bawaan pagi

Thursday, September 13

alhamdulillah kehamilan saya sudah hampir separuh perjalanan. sudah punya nama? belum. tapi saya dan mas ery sepakat memanggilnya pagi. ada filosofinya? tentu saja. menurut kami berdua, pagi adalah awal. pagi adalah waktu yang ditunggu, waktu dimana banyak orang terbangun dan mulai mengurai nyata satu persatu mimpinya. pagi adalah kebahagiaan, pagi adalah harapan. setidaknya itu sedikit filosofi subjektif menurut saya dan mas ery yang memang sudah sama-sama mencintai pagi sejak sebelum kami berdua diresmikan sebagai suami istri. tolong ya ini bukan dangdut, ini beneran hahahaha..

jadi si pagi didalam sini usianya sudah delapan belas minggu, alhamdulillah selama ini dibilang ngidam hampir gak pernah, memang kadang suka kepengen makan makanan tertentu tapi kalau gak kesampaian hari itu ya tidak sampai manyun seharian, masih bisa diganti dengan menu yang lainnya. kalo pas lagi pengen magnum gold adanya magnum almond, ya tetep bahagia. saya juga gak anti makanan, gak banyak pantangan, pokoknya semua doyan. cuma memang level kemalasan saya lebih tinggi dari sebelum saya hamil. tapi masih dalam batas normal kok. iya kan mas ery? hahahaha. mungkin yang paling bisa disebut bawaan bayi sejauh ini soal musik kesukaan saya.

saya jarang banget addicted sama suatu hal termasuk grup musik. buat saya band apapun yang easy listening, itulah yang akan saya dengarkan.. kecuali ya si payung teduh ini. ntah kenapa dari semenjak awal hamil, saya suka banget denger liriknya, musiknya. mungkin ini yang dinamakan bawaan bayi. mas ery sepertinya sampai bosan mendengar saya merajuk soal segala hal tentang payung teduh, mulai dari pengen punya kaosnya sampai ngotot harus nonton performnya. hampir setiap hari selama di kantor saya streaming live performance video payung teduh yang memang karya lagunya baru hitungan jari. harusnya bosen sih yah.., tapi saya sama sekali enggak. 

dan semenjak pagi mulai bisa olahraga didalam perut, saya sering memperhatikan hal-hal yang akan membuatnya bergerak lucu. semalam ketika saya membaca novel sambil mendengarkan payung teduh, dia bereaksi. mungkin karena senang, mungkin karena mengajak ibunya untuk segera tidur dan beristirahat. oiya semalam juga tumben saya gak ngomel atas keinginan mas ery untuk punya sebuah ukulele yang harganya bisa dibuat biaya hidup satu bulan. bisa jadi karena ivan, salah satu personil payung teduh yang petikan ukulelenya bisa membuat saya senyum senyum girang semalaman, bahkan kalau semalam mas ery bilang ingin punya cello seperti yang dimiliki comi sayapun sepertinya akan ikhlas saja hahahaha.. dasar bawaan pagi.




*cheers!

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS