nyaman

Wednesday, October 17

hidup nyaman itu harus waspada (katanya)

kalimat itu harusnya ditujukan untuk kondisi saya saat ini. punya suami ideal, hamil dengan kondisi sehat dan lincah, pekerjaan tetap sampai tua, penghasilan yang cukup untuk sekedar membeli berbagai judul buku, rumah dengan banyak jendela, teman-teman yang siap diajak ber-hihi-haha kapan saja, ditambah tinggal dikota yang tidak pernah berhenti membuat saya jatuh cinta. nyaman.

tapi tiba-tiba semalam saya berfikir. sepertinya saya memang sudah lama sekali tidak merasakan yang namanya diburu waktu. dikejar-kejar mimpi, dibuntuti tanggung jawab lebih untuk diri saya sendiri, memberi predikat "kerja keras" untuk apa yang saya lakukan dan kemudian mendapatkan kepuasan karenanya. selama beberapa bulan ini setiap hari adalah hari bahagia yang biasa buat saya. bekerja seperti biasa, menjalani keseharian biasa yang sederhana ala saya. yang saya rasakan adalah semua yang serba cukup. tidak pernah merasa haus, apalagi kurang. selama ini saya sebut itu rasa syukur. 

sayangnya dengan semua kenyamanan itu saya jadi lupa sudah berapa lama mesin jahit yang dulu saya beli dengan penuh perjuangan akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. rasanya juga sudah lama sekali saya kehilangan semangat untuk ber-handmade ria seperti dulu. saya tidak ingat kapan terakhir kali saya kurang tidur karena harus membuat bros-bros jualan yang bikin tangan jadi melepuh, kamar berantakan dengan sisa-sisa guntingan kain yang berserakan, saya juga sudah lupa bagaimanya senangnya menghitung uang sejumlah satu juta dua ratus sekian ribu untuk dua hari berdiri berjualan disalah satu stand braga festival.

saya tau, dengan bekerja toh saya juga bisa membeli buku, baju atau apa saja yang saya mau tanpa harus repot-repot mencari ide dan menuangkannya diatas kain perca. tapi nyatanya memang ada banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan sebesar apapun gaji tanggal satu, yaitu kepuasan atas terwujudnya cita-cita, hobi, kesenangan, kreatifitas dan kerja keras.

intinya mungkin saya memang terlalu takut menantang diri sendiri untuk kembali melakukan dan mengejar sesuatu diluar zona nyaman. saya sadar sepenuhnya, situasi yang sedang saya jalani ini agak berbahaya kalau hanya terus dinikmati. saya harus bisa menentukan batasan untuk diri saya sendiri, kapan harus menikmati kenyamanan saya dan kapan harus meninggalkannya untuk kemudian bisa menempati zona nyaman yang baru.


*cheers!

2 comments:

  1. hahaha ..
    itu namanya zona PNS
    datar ....

    ReplyDelete
  2. hayooo... pe er baby little shoes nya ditunggu bu gulu hihihihi

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS