akhir dan awal cerita

Monday, April 30

 
foto ini diambil dihari terakhir diklat prajabatan gelombang dua kementrian pendidikan dan kebudayaan. saya percaya foto selalu punya kekuatan untuk membangkitkan rasa rindu, saya tak malu mengaku, karena memang seperti itu. selama prajab, yell yell apel pagi selalu jadi yang paling saya tunggu. bayangkan saja.. 240an orang dipastikan tertawa bersama disetiap apel pagi. tak peduli siapa, kelas apa, golongan berapa, semua tertawa mengikuti naluri bahagianya. entah ada berapa juta molekul pikiran yang dibagi disini. bekerjasama, berfikir cermat, bertindak tepat. saya sering membayangkan seandainya bisa satu kantor dengan orang-orang yang ada difoto ini, tentulah indonesia tak perlu ketar ketir menyoal berita kinerja abdi negaranya. ditambah pak oge sebagai pimpinannya, dijamin pelayanan prima pasti diterapkan sejalan dan sesuai teorinya. hahahaha..

ada banyak cerita selama delapan belas hari disana. sebagai manusia dewasa, khilaf pasti ada, konfik itu biasa, itukan memang bagian dari skenario cerita yang maha kuasa. masing-masing dari kita hanya pemeran utama, bukan sutradara. tapi benar kan? tuhan selalu punya cara lucu untuk kita jadi bertemu, dan tuhan selalu adil dengan mengharuskan kita menyudahi segala kesenangan ketika kita semua mulai akrab, mungkin supaya kita meninggalkan kesan baik satu sama lain. memang waktu tidak pernah adil dihari terakhir. seperti berlari-lari diburu, seolah berjam-jam lebih cepat berlalu. tapi percayalah sebenarnya kita tidak benar-benar berpisah, kita akan selalu ada diatap yang sama. hanya saja sekarang kita memijak tempat yang berbeda. ini akhir cerita sekaligus awal bahagia, saya senang bisa kenal kalian semua :)


*cheers!

bandung rumah bandung

Tuesday, April 24

aha! akhirnya saya kembali lagi ke kota ini setelah total 18 hari terdampar di pinggiran jakarta. memang agak drama, tapi kepergian kali ini adalah yang paling lama semenjak hampir 8 tahun saya tinggal disini. biasanya, kalau pergi ketempat yang jauh sekalipun, jangka waktunya bekisar antara satu minggu sampai sepuluh hari, tak pernah lebih dari itu. saya memang terlalu cinta bandung sehingga tidak punya banyak alasan untuk berlama-lama meninggalkan kota ini. seperti yang pidibaiq bilang "bandung bukan hanya tentang letak geografis, tapi juga tentang perasaan" yeah, saya sangat setuju itu. 

ceritanya 18 hari kemarin saya menunaikan salah satu kewajiban untuk menggugurkan satu huruf C didepan tiga huruf PNS yang sudah setahun lebih menjadi gelar kepegawaian saya. diklat prajabatan yang berlangsung di pusat pengembangan tenaga kependidikan (pusbangtendik) kementrian pendidikan buat sebagian orang memang bukan suatu momok yang menakutkan, tapi entah kenapa buat saya suatu hal yang cukup berat untuk dilewati, terutama dihari-hari pertama. rasanya ingin segera mengejar waktu supaya dia berlari terburu. aneh, padahal segala sesuatu disana nyaris menyenangkan secara keseluruhan, pengetahuan baru, teman-teman lucu, aktivitas seru. tapi ada hal yang mengganggu, saya sendiri tak tau apa itu, satu hal yang membuat saya ingin secepatnya pulang.

selama mengikuti diklat prajabatan, mendadak hidup saya jadi serba teratur. mulai dari bangun sampai tidur lagi, seolah langsung terjadwal dengan baik dan benar. bayangkan saja, selama belasan hari tanpa libur saya harus selalu bangun jam 4.30 untuk sholat dan siap-siap senam pagi, lalu selesai senam menuju ruang makan untuk sarapan, lalu antri mandi, lalu apel pagi, lalu masuk kelas sampai makan siang, lanjut lagi sampai menjelang maghrib, lalu mengerjakan tugas yang tersisa, lalu makan malam, lalu tidur kemudian pagi lagi, begitu seterusnya selama belasan hari. sungguh monoton dan membosankan. parahnya lagi, kemonotonan aktivitas didukung oleh materi belajar yang bikin otak kanan sukses libur panjang. ratusan teori dan materi mengalir begitu saja tanpa bisa menginspirasi kreasi. 

tapi alhamdulillah semua sudah dilewati dengan baik. yang paling saya syukuri adalah karena saya jadi punya banyak teman, bahkan dari seluruh indonesia. teman dengan ragam karakter dan perilaku yang membuat saya jadi "kaya tawa". selama disana banyak hal yang akhirnya bikin saya sadar bahwa kota bandung dan sepetak tanah bernama rumah adalah tempat paling indah. bahwa memasak, menyapu, menyetrika dan urusan rumah tangga lain yang merepotkan itu bisa membuat saya jauh lebih bahagia. bahwa duduk menyantap menu sederhana dalam satu meja sambil bercerita bersama orang-orang yang saya cinta adalah kebutuhan hidup saya yang sesungguhnya :)




*cheers!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS