konsistensi mimpi

10:06:00 pm

tiba-tiba saya menemukan kesimpulan yang lahir dari pemikiran sendiri, soal mimpi. seolah mengalir air jemari loncat kesana kemari mengetik rangkaian huruf jadi kalimat "bermimpi itu mudah. konsisten untuk mewujudkannya itu yang susah" seperti sengaja berkaca untuk menampar muka. saya memang merasakan itu, saya punya banyak mimpi, setiap hari saya membikin mimpi lagi dan lagi tanpa punya konsistensi untuk mewujudkannya. mungkin karena mimpi saya penuh toleransi. sering tak apa jika tidak bisa toh masih ada ini dan itu penggantinya. saya seperti sedang berada di zona nyaman. merasa sangat cukup merasa sangat bahagia, jadi sudah saja. bukankah hidup harus selalu penuh rasa syukur? lalu saya mulai ragu apakah saya sedang bersyukur ataukah saya malah sedang dibuai nyaman. keduanya mungkin punya ciri yang relatif sama.. hanya bedanya yang satu berpahala, satunya lagi berbahaya.


*cheers!

You Might Also Like

1 comments

  1. suka ini!!
    ngomong ama mimpi itu gampang, tapi membuat semuanya berjalan dengan lancar apalagi sampe berhasil pastinya hal yang sangat sulit apalagi menuntut semuanya harus perfect
    thumbs up!

    ReplyDelete