Pegawai Ngeri Sekali

Wednesday, July 18

lagi musim penerimaan CPNS ya.. kebayang euphoria dan semangat pendaftarnya. saya jadi flash back ke dua tahun lalu, saat memutuskan resign dari tempat saya bekerja dan menjadi satu dari sekian ratus ribu pendaftar yang ikut mengadu nasib juga keberuntungan untuk merebut satu kursi disatu instansi. kalau ditanya kenapa dulu saya ngotot banget daftar CPNS jawabannya murni untuk memenuhi keinginan ibu.. sebelumnya ketika kuliah.. jangankan bercita-cita, kebayang untuk jadi pegawai negeri aja enggak sama sekali. yang ada dipikiran saya dulu, jadi pegawai swasta ternama dengan gaji delapan angka. jadi PNS? ahhh.. keburu males membayangkan harus bersaing dengan ratusan ribu orang yang kita gak kenal siapa, gimana, seperti apa dan mmmm.. titipannya siapa.

kenyataannya daftar CPNS itu memang gak ada indah-indahnya, yang ada justru bikin miskin. apalagi kalau memburu banyak instansi seperti saya tempo hari. tidak terhitung berapa jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk menyewa jasa warung internet, ngeprint lamaran, membeli materai dan mengirimkan berkas dengan jasa pos kilat ke alamat tujuan, belum lagi ongkos yang harus dikeluarkan jika harus mengikuti test diluar kota. dalam kondisi pengangguran, hal itu jadi beban tersendiri buat saya karena mau gak mau harus terus-terusan minta uang ke orangtua. masalah lain yaitu kondisi mental yang drop karena berkali-kali gak lolos seleksi. paling malu ya sama siapa lagi kalau bukan sama bapak dan ibu, disisi lain saya jadi menyadari betapa berartinya dukungan ibu buat saya, ibu tidak pernah kecewa bahkan tersenyum tulus meskipun mendengar saya berkali-kali tidak lulus.

saya masih punya catatan dan kumpulan kartu ujian. pernyataan ini itu, keterangan kepolisian, surat bebas narkoba, surat lamaran yang ditulis tangan sehingga-jika-salah-harus-mengulang-dari awal, dan masih banyak surat-surat lain.. positifnya, karena banyak mendaftar saya jadi sering ikut ujian dan jadi banyak latihan mengerjakan soal ujian masuk CPNS, anggap saja try out, hahaha.. memang jadi pegawai negeri itu punya sensasi sendiri, ada sedikit kebanggaan karena bisa melewati puluhan kali test dan ujian, bisa menang melawan kondisi mental yang naik turun, dan akhirnya bisa diterima disatu instansi ternama. apalagi dibalik semua itu ada mimpi ibu. mimpi sederhana yang baru beberapa waktu lalu bisa saya cerna sempurna.. mimpi ibu agar saya jadi perempuan yang mengabdikan ilmunya, jadi istri yang bisa membantu meringankan beban suaminya, jadi ibu pekerja dengan jam kerja yang biasa. 

semoga teman-teman yang ikut test tahun ini kebagian rejekinya, saya ikut doain yang terbaik. tapi kalau seandainya belum berhasil jangan terlalu kecewa. don't expect too much adalah prinsip yang harus ditanam dikepala setiap habis mendaftar satu instansi. bukan tidak optimis, hanya saja dalam hal ini yang lebih dibutuhkan adalah sikap realistis. kerja apa dimana saja sama kok, asal kita enjoy dan bersyukur. kalau yang diterima jangan terlalu jumawa dengan 18 digit nomer induk pegawai yang diakui negara. seperti Pak Edison pernah bilang di satu sesi mata kuliah ketika saya mengikuti diklat prajabatan. PNS itu Pegawai Ngeri Sekali, semua tindak tanduk kita disorot masa, diamati media, seolah memang tidak boleh punya celah salah. lah kita bener aja masih banyak dihakimi apalagi kalau kita ikut-ikutan salah. NGERI :D 



*cheers!

mengumpat macet

siapa sih yang gak tergiur tinggal di kota besar dengan segala kemudahannya. sayangnya untuk kota besar di indonesia, kemudahan yang didapat akan sangat berbanding lurus dengan ke-ke yang lain yang sifatnya negatif. kemacetan salah satunya, walaupun menurut saya kemacetan adalah harga mutlak yang harus dibayar masyarakat perkotaan, khususnya pengguna kendaraan bermotor. kalau mau gak macet, jalan kaki aja om tante. terlalu sinis ya mungkin, tapi saya memang heran sama orang-orang yang udah tau macet tapi masih pake mobil dan mengeluh setiap terjebak antrian panjang kemacetan. katakan memang harus dan perlu banget menggunakan kendaraan roda empat, kalau begitu ceritanya anggap saja macet bagian dari resiko berkendara.

saya pribadi juga bukan gak pernah terjebak macet, ketika harus bepergian menggunakan mobil dan pulang bertepatan dengan jam padat, mau gak mau ikut mengalami imbas kemodernan masyarakat kota. tapi ya dinikmati aja.. naif? enggak juga. hanya saya cukup sadar bahwa dengan saya menggunakan mobil, artinya saya juga ikut andil menyumbang kemacetan. masih layak mengumpat? enggak kan. namanya tinggal di kota besar, suka tidak suka, aktifitas, mobilitas dan tingkat kemapanan penduduknya pasti lebih tinggi dibanding masyarakat daerah kecil. kalau beli mobil bagus bisa, ngebensinin bisa, kenapa kalo kena macet gak terima? malu dong sama mereka yang bersepeda, ujan keujanan, panas kedebuan, gowes kecapean tapi gak ngeluh :p

eh ini juga pengecualian buat pengguna kendaraan umum.. kalau mereka saya hargai sepenuh hati. seenggaknya gak egois ikut memperparah kemacetan dengan mengendarai satu mobil per satu orang. saya paham sih, transportasi publik di negara ini belum cukup mengcover kebutuhan, kenyamanan dan keamanan yang harusnya sudah jadi standar suatu kota. makanya saya beri apresiasi tinggi untuk karyawan, mahasiswa dan semua masyarakat kota yang masih setia menggunakan kendaraan umum. apalagi buat pengendara sepeda dan pejalan kaki, saya punya loh temen yang kemana-mana jalan kaki, naik angkot cuma kalo udah cape.. salut. eh trus yang ngerasa kesindir maap ya om tante, postingan yang ini emang dibuat untuk nyindir sih, ahahahaha. bentar lagi puasa.. makin macet makin diuji kesabaran makin banyak pahala loh *nyengir*


*cheers!

balada hamil muda

Monday, July 9


sebagai calon ibu baru, saya memang masih agak kaget dengan efek hamil yang diluar dugaan. dulu saya pikir hamil itu ya biasa saja.. tidak ada yang akan dirasakan selain bentuk perut yang makin lama makin membuncit. ternyata..  tidak se-simpel itu. semua ibu hamil sadar atau tidak pasti mengalami perubahan diluar perubahan fisik yaitu perubahan emosional. tapi subjektif sih, kalau saya yang ditanya, pasti saya akan bilang bahwa saya normal-normal saja.. gak manja, gak ngeselin, gak emosian.. tapi coba yang ditanya mas ery, hahahaha.. untuk pria paling siaga yang satu ini rasanya tidak cukup jika hanya memuji kesabarannya yang seolah tak pernah punya masa kadaluarsa :p

saya rajin mencatat beberapa perubahan yang terjadi selama kehamilan, seperti selalu terbangun tiap tengah malam untuk buang air kecil, badan tidak fit.., seluruh sendi rasanya pegal tanpa bisa dicari tau penyebabnya, dulu saya termasuk yang gak doyan aktifitas pijat memijat, tapi semenjak hamil rasanya ingin punya asisten pijat pribadi. saya juga selalu lapar dijam-jam tanggung dan gak bisa ditoleransi. lalu sekarang saya jadi jerawatan.. agak masuk level memprihatinkan, mengingat dulu kulit saya termasuk yang anti karat dan tahan segala cuaca, ehh sekarang nyerah sama hormon. yang terakhir seperti ibu hamil pada umumnya, absolutely saya merasakan mual pagi.

gak sampe wow banget gitu sih mualnya tapi gak jarang juga kebagian mual yang sedikit heboh. kalau sudah datang edisi mual yang itu saya sampai keringat dingin dan berairmata, rasanya lelaaaah sekali. orang bilang mual jangan dirasa nanti si anak jadi manja, tapi saya justru bersyukur dikasih kesempatan merasakan "sensasi" ibu hamil yang seperti itu, karena saya jadi sadar, bahwa benar.. jadi ibu bukan sekedar kita mampu hamil kemudian menunggu waktu melahirkan. bukan hanya itu ukurannya, tapi ada banyak sekali kesiapan yang harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. 

membaca banyak referensi kehamilan baik dari buku maupun dari internet tak lantas membuat kita jadi tenang. karena semakin banyak informasi yang dibaca, justru semakin banyak kekhawatiran yang dirasa. semakin banyak orang tau kita sedang berbadan dua, semakin banyak pula saran dari mereka yang otomatis diserap kepala, serba salah jadinya.  tapi saya yakin setiap perempuan hamil pasti punya intuisi seorang ibu, punya keyakinan untuk menyaring banyak informasi yang didapatnya, memilah dan memisah mana yang menurutnya paling baik untuk dia dan bayi dalam kandungannya. 

siang ini tadi jadwal saya periksa kandungan, alhamdulillah normal dan sehat. hilang sudah kekhawatiran yang selama ini memenuhi isi kepala. hari ini untuk pertama kalinya saya dan mas ery mendengar detak jantung si mahluk mungil yang sedang berenang senang didalam sana. rasanya luar biasa, menyadari ada yang hidup didalam yang sangat bergantung pada tubuh saya.. yang jantungnya berkedip dengan tanda merah dan biru di layar USG, terdengar berdetak cepat "dugdugdugdugdug" seperti lelah habis berlari. dokter irna bilang "tuh liat anakmu.." saya dan mas ery tertawa.. bahagia, tak terungkap kata.


*cheers!

Ooo Orkejs Stamboel Kampoengan

Thursday, July 5

pertama kali saya kenal OSK itu di minggu terakhir saya lajang. waktu itu sore disela-sela banyak dan sibuknya urusan pernikahan kami, mas ery mengajak saya main ke rumah seorang temannya didekat terminal bus cicaheum bandung. rumah besar dengan pagar besi tua yang susah dibuka. menurut cerita singkat mas ery, ini adalah rumah opan.. teman baik yang sudah lumayan lama dia kenal. opan salah satu personilnya Orkejs Stamboel Kampoengan (OSK), band sederhana yang spesialisnya menyanyikan lagu-lagu tua. mereka yang akan tampil mengisi acara dimalam 7 januari.  

sampai disana saya berkenalan dengan opan dan menyapa kucingnya yang bernama lukas. opan beperawakan sedang, terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. sehari-harinya berprofesi sebagai guru tapi bukan guru berseragram sipil. opan salah seorang guru sekolah alam yang tak kenal seragam. setelah berkenalan dengan opan, saya menyalami budi yang juga seorang guru, lalu pacarnya budi, lalu john. sebenarnya ada satu lagi yang waktu itu saya belum bertemu tapi sudah mendengar ceritanya dari mereka. namanya kondoi, seorang guru privat bahasa inggris yang punya slogan "pagi daftar sore jadi bule"

setelah sukses mengisi acara dimalam saya menikah, saya bertemu mereka sekali lagi, waktu itu (masih di rumah opan) mereka bikin tema pertemuan bola. jadi semua yang datang harus pakai baju bola.. bola apapun, bola basket, bola pingpong atau sepak bola. kami duduk beralas karpet, ramai-ramai sambil menyantap pisang aroma dan lumpia yang sengaja saya bawa dari rumah, sambil mendengarkan kondoi bernyanyi. oyah, saking sangat menjiwai profesinya sebagai guru privat, kondoi tidak mau berbicara selain berbicara bahasa inggris, ditanya pakai bahasa sundapun akan dijawab dengan menggunakan bahasa inggris. sombong banget memang :))

senin malam kemarin, mereka menyambangi rumah. tak lupa membawa gitar dan laptop untuk menampilkan lirik-lirik lagu yang mereka tidak hafal. niat banget ya.. hahaha. eh, jangan ditanya soal kualitas bermusik mereka, menurut saya two thumbs up! saya sendiri wondering, kok bisa semua personil, empat-empatnya punya suara super bagus dengan kemampuan memetik gitar yang woowww sekali. lagu-lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu lawas sekelas, bon jovi, bob dylan, bruce springteen, eddie vedder dan tentunya semua lagu-lagu beatles. bahkan kemarin, mereka menyanyikan lagu "tonight you belong to me" yang pertama kali direkam tahun 1926, super lawas.




*cheers!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS