pertanyaan dan jawaban

11:49:00 am


degdegan jeng?
gausah ditanyaaaaaa..
kayaknya semua calon ibu yang baru pertama kali hamil akan selalu degdegan menjelang waktu persalinannya. hari perkiraan lahir si pagi memang masih terbilang lama.. tapi dibandingkan dengan masa kehamilan yang sudah saya lalui tujuh bulan kemarin, dua bulan itu kan sebentar lagi. kadang pas sambil baca buku atau nonton tivi gitu saya suka tiba-tiba membayangkan apa yang akan terjadi dihari persalinan nanti. dan jujur itu bikin grogi bangetttt..

pertanyaan demi pertanyaan dari orang-orang sekitarpun jadi lebih menjurus, seperti
"perempuan atau laki-laki?" atau
"nanti asi ekslusif kan?" lalu
"mau lahiran dimana?" dan..

"udah nyiapin apa aja?" jreng jreng jreng..
soal persiapan yang satu ini, menurut saya mending gak usah nanya ke banyak orang deh kalo gak mau repot. soalnya setiap orang jawabannya gak sama. jadi mending yakin aja sama persiapan yang udah kita siapin sendiri, kalau mau tanya.. tanya sama orang terdekat aja. kalau nanti hari H kurang ini itu, percayalah.. the power of kepepet itu jauh lebih ajaib dari persiapan sematang apapun dimuka bumi ini.

"gapapa, perempuan atau laki-laki sama aja.."
adalah kalimat akhir yang selalu mengiringi pertanyaan perempuan-atau-laki-laki?
lah, saya bingung.. yang mempermasalahkan perempuan atau laki-laki itu siaapaaaaaa. kok jawabannya seolah membesarkan hati mau anak perempuan atau laki-laki sama aja. emang sama, perempuan atau laki-laki nanti saya sama-sama bersyukur karena sudah dikasih kepercayaan dititipin rezeki anak. 

"iya, kita kan udah ditakdirkan untuk menyusui.. masa gak mau buat anak sendiri"
statment ini hampir selalu ada segera setelah pertanyaan nanti-asi-ekslusif-kan?
ini yang sering bikin saya bengong. kadang orang suka seenaknya memvonis ibu yang tidak menyusui anaknya sebagai ibu yang tidak mau berusaha menyusui anaknya. ya gak semua kasusnya gitulah ya.. kadang memang ada ibu yang TERPAKSA tidak menyusui anaknya karena keterbatasan yang kita sendiri gak tau apa. yang kalau kita ada diposisi mereka, mungkin kita akan melakukan hal yang sama.

"kalau nanti ada apa-apa gimana?"
adalah pertanyaan lanjutan dari mau-lahiran-dimana?
memang banyak yang kaget sama keputusan saya akan melahirkan di sebuah rumah bersalin kecil yang tanpa fasilitas operasi. iyasih, saya memahami itu sebagai bagian dari kekhawatiran dan rasa sayang orang-orang disekitar saya. tapi percaya deh, saya juga gak ngotot atau maksa harus melahirkan normal. jika nanti harinya tiba, dan saya harus operasi.. saya akan operasi.

sering jawaban yang saya utarakan untuk ragam pertanyaan diatas adalah bukan berdasarkan jawaban sebenar-benarnya. bukannya apa sih, saya sering bingung sendiri liat reaksi orang yang heboh menasehati keputusan dan pemikiran saya yang mungkin gak sejalan dengan mereka, jadi mending cari aman. untuk eksekusi dari pertanyaan pertanyaan tadi, biar cuma Tuhan yang menentukan jawaban pastinya. iya kan?


*cheers!

You Might Also Like

0 comments