surga dunia

Wednesday, May 30



"ruang kerja dengan banyak kain perca dan warna warni renda.
buat saya, ini yang namanya surga dunia"

kalau sedang jenuh bekerja dan bosan mengurusi banyak data, saya sering memperbanyak tab browser serigala di komputer saya. mengunjungi banyak halaman maya untuk sekedar liburan mata. saya tak pernah berhenti mengagumi orang-orang dominan otak kanan yang sangat kaya kreasi dan imajinasi. saya memang bukan jendral menjahit bintang lima seperti ibu, saya hanya mewarisi sedikit keahlian yang ibu punya. dan sedikit keahlian itu pada akhirnya sering merepotkan, membuat saya sering meluap ide meski selalu terbatas waktu. tapi mimpi saya yang ini tidak boleh mati, suatu saat saya harus punya surga dunia versi sendiri.

"bukankah semua hal didunia ini butuh proses? 
meskipun tak melulu harus cepat diburu."


cheers!

pasar kaget

Sunday, May 27



hampir setiap daerah di indonesia punya pasar kaget, pasar yang jadi idola semua lapisan masyarakat. sesuai dengan namanya pasar kaget hanya ada dihari dan waktu tertentu, seperti di kawasan lapangan gasibu bandung. pasar gasibu memang hanya digelar setiap hari minggu, mulai pagi hingga matahari ada dipuncak tinggi. saya bukan termasuk yang rajin menyambangi pasar gasibu setiap minggu, tapi saya selalu senang kalau mengunjungi keramaian yang tercipta dari ratusan pedagang kaki lima, apalagi kalau ditambah bonus langit cerah dan udara dingin khas bandung. sempurna!

kalau ditanya apa saja yang ada di pasar kaget gasibu saya rasa tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar kaget dibanyak daerah lainnya. mulai dari sandang, pangan, papan, semua komplit dijajakan diatas etalase beralas terpal. pembelinya juga tak kalah ragam, dari yang sudah wangi rapi jali, sampai yang masih membawa sisa mimpi malam tadi. backsong itu semua tentu saja bunyi klakson kendaraan bermesin yang bersahut-sahut berusaha memecah sendat arus sesak pejalan kaki, juga lengking peluit tukang parkir menggiring kendaraan roda dua masuk kedalam "lapaknya" dan teriakan para pedagang bersaing menawarkan barang dagangan yang mereka punya dengan kalimat khasnya.

selain atmosfer, yang paling saya suka dari pasar kaget adalah jajanan murah meriahnya, soal yang satu ini pasar kaget dimanapun pasti selalu juara. bayangkan saja, dipasar gasibu saya bisa mengganjal lambung dengan selembar lima ribu rupiah untuk seporsi cuankie, atau sepiring baso tahu, atau tiga ribu rupiah yang bisa ditukar dengan tiga tusuk cilok goreng, atau cakue, atau jamur krispi atau bola-bola ubi, bahkan dua ribu untuk sebungkus gula-gula kapas merah muda, dan nol rupiah untuk beberapa teguk air mineral yang saya bawa dari rumah. murah dan bahagia.

buat penggila semua yang "indonesia sekali", pasar kaget adalah salah satu event sederhana yang patut dicoba, karena tak butuh banyak biaya juga waktu yang lama untuk bisa merasakan sensai bahagia di negeri ragam budaya ini. sebentar, sekedar memanjakan mata, melihat, memperhatikan, mendengar dan mencari tawa dari hal-hal kecil yang terjadi disekitar kita. jadi kalau pas bangun terlalu pagi dihari minggu, cobalah menikmati cerianya pasar kaget. jangan lupa berbekal air minum sendiri dan beberapa keping uang pecahan kecil untuk mengapresiasi pengamen dengan suara kualitas tinggi.

ibu adalah

Thursday, May 24


... yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengajar,
meski senja mulai menjemput usianya.

TPA Pelangi Anak Negeri
Yogyakarta, 24 Mei 2012

bergeser ke-selatan jogja

Wednesday, May 23

jumat pagi, eksekusi rencana berlibur berjalan mulus dan tepat jadwal. memang pembagian tugas sudah dilakukan sejak malam. saya dan mas ery kebagian belanja ke pasar, berang membeli bebek untuk diolah jadi amunisi, lalu dudung sebagai penanggungjawab kembalinya kami ke bandung, jadi dia pergi memesan tiket pulang untuk saya dan mas ery. petugas masaknya jelas bukan saya karena tentu tidak ada satupun yang mau ambil resiko tidur tak nyenyak, makan tak enak. jadi yang bersedia menyumbang tenaga untuk masak namanya mbak tanti, mbak tanti dan mas bunar sepasang suami istri yang tinggal persis disebelah rumah kontrakan dudung. mereka bertiga dengan falla, anaknya yang baru kelas lima memang sengaja kami ajak ikut berkemah menginap di pantai wediombo.

