seperti pagi

Wednesday, December 19

pagi yang langitnya penuh doa dan harapan.
pagi yang langitnya benderang dan menenangkan.
karena seperti itulah kamu nanti.
seperti pagi yang setiap hari selalu dinanti :)


cium sayang, ibu.

pesan dari pi

Monday, December 17


jarang-jarang banget ya saya ngebahas film di blog ini. selain karena gak terlalu hobi nonton, saya juga orang yang gampang lupa sama film yang udah saya tonton. dan saya bukan termasuk orang yang nyesel banget kalo film box office terlanjur turun padahal belum sempet nonton. tapi life of pi ini menarik perhatian banget deh. dari visual trailernya udah keren banget, dan saya baca-baca reviewnya juga banyak yang bilang film ini bijak banget. jadilah saya ngotot banget pengen nonton film ini.. dan ternyata, emang beneran keren!

awal cerita film ini cukup bikin kaget, ceritanya tentang anak kecil yang punya rasa ingin tau lebih tentang Tuhan dan Ketuhanan. sampai dia merasa harus memeluk tiga agama sekaligus, hindu, kristen dan islam.  dia berterimakasih pada dewa khrisna, berdoa pada jesus dan melakukan sholat seperti layaknya muslim. agak kontroversi memang. bahkan katanya kalau di buku life of pi, dipaparkan jelas perdebatan antar tiga pemuka agama. tapi scene soal kontroversi agama di filmnya gak lama, tau-tau si cerita masuk ke awal mula petualangan pi, berlayar meninggalkan india.

bagian dari film ini yang bikin saya merasa tertampar adalah soal pesan tanggung jawab yang disampaikan pi. kebanyakan dari kita (saya juga) sering merasa tanggung jawab adalah bagian dari beban kehidupan. dengan kita diberi suatu tanggung jawab, maka beban hidup kita semakin bertambah berat. tapi di film ini pi melihat tanggung jawab dari sisi lain. dicerita ini pi bertanggung jawab atas lapar dan hausnya richard parker, dan justru rasa tanggung jawab itulah yang membuat dia bisa lebih kuat, lebih punya tujuan hidup, lebih berusaha sekaligus lebih bahagia.

setelah dipikir-pikir, emang bener ya. kita sering gak sadar, sebenernya yang membuat kita menanti pagi, bersemangat menghadapi hari adalah tanggung jawab yang ada didepan mata kita. tanggung jawab membuat kita lebih tau do and don'ts, tanggung jawab menciptakan passion tersendiri dikehidupan sehari-hari. dan ketika kita sudah berhasil memenuhi tanggung jawab itu, otomatis akan ada perasaan bahagia. coba, tanpa itu semua.. kita pasti jadi orang yang luntang lantung dan gak punya tujuan hidup.

sebenernya masih banyak pesan yang disampaikan di film ini, tentang keikhlasan, tentang pasrah dan berserah, tentang kemenangan dan harapan, juga tentang Tuhan yang selalu hadir melalui pesan-pesan yang sering tidak kita sadari. dan yang paaaaaaling bikin berkaca-kaca adalah scene ketika pi sama richard parker udah sekarat kemudian pi bilang "God, thank you for giving me my life. I am ready now." trus saya langsung tanya sama diri sendiri. kapan saya bisa mengucapkan kalimat itu?



*cheers!

pertanyaan dan jawaban

Wednesday, December 12


degdegan jeng?
gausah ditanyaaaaaa..
kayaknya semua calon ibu yang baru pertama kali hamil akan selalu degdegan menjelang waktu persalinannya. hari perkiraan lahir si pagi memang masih terbilang lama.. tapi dibandingkan dengan masa kehamilan yang sudah saya lalui tujuh bulan kemarin, dua bulan itu kan sebentar lagi. kadang pas sambil baca buku atau nonton tivi gitu saya suka tiba-tiba membayangkan apa yang akan terjadi dihari persalinan nanti. dan jujur itu bikin grogi bangetttt..

pertanyaan demi pertanyaan dari orang-orang sekitarpun jadi lebih menjurus, seperti
"perempuan atau laki-laki?" atau
"nanti asi ekslusif kan?" lalu
"mau lahiran dimana?" dan..

"udah nyiapin apa aja?" jreng jreng jreng..
soal persiapan yang satu ini, menurut saya mending gak usah nanya ke banyak orang deh kalo gak mau repot. soalnya setiap orang jawabannya gak sama. jadi mending yakin aja sama persiapan yang udah kita siapin sendiri, kalau mau tanya.. tanya sama orang terdekat aja. kalau nanti hari H kurang ini itu, percayalah.. the power of kepepet itu jauh lebih ajaib dari persiapan sematang apapun dimuka bumi ini.

"gapapa, perempuan atau laki-laki sama aja.."
adalah kalimat akhir yang selalu mengiringi pertanyaan perempuan-atau-laki-laki?
lah, saya bingung.. yang mempermasalahkan perempuan atau laki-laki itu siaapaaaaaa. kok jawabannya seolah membesarkan hati mau anak perempuan atau laki-laki sama aja. emang sama, perempuan atau laki-laki nanti saya sama-sama bersyukur karena sudah dikasih kepercayaan dititipin rezeki anak. 

"iya, kita kan udah ditakdirkan untuk menyusui.. masa gak mau buat anak sendiri"
statment ini hampir selalu ada segera setelah pertanyaan nanti-asi-ekslusif-kan?
ini yang sering bikin saya bengong. kadang orang suka seenaknya memvonis ibu yang tidak menyusui anaknya sebagai ibu yang tidak mau berusaha menyusui anaknya. ya gak semua kasusnya gitulah ya.. kadang memang ada ibu yang TERPAKSA tidak menyusui anaknya karena keterbatasan yang kita sendiri gak tau apa. yang kalau kita ada diposisi mereka, mungkin kita akan melakukan hal yang sama.

"kalau nanti ada apa-apa gimana?"
adalah pertanyaan lanjutan dari mau-lahiran-dimana?
memang banyak yang kaget sama keputusan saya akan melahirkan di sebuah rumah bersalin kecil yang tanpa fasilitas operasi. iyasih, saya memahami itu sebagai bagian dari kekhawatiran dan rasa sayang orang-orang disekitar saya. tapi percaya deh, saya juga gak ngotot atau maksa harus melahirkan normal. jika nanti harinya tiba, dan saya harus operasi.. saya akan operasi.

sering jawaban yang saya utarakan untuk ragam pertanyaan diatas adalah bukan berdasarkan jawaban sebenar-benarnya. bukannya apa sih, saya sering bingung sendiri liat reaksi orang yang heboh menasehati keputusan dan pemikiran saya yang mungkin gak sejalan dengan mereka, jadi mending cari aman. untuk eksekusi dari pertanyaan pertanyaan tadi, biar cuma Tuhan yang menentukan jawaban pastinya. iya kan?


*cheers!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS