mas ery dan gang sempit

9:49:00 am

sekali-kali nyeritain suami boleh kan ya. mumpung dikantor.. mumpung nulisnya gak sambil diliatin, jadi bisa puas ngomongin hahahahaha. alhamdulillah sudah hampir delapan bulan saya menyandang status istri suami super pendiem. ternyata saya memang harus bertemu dan menikah dengan seseorang yang punya sifat berbanding terbalik dalam banyak hal. contoh kecilnya saja selama ini mas ery itu kalau melakukan apapun tidak pernah banyak bicara.. beda banget sama saya yang gak sah kalo gak ngomel dan komentar ini itu. tapi diluar sifat yang jauh berbeda itu, saya dan mas ery punya satu kesamaan.. sama-sama suka jalan dan perjalanan.

mas ery itu punya kebiasaan yang menyenangkan, setidaknya menurut saya. mas ery hobi menelusuri gang sempit. dia bukan seorang penghafal jalan tikus, justru masuk gang sempit karena ingin tau ujung jalan keluarnya dimana. pernah dulu dipagi hari minggu, saya diajak mas ery berkeliling kota dengan berjalan kaki. melewati beberapa taman kota dan masuki kawasan braga, menelurusi gang-gang super sempit dibalik mewahnya aston hotel dan apartemen. serunya ya karena kita berdua sama-sama tidak tau gang-gang sempit ini berujung dimana. ditambah harus ekstra senyum-senyum permisi sama penghuni gang yang agak bingung melihat kami.

tidak hanya ketika berjalan kaki, saat mengendarai motorpun sama. mas ery sering nekat cari jalan yang dia sendiri tidak tau dimana akhirnya. tempo hari kami pernah berkendara motor dari rumah melewati jalan menanjak perbukitan, penuh perjuangan sampai tak jarang saya harus turun dari si bebek karena mesinnya meraung tak kuat menanjak.. berjam-jam.. melewati beberapa desa diikuti pandangan heran penduduknya, karena motor yang kami gunakan memang bukan untuk jalanan ekstrim. lalu melewati berhektar-hektar kebun tomat, sawi, kol, brokoli, peternakan sapi dan hanya berakhir di jalan kecil seberang terminal cicaheum, yang kalau lewat jalan biasa bisa ditempuh hanya dengan waktu 15 menit saja.. hahahaha.

semenjak saya hamil, kami sudah lama tidak melakukan aktitas mblusuk-mblusuk dan nyasar-menyasar itu. sekarang kalaupun berjalan kaki, biasanya dilokasi yang kalem dan ramah ibu hamil, seperti kawasan car free day dago yang udah ketauan pangkal dan ujung jalannya. kadang rindu, tapi saya sendiri kan harus sadar kondisi. meskipun dulu bisa seenaknya berjalan kaki sampai betis panas dan sesukanya duduk beristirahat di trotoar pinggir jalan sambil mengunyah seporsi cakue ber-msg.. atau nekat mencari jalan, menghantam aspal rusak dengan motor bebek yang kalau karyawan mungkin sudah resign jadi kepunyaan saya sejak lama :p


*cheers!

You Might Also Like

2 comments

  1. itu suami mu pasti klo lagi jalan kaki sendiri suka sambil ngedengerin mp3 deh

    ReplyDelete
  2. Kebiasaan yg sama! Gw sama age juga sering gt dari pacaran sampe akhirnya nikah dan hamil abis itu ga pernah hihi

    ReplyDelete