perihal amunisi lambung ini kami memang sepakat untuk mengolahnya sendiri, jadi saya dan mas ery ke pasar ngasem membeli sarapan dan bahan makanan untuk keperluan berkemah. saya juga dengan khilaf membeli sepiring kue-kue khas yang saya belum pernah lihat sebelumnya. oiya, pedagang dipasar ngasem banyak didominasi mbah-mbah berkebaya jawa dengan rambut putih yang digelung sanggul. disini saya harus rela membeli tanpa prosedur tawar menawar. selain karena bukan daerah jajahan, juga karena saya gak bisa bahasa jawa. seusai dari pasar, saya sempat membantu berang membersihkan bulu-bulu bebek yang baru dipotong. berang ini tipe pemuda pecinta alam yang sudah malang melintang dilapangan, orangnya sigap dan praktis, saking praktisnya sampe bersihin bebek aja pake pisau lipet :p


dari jogja ke daerah gunung kidul memakan waktu sekitar 2.5 jam dengan jalan sempit, menanjak dan berkelok. sepanjang perjalanan menuju wediombo saya hanya bisa melihat pemandangan ladang tandus yang ditumbuhi ratusan pohon jati. gunung kidul memang sebuah daerah pegunungan kapur yang juga terkenal dengan kuliner belalangnya. mbak tanti bilang bisa mengolahnya, sejujurnya saya sama sekali gak minat makan belalang.. membayangkannya saja sudah geli sendiri. tapi rasa ingin tau membuat saya setuju untuk membeli belalang jika memang ada yang menjajakan. sayangnya sampai kami pulang, tidak ada satupun pedagang yang menjual belalang, mungkin memang bukan musimnya.  

senja sudah menjelang ketika kami sampai dipantai wediombo. saya suka sekali suara ombaknya, dan hijau air lautnya.. juga pelanginya. iya! saya sempat lihat pelangi. nah enaknya pergi dengan tiga pemuda jebolan organisasi pecinta alam itu tinggal terima beres. mereka inisiatifnya tinggi, begitu dateng langsung buka tenda, beres buka tenda langsung bikin kipas dari daun kelapa, beres bikin kipas cari kayu bakar, trus langsung bikin api, beres bikin api mulai panggang bebek, sambil panggang bebek sambil masak air untuk bikin kopi. sip kan? udah berasa ratu pantai banget deh pokoknya. eh, kalau berkemah dipantai pasti lebih ceria dibanding berkemah digunung, soalnya gak pake mendaki, gak cape, perbekalan yang dibawa bisa banyak ditambah udara yang cenderung bersahabat. 


bebek bakar yang lengkap dengan kerupuk, tempe dan sambel terasi adalah rekor makanan paling mewah sepanjang saya menggeluti dunia perkemahan. biasanya mentok di mie rebus dan nasi goreng dengan rasa alakadarnya. haduh jangan ditanya deh gimana rasanya. apalagi dimakan bersama, duduk beratap langit, bersinar api unggun, sambil berbagi cerita dan gelak tawa, nikmaaaatttttt. tapi yang lebih nikmat dari itu semua adalah menunaikan sholat sambil  menghadap kearah pantai, dengan latar belakang suara ombak, jangkrik dan ribuan bintang terang dilangit. ahhh.. silahkan coba dan rasakan sendiri sensasi bersyukurnya :D

semua yang ada disini nyaris indah dan mengagumkan. apalagi dari datang sampai menjelang pulang kami adalah satu-satunya yang menginap dipantai wediombo, serasa pantai pribadi. yang paling disesali dari liburan yang sekarang, saya gak punya banyak dokumentasi yang bisa dipamerkan. si handphone pintar saya tersiram ombak, tepat didetik-detik menjelang pulang disaat matahari mulai muncul untuk mendukung gerakan narsis. meski hanya mati suri, tapi kameranya jadi tidak berfungsi. tapi gapapa, artinya kali ini saya cukup baik hati dengan tidak membuat histeris iri banyak teman :p well akhirnya kami mengakhiri liburan disabtu pagi yang cerah. memang selalu ada lelah yang harus dibayar dalam setiap liburan, tapi percayalah, akan ada jutaan kesenangan, pengalaman dan pelajaran yang bisa didapat dalam setiap perjalanan yang kita lakukan.



*cheers!

jogja dengan lorena

Monday, May 21


liburan yang empat hari kemarin memang cukup surga buat pegawai sipil seperti saya. rasanya terlalu pedih jika hanya dihabiskan dikota dengan seribu kendaraan plat jakarta, seperti bandung. tapi untuk memilih tempat berlibur yang tidak touristy dan yang tidak penuh sesak wisatawan juga bukan perkara mudah. meski sebenarnya ada banyak daftar tempat tujuan berlibur yang kami punya, tempat berlibur ala kami tentunya, yang tidak ramai dan tidak komersil, tapi kebanyakan tempat-tempat tersebut tidak visible secara waktu dan biaya. maklum, kami kami ini punya profesi yang mendesak untuk melakukan liburan cepat dan murah meriah. setelah melewati beberapa hari untuk diskusi bongkar pasang jadwal dan rute, akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke daerah gunung kidul, yogyakarta.

kamis pagi saya dan mas ery duduk dibangku paling depan bus lorena menuju jogja. bus cepat jurusan bandung denpasar ini memang berangkat setiap pagi dari terminal cicaheum. ini pertama kalinya saya meransel ke arah timur jawa dengan angkutan umum yang bukan kereta. saya sampai harus menegak sebutir antimo untuk mencegah kemungkinan terburuk dalam sebuah perjalanan panjang. ternyata benar saja, duduk didepan dalam perjalanan jalur selatan pulau jawa yang berkelok dengan sopir bernyali tinggi itu bikin saya berkali-kali menahan nafas dan menutup muka dengan dua telapak tangan. rasanya seperti nonton film 3D dengan efek suara klakson bus yang terngiang sampai pulang.

saya termasuk yang jarang melakukan perjalanan siang, ternyata pengalaman kemarin cukup menyenangkan. banyak yang bisa dilihat, diperhatikan dan dikomentari. pedagang yang hilir mudik dengan aneka produk dagangan adalah yang paling khas dari perjalanan menggunakan bus. saya dibuat kagum dengan apa yang mereka tawarkan, mulai dari al-quran seharga semangkuk bakso, buah-buahan, paket sarapan lontong featuring gorengan, sampai obeng multifungsi lengkap dengan cara penggunaan. semua dijajakan dengan cara yang hampir sama dan dengan kalimat rayuan yang sangat indonesia. saya juga sempat melihat seorang pemuda dengan blangkon dan baju jawa mengendarai folding bike di jalur selatan jawa, ntah akan kemana.. yang jelas pasti menuju satu tempat yang akan membuatnya bahagia.

saya dan mas ery sampai di jogja kamis menjelang dini hari, disambut duo tuan rumah dudung dan berang. rasanya tak perlu lagi saya ceritakan siapa dudung, sudah berkali-kali namanya saya sebut dalam hampir setiap perjalanan meransel yang saya lakukan. kalau berang, memang tokoh baru, tapi sepertinya saya butuh satu judul tulisan khusus untuk membahas keunikannya. tak cukup hanya dijelaskan dalam dua tiga kalimat :p mereka berdua sebagai tuan rumah tau benar kondisi lambung kami yang dari siang tak diisi. dua porsi besar nasi goreng kambing tersaji menemani kami melepas tawa dan cerita diruang tengah rumah kontrakan bergaya jawa. tak sampai lama kami bercengkrama, karena kami butuh energi untuk mengeksekusi rencana esok pagi. kami mau mengungsi dari keramaian kota, bergeser kepantai selatan jogja.


*cheers! 

puas nakal

Friday, May 11


menurut saya setiap orang harus puas nakal atau setidaknya harus pernah merasakan jadi anak nakal. karena nakal itu ekspresi dan bagian dari proses pembentukan karakter diri. nakal itu ilmu, meski tak pernah diajarkan, bahkan selalu dilarang disekolah manapun. sekolah formal mengajarkan setiap anak untuk menjalani kehidupan normal pada umumnya, semua guru menamkan pola pikir bahwa siswa ideal adalah mereka yang rajin, disiplin dan tidak pernah masuk daftar buku hitam. memang pada dasarnya tidak ada guru yang suka anak nakal, tapi tenang saja, ditiap sekolah akan selalu ada guru idola yang bisa memaklumi kenakalan siswa dalam porsi-porsi tertentu. 

kalau nakal versi saya itu pura-pura sakit pas upacara, bolos jam pelajaran, terlambat masuk kelas, malak secara halus dengan ngamen dari kelas ke kelas buat ongkos naik gunung atau dijemur dilapangan karena berantem sama laki-laki. anak nakal tau benar rumus tidakan dan resiko maka biasanya mereka akan ikhlas tersenyum ketika dihukum. sesungguhnya hukuman mengajarkan anak nakal untuk mengulangi kenakalan yang sama dengan cara yang lebih smooth dan tak terdeteksi, hahahaha. dalam hal ini ibu adalah tokoh yang paling sabar, menyambangi ruang kepala sekolah untuk memenuhi panggilan dan menebus kenakalan khas remaja ala saya. bersyukur karena ibu tak pernah marah kalau saya nakal. buat ibu yang penting saya tidak lupa sholat dan tidak malas mengaji, asal nilai saya tidak merah, nakal itu sah.

pola didik yang diajarkan ibu membuat saya percaya bahwa tidak ada korelasi mutlak antara kenakalan dan masa depan. bahkan kenyataannya hampir semua teman nakal saya dulu, sekarang sukses karir, sukses karakter. mungkin karena saat remaja mereka puas nakal, jadi ketika dewasa mereka hanya tinggal tertawa dan tak ingin mengulang mencobanya. suka atau tidak anak nakal adalah yang paling mudah diingat meskipun sudah bertahun-tahun lulus dari sekolah dan percayalah reuni disekolah manapun tidak akan seru tanpa kehadiran anak-anak (yang dulunya) nakal :D 


*cheers!

bumi kreasi

Tuesday, May 8



hari bumi dan kota yang tak pernah mati kreasi
bandung, 22 april 2012

bla bla bla craft

Monday, May 7


crafty days, dari namanya bisa ditebak kalau semua yang ada disini kental kreasi & imajinasi. crafty days adalah event yang diadakan setiap tahun di tobucil, tahun ini adalah tahun ke-6 dan baru tahun sekarang saya sempat mampir dan ikut workshopnya. acaranya memang tak semegah inacraft tempo hari, jumlah pengisi acara yang ikut dievent inipun tak terbilang banyak, hanya sekitar 15 stand. tapiiiiii jangan tanya soal apa yang mereka tampilkan diatas sepetak meja berukuran tak lebih dari 1x0.5meter yang disusun minimalis pada sebuah halaman yang tak juga besar. hampir semua sukses membuat saya iri dan histeris sendiri. bayangkan, rata-rata usia mereka (pemilik stand) tak jauh berbeda dengan usia saya sekarang, dengan ide, kreatifitas dan kerja cerdas diatas rata-rata pemuda pada umumnya. mereka sukses dengan cara mereka sendiri, memiliki satu label nama kreasi sendiri, menghasilkan pundi-pundi yang berawal dari hobi. entah apa lagi sebutannya selain mengagumkan!

 stand cemprut @ crafty days

saya memang pengagum kreatifitas, saya pencinta kain perca, penggila semua hal berbau craft dan handmade. saya punya cita-cita suatu saat nanti harus bisa bersanding dengan mereka dalam satu event yang sama. itulah kenapa event-event bertema craft dan handmade menjadi wajib kunjung buat saya, terutama yang berada dijalur indie. sama seperti musik, menurut saya indie crafter selalu punya warna dan keunikan sendiri. biasanya saya datang ke event-event tersebut bukan untuk berbelanja, kemarin juga saya hanya sekedar memanjakan mata, menciptakan kesenangan murah-meriah ala saya, menyatukan banyak ide yang berserakan dikepala, mengumpulkan banyak kartu nama lalu dengan rutin mengunjungi halaman-halaman maya yang mereka punya. setidaknya itu perlu agar semangat berkreasi saya tak mudah menguap lenyap. 

hasil berburu

di crafty days kemarin, saya ikut salah satu dari sekian banyak workshop yang mereka adakan. dari banyak pilihan workshop, saya memilih ikut puppet lantern. kenapa? karena saya terlanjur trauma sama workshop merajut yang punya level kesulitan setingkat mata kuliah aljabar linier. puppet lantern ini ceritanya membuat lentera dari bambu-bambu yang dibentuk menyerupai satu karakter tertentu sesuai keinginan kita. meski pada akhirnya harus mengakui bahwa sebagai orang dewasa, saya kalah imajinasi dibanding anak-anak usia belia. butuh waktu lama sekali untuk berfikir mau diapakan 8 buah rangka bambu lurus yang ada didepan mata sebelum akhirnya memutuskan untuk membentuk kerangka kepala harimau. workshop puppet lantern disponsori oleh papermoon puppet theater dengan fasilitator berperawakan mungil bernama mbak ria yang diimport langsung dari jogja. 

akhirnya harimau

sulit mencari alasan untuk tidak mengagumi orang-orang yang penuh kreatifitas dan punya imajinasi tinggi. dan penyakit kambuhan saya selalu kumat setiap pulang dari event bla bla bla craft macam kemarin, penyakit yang bikin kepala jadi penuh imajinasi dan mimpi yang berbaris mengantri untuk terealisasi. dari dulu mungkin cita-cita saya itu itu saja, jadi pegawai negara yang tetap bisa berkarya. berkarya lewat apapun, lewat tulisan, lewat kreasi benang jarum, lewat gerakan-gerakan akar rumput. cita-cita yang masih tetap sama, punya satu ruang kerja ceria lengkap dengan mesin jahit dan bermacam renda. lalu disana saya bisa membuat apa saja, apa saja yang saya suka. ahhh.. memangnya siapa yang tak ingin kaya materi? tapi saya lebih ingin jadi seseorang yang kaya kreasi.


*cheers!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS