mengelilingi naga

Tuesday, January 24

ha long bay

bercerita tentang ha long bay tentulah bukan suatu nama yang asing ditelinga para penggemar travelling. ha long adalah sebuah teluk yang berlokasi diutara vietnam dan mendapat julukan rock wonder of the sky. teluk yang berbatasan langsung dengan perairan china ini terdiri dari hampir 2000an pulau-pulau kapur yang tersebar dengan sangat indah. nama Ha Long sendiri memiliki arti tempat turunnya sang naga, karena konon dipercaya keindahan alam yang ini adalah jelmaan batu-batu permata yang dimuntahkan oleh keluarga naga ketika menolong rakyat vietnam yang sedang menghalau serangan tentara cina. segala keindahan yang ada diteluk ini membuat UNESCO menetapkan ha long bay sebagai salah satu situs warisan dunia. tidak sulit menemukan penyedia jasa tour ha long bay di hanoi, hampir semua paket wisata disini menjadikan ha long bay sebagai salah satu tempat tujuan wisata utama di vietnam. pilihan paket wisatanyapun macam-macam, mulai hanya menginap 2 hari 1 malam, sampai 4 hari 3 malam.

pagi dihari ketiga, kami dijemput oleh salah satu provider yang menyediakan layanan tour ha long bay. perjalanan hanoi - ha long bay membutuhkan waktu sekitar 3.5-4jam dengan sopir travel yang punya nyali cukup besar untuk menerobos perlintasan kereta api yang sudah ditutup. selama menuju ha long bay tidak ada yang bisa diceritakan selain dingin dan kabut abu-abu menyelimuti jalanan. sekitar tengah hari kami sampai disebuah dermaga kecil yang sudah penuh dengan wisatawan asing, standar turis paling banyak sih pasti dari eropa. sisanya ada beberapa dari india, china dan kami berdua dari indonesia, minoritas sekali. selama menunggu giliran berlayar ada seorang guide yang menempatkan kami kedalam kelompok-kelompok kecil, untuk selanjutnya meminta kami mengingat nama grup "dragon pearl number one". suhu di dermaga waktu itu dingin sekali, sepanjang mata memandang ke teluk ha long hanya ada bayangan-bayangan kapal kayu berwarna kehitaman tertutup kabut. persis seperti kumpulan kapal perang menunggu aba-aba menyerang. kapal-kapal kayu tersebut rata-rata berkapasitas 16 turis dan sekitar 8 awak kapal. dari dermaga, kami menggunakan sekoci untuk menuju kapal yang sedang terparkir ditengah laut.

 dragon pearl, kapal yang membawa kami berlayar

ternyata, fasilitas didalam kapal mungil ini tak kalah dengan fasilitas hotel berkelas. beberapa kamar dengan jendela luas yang langsung menghadap pemandangan ha long bay, shower dan air hangat, tak lupa bonus awak kapal yang mudah tersenyum. kapten kapalnyapun berseragam lengkap angkatan laut dengan topi dan lencana dikedua bahunya. kami mengawali pelayaran hari itu dengan berkenalan sesama penghuni kapal dilanjutkan dengan makan siang sambil si kapal berlayar perlahan mengelilingi pulau-pulau kapur. pulau-pulau kapur disini banyak yang berprofil lucu seperti kura-kura, anjing bahkan ekspresi laki-laki berjenggot yang sedang marah. sulit digambarkan betapa ha long bay sangat indah dengan air jernih berwarna kehijauan, goa goa menganga, burung-burung pemangsa ikan melayang diudara dan sesekali menukik menyambar mangsa.

selesai menenangkan lambung, kami semua bermain kayak, melihat keindahan pulau-pulau kapur dari jarak dekat. awalnya saya enggan, mengingat suhu dingin lalu membayangkan perahu ringan dan mungil berkapasitas dua orang itu seolah rapuh dan bisa terbalik kapan saja, tapi rasa ingin tau membunuh segala ketakutan dikepala. satu pesan moral yang saya dapat adalah, bermain kayak disuhu luar biasa dingin berangin dengan berat badan dibawah standar bule eropa bukanlah ide bagus. cape ngedayung kebawa angin.. hahahaha. eh tapi saya sih gak ngedayung.. saya sibuk foto-foto sambil menguji cinta dan talenta mas ery yang dulu katanya sempat menduduki jabatan ketua dalam divisi rafting :p 

malam harinya kapal berhenti berlayar ditambatkan ditengah laut sambil kami menyantap makan malam, mungkin ini pertama kalinya saya melewati makan malam sepanjang dua jam. lamaaaa banget, saking banyak dan enaknya menu yang disajikan. alhamdulillahnya kami tak perlu khawatir menyoal jenis makanan dikapal ini, karena semua sudah by request "no pork" jadi sang koki membedakan beberapa menu khusus untuk kami. selesai ritual makan malam, beberapa turis kembali pada aktifitasnya masing-masing, ada yang bermain kartu, ada yang uji nyali menantang angin dengan berdiri diatas geladak kapal, ada sekedar duduk-duduk dibar sambil meneguk bergelas-gelas wine, bahkan ada juga yang memancing ikan dilaut bersama para awak, tanpa umpan tapi tetap menghasilkan beberapa ikan dan cumi-cumi besar. memang dengan arus tenang dan kawasan yang sangat terjaga pastilah teluk ha long ini kaya "penghuni".


*cheers!

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS