adrift in hanoi

11:05:00 am

setelah resmi jadi pasangan sehidup semati *amiiin*, alhamdulillah kami mendapat hadiah dua tiket untuk menghabiskan sisa cuti ke negara tetangga, hari senin setelah resepsi. karena mengejar pesawat pagi, maka kamipun berangkat dini hari dengan kondisi badan yang masih lelah karena minim istirahat selama mempersiapkan pernikahan. tapi jangan bayangkan kami berangkat berbulan madu dengan travelbag beroda, karena alhamdulillah selama ini saya dan mas ery sehati soal me(nggunakan)ransel kapanpun, kemanapun kami pergi berlibur. jujur ini adalah perjalanan tanpa persiapan, bayangkan saya baru tau kami jadi berangkat tepat dihari saya menikah, hanya punya waktu kurang dari 1x24 jam untuk packing dan mempersiapkan semua keperluan, bahkan saya sama sekali gak tau kondisi cuaca apalagi kebiasaan masyarakat disana. tapi justru disitu serunya.

dari indonesia kami transit di bandara changi, singapura untuk beberapa jam kemudian melanjutkan penerbangan ke hanoi. begitu pesawat mendarat dibandara noi bai, kami melewati tahapan imigrasi, alhamdulillah tidak ada kendala berarti, bahkan menurut saya pengamanannya jauh lebih longgar, petugas imigrasinyapun tidak segalak imigrasi arab saudi tempo hari. lucunya begitu keluar bandara kami harus menelan keki dengan kondisi cuaca yang ternyata sedang musim dingin berangin dengan pemandangan langit berkabut abu-abu, perkiraan suhu sekitar 15 derajat celcius waktu itu. sementara semua pakaian yang kami kemas dibackpack adalah standar pakaian wilayah tropis bermatahari tidak ada satupun yang bergenre wool atau polar. hanya bisa pasrah dan tersenyum geli, bertekad apapun yang terjadi, kami harus tetap senang-senang dikota ini.

dari bandara menuju hotel memakan waktu sekitar 45 menit. sepanjang perjalanan diatas aspal keriting itu kami mulai menyimpulkan beberapa kesan pertama tentang kota hanoi yaitu soal bangunan rumah yang 98%nya bergaya ruko atau rumah toko, kotak berlahan sempit dengan minimal 3-4 lantai menjulang keatas persis seperti sarang burung walet. arsitek rumah sudah pasti tak laku di negara ini :p  kesan kedua adalah soal skill menyupir semua pengemudi di hanoi yang ada dilevel stuntman. jalan kecil, ugal-ugalan, salip kanan kiri tak lupa berbonus klakson nyaring berkali-kali saling bersahutan dari semua pengemudi. oyah, disini kendaraan menggunakan stir kiri, jadi otomatis segala peraturan lalu lintasnya terbalik dan berbeda dengan di indonesia. nah dengan "peraturan" yang tidak biasa menurut kami maka kami simpulkan tingkat stress pejalan kaki di hanoi lebih tinggi dibanding pejalan kaki di beberapa kota padat wisata di indonesia. nyebrang jalannya bingung ditambah pengemudi disini murah klakson sekali.

sesampainya di hotel, semua kesimpulan kami sepanjang jalan dari bandara tadi seperti di-amini. hotel disini seperti ruko, jalan didepannya hanya cukup untuk dua mobil berpapasan dengan kecepatan maksimal 10 km/jam. trotoar jalan dipakai untuk menampung kaki lima, parkir motor, sepeda dan juga pemuda bergerombol yang nongkrong sambil makan semangkuk besar mie atau minum bia hoi dan mengunyah kuaci. jadi pejalan kaki, mobil, motor, sepeda, pedangang keliling, becak semua jadi satu saling adu nyali dijalan-jalan kecil didalam kota, wow sekali. tidak ada bangunan indah disini, semua bangunan kecuali hotel nyaris usang dengan cat dinding yang tak jelas apa warnanya dan kabel-kabel listrik yang semakin mempertegas rumitnya wajah pusat kota hanoi.

sayangnya hari itu kami tak sanggup untuk langsung berjalan-jalan keliling hanoi, kelopak mata terlalu enggan bertahan bahkan untuk satu dua jam kedepan. akhirnya dengan sukses kami melewati hari pertama di hanoi dengan tidur sepanjang hari, anggap saja sambil tubuh menyesuaikan kondisi cuaca tak terduga. biar esok hari tenaga pulih, badan fit dan siap mengeksplorasi hanoi dengan berjalan kaki :p

xich lo (sejenis becak) merupakan salah satu alat transportasi di hanoi


bia hoi : adalah minuman keras khas vietnam berupa hasil fermentasi beberapa bahan. ular dan kalajengking-pun bisa termasuk didalamnya. yaik.
*cheers!

You Might Also Like

0 comments