unforgettable dragon pearl

Friday, February 3

makan malam didalam gua adalah satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, bahkan dulu ketika masih berstatus siswa pecinta alam. tapi ceritanya kemarin dalam pelayaran sepanjang ha long bay, saya merasakan sensasi makan malam didalam gua. memang gua yang ini tidak angker, tidak terjal dan dramatis seperti yang biasa didokumentasikan wartawan national geographic. gua yang ini memang sudah disiapkan menjadi tempat layak kunjung, dengan tangga-tangga dari batu yang sudah terpahat rapi dilengkapi penerangan yang memadai. untuk bisa sampai ke gua, semua turis dan awak dragon pearl diboyong menyebrang laut menggunakan sekoci. dengan suhu dingin, penerangan seadanya, gerimis dan angin kencang, kami semua lebih mirip peserta fear factor ketimbang wisatawan yang sedang berlibur :p

kami harus menaiki banyak anak tangga untuk bisa sampai ke mulut gua yang kecil, lebar mulut gua kira-kira hanya bisa dilewati 2 orang dewasa asia secara bersama-sama. namun ternyata lambung gua cukup besar untuk menampung 20an orang, didalamnya bahkan sudah disiapkan sebaris meja untuk menyajikan berbagai hidangan makan malam. berbagai menu makanan tersaji lengkap dengan penghias dan filosofinya. seperti udang lemon dengan hiasan dua burung bangau diatasnya, atau cumi bakar dengan elang terbang dari buah nanas sebagai pelangkap, bahkan barbeque dengan miniatur kapal dragon pearl dari labu yang persis sama dengan aslinya. tak hanya itu, awak kapal memperlakukan kami semua dengan sangat istimewa, sampai malu sendiri rasanya. karena jujur ini kali pertama saya dan mas ery berlibur full service layaknya turis kaya eropa. biasanya, kami benar-benar hanya bermodal ransel, peta, nyali dan intuisi.

miniatur dragon pearl dari labu yang persis sama dengan aslinya

satu yang seumur hidup tidak mungkin kami lupakan adalah surprise dari awak kapal seusai makan malam. masih didalam gua, mereka yang tau kami sedang dalam rangkaian tour bulan madu, ternyata sudah menyiapkan surprise kecil. kue tart dengan tulisan happy honeymoon, kalung dari cangkang kerang dan nyanyian vietnam yang kami tak tau apa artinya. anne, erwin, melanie dan semuanya juga jadi ikut bernyanyi lagu ceria dari negara mereka masing-masing. sulit diceritakan betapa bahagia sekaligus malu rasanya kami kala itu. banyak doa yang terucap dari mereka, orang-orang yang kami tidak pernah kenal sebelumnya, membayangkan untuk bertemu-pun kami tidak pernah. bahkan pasangan paruh baya, seorang nenek dengan suami pesulap mendokan agar kami selalu berbahagia seperti mereka, juga agar mas ery jadi seperti suaminya. menjadi pribadi menyenangkan seperti suaminya tentu saya amini, tapi untuk menjadi sama dengan profesinya? NO! saya gak kebayang kalo harus punya suami pesulap. hahahaha..

tuhan selalu adil dengan mengharuskan kami menyudahi segala kesenangan ketika kami semua mulai akrab, mungkin supaya kami meninggalkan kesan baik satu sama lain. pelayaran berakhir disabtu pagi yang dingin dan berkabut. setelah saling bertukar email, kami harus rela meninggalkan ha long bay yang damai dan para awak dragon pearl yang menyenangkan. satu-satunya yang melegakan adalah setidaknya didarat kami tidak harus berputar-putar lagi mencari arah kiblat ketika sholat. karena selama dalam pelayaran dragon pearl, mas ery harus selalu awas dengan kompas untuk mengarah kiblat disebabkan arah kapal yang berubah ubah. well, kalau di twitter banyak orang bilang soal bahagia itu sederhana, sayapun ingin bilang hal yang sama. bahagia itu sederhana ketika kamu tidak mampu banyak berkomunikasi dengan orang asing karena keterbatasan bahasa, kamu tetap punya senyum dan tawa sebagai penyambung cerita. saya yakin meski tidak terucap kata, semua penghuni dragon pearl kemarin merasakan bahagia dalam porsi yang sama.

farewell dragon pearl

*cheers!

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS