saya, lupa dan pena

Monday, March 19

saya pelupa, meski tak sampai mendekati level tupai yang selalu lupa dimana menyimpan makanannya. dalam tingkat yang tidak berlebihan, lupa itu manusiawi. tapi sering jadinya jengkel sendiri. faktor utamanya adalah karena saya sering terburu-buru dalam melakukan sesuatu. mas ery paham betul sifat saya yang satu ini. terburu-buru menaruh ini, terburu-buru menyimpan itu, lalu ketika dicari saya susah sekali untuk mengingat kembali. padahal selalu ketika saya merapihkan barang-barang yang saya punya, saya menaruh semua pada tempatnya agar mudah ditemukan. beberapa kali saya juga mencoba menerapkan sistem mind mapping didalam kepala agar tak mudah lupa. tapi sepertinya sebelum saya bisa menghilangkan sifat terburu-buru, penyakit lupa yang saya derita akan selalu datang lagi dan lagi :p

jadi karena mudah lupa itulah saya suka menulis. saya tak bisa lepas dari pena, saya suka mencatat apapun yang akan dan sudah saya kerjakan. saya selalu membawa pena dan buku kecil kemana-mana. walaupun tidak semua yang saya kerjakan saya tuangkan dalam bentuk tulisan, kalau sedang kumat malas, saya sering hanya menggambar bentuk tak karuan lalu menarik garis panah dan memberi keterangan dengan tulisan ala kadarnya. untuk kemudian esoknya tak bisa dibaca dan saya lupa menulis apa. hahaha.. tapi setidaknya cukup ampuh untuk merekam banyak jejak apa dan kapan. tempo hari ketika saya mempersiapkan pernikahan, buku dan pena adalah the most important thing. sampai lembar-lembar kertasnya keriting karena sering dibolak balik, sampai warna sampulnya lusuh tak karuan. sampai si buku catatan itu sudah tak punya lahan kosong untuk ditulisi lagi, sampai akhirnya si pena hilang entah kemana, saya lupa. 



*cheers!

1 comment:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS