bandung rumah bandung

Tuesday, April 24

aha! akhirnya saya kembali lagi ke kota ini setelah total 18 hari terdampar di pinggiran jakarta. memang agak drama, tapi kepergian kali ini adalah yang paling lama semenjak hampir 8 tahun saya tinggal disini. biasanya, kalau pergi ketempat yang jauh sekalipun, jangka waktunya bekisar antara satu minggu sampai sepuluh hari, tak pernah lebih dari itu. saya memang terlalu cinta bandung sehingga tidak punya banyak alasan untuk berlama-lama meninggalkan kota ini. seperti yang pidibaiq bilang "bandung bukan hanya tentang letak geografis, tapi juga tentang perasaan" yeah, saya sangat setuju itu. 

ceritanya 18 hari kemarin saya menunaikan salah satu kewajiban untuk menggugurkan satu huruf C didepan tiga huruf PNS yang sudah setahun lebih menjadi gelar kepegawaian saya. diklat prajabatan yang berlangsung di pusat pengembangan tenaga kependidikan (pusbangtendik) kementrian pendidikan buat sebagian orang memang bukan suatu momok yang menakutkan, tapi entah kenapa buat saya suatu hal yang cukup berat untuk dilewati, terutama dihari-hari pertama. rasanya ingin segera mengejar waktu supaya dia berlari terburu. aneh, padahal segala sesuatu disana nyaris menyenangkan secara keseluruhan, pengetahuan baru, teman-teman lucu, aktivitas seru. tapi ada hal yang mengganggu, saya sendiri tak tau apa itu, satu hal yang membuat saya ingin secepatnya pulang.

selama mengikuti diklat prajabatan, mendadak hidup saya jadi serba teratur. mulai dari bangun sampai tidur lagi, seolah langsung terjadwal dengan baik dan benar. bayangkan saja, selama belasan hari tanpa libur saya harus selalu bangun jam 4.30 untuk sholat dan siap-siap senam pagi, lalu selesai senam menuju ruang makan untuk sarapan, lalu antri mandi, lalu apel pagi, lalu masuk kelas sampai makan siang, lanjut lagi sampai menjelang maghrib, lalu mengerjakan tugas yang tersisa, lalu makan malam, lalu tidur kemudian pagi lagi, begitu seterusnya selama belasan hari. sungguh monoton dan membosankan. parahnya lagi, kemonotonan aktivitas didukung oleh materi belajar yang bikin otak kanan sukses libur panjang. ratusan teori dan materi mengalir begitu saja tanpa bisa menginspirasi kreasi. 

tapi alhamdulillah semua sudah dilewati dengan baik. yang paling saya syukuri adalah karena saya jadi punya banyak teman, bahkan dari seluruh indonesia. teman dengan ragam karakter dan perilaku yang membuat saya jadi "kaya tawa". selama disana banyak hal yang akhirnya bikin saya sadar bahwa kota bandung dan sepetak tanah bernama rumah adalah tempat paling indah. bahwa memasak, menyapu, menyetrika dan urusan rumah tangga lain yang merepotkan itu bisa membuat saya jauh lebih bahagia. bahwa duduk menyantap menu sederhana dalam satu meja sambil bercerita bersama orang-orang yang saya cinta adalah kebutuhan hidup saya yang sesungguhnya :)




*cheers!

3 comments:

  1. pengalaman baru jeng...
    saya dulu pendidikannya 7 bulan kayak gitu, mana cowok semua.

    just enjoy it. nanti di suatu masa kita akan merindukan waktu-waktu itu..

    ReplyDelete
  2. @ tia : alhamdulillah.. bekel permen, 18 hari disana abis 4 bungkus permen.

    @ mas agus : hahaha.. iya sih. kangen.. kangen sama kerja cepatnya. kalo dikantor orang2nya kaya gitu semua pasti oke berat.

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS