mengumpat macet

Wednesday, July 18

siapa sih yang gak tergiur tinggal di kota besar dengan segala kemudahannya. sayangnya untuk kota besar di indonesia, kemudahan yang didapat akan sangat berbanding lurus dengan ke-ke yang lain yang sifatnya negatif. kemacetan salah satunya, walaupun menurut saya kemacetan adalah harga mutlak yang harus dibayar masyarakat perkotaan, khususnya pengguna kendaraan bermotor. kalau mau gak macet, jalan kaki aja om tante. terlalu sinis ya mungkin, tapi saya memang heran sama orang-orang yang udah tau macet tapi masih pake mobil dan mengeluh setiap terjebak antrian panjang kemacetan. katakan memang harus dan perlu banget menggunakan kendaraan roda empat, kalau begitu ceritanya anggap saja macet bagian dari resiko berkendara.

saya pribadi juga bukan gak pernah terjebak macet, ketika harus bepergian menggunakan mobil dan pulang bertepatan dengan jam padat, mau gak mau ikut mengalami imbas kemodernan masyarakat kota. tapi ya dinikmati aja.. naif? enggak juga. hanya saya cukup sadar bahwa dengan saya menggunakan mobil, artinya saya juga ikut andil menyumbang kemacetan. masih layak mengumpat? enggak kan. namanya tinggal di kota besar, suka tidak suka, aktifitas, mobilitas dan tingkat kemapanan penduduknya pasti lebih tinggi dibanding masyarakat daerah kecil. kalau beli mobil bagus bisa, ngebensinin bisa, kenapa kalo kena macet gak terima? malu dong sama mereka yang bersepeda, ujan keujanan, panas kedebuan, gowes kecapean tapi gak ngeluh :p

eh ini juga pengecualian buat pengguna kendaraan umum.. kalau mereka saya hargai sepenuh hati. seenggaknya gak egois ikut memperparah kemacetan dengan mengendarai satu mobil per satu orang. saya paham sih, transportasi publik di negara ini belum cukup mengcover kebutuhan, kenyamanan dan keamanan yang harusnya sudah jadi standar suatu kota. makanya saya beri apresiasi tinggi untuk karyawan, mahasiswa dan semua masyarakat kota yang masih setia menggunakan kendaraan umum. apalagi buat pengendara sepeda dan pejalan kaki, saya punya loh temen yang kemana-mana jalan kaki, naik angkot cuma kalo udah cape.. salut. eh trus yang ngerasa kesindir maap ya om tante, postingan yang ini emang dibuat untuk nyindir sih, ahahahaha. bentar lagi puasa.. makin macet makin diuji kesabaran makin banyak pahala loh *nyengir*


*cheers!

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS