menunggu minggu

Monday, June 25

kenyataan bahwa menghadapi kehamilan pertama adalah tidak se-simpel yang saya kira. ada banyak sekali kekhawatiran dan perubahan yang terjadi dalam diri saya. jujur saya khawatir terhadap perubahan yang belum kelihatan tapi sudah dirasakan. perut belum buncit, berat badan juga belum berubah, tapi emosi udah rajin naik turun, rasa lapar juga sudah mulai susah dimengerti. tersangkanya siapa lagi kalau bukan si macam-macam hormon penunjang kehamilan yang datengnya keroyokan. bersyukur karena mas ery maklum dan santai banget menghadapi fluktuasi emosi saya. bisa banget diiklanin sebagai suami tabah dan siaga :p

alhamdulillah gejala hamil yang saya alami gak ekstrim-ekstrim banget. memang mual pagi tapi masih bisa ditoleransi. gak pake ngidam juga, paling kadang-kadang pengen makanan apa gitu yang jenisnya gak aneh dan gak susah dicari. kalo gak ada pun masih punya pilihan makanan pengganti. selebihnya sejauh ini semua makanan, masakan, semua jenis susu dan buah bisa lahap saya kunyah. cuma yang paling gak tahan itu malesnya. subahanallah, saya maleeeeees gak ada dua. pokoknya di kamus besar mood saya itu cuma ada 3M : makan, malas dan mengantuk. level 3Mnya ini agak kebangetan.. pagi-pagi, dateng ke kantor.. duduk, nyalain komputer trus nguap, biar gak nguap kan ngunyah yah.. beres ngunyah, sukses ngantuk.. ohmaygad.

kemarin cek ke dr. irna di RSIA. Tedja, eh katanya kalau cek kandungan itu dokternya cocok-cocokan ya. saya kebetulan dapet rekomendasi dr. Irna dari beberapa teman dan belum pernah ngebandingin sama dokter lain. tapi syukurnya langsung nyambung.. beliau ramah dan komunikatif. kemarin pas USG dr. Irna bilang janinnya sehat, saya bisa lihat ada kantung kecil diperut saya, didalamnya ada mahluk mungil yang jantungnya sudah berdetak. ahhh.. pengen nangis. hari ini usia penghuni rahim saya tepat tujuh minggu, dan saya tak sabar menunggu minggu demi minggu selanjutnya untuk bisa melihat dia tumbuh besar didalam sana. semoga sehat terus ya nak :*


*cheers!   

cerita tengah kota

Friday, June 22

Rotaract District Conference (RDC) adalah event tahunan yang bertujuan untuk mempertemukan perwakilan-perwakilan club dari seluruh indonesia dengan tujuan silaturahmi dan berbagi inspirasi. kebetulan tahun ini saya masih "terjebak" dalam jabatan President Of Rotaract Club Bandung Sentral Kota Kembang dan baru akan lengser setelah bulan juni. jadi memang event district conference ini semacam bakti terakhir saya untuk organisasi internasional yang sudah membuat saya kenal bandung dengan segala keunikan kota dan masyarakat terutama anak-anak mudanya. eh, kalo yang belum tau apa itu Rotaract, silahkan baca disini

jadi selama malang melintang di dunia event organisasi dan kepanitiaan, saya memang gak pernah ngerasaian yang namanya cukup panitia, selalu saja kurang. event district conference yang sekarang pun sama. panitia minim dengan jumlah peserta wow dari seluruh indonesia, bahkan perwakilan dunia. dan ini adalah kali pertama saya bikin event akbar yang lokasi penyelenggaraannya ada ditengah kota banget. saya memang sudah membayangkan, bikin acara ditengah kota akan sangat menguras energi terutama dalam hal perijinan. tapi dari hasil mematangkan ide dan mengerucutkan opini, saya dan panitia lain melihat kawasan braga adalah tempat yang paling pas untuk menyelenggarakan event dengan tema "urban creative" yang kami usung. 

ceritanya opening ceremony RDC BDG 2012 jatuh ditanggal 21 juni 2012. kebetulan bertepatan dengan kedatangan RI2 untuk membuka muktamar salah satu organisasi islam. (sialnya) gedung tempat RI2 membuka acara dan gedung tempat kami membuka district conference hanya terpisah tembok. ya bayangkan saja berapa banyak aparat keamanan yang berjaga dan rewel banget sama keberadaan kita disana. oke. saya ngerti kok, namanya pemimpin negara.. ya harus sangat ketat pengamanannya. tapi gak harus jadi ganggu apa yang sudah kami persiapkan dengan matang dari jauh-jauh hari kan? toh kita sama-sama warga negara indonesia, punya hak yang sama untuk memakai suatu tempat, apalagi kami sudah sangat taat prosedur.

bisa ditebak, ditengah acara saya didatangi seorang tegap tanpa pakaian dinas. minta bertemu panitia, minta rundown acara, minta print proposal, dan terakhir minta acara diundur jadi besok. WHAT THE?? langsung istighfar dalam hati, saya tahan-tahan diri banget, takut terlalu nyolot karena hormon yang lagi hilir mudik didalam tubuh saya sedang dalam kondisi tidak stabil karena hamil. walaupun alhamdulillahnya saya sukses menahan amukan dengan hanya mengeluarkan kalimat singkat dan tegas "GAK BISA PAK" dengan ekspresi wajah yang siap nerkam. ya coba deh bayangin gimana rasanya ngerencanain satu event akbar dari berbulan-bulan lalu, pontang panting ngurusin mulai dana sampai acara, trus pas hari H, tiba-tiba satu orang dateng dan minta acara di mundurin karena dianggap menganggu sterilisasi RI2. 

gak cukup sampai disitu, bapak intel yang terhormat tetep gak puas sama jawaban yang sudah saya paparkan dengan ekstra jelas dan ekstra sabar. dia ngotot mau ketemu penanggung jawab event yang kebetulan waktu itu ada untuk membuka acara. ya saya pertemukanlah dengan senang hati. lima belas menit saya membiarkan sang intel bertemu dan ngobrol langsung dengan penanggung jawab RDC 2012 yang kebetulan seorang petinggi koran terbesar di jawa barat. saya menunggu dibelakang, ketika selesai dan bertemu saya lagi sang intel tersenyum dan memasang ekspresi wajah yang terlalu ramah "neng, penanggung jawab acaranya pimpinan koran PR ya? waaah.. atuh deket dong kantornya dari sini". ASEM! pengen saya telen rasanya $%$&*^*#@%!!!



*cheers!

si cantik batik

Sunday, June 17


setelah puas melewati tahapan gunting-pola-gagal-lalu-disusul-dengan-jaitan-yang-gak-karuan, akhirnya hari ini saya sukses bikin rompi batik. agak euphoria, maklum.. namanya juga baru bisa membuktikan bahwa kursus menjahit yang diikuti tempo hari gak 100% gagal. memang akhir-akhir ini saya tertarik banget sama "additional clothes" seperti rompi dan vest. karena percaya atau tidak mereka-mereka itu tidak pernah habis termakan mode dan zaman. sejujurnya skill menjahit saya sih masih segitu-segitu aja, hanya mungkin sekarang didorong dengan terkurasnya tabungan akibat membeli si mesin jahit, yang akhirnya membuat saya mau gak mau harus produktif, biar gak sia-sia banget perjuangan nabungnya :D

kalau banyak yang mengira saya banyak keluar biaya untuk membeli banyak kain sekaligus itu salah. karena kain adalah salah satu investasi ala saya. sudah sejak bertahun-tahun yang lalu saya senang mengumpulkan kain. sampai akhirnya sekarang ketika saya sudah punya nyali menjahit, saya hanya tinggal mengambil dan memilih. oh, jangan juga membayangkan saya membuat rompi ini sekali jadi. NO, sama sekali tidak. alhamdulillah saya sudah puas banget kehilangan kain-kain bermotif lucu akibat kesalahan fatal menggunting pola. tapi kalau kita tidak pernah salah bagaimana caranya bisa tau benar? jadi sekali dua kali gagal dalam proses belajar itu wajar, setuju?


*cheers!

dua garis

Monday, June 11



melihat dua garis pada sebuah benda kecil yang sudah sering saya beli dan buang karena gagal itu rasanya tak terungkap kata. dua garis yang (akhirnya) bisa menjelaskan kenapa beberapa minggu belakangan ini saya murah air mata dan menjelma jadi perempuan super cengeng. setiap apa yang saya pikirkan dan meleset dari perkiraan, pasti berujung air mata. mas ery salah dikit, saya langsung nangis sesegukan persis seperti anak kecil yang tidak dituruti keinginannya. curhat masalah sepele dengan teman baik-pun selalu diakhiri dengan mengalirnya air mata. bahkan rasa lapar saja bisa membuat saya menangis, believe it or not :p

saya sadar ada sesuatu yang tidak biasa, tapi saya tidak tau harus berbuat apa. untuk kasus yang satu ini, mencoba mencari tau dengan googling malah membuat saya makin snewen dan uring-uringan. mbak sari adalah yang paling curiga atas ke-sensitif-an saya. berkali-kali dia menyuruh saya melakukan test sederhana dengan alat uji kehamilan dan berkali-kali pula saya selalu mencari alasan untuk tidak melakukannya. bukan tidak mau, susah untuk tidak expect too much, dan lebih susah lagi kalau nantinya harus kecewa karena terlanjur duga-kira. meski akhirnya minggu pagi kemarin saya mengalah, pasrah dan terjawab sudah, Alhamdulillah. 

luar biasa bahagia sampai tak akan pernah cukup rasanya saya dan mas ery mengucap syukur. selamat berkembang senang didalam sana, tetap sehat dan metal selalu ya sayang :*


*cheers!

pincushion

Tuesday, June 5


jrengjreng.. ini hasil karya saya semalam, setelah sukses mengais waktu yang seharian dipakai bekerja dan masih harus membagi sisanya untuk menyiapkan makan malam (oke ini berlebihan :p). pasti gak tau kan si burung hantu absurd ini fungsinya apa? hahaha. ini pincushion untuk tempat jarum pentul biar keberadaannya gak berserakan. sejujurnya saya pengen mendokumentasikan langkah membuatnya, tapi saya gak punya kamera. kemarin sih sempat pinjam pocket camera punya bapak tapi ternyata dudukan untuk mengisi baterainya ketinggalan di Jakarta. alhasil, baru dipakai beberapa hari si kamera sudah sukses tewas. 

selama ini kiblat handmade saya masih setia ke mbak puri pemilik idekuhandmade dan mbak dita empunya cemprut. saya pernah bertemu keduanya di crafty days tempo hari, dua perempuan muda yang kaya karya. eh sebenernya, dari hari minggu kemarin saya niatnya bikin vest, modelnya udah nemu, kainnya udah ada, benangnya udah siap.. cuma masih gak pede motong polanya. dengan kata lain kursus menjahit saya beberapa bulan silam kemarin gagal total. hahaha.. tapi  gak ada yang gak mungkin selama kita mau belajar, tidak bosan mencoba dan terus berusaha, iya kan?


*cheers! 

mesin mimpi

Monday, June 4

saya memang lulusan IT yang gak IT banget. ketika banyak pelaku IT disekitar saya bermandi gadget, saya malah nyaris tidak peduli dengan perkembangan gadget terkini. saya satu dari sedikit sekali orang IT yang tidak punya laptop, notebook bahkan PC, percaya atau tidak hal itu terjadi hampir dua tahun lamanya. memang, alhamdulillah saya masih punya satu ponsel pintar dengan kamera yang sudah tidak berfungsi dan lampu blitz yang nyala 1x24 jam setiap hari akibat terendam air laut pantai selatan tempo hari. tapi ketika banyak orang bermimpi mengganti ponsel dengan teknologi terkini saya punya mimpi yang lain sendiri : membeli sebuah mesin jahit.

setelah cukup lama melewati fase nabung-abis-nabung-liburan-nabung-galau-nabung, akhirnya satu juni kemarin saya punya mesin jahit baru yang super canggih. canggiiiiiih banget kalo dibandingin mesin butterfly warna hitam punya ibu yang usianya nyaris tiga kali lipat usia saya. si mesin ini bukan begitu saja saya temukan ditoko. saya sampai bosan keluar masuk toko sambil galau, beneran galau karena ternyata mencari mesin yang pas dihati pas digaji itu bukan hal yang mudah. buat catetan aja sih, kalau kita ingin beli satu barang dengan harga yang masuk kategori perjuangan, mesti rajin browsing dan tanya kanan kiri sebelum benar-benar menentukan mau beli di toko A, B atau C. karena sering kejadian selisih harga antar toko yang saling bertetangga itu jauh berbeda.   


well, ada banyak sekali ide dan mimpi dikepala yang dari duluuu banget berbaris mengantri untuk diwujudkan bersama si mesin jahit baru ini. meski kenyataannya harus berlomba dengan ragam aktivitas lain yang lebih menyita waktu. akhirnya si mesin yang resmi jadi penghuni baru rumah membuat saya ikhlas ditinggal mas ery mengarung sungai sabtu pagi kemarin. padahal biasanya kalau mas ery pergi berkegiatan air, tanah, hutan saya selalu histeris iri. duet maut pertama saya dengan si mesin adalah tempat mukena yang fotonya ada dibawah ini. saya tetap harus ikhlas menerima kenyataan bahwa secanggih apapun teknologi, kalau penggunanya belum ada dilevel jendral menjahit bintang lima, tetap saja harus bongkar pasang jahitan, meskipun hanya membuat satu bentuk sederhana :D



*cheers!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS