membagi kita dan apa saja

12:18:00 pm

beberapa bulan lalu, saya dan teman-teman dari IF peduli bikin event sederhana. event yang ide awalnya gara-gara dedeph, adik tingkat saya yang bekerja disatu publisher ternama di bandung. waktu itu dia bilang kalau dikantornya sedang ada diskon buku besar-besaran. ah, saya yang kebetulan punya cita-cita bikin taman baca.. tanpa pikir panjang langsung memborong banyak buku cerita anak. katakan saja khilaf, karena setelah buku ada ditangan, saya malah bingung mau diapakan. hahahaha. pikir punya pikir, saya menghubungi seorang teman yang kebetulan sedang coass di RSUD Hasan Sadikin. awalnya cuma tanya prosedur berkunjung, tanya berapa jumlah pasien anak, tanya kemungkinan ini dan itu, lalu semuanya mengalir begitu saja. setelah diskusi lewat grup facebook, bbm sama beberapa teman, akhirnya kami memutuskan untuk sharing sedikit yang kami punya dan apa yang kami bisa ke bangsal anak kelas tiga di RSUD Hasan Sadikin.

ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, karena bangsal kelas tiga itu diisi oleh banyak anak dengan rentang usia yang berbeda-beda. kami kan tidak mungkin memberi buku cerita untuk bayi mungil dalam inkubator. kami juga tidak mungkin memberi buku mewarnai pada seorang anak yang sudah kelas 5 sd. jadilah berkali-kali sepulang kerja saya mengunjungi bangsal anak untuk mendata, memastikan berapa banyak anak yang ada disana juga rentang usianya. tapi alhamdulillah, kerjasama semua personil IF peduli luar biasa solid. yang rela ninggalin tugas rumah setrikaan segunung demi beli susu dan kue ada, yang rela look like kurir paket kilat dengan kardus besar berisi puluhan papan gambar dibelakang motornya juga ada, bahkan sampe ada yang nyaris kecopetan karena harus desek-desekan belanja mainan.

ketika sampai di bangsal anak perasaan pedih, ngilu dan haru adalah yang paling mendominasi. melihat banyak selang disuntikkan kedalam kulit tipis tubuh-tubuh mungil, ruam-ruam biru bekas jejak jarum suntik yang sudah sering berpindah nadi ke nadi. sungai kecil beralur dipipi, hasil air mata yang lewat tak terkendali, pastilah nyeri. sang pemilik tubuh hanya terbaring lemah di kasur tua khas bangsal kelas ujung. bangsal anak kelas tiga, mungkin momok bagi semua orang tua, tak ada satupun dari mereka yang ingin anaknya terbaring disana jika keadaan tak memaksa. ketika kami datang.. orang tua atau siapapun yang mendampingi anak-anak itu tersenyum berbinar. lalu seolah sudah lama terpendam, mereka berbagi keluh kesah. tentang rasa khawatir, tentang keinginan semua cepat berakhir, tentang optimisme yang kalau saya jadi mereka, mungkin saya susah memilikinya.

cerita berbeda ketika akhir januari lalu saya dan rotaract bandung sentral berkunjung ke desa binaan di pengalengan, jawa barat. kalau yang ini acara senang-senang, bermain sambil belajar sama anak-anak di desa marga mukti. bermain bareng sampah belajar tentang lingkungan. kenapa targetnya anak-anak? karena ilmu dan sugesti itu memang paling mudah ditanamkan ke anak-anak ketimbang orang dewasa, kalau orang dewasa banyak ngeyelnya. hahaha. orang dewasa gak bisa bermain sambil belajar, harus serius.. kalo serius jadi ngantuk. kalo ngantuk jadi gak fokus. blunder kan? :p sedangkan saya dan rotaract waktu itu rindu sekali bersenang-senang. butuh begadang beberapa malam untuk membuat slide story telling tentang sampah dan kebersihan lingkungan. slidenya dari karton putih ukuran besar yang digambar manual menggunakan krayon warna warni. punya temen-temen yang tingkat kreatifitasnya diatas rata-rata emang gak ada ruginya. kebetulan event yang ini saya cuma terima beres dan terima eksis, karena emang jadwal kegiatan saya gak pernah pas untuk bisa bantu-bantu mewarnai dikamar kost naluri.

tepat dihari H, kami semua berangkat pagi sekali. karena lokasi yang kita tuju cukup jauh dari bandung. lagipula kami butuh waktu untuk menyiapkan dan instalasi macem-macem keperluan story telling. kami surprise karena jumlah anak-anak yang dikumpulkan oleh kakak pembina desa ternyata banyaaaak sekali. keceriaan semakin menjadi, tawa anak-anak juga makin mengudara apalagi trio kiki, ibel, naluri mengkonsep banyak permainan kreatif untuk dimainkan bersama. yang jelas suasana balai desa pagi itu hangat dan menyenangkan sekali. selesai main, saatnya kita story telling, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tentang bahaya sampah plastik dan tentang serunya tanam menanam yang dipraktekkan langsung dihalaman balai desa. setelah selesai semua rangkaian acara, baru deh kita cemil cemil ganjel perut sebelum makan siang. alhamdullah acara dengan persiapan yang tergolong mendadak ini berjalan lancar dan menyenangkan.


kalau saya boleh berpendapat (sekaligus berkaca), sering kesibukan dan rutinitas kita sehari-hari membuat kita lupa hal-hal kecil disekitar, kita sibuk membahagiakan diri dengan mengejar dan mewujudkan apa yang kita impikan. padahal bahagia itu tidak hanya bersumber dari kita semata. dari orang tak dikenal bisa saja, dari senyum mereka yang kita bagi juga bisa. berbagi apa saja, apapun yang kita punya, ke siapapun yang membutuhkannya. gak harus melulu materi, ilmu dan apa yang kita tau juga bisa dibagi. toh memang tak melulu perlu pergi ketempat rekreasi untuk wisata hati, cukup dengan berbagi, tak cuma bikin bahagia, tapi juga bikin hati makin kaya :)

*cheers!

You Might Also Like

3 comments

  1. pengen punya moment seperti ini.. ada beberapa buku yang udah terkumpul di box persiapan tapi belum ada konco lainnya yg mau ikut bergabung..

    mudah2an one day bisa kesampaian juga amin..

    Happy Blogging :)

    ReplyDelete
  2. hai mimi. ayooo dibagi.. :) share via jejaring sosial.. pasti banyak yang pengen ikutan deh :D atau ajak temen-temen lama..

    ReplyDelete
  3. baru baca ini .. indahnya berbagi :)

    ReplyDelete