ekstra ketat, kalo engaaaaaaaak? tau-tau bakal ada yang nangis karena nyungsep dilantai atau histeris karena kepalanya kepentok meja. untungnya pagi bukan tipe bayi yang nangisnya berkepanjangan. biasanya kalau nangis trus dibawa ke depan kulkas yang banyak magnet tempelannya langsung diem. atau dibawa keluar liat kucing.. udah deh, lupa sama benjolan dikepala dan senyum-senyum girang lagi.

oh iya, hari ini pagi genap sembilan bulan, alhamdulillah. selamat makin besar ya anak ibuk. terimakasih karena sudah mengajarkan banyak.. banyak sekali hal-hal kecil yang sederhana dan luar biasa. terimakasih juga karena sudah jadi rekan satu team yang baik selama ditinggal bapak. eh bener deh, pagi ini bayi yang kooperatif dan super pengertian. karena selama ini, walaupun dirumah bener-bener cuma berdua, serepot apapun.. saya selalu berhasil melewati tantangan hari-hari tanpa masery dengan baik. indikator keberhasilannya? semua keperluan pagi siap, gak ada yang kelewat, dan saya tetap bisa datang ke kantor, tanpa terlambat :D

39.4

Monday, November 4


dua hari kemarin pagi panas tinggi. ini pertama kalinya dia sakit selama hampir sembilan bulan. duh, untung udah khatam baca buku smart parent for healthy children. jadi gak terlalu panik, cuma terlalu ngantuk aja hahahahaha. udah gak inget lagi deh itu dua malem tidurnya berapa jam, pokoknya sepuluh menit bisa merem aja bersyukur banget. manalagi kantor lagi high season, sabtu minggu kemarin masuk kantor dong, ngawas test cpns dosen.. remuk aku remuuuuk ~

tapi yang paling kasian jelas pagi ya. masih bayi, trus demam tinggi sampe 39.4c pasti gak nyaman banget rasanya. belum bisa komunikasi pula, cuma bisa nangis aja. alhamdulillah rewelnya gak pake banget sih, tidurnya memang jadi yang gak nyenyak.. sesekali nangis, sedih banget deh liatnya. akhirnya saya pake cara tradisional.. dikompres, dan pagi baru bisa bener-bener tidur nyenyak setelah dipengangin aqua gelas. lucu deh, dipegang rapet banget. sampai kadang bangun cuma buat benerin pegangan aqua gelasnya, mungkin biar gak jatuh :D

sekali lagi saya bersyukur karena masery adalah suami super siaga. jadi ikhlas aja tidurnya keganggu berkali-kali karena dapet tugas dari saya, pukpuk pagi sampe bobo lagi :p hari ini alhamdulillah suhu badannya udah normal lagi. udah murah senyum lagi, malah kebisaannya jadi nambah. sekarang jadi bisa joget. tiap kita bilang "dungdingdungdung~eee" otomatis badannya goyang-goyang. super gemesin :*

oh iya, sepengetahuan saya, demam sebenernya bukan penyakit, jadi kalo kejadian jangan panik ya buibu meskipun tetap harus waspada. kemarin makin lega setelah baca artikel tentang demam anak di majalah ayahbunda. ah, semoga bayi-bayi lucu yang sekarang lagi sakit, bisa cepat sembuh. kebayang deh sedihnya seorang ibu lihat anaknya sakit. baru ngalamin banget kemarin, campur aduk rasanya. kalau boleh minta.. jangan lagi ya Allah. amiiin.


menebus dosa

Friday, November 1


ibu bekerja itu menurut saya sakti, karena  punya kemampuan membagi waktu, pikiran, tenaga dan perhatian dalam satu waktu. harus menyelesaikan urusan rumah tangga, memastikan anak "ditinggal" dalam kondisi oke, sampai kantor dapet pressure kerjaan ini itu, capek, tapi pulang kerumah harus tetap ceria dan menjelma lagi jadi ibu siaga. sakti kan? tapi.. sesakti apapun seorang ibu bekerja, tetap saja suatu hari akan dipertemukan dengan yang lebih sakti, yaitu surat tugas lembur yang ditandatangani pimpinan. kenapa lebih sakti? karena biasanya gak bisa dihindari, ditolak apalagi :p

di luar sana, pasti banyak ibu bekerja yang tidak seberuntung saya. yang punya enam hari kerja dalam satu minggu misalnya, atau yang jadwal kerjanya tidak pasti, bergantung shift dan kadang baru bisa pulang menjelang tengah malam. tapi buat saya yang terbiasa dengan pola lima hari kerja, dari jam tujuh sampai jam lima, menerima surat tugas lembur dihari libur memang bikin mengelus dada. sedih pasti ada, tapi seperti saya bilang tadi. surat tugas itu sakti, seringnya yang bisa kita lakukan cuma ikhlas, biar kerjanya gak sia-sia dan jadi pahala :D

nah, saya punya kebiasaan menebus dosa sebelum atau sesudah lembur. biasanya saya beli oleh-oleh untuk pagi sebagai bentuk permintaan maaf karena harus meninggalkan dia lebih lama dari biasanya. walaupun saya tau.. tidak ada satupun benda didunia ini yang bisa menggantikan waktu dan kebersamaan. tapi setidaknya buat saya, "membawakan" sesuatu untuk pagi adalah cara paling mujarab mengurangi rasa bersalah karena harus bekerja dihari libur. hari dimana saya seharusnya ada, satu kali dua puluh empat jam bersamanya. 


pagi dan buku

Wednesday, October 30


sejak pagi berumur dua bulan, saya memang sering membacakan buku untuk pagi. waktu itu sih niatnya buat killing time aja. saya masih cuti, jadi masih punya banyak waktu untuk deket-deket sama pagi lagian bayi umur segitu kan belum bisa bangun dari tempat tidur untuk main ya.. jadi mending dibacain buku aja. dan karena belum punya banyak koleksi buku anak, yang saya bacakan ya buku seadanya saja. kalau bosan baru saya ganti dengan koleksi national geographic kepunyaan bapaknya atau katalog greenpeace yang dikirim kerumah setiap bulan :p

ketika pagi sudah mulai bisa berinteraksi, walaupun tidak rutin setiap menjelang tidur, saya sering membacakan dongeng untuknya. favorit pagi adalah buku berjudul elmer si gajah perca. duh ini buku kesukaan banget deh, saya baru ambil bukunya aja, pagi udah senyum girang bener. dan saking seringnya dibolak balik buat dibaca, sebagian besar halaman bukunya sampai lepas, dan saya sebagai ibu yang irit baik, bela-belain ke tukang fotocopy untuk menjilid ulang si buku elmer :D

mungkin karena dari dulu udah dikenalin sama buku, sekarang pagi demeeeen banget kalo liat buku nganggur. dikasih mainan selain buku gak tahan lama antengnya. tapi kalau dikasih buku.. wiiiih, dipanggil berkali-kali sama ibuknya, gak nengok. problemnya satu sih, buku kan kertas yang gampang banget sobek ya.. jadi ya siap-siap perang kalau pagi keduluan pegang buku. pilihannya kalau gak dimasukin mulut ya diremet kertasnya hahahahaha.

kemarinan sempet saya beliin softbook yang dari kain. tujuannya sih biar gak bahaya, ujungnya gak tajem dan bisa puas diremet-remet sama pagi. lagian kayaknya lebih sesuai sama umurnya aja kan ya, kalau bayi pegang softbook keliatannya jadi makin lucu-lucu gimana gitu. tapi kenyataannya? gak lakuuuuu. cuma dipegang berapa menit trus ditinggalin gitu aja dan beralih ke buku dari kertas. yaudahlah ya, lagian dari awal dikenalin buku juga udah sama buku beneran. jadi gak heran kalo sekarang anaknya gak demen buku-bukuan :p

si tukang lupa

Friday, October 25

saya, iya saya.
parah. parah banget.

dalam satu bulan ini aja, udah gak keitung berapa kali saya kelupaan macem-macem. sekedar ketinggalan handphone sama dompet sih udah biasa banget buat saya, lupa menaruh kacamata juga hampir jadi keseharian. seringnya sebel sendiri, udah sadar tukang lupa, tapi tetep kalau mengerjakan sesuatu buru-buru, gak bisa tenang. akhirnya malah makin memperparah ingatan.

tempo hari waktu di bandara, pas semuanya sudah boarding, sudah siap masuk pesawat. saya baru sadar kalau handphone gak ada dan sama sekali gak dapet clue ketinggalan dimana. untungnya masery ikhlas turun dari boarding room, ngecek ke mobil yang waktu itu memang sengaja kita parkir di bandara. ketemu, alhamdulillah.

dan baru saja beberapa hari lalu, saya kelupaan dimana menyimpan kunci gudang. gudang kantor, dimana ruangan itu adalah markas besar tempat buibu pumping setiap hari. sebel kan? sebel bangeeeeeeeeet. tapi gimana dong, mau dipaksa inget dimana terakhir kali nyimpen juga tetep aja gak inget. namanya juga orang lupa :s

gak cukup sampai disitu, sampai detik inipun saya masih berusaha mengingat-ngingat dimana atm operasional rumah tangga saya simpan. di dompet gak ada, di tas gak ada, di saku celana gak ada, di atas kulkas gak ada. stuck. sampai akhirnya saya putus asa. udah deh mau ke bank-nya aja, urus kehilangan yang konon katanya ribet banget itu. biarin, kali aja kejadian ini bikin saya kapok lupa :p

delapan yang ke-delapan

Tuesday, October 8

selamat delapan bulan Gauri Binaring Pagi, alhamdulillah. sehat terus ya anak manis. maaf bulan ini ibu sibuk sekali. berkali-kali harus pulang lebih sore dan lembur diakhir pekan. insha-allah nanti dibayar lunas sama cuti dan backpacking bareng bapak ke timur indonesia. setuju?

sun sayang dari kantor.
ibu.

mencoba memahami

Wednesday, October 2

beberapa hari ini saya lihat berita dibanyak media lokal tentang wali kota bandung yang mencoba berdiskusi dengan pengemis dan anak jalanan. diawali unjuk rasa tentang penertiban yang dilakukan satpol pp berdasar kebijakan yang dikeluarkan wali kota, singkatnya solusi yang diberikan oleh wali kota adalah memberi mereka pekerjaan sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan sebesar tujuh ratus ribu setiap bulannya.

penolakan langsung terjadi saat itu juga. mereka (pengemis dan anak jalanan) tidak setuju dengan kebijakan yang diterapkan oleh wali kota, meskipun penawara tempat tinggal gratis juga sudah dilakukan. mereka dengan lantang meminta gaji dengan nominal empat sampai sepuluh juta. wow! ketika pertama membaca judul beritanya saya juga kaget, tapi tidak lama, sampai akhirnya saya menganggap penolakan yang mereka lakukan adalah hal yang sangat wajar.

terlepas dari apa pekerjaannya, mereka adalah manusia biasa. mereka bosan hidup susah, wajar kan? wajar banget. karena mereka tidak pernah menonton acara golden ways, mereka jelas tidak mengenal quotes bijak mario teguh. jadi senang menurut mereka adalah jika sudah tidak hidup susah, yang mana, masih menurut mereka, semua itu akan berakhir jika mereka punya uang banyak. nah, kalau bukan dengan pak walikota (yang waktu itu mengajak berdiskusi), dengan siapa lagi mereka bisa meminta?

kita tidak bisa menuntut semua orang punya pemahaman yang sama dengan kita. coba deh, kita bisa bilang permintaan mereka tidak masuk akal karena kita lebih beruntung. kita punya cukup uang, punya segudang pengalaman, kita juga berpendidikan, punya banyak pengetahuan yang akhirnya membuat kita bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang pantas mana yang tidak.

ikut mengedukasi dengan tidak "memberi" rupiah kepada mereka yang meminta-minta dijalan saya rasa jauh lebih baik ketimbang harus menanggapi permintaan mereka dengan caci maki. posisikan kita sebagai si pengemis dan anak jalanan. mecoba memahami memang tidak mudah, tapi saya yakin kita lebih bisa. 

perihal makan

Monday, September 30

dari dulu, saya memang dikenal sebagai si gampang makan. gak pernah masalah mau makan dengan lauk apa, dimana. waktunya laper ya makan. dalam kamus saya, hanya ada dua rasa makanan : enak dan enak sekali. porsi makan saya juga gak bisa dibilang sedikit. kalau makan siang dengan porsi yang paspasan, saya gak malu untuk order satu porsi nasi lagi :p saya juga tidak pernah mempermasalahkan makan dengan siapa. sendiripun saya lakonin. seringnya kan banyak perempuan yang kalau makan harus pakai teman, saya sih enggak. kalau memang pas ada keperluan dan harus makan jauh dari kantor, mampir ke warung makan pinggir jalanpun gak jadi masalah. sendiri atau beramai-ramai toh hasil akhirnya tetap sama : kenyang.

nah seolah semesta mendukung.. alhamdulillah saya dikasih satu rejeki yang sering bikin sirik banyak perempuan yaitu, makan sebanyak apapun gak pernah ngaruh ke timbangan. mau sarapan atau enggak, mau makan siang dengan satu atau dua porsi nasi, mau ngemil eskrim dan sereal dimalam hari, timbangan gak pernah jauh dari angka 50kg. padahal waktu hamil pagi naiknya lumayan.. hampir tembus angka 20kg. semua baju mendadak ada di size XL, ukuran sepatu dan sendalpun gak mau kalah, ikut naik satu nomor. tapi dua tiga bulan setelah melahirkan, si angka timbangan balik lagi. malah berkurang 2kg dari berat semula :p

"satu mulut saya, tidak berhenti makan.."
penggalan lagu anak diatas ini adalah cerminan saya. kalau dirumah, pasti ada aja yang dimakan. misal stok cemilan lagi bener-bener kosong, seringnya berakhir pada semangkok mie instan. gak sehat sih, tapi doyan. gimana dong? hahahahaha. kalau lagi pergi sama masery, saya sering menyebutkan berbagai makanan disela-sela obrolan. urusan nanti jadi beli atau enggak, belakangan. yang penting ngomong dulu aja. masery sih diem aja dengerin keinginan saya makan, udah paham betul kalau sang istri lagi banyak maunya. paling banter komentar "sok, mau makan apa lagi?" hahahaha.

makanya, saya salut deh sama orang-orang yang bisa konsisten diet, karena yang saya tau menahan nafsu makan itu amat sangat susah. apalagi saya pribadi menjadikan tidur dan makan sebagai salah satu bentuk "hadiah" untuk diri sendiri. gak kebayang menderitanya kalau tiap hari sudah lelah beraktifitas masih harus menahan keinginan beristirahat dan juga mengisi perut. memang sih, tujuan utama diet adalah untuk menjaga pola makan sehat, bukan semata-mata untuk memperoleh berat badan ideal. tapi kalau saya apanya lagi yang mesti di dietin. kalau diibaratin smartphone, saya ini udah masuk kelas paling mahal saking tipisnya :))

lovely mpasi

Wednesday, September 25


salah satu kebahagian seorang ibu adalah melihat anaknya lahap makan. betul gak buibuuu? :D

soalnya pengalaman sempet stress waktu sebulan pertama mpasi, pagi gak doyan makan sama sekali. penyebabnya karena saya menggunakan metodenya wied harry, mengenalkan buah baru kemudian karbohidrat. nah selama itu juga, saya susaaaah banget mendaratkan even cuma satu sendok kedalam mulutnya. pake sembur-sembur, pake geleng-geleng, pake rewel dan akhirnya nangis. selidik punya selidik, ternyata pagi gak doyan kalau disuapin buah.. kalau disuapin, artinya kalau makan buah sendiri dia suka banget. hore, ketemu kartu asnya!

sekarang urusan mpasi jadi cingcay. karena sudah tau kesukaannya pagi adalah bubur beras yang dicampur macem-macem. udah deh, otomatis mangap tanpa adegan drama. malah sekarang, makin kesini makin metal, dalam arti apa yang ada dirumah, itulah yang diolah jadi mpasi. kadang menunya juga ngarang sendiri. yang penting mencakup karbo, serat dan protein. oiya, karena tidak menerapkan sistem frozen food maka alur pemberian mpasipun saya atur sebisa mungkin supaya bahan makanan tidak banyak terbuang. contohnya gini..
kalau susah bacanya, intinya saya "memutar" menu mpasi dalam tiga hari. kalau hari ini sarapan bubur jagung wortel, maka keesokan harinya akan makan siang dengan menu yang sama (bubur jagung wortel). gak takut pagi bosan karena mengulang menu mpasi? enggak sih. kebetulan karena saya tipe yang gak masalah tiga kali sehari makan dengan lauk yang sama, jadi mudah-mudahan pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya berlaku dalam hal ini :p

alhamdulillah sampai sekarang belum tergoda untuk memberi pagi mpasi instan. sesibuk apapun, sengantuk apapun, blender, giling, saring.. jalan teruuussss. tidur larut untuk nunggu kukusan atau bangun sebelum subuh untuk ngecek bubur udah biasaaaaa banget. ya, doanya mudah-mudahan bisa terus konsisten jadi koki untuk pagi sampai dia besar nanti, amiiin.

lingkaran masalah

Tuesday, September 24

topik low cost green car atau yang lebih tenar dengan lcgc ini lumayan jadi kontroversi ya. beberapa hari ini merhatiin diberbagai media masa, ada yang setuju tapi banyak juga yang terang-terangan menghujat.

kalau saya pribadi, yang pertama saya soroti adalah soal predikat mobil murah yang disandang si lcgc ini. harusnya gak bisa dibilang mobil murah juga sih, lah 80an juta murahnya sebelah mana cobaaaa? *kunyah slip gaji* pegawai negeri golongan dua kayak saya gini, puasa setahun juga masih nombok banyak kalau mau beli mobil harga segitu. jadi, mari kita ubah predikatnya menjadi mobil dengan harga terjangkau. nah dengan harga yang katanya terjangkau inilah maka lcgc ditujukan untuk rakyat kecil. masuk akal? menurut saya enggak sama sekali. kalau rakyat kecil beneran, pasti lebih memilih sepeda motor. yang jelas jauh lebih murah dan lebih praktis.

kedua, soal pernyataan pejabat yang pro dengan keluargnya lcgc, maaaak bikin histeris kalau nonton berita. katanya lcgc tidak akan pakai bbm bersubsidi. nah loh, di spbu mobil keluarga sekelas avanza dan xenia yang notabene lebih mahal dari lcgc aja masih banyak yang antri dibarisan premium. trus yang ini gimana menjaminnya? belum lagi (untuk di kota besar) lcgc diklaim tidak akan menyebabkan kemacetan, yaelah.. kalau kenyataannya pertumbuhan ruas jalan tidak sebanding dengan jumlah mobil yang beredar? kan ya pasti macet jadinya. wajar saja kalau pak gubernur jokowi sampai menyurati presiden menyoal lcgc ini. lagi jungkir balik membenahi transportasi publik, bukannya dibantu solusi, malah ditambah masalah baru.

menurut saya, sebenarnya orang yang membeli lcgc juga gak salah, kecuali-mereka-yang-beli-lcgc-sebagai-mobil-ke-tiga/empat-nya. mereka yang akhirnya memilih lcgc gak bisa juga disebut egois. lah kalau memang butuh gimana? gak mungkin juga kan nahan-nahan untuk gak beli lcgc sementara transportasi publik saat ini juga gak bisa diandalkan. gak usah jauh-jauh deh, saya kalau diminta naik transportasi publik dari rumah ke kantor aja, nanti dulu. selain makan waktu lama, makan biaya yang gak sedikit juga. kalau saja transportasi publik dibenahi dan dijadikan layak. mungkin lcgc dijual separuh hargapun gak bakal ada yang melirik.

banyak banget ya pekerjaan rumah negara ini. kebayang gak sih susahnya jadi pempimpin di negara dengan permasalahan-permasalahan akut seperti indonesia ini. udah gitu masyarakatnya hobi protes tanpa kasih solusi lagi hahahahahahaha *tutup muka*. saya sering bilang sama teman saya soal lingkaran setan permasalahan di negara  ini. belum selesai satu, udah muncul dua. mengandalkan pemerintah untuk menyelesaikan hal-hal seperti ini juga susah kalau tanpa dukungan masyarakat. sekarang pilihan jatuh pada kita, mau jadi masyarakat cerdas atau masyarakat gragas**?


**gragas : bahasa jawa yang berarti rakus 

tujuh bulan

Thursday, September 12


alhamdulillah tujuh bulan.
gak kerasa ya? kata siapa. buat yang cuma tau postingan fotonya dari facebook dan baca ceritanya lewat blog sih iya gak kerasa, tau-tau udah gede aja si bayi. tapi buat saya ibunya, kerasa banget. kerasa banget nikmatnya. karena pagi adalah cinta, keajaiban dan kehangatan. jutaan kata dan cerita saya tentangnya di blog ini tidak akan pernah cukup mewakili perasaan saya yang sesungguhnya. bahagia banget.

diumurnya yang ke tujuh bulan ini pagi lagi seneng banget tepuk tangan, bahkan kalau tengah malam bangun buat minum susu, pake prosesi tepuk tangan dulu, ahahahaha gemesin! trus udah bisa diajak toss dan tetep paling seneng kalau main ciluk ba, udah deh itu ketawanya sampe ngikik geli banget gitu. oh iya pagi ngefans banget sama kucing.. kalau liat kucing, serius banget.. trus begitu kucingnya nengok dia senyum. errrrhh.. minta diuyel uyel banget gak sih.

pagi juga makin ekspresif. mulai bisa menunjukkan apa yang dia suka dan yang dia tidak suka. selalu tertarik sama buku, dan masih memasukkan apapun yang dipegangnya kedalam mulut. nah, ini tantangan banget. kadang kalau kira-kira tidak berbahaya saya biarkan saja untuk memuaskan rasa ingin taunya. supaya dia belajar membedakan apa yang bisa dan yang tidak bisa dimakan. selamat tujuh bulan ya Gauri Binaring Pagi. tidak perlu tumbuh jadi yang terbaik nak, tapi tumbuhlah sebaik yang kamu bisa :)

stop, please...

Wednesday, September 11

ini soal pengacara dan mantan tunangan artis yang walaupun beda profesi menurut saya masih setipe banget. sama-sama jadi sensasional dan fenomenal lewat apa yang diucapkannya.

soal pengacara ini udah gak asing lagi kan ya. semuaaaa ucapan dan kelakuannya ajaib banget.. saya sering dibikin takjub, kalau diibaratkan rem kendaraan, yang ini remnya blong. jadi ya gitu.. berkata seenaknya, sekenanya dan seringnya malah gak pantas diucapkan oleh seorang publik figur. saya sampai pernah bilang sama salah satu teman, kalau misal si pengacara ini beneran jadi presiden, saya mau cari suaka politik aja ke australia. gak kebayang negara yang udah kronis gini masih harus dipimpin sama orang yang.... ah sudahlah. dan kalau mimpi buruk ini bener terjadi, udah deh hancur harapan. indonesia mau jadi apa coba?

kalau mantan tunangan artis yang struktur bahasanya wow banget itu, lagi jadi perbincangan diberbagai media dan dunia maya. dugaan saya sih tiap hari dia sarapan pake kamus besar bahasa indonesia. cape banget gak sih hidupnya dikejar-kejar pembuktian. coba bayangin mati-matian ngerangkai kata untuk membuktikan ke banyak orang kalau dia ada dilevel yang lebih tinggi.  hasilnya? malah jadi bahan tertawaan. sejujurnya gak tau harus kasihan atau enggak sama tipe orang begini, lah dianya aja tembok gitu. gak ngerasa kalo banyak orang miris ngeliat kelakuannya.

kalau menebak dari karakternya, dua orang ini sih tipe yang gak bakal kapok sama apa yang sudah mereka lakukan. malah semakin menjadi-jadi dan semakin jumawa karena pemberitaan media yang terus menerus justru membuat mereka semakin ternama. memang kita yang harus lebih waras menyikapinya, stop making stupid people famous. orang kayak gini cukup dua aja deh di indonesia. gak kebayang kalo lama-lama tambah banyak, jadi se-RT misalnya? oh no....


rumah bibi

Monday, September 9


kalau lagi libur dan lagi ada di bandung, seperti biasa masery selalu ngajak saya jalan pagi keliling kampung. kebetulan kita memang tinggal di perumahan yang berlokasi di kawasan perbukitan, jadi disebelah komplek perumahan ada perkampungan dengan jalan kecil. dasar kita emang demenannya liat pohon, sawah dan kebon. jadi gak bosen-bosen aja meskipun acara keliling kampung ini udah sering banget kita lakonin :D

kalo biasanya kita pergi sesiapnya pulang secapeknya. kali ini agak beda, kita punya tujuan yaitu mampir kerumah bibi. yang mana rencana ini udah ada dari jaman kapan taun tapi gak jadi-jadi aja :p nah mumpung libur dan si bayi udah mandi siap diangkut, berangkatlah kita kerumah bibi lewat jalan kecil yang naik turun. sebenernya rumah bibi kalau pake jalan resmi itu jauh banget. tapi karena ada jalan motong perkampungan, jadi lumayan lah.. bisa ditempuh dalam setengah jam kalo yang jalannya tipe kayak saya yang liat ayam dua ekor aja berhenti dulu karena takjub :))

eh selama jalan, pagi cuma bertahan beberapa menit saja karena selebihnya dia sakses tidur nyenyak di gendongan....... bapaknya mahahahaha. memang ada semacam kesepakatan tidak tertulis, bahwasanya tiap kita jalan, maserylah yang punya tanggung jawab menggendong dan alhamdulillah anaknya juga betah bener kalo sama bapaknya. lha itu buktinya sampe tidur :p

trus begitu sampe, bibi seneng banget liat kita dateng. udah deh.. heboh. sibuk nyuruh masuk, nyuruh duduk, ke warung beli gorengan, martabak, trus ke dapur bikin minum, trus ngenalin saya dan masery sama suaminya. trus anak cucunya juga nyamperin kita.. nyalamin dan rebutan gendong ngajak pagi main, yang akhirnya bangun karena mendengar sambutan keluarga bibi yang meriah. alhamdulillah, rasanya hangat banget.

rumah bibi itu khas rumah nenek-nenek yang rapi dan adem.. bangunannya tidak besar, tapi bersih. di ruang tamunya ada satu lemari tua yang memajang aneka barang pecah belah. disalah satu sisi dindingnya ada foto bibi waktu muda dan foto beberapa cucunya waktu masih bayi. dapurnya masih beralas tanah, untuk memasak juga masih menggunakan kayu bakar, kamar mandinya besar dengan air yang jernih banget. separuh rumahnya masih berdinding bilik dan pintu belakang rumahnya bersebelahan dengan gang kecil menuju area persawahan luas banget.

sayangnya kita gak bisa lama-lama, padahal bibi udah mau masak nasi dan bilang mau nyambel untuk botram di teras rumahnya. tapi kita mesti nolak.. maaf ya bibi. padahal pengen sih, tapi saya harus ngejer waktu buat ke pasar beli bahan masakan buat si gembil yang hari minggunya genap 7 bulan *horee!* lain kali kalau waktunya panjang insyaallah kita mampir lagi ya bibi :)


another project

Wednesday, September 4

sebelum dibaca lebih lanjut, mesti dikasi tau dulu kalau dalam posting ini saya cuma mau pamer hahahaha. yagapapa sih ya.. mengingat project yang ini saya kerjain sampe jam 11 malem pake bonus adegan manyun sama pak suami karena mesin jahitnya ngadat *sungkem masery*

ini pertama kalinya saya bikin baju yang dari awal sampe jadi saya kerjain sendiri. biasanya, cuma suka  bantu ibu nyambung-nyambungin pola aja. bikinnya sih udah agak dua mingguan lalu gitu ya.. gak pake pola, karena saya udah males duluan kalo mesti bikin pola. jadi? ya tempel baju yang udah jadi, gunting, jahit deh tapi prakteknya gak segampang itu juga sih. mesti berapa kali salah gunting dan akhirnya malah ngabisin bahan. trus pas udah jadi, dicobain.. jrengjreeeeng.. kekecilaaaan! gak bisa dikancingin sodara-sodara.

iya, aku memang amatiran hahahahahaha.

tapi karena besoknya mau datengin akad nikah dan acara keluarga saya keukeuh pokoknya ini baju bayi harus jadi. akhirnya ya mau gak mau bongkar jahitan, tambahin sambungan kain kanan kiri biar jadi muat.. sebisa mungkin dibikin samar sambungannya. finishing sana sini rapihin pinggir jahitan yang gak diobras. kenapa gak diobras? pertama karena gak punya, kedua karena udah malem dan bajunya besok pagi mau dipake. ahahahaha.. tutup mata aja deh. yang penting.. ini dia hasilnya..
eeei bagus kan bagus kan mihihihihi. ini udah dicuci loooh.. dicucinya malem itu juga dan langsung dijemur, karena emang bahannya tipis jadi besok subuhnya cuma agak lembab gitu. disetrika.. kering deh. nah, karena ini edisi pamer (lagi) jadi gak pake acara tutorial-tutorialan ya.. hahahaha. selanjutnya sih punya rencana bikinin si bayi celana pendek. mudah-mudahan di project selanjutnya nanti saya punya cukup kekuatan untuk mendokumentasikan step by step cara membuatnya biar gak pamer mulu hahahaha..

gembil dan susah makan

Tuesday, September 3

judul diatas umumnya memang gak punya korelasi satu dengan yang lainnya ya. tapi untuk pagi kenyataannya lain lagi.. jadi gini, sebenernya udah lama pengen curhat tentang ini. tapi karena si bayi resmi mulai makannya bulan kemarin, saya masih optimis dan menganggap gerakan tutup mulut itu sebagai bagian dari belajar. baru setelah hampir satu bulan berjalan, saya akhirnya yakin kalau pagi susah banget nerima makanan. ih sedih deh.. bayangan nyuapin anak yang makan dengan lahap langsung buyar seketika. susahnya pake banget. masukin lima sendok bayi aja bisa setengah jam sendiri, udah include adegan sembur-sembur dan rewel gak betah duduk di highcair.

kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, saya udah sering banget browsing dan tanya sana-sini tentang pola makan bayi. bukan bermaksud membanding-bandingkan, tapi rata-rata teman yang punya bayi menjawab gerakan tutup mulut baru dimulai ketika anak memasuki usia 8 bulan atau ketika mulai tumbuh gigi. lah ini si bayi dari hari pertama juga udah keliatan gak tertarik sama sendok, gimana coba? beberapa teman menyarankan untuk ganti menu. itupun sudah saya lakukan, tapi hasilnya tetap tutup mulut. pokoknya untuk urusan makan susah bangeeeet, gak sebanding dengan kegembilannya :D

dari kemarin mulai mikir kayaknya memang harus menempuh jalur baby led weaning deh ini. sebenarnya dari awal saya udah menerapkan semi BLW, setiap saya pulang kerja pagi selalu saya kasih potongan buah dan saya biarkan pegang sendiri. memang sih pagi kelihatan lebih antusias ngacak-ngacak makanannya hahahaha. jadi sarapan pure pepaya disembur tapi kalau dikasih potongan pepaya semangat banget, nah! berarti bukan gak doyan pepaya kan? tapiiiii kalau harus 100% menerapkan metode BLW kok rasanya gak pede. khawatir asupan makanannya gak sebanding sama kebutuhan nutrisinya. apalagi namanya bayi kan masih belum bisa mengontrol motoriknya ya. jadi seringnya makanan berakhir di kaki, baju dan karpet.

sebelum berangkat kerja hari ini tadi saya masih keras kepala. penasaran, masa sih gak mau banget disuapin.. walaupun akhirnya setelah hampir setengah jam berlalu, bubur pisang susu yang saya buat (lagi-lagi) mendarat di washtafel tanpa berkurang sedikitpun. akhirnya yaudah deh.. kasih potongan jeruk dan saya biarin dia makan sendiri. apa yang terjadi? abis dooong jeruknya. owalah nduk.. yasudahlah, kayaknya mulai sekarang saya harus percaya diri dengan metode baby led weaning dan membiarkan pagi memilih caranya sendiri untuk makan. ah yang penting kan kamu sehat ya nak :*

hemat, beb.

Wednesday, August 28

posting ini adalah buntut dari bahasan soal berhemat yang sempet jadi hot topic dikalangan buibu kantor kemarin sore. jadi gini, ini bukan bagian dari rasa tidak bersyukur ya, sama sekali bukan. cuma kan namanya manusia yang juga pegawai biasa, ada aja kepengennya dan sering banget kepentoknya hahahaha.. kepengen disini ya kepengen macem-macem, kayak misalnya saya lagi pengen punya rumah. pengen sih.. banget. tapi apadaya tabunganpun belum cukup. atau tiap liat barang seringnya suka kepengen beli, tapi berakhirnya dengan urung atas berbagai pertimbangan.
 
sejarahnya diantara anak-anak ibu, saya memang terkenal sebagai si bungsu yang payah dalam hal mengelola keuangan. dari jaman duluuuu banget, sampe detik ini. padahal dibilang boros juga enggak kok. saya bukan seperti kebanyakan perempuan yang punya tas minimal 3, koleksi sepatu flat dan heels berbaris di rak, beli baju juga terbilang jarang banget. sebagai ilustrasi dalam dunia per-fashion-an, saya cuma punya satu sendal gunung buat dipake kemana-mana yang saya beli dari tahun 2007, satu tas kerja yang saya beli dari gaji pertama saya di pabrik tahun 2008 dan dua sepatu kerja yang saya pakai bergantian :D

kalau semenjak berumah tangga pengeluaran terbesar itu ada di kebutuhan makan. menurut saya soal makan ini termasuk salah satu pengeluaran yang susah ditekan. walaupun saya dan masery terbilang jarang makan diluar. kalaupun gak sempet masak, beli lauk untuk makan sehari-hari ya cuma dikantin langganan, atau dirumah makan padang yang harganyapun normal. sesekali makan diluar, jajan, kalau saya lagi kumat rajinnya, kadang memang sengaja beli bahan makanan "mewah" seperti iga sapi untuk diolah sendiri. tapi harusnya gak terlalu menguras ya?

makanya belum nemu nih cara hemat yang menyenangkan. dulu sempet pinginnya tiap hari apa gitu ke kantor bawa sarapan dari rumah. kenyataannya sekarang? hyaaah.. bangun jam 4 aja masi berasa kurang banget buat nyiapin ini itu keperluannya pagi selama saya tinggal kerja. malem mau masak? jujur aku tak sanggup hahahaha.. yang dulu kuat banget tidur tengah malem, sekarang jam 8 aja udah pasang lampu tidur dan yasalam sampai keesokan harinya. jadi lupakan cara hemat dengan berbekal :p

yang saya sadari memang saya tidak pernah mencatat pengeluaran. ihh, niat mah ada banget. pengennya sih memang tiap hari, pengeluaran sekecil apapun dicatat. seminggu pertama berhasil tapiiiiii selalu deh berujung pada kemalasan dan kelupaan dan akhirnya lenyap tanpa jejak aja tuh saldo fufufufu *peluk mesin atm* makanya bertekad deh bulan depan saya mesti banget nyatetin semua pengeluaran sekecil apapun biar ketauan jejaknya, biar bisa dipertimbangkan bagian mana yang harus ditekan, dipangkas dan dikurangi.

atau, ada yang punya cara berhemat lebih jitu lagi?

#nyampah

Tuesday, August 20

kalau sedang "kehabisan" membagi waktu antara bekerja dan mengurus urusan rumah tangga, saya seringnya berfikir, kayaknya asik kalau jadi ibu rumah tangga. correct me if i'm wrong menurut saya, jadi ibu rumah tangga itu jadi bisa punya lebih banyak waktu, setidaknya untuk keluarga. saya membayangkan kalau jadi ibu rumah tangga saya akan punya studio jahit dan berkreasi dengan benang jarum setiap hari tanpa harus kejar-kejaran sama jam kerja. dan dengan waktu yang lebih fleksibel tentunya menjadwal waktu berlibur juga (sepertinya) jadi lebih mudah, bisa liburan kemana saja, bebas dari rasa gak enak hati karena terlalu sering mengambil jatah cuti :D

kalau mengikuti keinginan ya, pinginnya bisa seimbang antara kerja, urusan rumah tangga dan hobi. angan-angannya sih pulang kerja sampe rumah tuh nemenin pagi main sampe tidur, kebeneran si bocah tipe yang jam 7 malem udah KO, jadi kalau malam memang punya waktu lebih luang. idealnya sih langsung masak.. trus makan bareng masery. nah.. beres itu (harusnya) nerusin hobi.. jahit, eksperimen bikin macem-macem. tapi kenyataan memang gak pernah semanis angan-angan, seringnya mentok sama dua situasi : banyak-mau-gak-ada-waktu dan(atau) banyak-mau-keburu-males hahahahaha.

sebenarnya bisa saja punya waktu santai lebih banyak kalau saya mau sedikit cuek dengan urusan remeh temeh. gak harus repot nyuci cloth diaper, gak usah pusing mikirin homemade baby food, gak  perlu belajar jahit baju bayi, tapi saya gak bisa. ada kepuasan tersendiri kalau berhasil melewati seminggu penuh tanpa disposable diapers, atau kebahagiaan yang tak terbayar ketika menyuapi pagi dengan makanan hasil olahan sendiri. walaupun percaya deh, semua yang saya lakukan sama sekali bukan untuk mendapat gelar ibu ideal. saya melakukan apa yang saya lakukan berdasar hati nurani saya sebagai seorang ibu.

mungkin juga karena sekarang baru punya anak satu, jadi segala urusan rumah tangga belum terlalu terasa. jam tidur berkurang juga belum terlalu ada efeknya. mungkin nanti kalau pagi punya adik(-adik), saya akan seperti mbak sari yang akhirnya memilih untuk mengurus sendiri anak-anaknya, mengambil segala risiko dan memutuskan jadi ibu rumah tangga. saya tau resign atau mengundurkan diri adalah keputusan yang sama sekali tidak mudah, apalagi untuk seorang wanita yang terbiasa punya rutinitas diluar rumah, bekerja dan punya penghasilan sendiri.

saya sendiri walaupun nyaman ditempat kerja yang sekarang, tidak takut jika suatu hari nanti harus mengambil keputusan besar seperti yang mbak sari lakukan. kalaupun saya mengundurkan diri dari status pegawai negeri yang dulu saya dapatkan dengan susah payah dan sampai saat ini masih jadi impian banyak orang, saya ingin melakukannya dalam keadaan lapang dengan segala pertimbangan baik dan buruk yang saya pahami betul. bukan karena tidak ada pilihan lain selain mengundurkan diri :)

my baby bibs project

Monday, August 19

punya baby bibs atau celemek dua biji, kirain cukup. ternyata, kalau buat belajar makan kuraaaaaaang bangeeeeet. terutama buat tipe bayi yang kalo makan agak heboh hore kayak pagi gini. kemarin sih sempet pake metode cukipa alias cuci kering pake. tapi lama-lama repot yak, tiap mau makan mesti ke atas ngecek jemuran dulu..

trus dasar sayanya yang banyak mau sih ya. pokoknya gak mau beli celemek yang biasa.. maunya punya celemek yang eye catching biar anaknya jadi semangat makan juga *yakali udah ngerti* :))))

karena gak mungkin beli satu jadi browsing sana sini demi mendapatkan keseimbangan antara model dan harga. trus itung-itungan pengeluaran dan berakhir dengan kalimat standar jeritan hati ibu-ibu "yak ampun mahal amat sik.." hahahahahaha. akhirnya mikir mending bikin deh. repot dikit yang penting kece :p

bikinnya cuma sebentar kok, tapi pengalaman yang udah-udah kalo sambil jahit sambil (sok) bikin tutorialnya pasti hasil jahitannya gagal. jadi maaf aja kalo mulai sekarang tiap bikin project jahit menjahit, aura pamernya bakal lebih berasa karena yang mejeng di blog langsung hasil jadinya hahahahaha.

dan ta daaaa ~ ini dia hasilnya.. si bayi gemesin dengan celemek kece buatan ibunya *mbangga*




demam browsing

Wednesday, August 14

demam browsing pola baju anak yang saya derita beberapa hari terakhir ini bukan tanpa alasan. lebaran kemarin ceritanya saya sama masery dibikin pusing sama acara nyari baju lebaran buat pagi. yak ampooon susyah bener! sebenernya yang bikin susah itu ya ibu bapaknya sih hahahaha.. tau deh, kalo urusan baju membaju saya sama mas ery emang satu selera banget. bahan adem, model sederhana, warna lembut, harga terjangkau dan gak tau kenapa empat kriteria itu kalo dijadiin satu kok jadinya hampir mustahil.

rasa-rasanya semua baby shop di bandung ini sudah saya sambangi setiap hari mulai dari sebelum libur sampe udah mulai libur lebaran. sebenernya ada satu lagi faktor yang pendukung situasi udah-nemu-tapi-gak-jadi-beli, yaitu ibu! iyaaaa.. ibu tuh kan jahitnya gape banget ya. jadi kalo nemu baju bayi lucu, trus liat modelnya, liat bahannya, liat harganya cocok seringnya selalu berakhir dengan kalimat semacam

"modelnya bagus deh. tapi bahan kayak gini kan bisa beli di kings lagian ati pasti bisa banget jahit begini.." 

dan adegan selanjutnya kalo gak balikin baju yang diliat ke gantungan, ya melipir nyari model yang lain. ahahahaha.. ini bukan bagian dari itung-itungan sama anak sendiri loh ya? tapi percayalah.. kalau kalian sudah mengenal apa itu yang namanya dunia jahit menjahit maka niscaya harga baju yang dijual di mall atau toko itu rasanya too much. ya walaupun akhirnya setelah bulak balik keliling kesana kemari dapet juga sih bajunya.

tapi efek setelah itu, tiap hari kerjaan saya browsing nyari pola baju untuk bayi. jadinya malah gemes pengen bikiiin sendiri. eh gini-gini saya dulu pernah kursus jahit lohhh.. *songong* tapi gak bisa-bisa juga sih ahahahahaha. enggak! saya ralat, saya bukan gak bisa.. cuma kurang keras kepala aja buat nyoba --- cieee.. semangat amat membela dirinya jeng :))))

intinya, saya bertekad. tahun depan harus udah bisa jahit baju minimal buat pagi, syukur-syukur bisa buat saya dan pak suami juga. tahun depan lebaran dan dompet harus sama-sama kece ahahahahaha, pokoknya tahun depan juga no more kukurililingan! *eeaaaaa sunglish, sunda-english* :))))

rumah impian

Monday, August 12

belum punya rumah sendiri. alhamdulillah masi dikasi rejeki nempatin rumah bapak di bandung. tapi cita-cita punya rumah sendiri ada banget pasti. rumah yang gak besar tapi halamannya luas.. gak gedongan tapi banyak pohonnya. yang banyak jendelanya, lantainya adem, catnya krem, kordennya batik (dan saya jahit sendiri), yang kursi tamunya kayu, ada mushola, ruang baca, ada ruang kerja masery dan studio jahit kepunyaan saya. rumah yang di dindingnya banyak foto keceriaan kami, yang ada landrover dan sepeda gunung di garasinya. rumah yang kalau pagi dihari libur terdengar suara anak(-anak) main di halaman, kucing yang lagi berjemur dan keluarga ayam yang hilir mudik kesana kemari.
 
rumah impian, yang penuh kehangatan. amiin.

hari bersejarah

minal 'aidin wal faidzin, taqaballahu minna wa minkum.
libur sembilan hari sudah berlalu, saatnya kembali pada realita dan meja kerja ahahahaha *nangis*

jadi jadi jadiii... dimana-mana yang namanya lebaran pasti selalu punya cerita seru-tapi-cape-tapi-seru kan ya? saya juga. apalagi lebaran kemarin adalah hari bersejarah buat saya karena ini pertama kalinya selama sembilan tahun di bandung, saya gak mudik ke lampung ataupun surabaya. cuma bisa telfon-telfonan sama orang rumah abis sholat ied, itu juga cuma sebentar soalnya bapak sama ibu sibuk bagi thr buat bocah-bocah disana, maklum eyang-eyang idola anak tetangga :D

oiya, hari pertama lebaran kemarin juga bersejarah buat pagi karena tanggal delapan kemarin pagi lulus asi ekslusif.. passssss enam bulan, waktunya makaaaaaan *pukul pukul wajan* ih girang bener dah ibuknya. soalnya gak nyangka perjuangan yang awalnya penuh air mata bisa sakseeessss kayak sekarang. boook.. jaman baru ngelahirin itu, mana kepikiran bisa sukses asi. udah termehek-mehek karena baby blues syndrome, pake dibonusin nipple lecet segala lagi. tapi alhamdulillah akhirnya semua drama air mata itu bisa dilalui dan berakhir bahagia.

selamat makan anak ibuuuk :*

eniwey, lebaran yang gak pake foto keluarga kayaknya cuma lebarannya saya deh ahahahaha. keburu repot sama nyiapin makan dan ini itu lainnya. apalagi makan pertama, gak sah dong ya kalo gak berakhir dengan disaster. segitu udah didudukin di high cair, dipakein slabber.. masih aja itu makanan sampe celananya si bayi hahahaha. beres makan langsung nyuciiii gak peduli lebaran. trus ceritanya, pas hari pertama makan, saya baru tau kalau si blender rusak. sempet sebel juga, kenapa dari kemaren gak dicobain dulu. tapi untung udah nyuci dan nyiapin baby food maker dari jauh-jauh hari.. jadi deh selama lima hari ini, si makanan saya giling manual :p
dan sama halnya dengan mandi, urusan makannya pagi pun saya atur sejak awal supaya ketika saya masuk kerja masih bisa saya tangani sendiri. jam makannya saya geser jadi lebih awal, maksudnya biar saya masih bisa nyuapin sebelum berangkat kerja. dengan bertambahnya tugas dan tanggung jawab MPASI ini artinya jam tidur sayapun berkurang sedikit (lagi). bukan terlalu idealis sih, ini cuma bagian kecil dari komitmen. meskipun bekerja dari senin sampai jumat, selagi saya bisa.. semua urusannya pagi ya saya urus sendiri :D

a stroller won't get you here

Friday, July 26

ini semua berawal dari kegalauan saya dan masery memilih media untuk membawa pagi ikut pergi kemanapun kami pergi. karena saya, masery dan pagi hanya tinggal bertiga tanpa asisten rumah tangga yang menginap. jadi kami bertiga ini sepaket, mau jalan kaki, ngangkot, naik motor atau mobil.. pergi satu ya pergi semua. makanya media "pembawa anak" sangat penting untuk saya dan masery. 

niat awalnya sih beli stroller yang minimalis, yang kira-kira bisa dilipet sekecil mungkin sehingga ringkes kalau kita bawa traveling. waktu itu hampir tiap hari saya browsing demi mendapatkan model stroller ciamik dengan harga yang rasional, dan selalu begitu nemu yang modelnya agak bagus langsung kirim ke email masery untuk jadi bahan diskusi. sampai suatu hari ketika saya lagi heboh browsing, saya nemu foto ini 

gambar diambil dari sini

tertampar banget rasanya. hobi saya dan masery memang jalan-jalan, tapi bukan ke mall, bukan juga ketempat-tempat yang dipastikan ramah stroller. kita berdua itu kalo jalan gak jauh dari taman kota, hutan kota babakan siliwangi, nonton adu domba atau jalan kaki keluar masuk perkampungan dimana itu semua hampir gak mungkin kalau pakai stroller. duh, kenapa baru kepikiran! akhirnya dengan hati mantap perburuan stroller resmi dihentikan saat itu juga hahahaha. 

langsung kepikiran beli baby carrier? enggak sama sekali. soalnya pagi punya beberapa hadiah baby carrier, waktu itu saya pikir ya pake aja yang ada. sampai pada suatu hari, saya sebel sendiri dengan baby carrier yang biasa kami gunakan.. ribet pake banget. kalo anaknya anteng sih, gak begitu kerasa.. lah kalo pas keburu nangis. malah jadi keringetan doang hasilnya, karena mesti tarik sana tarik sini, pasang ini pasang itu. akhirnya, saya iseng tanya sama masery "kenapa sih kita gak beli baby carrier yang bagus sekalian..?"

pertanyaan saya bukan tanpa alasan loh, karena setelah saya dan masery resmi memutuskan untuk tidak membeli stroller, kami memang masih punya PR, membeli media yang nyaman aman untuk menggendong pagi dan baby carrier yang kita gunakan selama ini sama sekali bukan pilihan. setelah sedikit berdisukusi atas kesepakatan bersama maka dimulailah perburuan baby-carrier-yang-bagus-sekalian itu, baby carrier dengan harga yang menurut banyak orang gak masuk akal :D

deg-degan ada banget, apalagi baby carrier yang saya dan masery pengen adalah barang import yang tidak ada perwakilan toko resminya di indonesia, jadi gak bisa nyobain langsung. bertanya-tanya juga pasti, bolak balik meyakinkan diri, penting banget gak sih barangnya? worth it gak sih nantinya? dengan bilangan harga berakhiran juta, tentunya ada ketakutan tersendiri dihati kecil saya. tapi disisi lain, saya dan masery setuju bahwa kenyamanan dan keamanan adalah haknya pagi. apalagi sudah banyak rencana traveling di kepala kami berdua dan baby carrier adalah penunjang rencana perjalanan kami yang utama. 

dan setelah beberapa hari browsing sana sini, mempertimbangkan ini itu, gak lupa berbekal rekomendasi dari beberapa bahasan forum, maka pilihan jatuh kepada BOBA 3G organic chestnut. gak usah bahas soal harga ya *buang atm* hahahahaha. pokoknya pas si boba dateng, saya excited tiada tara.. begitu packing paket terbuka, langsung coba dan.. SUKA!!! gak pake bingung, langsung bisa dipraktekin sendiri, gak perlu bantuan orang lain. aaah.. aku cinta sekali sama kamu boba! trus anaknya juga keliatan mantep banget duduknya. saya coba jalan-jalan keliling rumah, ngaca, trus naik turun ke ruang atas, trus ngaca lagi.. *iye iye norak* hahahaha.

nah, berhubung masery lagi dines lapangan jadi dia belum nyobain si boba yang maha dasyat ini, tapi jelas udah saya pamerin lewat sms dooong.. hahahaha. besok rencananya saya mau jalan sama pagi keliling komplek sambil nyari tukang sayur. idiiiiih, semangat bener yak.. padahal biasanya saya paling males jalan muter-muter komplek kalo gak sama masery :p 

tolong, maaf dan terimakasih

ceritanya kurang lebih satu bulan ini, di kantor ada program baru yang namanya Motivation Of The Day atau diposting ini akan saya singkat jadi MOD biar lebih caem ahahahaha. MOD itu semacam acara santai yang rutin dilakukan setiap pagi sebelum mulai bekerja dengan durasi kurang lebih 30 menit. di MOD ini semua pegawai satu demi satu (bergiliran setiap hari) menyampaikan apa saja yang ingin mereka sampaikan, dengan syarat harus bisa menginspirasi rekan-rekan kerja lainnya. boleh mengutip dari internet, boleh kehidupan pribadi, boleh juga nyeritain pengalaman kerja selama di institut gajah ini :D

keliatannya simpel ya, tapi buat saya pribadi MOD ini dampaknya keren. salah satu yang saya dapet dan nempel banget di kepala saya dari program setengah jam gagasan pak wayan ini adalah tiga kalimat sakti : maaf, tolong dan terimakasih. hayooo.. siapa yang dari dulu sadar kalau tiga kalimat ini beneran sakti? dan siapa yang (akhirnya) ngaku kalau jarang banget menggunakan kalimat sakti ini dalam kehidupan sehari-hari? padahal kalimatnya pendek dan gratis pula. apa susahnya kan? memang gak susah sih, kita cuma kurang terbiasa aja. makanya harus dibiasakan mulai dari sekarang *notes to myself*

buat saya juga MOD ini lebih ke arah "ngingetin", apalagi kalau yang cerita para bapak ibu rekan kerja yang notabene kebanyakan usianya jauh diatas saya. biasanya beliau-beliau menceritakan pengalaman hidup dan semua pasti setuju kan kalau pengalaman hidup itu ilmu dari segala ilmu, guru dari segala guru. walaupun mungkin kita yang masih muda (cie mudaaaa..) secara kezamanan lebih up to date tapi kalau soal pengalaman hidup jelas bicara soal usia kan? pokoknya selama ikut MOD saya jadi berasa punya banyak orang tua, banyak yang ngingetin soalnya :D

digendong bapak

Thursday, July 18



saya ngaku nyerah kalo harus gendong pagi berlama-lama tanpa alat bantuan kayak foto diatas ini. beratnya pagi udah 7.6kg ajaaaaa itupun dua minggu lalu. makanya kalo lagi jalan sama bapaknya gini, saya memilih ngikutin dari belakang sambil dadah-dadah dan motoin pagi alias jadi tim hore hahahahaha. 

cerita puasa

Thursday, July 11

awal puasa kemarin, timeline twitter saya dipenuhi dengan berbagai ucapan. mulai dari ucapan selamat datang ramadhan sampai ucapan rasa syukur karena bisa bertemu lagi dengan bulan ramadhan. jenis ucapan syukurnya juga macem-macem, tapi yang paling keliatan sih ucapan syukur penganten baru, dimana rata-rata temen saya adalah pihak suaminya. tau dong pastinya kenapa? karena untuk mereka artinya perjuangan sahur terasa lebih ringan dari tahun-tahun sebelumnya. semua sudah disiapin sama sang istri pujaan hati, tinggal duduk merem makan lalu kenyang :D

kalau saya yang berbeda dan sangat disyukuri di ramadhan kali ini adalah kehadiran si bayi gemesin yang udah dua kali sahur ikut eksis bangun juga sehingga menyebabkan ibunya (makin) jungkir balik. nyiapin makan, pumping, makan, ngajak maen, ngemil ini itu dan beresin segala macem. jungkir baliknya tambah afdol karena harus menyusui sambil kejer-kejeran sama imsak. maksudnya biar beres menyusui masih bisa minum. karena memang meskipun masih dalam masa asi ekslusif, saya memutuskan untuk tetap berpuasa. gak maksain sih, tapi alhamdulillah dua hari ini sesuatu.. lemes maksudnya hahahahaha. 

dipuasa tahun ini juga saya baru ngerasa beneran jadi PNS. keringanan jam kerjanya bikin saya cinta mati sama kemenpan, masuk jam delapan pulang jam tiga sore *tumpengan* kalau dua tahun kemarin masuk kerja tetap jam setengah delapan, pulang kerja yang awalnya jam setengah lima memang jadi jam empat, tapi setelah memotong jam istirahat yang tadinya satu jam jadi setengah jam. sama aja kan jadinya (-____-) sebenernya, pulang kantor jam tiga ada untungnya ada enggaknya. untungnya, ya jadi ga capek banget, bisa lebih cepet sampe rumah dan cepet ketemu pagi tapi.... jam segitu masih susah nyari tukang jual tajil hahahahahaha ketauan ga mau repot.

eh, apa kabar ritual buka bersama?
kalau tahun kemarin masih ada beberapa acara buka bersama yang saya datengin, karena waktu itu masih hamil muda, hamilnya metal pula. tahun kemarin juga, kalau males buka bersama diluar saya masih gagah nawarin rumah sebagai tempat kumpul. tapi tahun ini mau buka bersama diluar atau dirumah kayaknya absen dulu deh. kalau buka bersama diluar rumah, kasian pagi karena jam tidurnya jam 7 malem. nah, nawarin rumah sebagai tempat kumpul juga kayaknya libur dulu. ga pake menjamu tamu aja tiap hari masi kerasa rontok badan, apalagi kalau ditambah jamu-menjamu tamu :D

tapi apapun cerita yang berbeda dari ramadhan tahun ini dan tahun sebelumnya semuanya pasti bersyukur dong bisa ketemu ramadhan lagi? saya juga, alhamdulillah. mumpung baru dua hari, saya mau ikut mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. mudah-mudahan puasanya lancar, semua amalannya barokah dan pahalanya melimpah ya temans! 

bulan ke-5

Tuesday, July 9


tanggal 8 kemarin, lima bulan sudah saya resmi jadi ibu dari bayi mungil yang sekarang sedang lucu-lucunya. rasanya? nikmat luar biasa. jadi ibu adalah masa "terlama" dalam hidup saya. terlama tidak menyambangi bioskop dan terlama tidak ngongkrong hore di HIMA sama temen-temen. wih, lima bulan gak ke HIMA untuk seorang ajeng yang dulunya hantu kampus adalah sebuah rekor hahahaha. tapi hebatnya, saya bisa melupakan bioskop, merelakan film demi film terlewati dan meninggalkan HIMA dalam waktu selama itu dengan hati ikhlas se-ikhlas ikhlasnya :D  

kadang ada kok perasaan kangen sama masa-masa itu, tapi lebih dari itu semua.. perasaan bahagia adalah yang dominan yang saya rasakan. siapa sih yang gak bahagia kalau setiap hari bisa lihat anak senyum, sehat, ceria dan lucuuuu banget. udah deh, rasanya gak akan habis rasa syukur. pagi adalah energi terbesar dan rizki terindah yang Allah titipkan untuk saya, darinya saya banyak belajar tentang keikhlasan, kesabaran juga ketulusan. selamat genap lima bulan Gauri Binaring Pagi. we love you so much, anak manis :*

we love you, bibi!

Thursday, June 27


saya termasuk yang beruntung karena dari awal kehamilan sampai habis masa cuti melahirkan tidak pernah berkenalan dengan problem asisten rumah tangga. ketika banyak ibu bekerja dipusingkan dengan permasalahan siapa-yang-menajaga-sikecil-setelah-masa-cuti-berakhir, saya alhamdulillah tenang-tenang saja karena sejak hamil muda sudah kenal sama bibi. usianya sudah menginjak enam puluhan ketika saya pertama kali bertemu bibi. waktu itu, diantar adiknya, beliau datang kerumah dan bercerita kalau baru saja di-phk dari pabrik tempatnya sudah bekerja selama puluhan tahun. singkat cerita, jadilah bibi bekerja membantu saya meringankan pekerjaan rumah tangga. 

selama bersama bibi, saya nyaris tidak pernah mengeluhkan apapun soal bibi. kalaupun ada, rasanya tidak sebanding dengan apa yang sudah bibi lakukan terhadap saya. ketika saya hamil dulu, bibi hanya bekerja dua kali dalam satu minggu, rabu dan sabtu. hampir disetiap sabtu bibi selalu membawakan nasi merah untuk saya, kadang pisang, kadang kue, kadang apa saja yang beliau temui dijalan saat menuju ke rumah. sering saya sampai melarang bibi untuk membawakan saya apapun, karena merasa tidak sebanding dengan penghasilan yang beliau dapatkan dari saya setiap minggunya.

saat kehamilan saya semakin besar, tentu saja sepenuh hati saya meminta bibi untuk menjaga pagi nanti ketika habis masa cuti. dengan cucu yang sudah sembilan, jelas saya lebih percaya bibi ketimbang harus kesana-sini mencari penggantinya. alhamdulillah, bibi tidak keberatan menjaga pagi, yang artinya beliau harus datang ke rumah setiap hari sebelum saya berangkat kerja dan baru pulang setelah saya sampai dirumah sore harinya. meski adaptasi bibi dengan pagi dan tata cara pemberian asip hanya dilakukan beberapa hari menjelang saya kembali bekerja, seolah memang sudah jodohnya, semua berjalan mulus tanpa kendala.  

sempat sih ada beberapa pola pengasuhan bibi yang agak berbeda dengan apa yang saya inginkan, tapi pada akhirnya saya memilih untuk mengalah. toh meski kita hidup dijaman modern, kearifan tradisional jaman-ibu-kita-muda-dulu memang masih banyak yang layak diteruskan. sampai sekarang, rasa sayang saya untuk bibi mungkin sama seperti rasa sayang saya kepada semua anggota keluarga di rumah. kata terimakasih yang setiap hari selalu saya ucapkan ketika bibi datang dan akan pulang-pun rasanya tidak pernah cukup untuk mengganti kebaikan dan ketulusannya menjaga pagi. ahh, mudah-mudahan sehat terus ya bi.. biar bisa lihat pagi tumbuh besar dan pintar. we love you, bibi!

ibu hemat keluarga sehat

Monday, June 24


sebagai perempuan modern kita pasti dituntut "jadi lebih" dibanding waktu jaman ibu kita muda dulu. karena kata modern hampir berbanding lurus dengan segala kemudahan yang bisa didapat. bayangkan saja dijaman ibu kita muda dulu.. mau dapat resep masakan saja harus mencatat di buku, mau cari informasi seputar kehamilan atau parenting banyak terbentur mitos ini dan itu. kalau kita sekarang? informasi resep, kesehatan, berita ter-update.. bisa dengan mudah didapat hanya dengan smartphone, googling dimana saja kapan saja. mau nge-mall, toko buku, salon, supermarket.. tinggal ambil kunci mobil atau motor atau telpon taksi lalu melesat ke tempat tujuan. 

jadi wajar kalau perempuan masa kini apalagi yang sudah berstatus istri dan juga ibu dituntut lebih dalam banyak hal.. lebih cerdas, lebih mandiri, lebih berinovasi. salah satu inovasi yang bisa kita lakukan adalah dalam hal mengelola keuangan rumah tangga. bagaimana caranya agar bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga tapi tetap bisa berlibur bersama keluarga tanpa mengurangi angka tabungan yang harus kita sisihkan setiap bulannya. berikut adalah tiga langkah sederhana yang saya lakukan :

memberi ASI
selain tidak bisa dibandingkan dengan kebaikan susu formula jenis apapun, memberi asi juga salah satu penghematan besar yang bisa dilakukan oleh ibu. menyusui memang tidak mudah, berbagai tantangan kerap ditemui para ibu, tapi berbekal rasa percaya diri dan tekad yang kuat saya meyakini semua ibu pasti bisa melewati masa-masa sulit menyusui. sebagai ibu bekerja, saya juga tidak mau menjadikan bekerja sebagai alasan berhenti memberi ASI. maka sejak masih cuti, saya mulai memerah asi agar anak saya bisa tetap mendapatkan hak istimewanya meskipun nanti saya kembali bekerja. dengan begitu anak sehat, ibu hemat.

air susu ibu perah (asip), solusi untuk ibu bekerja


memakaikan cloth diaper
bersyukur karena kita hidup di-era sekarang, berbagai produk modern dengan harga bersaing beredar dipasaran. bahkan popok kain-pun sekarang sudah ada versi modern-nya. cloth diapers atau popok kain modern yang bisa dicuci ulang adalah salah satu solusi hemat untuk para ibu. dibanding harus menggunakan popok sekali pakai atau diposable diaper, penggunaan popok kain modern lebih bisa membantu menekan pengeluaran ibu rumah tangga. tidak hanya hemat yang didapat, tapi juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan sampah.

 
cloth diapers pengganti popok sekali pakai
 

jadi dokter dirumah sendiri
"sehat itu mahal" begitu kalimat yang sering kita dengar. maka sejak dulu saya rajin melahap berbagai buku soal kesehatan, pencegahan dan penangannya. tak lupa saya juga ikut menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi oleh keluarga. karena sehat bermula dari makanan kan? langkah ini bisa juga didukung dengan hal sederhana seperti berbekal minum sendiri kemanapun kita bepergian. selain lebih sehat berbekal air mineral sendiri akan mengurangi keinginan kita untuk membeli air minum kemasan.

memasak sendiri menjamin kesehatan anggota keluarga

 
langkah-langkah menyiasati keuangan rumah tangga yang saya lakukan diatas sudah saya rasakan besar manfaatnya. saya tetap bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil saya dan tetap bisa mengisi pundi-pundi tabungan untuk masa depan. ragam solusi dalam mengelola keuangan rumah tangga juga bisa dengan mudah didapat dengan mengunjungi laman www.liveolive.com atau bisa juga dengan like facebook liveolive follow twitter liveolive dan liveolive google(+) bisa juga dengan subscribe liveolive youtube untuk mendapatkan artikel terbaru seputar solusi, juga tips dan trik mengelola keuangan rumah tangga. happy managing family finances!

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS