cerita tengah kota

Friday, June 22

Rotaract District Conference (RDC) adalah event tahunan yang bertujuan untuk mempertemukan perwakilan-perwakilan club dari seluruh indonesia dengan tujuan silaturahmi dan berbagi inspirasi. kebetulan tahun ini saya masih "terjebak" dalam jabatan President Of Rotaract Club Bandung Sentral Kota Kembang dan baru akan lengser setelah bulan juni. jadi memang event district conference ini semacam bakti terakhir saya untuk organisasi internasional yang sudah membuat saya kenal bandung dengan segala keunikan kota dan masyarakat terutama anak-anak mudanya. eh, kalo yang belum tau apa itu Rotaract, silahkan baca disini

jadi selama malang melintang di dunia event organisasi dan kepanitiaan, saya memang gak pernah ngerasaian yang namanya cukup panitia, selalu saja kurang. event district conference yang sekarang pun sama. panitia minim dengan jumlah peserta wow dari seluruh indonesia, bahkan perwakilan dunia. dan ini adalah kali pertama saya bikin event akbar yang lokasi penyelenggaraannya ada ditengah kota banget. saya memang sudah membayangkan, bikin acara ditengah kota akan sangat menguras energi terutama dalam hal perijinan. tapi dari hasil mematangkan ide dan mengerucutkan opini, saya dan panitia lain melihat kawasan braga adalah tempat yang paling pas untuk menyelenggarakan event dengan tema "urban creative" yang kami usung. 

ceritanya opening ceremony RDC BDG 2012 jatuh ditanggal 21 juni 2012. kebetulan bertepatan dengan kedatangan RI2 untuk membuka muktamar salah satu organisasi islam. (sialnya) gedung tempat RI2 membuka acara dan gedung tempat kami membuka district conference hanya terpisah tembok. ya bayangkan saja berapa banyak aparat keamanan yang berjaga dan rewel banget sama keberadaan kita disana. oke. saya ngerti kok, namanya pemimpin negara.. ya harus sangat ketat pengamanannya. tapi gak harus jadi ganggu apa yang sudah kami persiapkan dengan matang dari jauh-jauh hari kan? toh kita sama-sama warga negara indonesia, punya hak yang sama untuk memakai suatu tempat, apalagi kami sudah sangat taat prosedur.

bisa ditebak, ditengah acara saya didatangi seorang tegap tanpa pakaian dinas. minta bertemu panitia, minta rundown acara, minta print proposal, dan terakhir minta acara diundur jadi besok. WHAT THE?? langsung istighfar dalam hati, saya tahan-tahan diri banget, takut terlalu nyolot karena hormon yang lagi hilir mudik didalam tubuh saya sedang dalam kondisi tidak stabil karena hamil. walaupun alhamdulillahnya saya sukses menahan amukan dengan hanya mengeluarkan kalimat singkat dan tegas "GAK BISA PAK" dengan ekspresi wajah yang siap nerkam. ya coba deh bayangin gimana rasanya ngerencanain satu event akbar dari berbulan-bulan lalu, pontang panting ngurusin mulai dana sampai acara, trus pas hari H, tiba-tiba satu orang dateng dan minta acara di mundurin karena dianggap menganggu sterilisasi RI2. 

gak cukup sampai disitu, bapak intel yang terhormat tetep gak puas sama jawaban yang sudah saya paparkan dengan ekstra jelas dan ekstra sabar. dia ngotot mau ketemu penanggung jawab event yang kebetulan waktu itu ada untuk membuka acara. ya saya pertemukanlah dengan senang hati. lima belas menit saya membiarkan sang intel bertemu dan ngobrol langsung dengan penanggung jawab RDC 2012 yang kebetulan seorang petinggi koran terbesar di jawa barat. saya menunggu dibelakang, ketika selesai dan bertemu saya lagi sang intel tersenyum dan memasang ekspresi wajah yang terlalu ramah "neng, penanggung jawab acaranya pimpinan koran PR ya? waaah.. atuh deket dong kantornya dari sini". ASEM! pengen saya telen rasanya $%$&*^*#@%!!!



*cheers!

1 comment:

  1. dan kemudian ada polisi yang minta duit sejuta, trus ada tentara yang sms gw minta duit juga. amit2 dah polisi dan tentara indonesia

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS