tour the museum

Friday, January 20

tepatnya di district 1 tempat kami menginap adalah wilayah padat dengan lalu lintas semrawut dan hiruk pikuk klakson mengudara. tapi hanoi adalah kota yang unik, tidak heran ada banyak wisatawan asing yang betah berkeliling di kota ini. hanoi adalah negara dengan sistem pemerintahan komunis yang anti kapitalis, jangan berharap ada mall atau franchaise menjamur seperti alfamart dan carefour di kota ini, sama sekali tidak ada. KFCpun saya rasa hanya ada satu di hanoi, tidak ada mc.donald apalagi pizzahut dan starbuck. yang ada dikota ini hanya pasar tradisional dan toko toko kecil dijalanan yang padat. pusat keramaian di hanoi bisa puas dikelilingi hanya dengan waktu dua hari dengan berjalan kaki. sekali-kalinya kami naik taksi adalah ketika ingin mengunjungi mausoleum Ho Chi Minh. itupun karena kami terlambat bangun dan takut mengambil resiko nyasar yang bisa menyebabkan kami ketinggalan jam operasional mausoleum.

mausoleum Ho Chi Minh adalah tempat bersemayamnya bapak bangsa vietnam yang berhasil membawa vietnam merdeka dari penjajahan. untuk masuk kesini semua serba ketat, kami wajib menitipkan semua barang yang kami bawa dengan petugas yang tidak ramah, mesti baris ala tentara bersama dengan pengunjung lain, sampe harus melewati mesin sensor elektronik untuk memastikan kami tidak membawa apapun barang perekam dan pengambil gambar. haduh, gimana mau bisa ngambil gambar kalo tentaranya aja galak banget, keburu ciut nyali. dari pintu masuk kami digiring dengan tetap harus berbaris menuju lapangan dimana mausoleum dibangun dengan gagah. dari luar tampak seperti bangunan aula pertemuan dengan batu alam berwarna abu kehitaman yang menghias keseluruhan dinding, lengkap dengan pengamanan tentara berseragam putih disetiap meternya. 

ritual kunjungan belum cukup sampai disitu, setibanya dilapangan kami tetap harus antri menunggu untuk dapat giliran masuk kedalam mausoleum. tapi semuanya sebanding dengan pemandangan yang kami lihat didalam. melihat paman Ho terbaring dipeti kaca sukses membuat bulu kuduk saya berdiri. benar-benar pembalseman yang sempurna, sampai ekspresinya pun seperti hanya sedang tertidur sambil tersenyum seolah siap terbangun kapan saja ada yang membangunkan. peti kaca didalam ruangan itu sedikitnya dijaga oleh 6-10 tentara. hanya beberapa menit kami masuk kedalam ruangan itu, karena dari awal pintu masuk sampai selesai dipintu keluar kami harus tetap berjalan tidak boleh berhenti.

dari kejauhan, mausoleum Ho Chi Minh dan antrian masuk pengunjung

selesai mengunjungi persemayaman paman ho, kami mampir kebeberapa museum yang letaknya berdekatan satu sama lain. disini saya menyimpulkan masyarakat vietnam adalah masyarakat yang menghargai seni juga sejarah perjuangan anak bangsa, terbukti dari banyaknya museum yang menampilkan riwayat perjuangan kemerdekaan vietnam, bukan berupa foto-foto sejarah seperti yang biasa kita temui di museum indonesia tapi berupa lukisan dan poster stensil propaganda. ketika mengunjungi beberapa museum kami berbarengan dengan segerombolan pemuda berseragam militer vietnam. sepertinya siswa baru yang sedang belajar sejarah. masing masing mereka membawa buku dan mencatat apa yang disampaikan oleh seorang perempuan yang saya tebak adalah guide museum. dasar pemuda, sepertinya ditiap negara sama saja.. yang serius mencatat ada, yang mengekplorasi museum ada, yang berpisah dari rombongan dan merokok diluar juga banyak.

untuk masuk ke tempat-tempat bersejarah di hanoi tidak perlu mengeluarkan banyak uang. apalagi posisi rupiah memang lebih kuat daripada dong, mata uang vietnam. untuk satu tempat rata-rata kita hanya mengeluarkan 10000-20000 dong atau setara dengan 5000-10000 rupiah. murah kan? berikutnya kami mengunjungi sebuah kuil yang dikenal dengan nama Van Mieu, untuk melihat beberapa patung, karya sastra, dan berbagai karya seni lainnya yang berusia berabad-abad. lucunya ketika kami duduk untuk beristirahat di kuil ini, ada seorang yang menyapa kami dengan bahasa melayu terbata-bata "dari mana?" agak terkejut karena ketika kami mencari sumber suara ternyata yang menyapa kami adalah seorang pemuda lokal vietnam. cerita punya cerita, ternyata dulu dia sempat bekerja di malaysia. lalu dengan bahasa melayu sekedarnya, dia berusaha membantu kami merekomendasikan tempat-tempat lain yang wajib dikunjungi.  

setelah puas mengunjungi banyak tempat bersejarah di hanoi kami memutuskan untuk berjalan kaki pulang ke hotel. memang kami mesti berjalan agak jauh, tapi buat kami jalan kaki adalah satu hal menyenangkan yang bisa dilakukan dengan murah dan mudah, karena selain akan lebih menghemat biaya, kita juga bisa memperhatikan banyak hal unik, perilaku penduduk lokal, dan banyak lagi yang tidak bisa kita lihat atau kita perhatikan jika kita berada didalam taksi. selain itu berjalan kaki diudara sedingin hanoi adalah salah satu cara lelah mudah menghangatkan tubuh :p

salah satu dari sekian banyak poster tentara dihampir setiap sudut kota

*cheers!

1 comment:

  1. ternyata ada juga mata uang yang nol nya lebih nantang dari rupiah bhahahaha

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS