seperti pagi

Wednesday, December 19

pagi yang langitnya penuh doa dan harapan.
pagi yang langitnya benderang dan menenangkan.
karena seperti itulah kamu nanti.
seperti pagi yang setiap hari selalu dinanti :)


cium sayang, ibu.

pesan dari pi

Monday, December 17


jarang-jarang banget ya saya ngebahas film di blog ini. selain karena gak terlalu hobi nonton, saya juga orang yang gampang lupa sama film yang udah saya tonton. dan saya bukan termasuk orang yang nyesel banget kalo film box office terlanjur turun padahal belum sempet nonton. tapi life of pi ini menarik perhatian banget deh. dari visual trailernya udah keren banget, dan saya baca-baca reviewnya juga banyak yang bilang film ini bijak banget. jadilah saya ngotot banget pengen nonton film ini.. dan ternyata, emang beneran keren!

awal cerita film ini cukup bikin kaget, ceritanya tentang anak kecil yang punya rasa ingin tau lebih tentang Tuhan dan Ketuhanan. sampai dia merasa harus memeluk tiga agama sekaligus, hindu, kristen dan islam.  dia berterimakasih pada dewa khrisna, berdoa pada jesus dan melakukan sholat seperti layaknya muslim. agak kontroversi memang. bahkan katanya kalau di buku life of pi, dipaparkan jelas perdebatan antar tiga pemuka agama. tapi scene soal kontroversi agama di filmnya gak lama, tau-tau si cerita masuk ke awal mula petualangan pi, berlayar meninggalkan india.

bagian dari film ini yang bikin saya merasa tertampar adalah soal pesan tanggung jawab yang disampaikan pi. kebanyakan dari kita (saya juga) sering merasa tanggung jawab adalah bagian dari beban kehidupan. dengan kita diberi suatu tanggung jawab, maka beban hidup kita semakin bertambah berat. tapi di film ini pi melihat tanggung jawab dari sisi lain. dicerita ini pi bertanggung jawab atas lapar dan hausnya richard parker, dan justru rasa tanggung jawab itulah yang membuat dia bisa lebih kuat, lebih punya tujuan hidup, lebih berusaha sekaligus lebih bahagia.

setelah dipikir-pikir, emang bener ya. kita sering gak sadar, sebenernya yang membuat kita menanti pagi, bersemangat menghadapi hari adalah tanggung jawab yang ada didepan mata kita. tanggung jawab membuat kita lebih tau do and don'ts, tanggung jawab menciptakan passion tersendiri dikehidupan sehari-hari. dan ketika kita sudah berhasil memenuhi tanggung jawab itu, otomatis akan ada perasaan bahagia. coba, tanpa itu semua.. kita pasti jadi orang yang luntang lantung dan gak punya tujuan hidup.

sebenernya masih banyak pesan yang disampaikan di film ini, tentang keikhlasan, tentang pasrah dan berserah, tentang kemenangan dan harapan, juga tentang Tuhan yang selalu hadir melalui pesan-pesan yang sering tidak kita sadari. dan yang paaaaaaling bikin berkaca-kaca adalah scene ketika pi sama richard parker udah sekarat kemudian pi bilang "God, thank you for giving me my life. I am ready now." trus saya langsung tanya sama diri sendiri. kapan saya bisa mengucapkan kalimat itu?



*cheers!

pertanyaan dan jawaban

Wednesday, December 12


degdegan jeng?
gausah ditanyaaaaaa..
kayaknya semua calon ibu yang baru pertama kali hamil akan selalu degdegan menjelang waktu persalinannya. hari perkiraan lahir si pagi memang masih terbilang lama.. tapi dibandingkan dengan masa kehamilan yang sudah saya lalui tujuh bulan kemarin, dua bulan itu kan sebentar lagi. kadang pas sambil baca buku atau nonton tivi gitu saya suka tiba-tiba membayangkan apa yang akan terjadi dihari persalinan nanti. dan jujur itu bikin grogi bangetttt..

pertanyaan demi pertanyaan dari orang-orang sekitarpun jadi lebih menjurus, seperti
"perempuan atau laki-laki?" atau
"nanti asi ekslusif kan?" lalu
"mau lahiran dimana?" dan..

"udah nyiapin apa aja?" jreng jreng jreng..
soal persiapan yang satu ini, menurut saya mending gak usah nanya ke banyak orang deh kalo gak mau repot. soalnya setiap orang jawabannya gak sama. jadi mending yakin aja sama persiapan yang udah kita siapin sendiri, kalau mau tanya.. tanya sama orang terdekat aja. kalau nanti hari H kurang ini itu, percayalah.. the power of kepepet itu jauh lebih ajaib dari persiapan sematang apapun dimuka bumi ini.

"gapapa, perempuan atau laki-laki sama aja.."
adalah kalimat akhir yang selalu mengiringi pertanyaan perempuan-atau-laki-laki?
lah, saya bingung.. yang mempermasalahkan perempuan atau laki-laki itu siaapaaaaaa. kok jawabannya seolah membesarkan hati mau anak perempuan atau laki-laki sama aja. emang sama, perempuan atau laki-laki nanti saya sama-sama bersyukur karena sudah dikasih kepercayaan dititipin rezeki anak. 

"iya, kita kan udah ditakdirkan untuk menyusui.. masa gak mau buat anak sendiri"
statment ini hampir selalu ada segera setelah pertanyaan nanti-asi-ekslusif-kan?
ini yang sering bikin saya bengong. kadang orang suka seenaknya memvonis ibu yang tidak menyusui anaknya sebagai ibu yang tidak mau berusaha menyusui anaknya. ya gak semua kasusnya gitulah ya.. kadang memang ada ibu yang TERPAKSA tidak menyusui anaknya karena keterbatasan yang kita sendiri gak tau apa. yang kalau kita ada diposisi mereka, mungkin kita akan melakukan hal yang sama.

"kalau nanti ada apa-apa gimana?"
adalah pertanyaan lanjutan dari mau-lahiran-dimana?
memang banyak yang kaget sama keputusan saya akan melahirkan di sebuah rumah bersalin kecil yang tanpa fasilitas operasi. iyasih, saya memahami itu sebagai bagian dari kekhawatiran dan rasa sayang orang-orang disekitar saya. tapi percaya deh, saya juga gak ngotot atau maksa harus melahirkan normal. jika nanti harinya tiba, dan saya harus operasi.. saya akan operasi.

sering jawaban yang saya utarakan untuk ragam pertanyaan diatas adalah bukan berdasarkan jawaban sebenar-benarnya. bukannya apa sih, saya sering bingung sendiri liat reaksi orang yang heboh menasehati keputusan dan pemikiran saya yang mungkin gak sejalan dengan mereka, jadi mending cari aman. untuk eksekusi dari pertanyaan pertanyaan tadi, biar cuma Tuhan yang menentukan jawaban pastinya. iya kan?


*cheers!

cuma cerita cerita

Thursday, November 29

halo :D
alhamdulillah bulan ini kehamilan saya sudah memasuki trimester ke tiga. alhamdulillah juga sejauh ini perjalanan kehamilan saya dilancarkan.. gak rewel dan gak banyak pantangan. walaupun faktanya trimester tiga ini sebelas dua belas sama waktu awal-awal hamil, gak semetal bulan-bulan sebelumnya. badan rasanya tua banget.. pulang kemaleman dikit masuk angin, duduk kelamaan sakit pinggang, berdiri kelamaan sakit kaki, salah posisi tidur pegel sebadan-badan. belum lagi sensitif yang ampun-ampunan, liat foto gendis yang nangis karena gak mau sekolah aja saya bisa ikut nangis beneran. tapi nikmatnya jadi perempuan hamil itu luar biasa, bener deh. ngerasain komunikasi unik, ngobrol dan ditanggepin sama aksi jungkir balik penghuni perut itu bahagianya luar biasa. 

oiah, saya paling bingung kalau ditanya "kapan ngelahirin?"
bukannya apa, due date kelahiran si pagi emang maju mundur tanpa sebab. jangankan ditanya kapan melahirkan, ditanya usia kandungannya berapa aja saya bingung. perhitungan berdasarkan kalender manual usia kehamilan saya sudah masuk minggu tiga puluh satu tapi diperhitungan USG dokter minggu ini saya baru selesai melewati minggu ke dua puluh tujuh. jauh banget kan perbedaannya. persoalan ini juga yang membuat saya akhirnya galau soal urusan ambil cuti, takut kelamaan diawal. sebagai ibu pekerja saya sih pengennya hari ini cuti, besok lahir.. jadi bisa beneran puas tiga bulan main sama pagi. tapi kan gak bisa gitu ya bok.. ah kapanpun yang jelas desember nanti saya tinggal menghitung minggu :D

kalau soal persiapan sih hampir semua harta gono gini warisan duo gendis-gandes di lampung sudah saya angkut ke bandung. mulai dari boks bayi, stroller, steamer, breast pump, popok, baju, celana bayi yang masi bagus, bahkan belum sempet kepake sama si unyil-unyil dua itu dan lain sebagainya. walaupun semuanya masih dalam keadaan terpacking dan terlipat rapi, masih belum tau kapan mau bongkarannya. ya seenggaknya nanti tinggal nyiapin yang belum-belum aja. agak bertentangan dengan hati kecil sih.. agak gengsi, pengennya kan ya anak pertama semuanya beli baru dari hasil jerih payah sendiri, toh kalo rejeki mah pasti ada aja. tapi mengingat si rejeki itu lebih baik di saving untuk keperluan lain di suatu hari nanti, ya saya ikhlas saja. gapapa kan nak.. :*

trusss.. yang paling disenengin dari awal trimester tiga ini adalah bentuk perut yang lagi lucu-lucunya. udah keliatan hamil tapi belum terlalu gede. udah sering ditegor dan didoain sama orang, bahkan yang gak kenal sekalipun. udah banyak pemakluman.. kucel, maklum hamil. sensitif, ya namanya juga orang hamil hahahahahaha. tapi jujur salut banget sama perempuan hamil yang tetep modis dan terlihat segar sepanjang hari.. maksudnya gini, perasaan saya hamil ini ngontrol mood aja susye, apalagi ngontrol mode. udah untung banget masih produktif kerja tanpa banyak keluhan. gak kepikiran aja gitu kalo tiap hari mesti ngelilit-lilit jilbab ala dian pelangi. saya sih percaya, tanpa harus dress to kill perempuan berbadan dua itu akan selalu mengeluarkan aura berbeda. senyumnya beda.. sorot matanya beda. katanya itu sudah hukum alam bonusnya perempuan.

terakhir.. saya sudah mulai euphoria kalau denger temen yang melahirkan. ada perasaan senang, sedikit iri, sekaligus takut. sama sekali belum kebayang gimana nanti waktu hari H tiba. seperti apa rasanya, prosesnya bagaimana dan ragam pertanyaan tanpa jawaban lainnya. jujur secara pribadi saya ngerasa mas ery malah jauh lebih siap jadi seorang ayah ketimbang saya jadi seorang ibu. ya liat aja deh selama menikah hampir setahun ini, mas ery jauh lebih tenang dalam menghadapi apapun dibanding saya yang labil dan meledak-ledaknya masih kualitas super. tapi insyaallah semuanya berproses kan ya. bukankah setiap detik dalam hidup ini kita belajar tentang apa saja, termasuk nanti setiap hari belajar untuk jadi orang tua yang bijaksana :)


*cheers!

belajar kampanye

Wednesday, November 14


karena ayahnya aktiPis kelas berat, si pagi (26w4d) diajarin kampanye walaupun masih didalem perut :D


*cheers!

merencanakan pagi

Monday, November 12

melewati minggu demi minggu kehamilan, saya semakin sering membaca, mendapat informasi dan memikirkan segala kemungkinkan melahirkan. dan sejujurnya tagline gentlebirth adalah yang sangat menarik perhatian saya. masuk akal, meskipun belum pernah merasakan persalinan, saya berfikir melahirkan harusnya memang seperti itu.. gentle, intim dan sakral. saya setuju dengan semua tentang gentlebirth tapi, bohong kalau saya tidak punya rasa cemas. mmmm.. maksudnya, hari gini.. punya uang cukup, dikasih fasilitas kantor untuk kontrol dan bersalin dirumah sakit terbesar sekalipun kok masih cari bidan yang konsultasinya tanpa USG, yang gak bisa lihat kondisi bayi dengan nyata, gak bisa kangen-kangenan lihat tangan, kaki mungilnya setiap bulan. belum rela belum tega.. apalagi orang-orang disekitar saya juga masih awam gentlebirth. mereka benar-benar mengerutkan dahi, heran ketika saya bercerita tentang keinginan yang dianggap tidak biasa. 

niat mencari bidan untuk membantu proses melahirkan memang sempat ada diawal kehamilan saya. mas ery juga mendukung.. sekali lagi bukan soal biaya, tapi soal keintiman dan kesakralan melahirkan. saya jujur iri setengah mati dengan mereka yang sukses ber-gentlebirth ria.. saya percaya melahirkan itu tidak se-drama adegan sinetron. tapi ini kehamilan pertama, sejujurnya saya belum punya cukup nyali untuk memutuskan dan menyerahkan sepenuhnya kehamilan ini pada seorang bidan yang bergelar senior sekalipun. semacam sudah tertanam pola pikir bahwa dokter spesialis kandungan pastilah lebih profesional dan mumpuni dalam menangani kelahiran. walaupun, saya tau dihampir semua negara maju.. seperti jerman dan belanda, hampir 90% proses persalinan dibantu bidan. dokter spesialis hanya untuk kasus persalinan yang benar-benar membutuhkan tindakan khusus. 

tapi akhirnya kebingungan membuat saya menyerah.

karena semua (calon) ibu akan mengalah demi apapun yang terbaik buat (calon) anaknya. saya memutuskan untuk tetap mempercayakan kehamilan saya pada dokter spesialis kandungan dan merencanakan kelahiran saya nanti di sebuah rumah sakit ibu dan anak. meskipun pada akhirnya saya (tetap) memilih dokter yang praktek di satu rumah sakit kecil yang tidak cukup populer. sebenarnya alasan kenapa saya memilih RSIA Tedja sederhana saja. saya suka suasananya.. homy, tidak besar, lokasinya juga strategis, dekat dari kantor, tidak jauh dari rumah. saya memilih dokter irna atas rekomendasi beberapa teman dan kerabat, kebetulan prakteknya pas dengan jam istirahat kantor, tidak harus lama mengantri dan tidak borongan memberi resep obat. cocok. tapi sayangnya hari ini saya dapat kabar mengejutkan, RSIA Tedja akan berhenti beroperasi per tanggal 10 Desember 2012. penyebabnya simpang siur, ada yang bilang karena lokasinya akan dijual dan dijadikan sebuah restoran oleh pemiliknya :(

selama enam bulan terakhir ini saya mengetahui perkembangan pagi lewat layar monitor mesin USG  dokter irna di RSIA Tedja. mendengar kabar RSIA Tedja akan segera ditutup membuat saya kembali memikirkan kemungkinan gentlebirth, rasanya seperti diamini. saya memang tidak pernah berfikir untuk melahirkan disebuah rumah sakit besar. dalam keadaan sehat saja, saya tidak pernah merasa nyaman ada di rumah sakit berkoridor panjang dengan banyak suster berlalu-lalang. apalagi nanti dalam kondisi kontraksi yang mengakibatkan nyeri. kalau hidup itu adalah benar sebuah pilihan, maka saya lebih memilih melahirkan disebuah rumah bersalin sederhana dengan bantuan bidan yang mengusung gentlebirth, inisiasi menyusui dini, rooming-in dan asi ekslusif. meskipun saya, mas ery, atau siapapun tidak pernah tau, apa yang akan terjadi nanti.. didetik-detik akhir menjelang persalinan. tapi setidaknya saya lega, bisa merencanakan pagi lahir ke bumi, dengan hati dan dengan apa yang saya yakini :)



*cheers!

but the show must go on

Monday, November 5

ceritanya piknik keluarga OSK yang dari tiga minggu lalu direncanakan terlaksana pada sabtu sampai minggu 3-4 November 2012 gagal dengan sangat mendadak. meskipun alhamdulillah gak gagal total juga sih.. itulah kenapa kita harus temenan sama orang-orang super kreatif yang punya database plan B, C, D sampai Z. sebenarnya memang tidak ada yang namanya kata gagal total dalam kehidupan kita, asal terbiasa dengan perubahan rencana yang tiba-tiba..  apapun yang terjadi the show MUST go on. walaupun gak jadi ke bogor, gak jadi hura-hura di pondok pinggir desa, tapi kita tetep jadi pesta.. tempat alternatifnya ya dimana lagi kalau bukan dilantai dua rumah saya. seru pake banget! dan inidia beberapa bukti betapa riuhnya pesta sembilan pemuda kemarin lusa.. 
 
 

tempat mereka berdiri itu lantai dua yang sehari-harinya jadi ruang macem-macem. ditutup dengan beberapa lembar besar kain lalu dihias dengan ornamen-ornamen festival yang dengan sangat niat dibawa sama laras dari kostannya. sebenarnya kain yang laras bawa kurang bisa menutupi dinding rumah saya tapi dasar pemuda banyak akal akhirnya si terpal mobil-pun dikaryakan. tuh lihat saja kain polos oranye yang warnanya udah busuk banget di pojok sebelah kiri hahahaha. kalo soal peralatan gak main-main loh.. OSK beneran konser, segala ampli, speaker, microphone, gitar, ukulele, harmonika, accordion, sampai piringan hitam lengkap dengan kaset lawasnya diangkut semua ke lantai dua rumah saya.


OSK sebenarnya cuma terdiri dari tiga personil, opan (yang pakai topi), budhi (yang pakai baju biru) dan john (yang pegang accordion).. sementara dua lainnya hadir sebagai bintang tamu, laras dan dhila. mereka punya band sendiri yang namanya helium adventure. aliran musiknya agak berbeda dengan OSK, meski sama-sama tidak biasa didengar telinga. ahhh, nanti kalau video klipnya sudah diedit sama lukas si manajer berwujud kucing saya pamer-pamer deh ke semuanya. soalnya ada bagian paling membanggakan dimana kami bersembilan nyanyi bareng lagu sountrack film mojako hahahahaha.


kalau difoto komplit, inilah penampakan kami bersembilan. empat orang yang tidak saya perkenalkan diatas adalah mas ery sebagai tukang sedia ini itu, saya, khris dan teh yuni sebagai panitia amunisi. memang semua makanan di pesta kemarin malam kami olah sendiri.. mulai dari pancake madu, cheese stick, sop jagung lengkap dengan garlic bread dan nasi goreng keju dengan ice lemon tea, beda niat sama hemat emang tipis banget sih hahahaha. anyway, bener deh, kalau punya temen tipe mereka gini dijamin awet muda. kemarin itu dari mulai mereka datang sampai petang mereka pulang full ketawa gak ada abisnya.. bahkan ketika mobil long jeep offroad segede gaban yang mengangkut mereka mogok dimalam buta, mereka masih tetep bisa becanda. 



*cheers!

kalau malam

Monday, October 22

semenjak nikah, malam hari adalah waktu yang paling saya tunggu.
eh, coba pikirannya jangan kemana-mana dulu *keplakin* 

kenapa malam, soalnya cuma di malam hari saya bisa puas ketemu dan melakukan banyak hal sama mas ery... makan malem, nyari jajanan, kena macet, nonton tivi, nonton dividi, denger radio, ngobrol macem-macem. bagi saya yang hobi bernarasi, sekedar duduk bersama satu meja sambil berbagi cerita sudah cukup membuat bahagia. murahan yaa saya.. mahahahahaha. eh iya loh, saya sama mas ery gak doyan maen kalo gak ke hutan. ke mall aja bisa diitung berapa kali dalam beberapa bulan, itupun cuma kalo pas ada film bagus. rutenya juga cuma dateng-beli tiket-nonton-pulang-dijalan cari makan. gak pernah niat sampe berjam-jam keliling mall.

dikehidupan setelah menikah, punya teman berbagi setiap hari memang sudah saya bayangkan sebelumnya, yang tidak pernah saya bayangkan adalah porsi berbaginya. ternyata ketika sudah menikah yang namanya teman berbagi apa saja itu beneran ada wujudnya. waktu masih sendiri dulu saya sering membagi porsi cerita, kalau mau curhat puas banget ke dini. kalau lagi mau agak tobat ke dudung. kalau mau puas ngomel-ngomel ke mbak sari. kalau mau nangis, tinggal telfon ibuk. kalau sekarang mau cerita apaaaaaa aja pake ekspresi gimana aja sudah ada pawangnya. mau sambil nangis, sambil nyuci piring, sambil masak-sehingga-menyebabkan-sayur-keasinan, atau sambil ketawa-tawa bego juga bisa. 

cuma kalau malam juga saya bisa benar-benar mengistirahatkan si fisik yang semakin susah ngapa-ngapain ini. bener loh, alhamdulillah sekarang sujud sholat aja penuh perjuangan karena udah keganjel sama perut yang makin aduhai. makanya rasanya legaaaa banget kalau malem bisa ketemu daster dan hamparan kasur beserta sekutu bantal guling. saya gak tau, tapi harusnya pria-pria itu nyesel loh karena seumur hidup gak ngerasain nyamannya berdaster ria, iya gak sih? hahahahahahaha. daaaan yang terakhir cuma kalau malam saya sama mas ery bisa ngobrol sama pagi. soalnya pas malem pas pagi sibuk akrobat didalem sini *nunjuk perut* eh kalo ngobrol tapi nanya sendiri dijawab sendiri, ngobrol bukan sih namanya? hahahahahahaha.

karena kami adalah pasangan bekerja, semua hal menyenangkan itu cuma bisa dilakukan kalau malam. resiko sih ya.. tapi kalau dulu bapak sama ibuk, apa sama mamah bisa sukses mengarungi bahtera rumah tangga *ini bahasanya dangdut banget* dengan tetap sama-sama bekerja. kenapa saya dan mas ery tidak bisa? sebenarnya sekerja-kerjanya saya alhamdulillah masih punya weekend, tapi diwaktu libur seringnya saya dan mas ery ber-me-time, mas ery main game saya makan baca buku atau kalau mas ery pas punya acara keluar ketemu temennya saya dirumah tidur siang dengan damai hahahahahaha.

intinya walaupun bisa dilakukan kapan aja, ntah kenapa kalau malam lebih dapet aja feel berbaginya, bisa lebih puas ngobrolin mimpi dan menyempurnakan hari. 


*cheers!

kangen

Friday, October 19


believe it or not, dulu saya membuat ratusan bunga seperti ini hanya berdua saja dengan ibu. mencicil berbulan-bulan untuk dijadikan souvenir pernikahan. ehiyaloh.. souvenir penikahan saya tempo hari, saya buat sendiri *mbangga*. selain dalam rangka penghematan juga dalam misi mewujudkan mimpi. iyaaa.. jadi bahkan dari jaman saya masih buaaaaandelnya minta ampun, saya udah punya cita-cita suatu hari nanti ketika saya menikah, saya harus membuat souvenir pernikahan saya sendiri.. dan tadddaaaaaaa jadilah ratusan bros bunga hasil kreasi saya dan ibu :p

ah jadi kangen banget deh sama dapurjahit. saking frustasinya gak bisa nerusin hobi saya yang satu itu, blognya sampe saya hapus, sedih sih mengingat dulu jayanya luar biasa. eh tapi rencananya sabtu ini saya mau mengupikabu, gak mau kemana-mana, gak mau masak juga hahahahaha. saya mau kangen-kangenan sama semuaaaa harta karun saya yang udah nyaris rayapan. mau benerin posisi mesin jahit.. biar enak diliat enak dipake. udah booking satu shelterbox punya mas ery untuk dijadiin tempat penampungan harta karun kain perca dan teman-temannya. mintanya agak maksa sih hahahahahaha abis suru siapa dia punya shelterbox sampe dua.


*cheers!

nyaman

Wednesday, October 17

hidup nyaman itu harus waspada (katanya)

kalimat itu harusnya ditujukan untuk kondisi saya saat ini. punya suami ideal, hamil dengan kondisi sehat dan lincah, pekerjaan tetap sampai tua, penghasilan yang cukup untuk sekedar membeli berbagai judul buku, rumah dengan banyak jendela, teman-teman yang siap diajak ber-hihi-haha kapan saja, ditambah tinggal dikota yang tidak pernah berhenti membuat saya jatuh cinta. nyaman.

tapi tiba-tiba semalam saya berfikir. sepertinya saya memang sudah lama sekali tidak merasakan yang namanya diburu waktu. dikejar-kejar mimpi, dibuntuti tanggung jawab lebih untuk diri saya sendiri, memberi predikat "kerja keras" untuk apa yang saya lakukan dan kemudian mendapatkan kepuasan karenanya. selama beberapa bulan ini setiap hari adalah hari bahagia yang biasa buat saya. bekerja seperti biasa, menjalani keseharian biasa yang sederhana ala saya. yang saya rasakan adalah semua yang serba cukup. tidak pernah merasa haus, apalagi kurang. selama ini saya sebut itu rasa syukur. 

sayangnya dengan semua kenyamanan itu saya jadi lupa sudah berapa lama mesin jahit yang dulu saya beli dengan penuh perjuangan akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. rasanya juga sudah lama sekali saya kehilangan semangat untuk ber-handmade ria seperti dulu. saya tidak ingat kapan terakhir kali saya kurang tidur karena harus membuat bros-bros jualan yang bikin tangan jadi melepuh, kamar berantakan dengan sisa-sisa guntingan kain yang berserakan, saya juga sudah lupa bagaimanya senangnya menghitung uang sejumlah satu juta dua ratus sekian ribu untuk dua hari berdiri berjualan disalah satu stand braga festival.

saya tau, dengan bekerja toh saya juga bisa membeli buku, baju atau apa saja yang saya mau tanpa harus repot-repot mencari ide dan menuangkannya diatas kain perca. tapi nyatanya memang ada banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan sebesar apapun gaji tanggal satu, yaitu kepuasan atas terwujudnya cita-cita, hobi, kesenangan, kreatifitas dan kerja keras.

intinya mungkin saya memang terlalu takut menantang diri sendiri untuk kembali melakukan dan mengejar sesuatu diluar zona nyaman. saya sadar sepenuhnya, situasi yang sedang saya jalani ini agak berbahaya kalau hanya terus dinikmati. saya harus bisa menentukan batasan untuk diri saya sendiri, kapan harus menikmati kenyamanan saya dan kapan harus meninggalkannya untuk kemudian bisa menempati zona nyaman yang baru.


*cheers!

konser piknik keluarga

Monday, October 15


yagini nasib punya temen super kreatif.
ini acara konser piknik keluarga ala OSK, acara liburan yang include lokakarya didalamnya. dimana peserta liburannya harus presentasi makalah dengan tema ngaco yang ditentuin sama panitia penyelenggara. si makalah-pun harus disetor ke panitia sebelum hari H buat dicetak jadi handout peserta liburan hahahaha iseng maksimal. liat deh nama saya dan mas ery di urutan awal dengan tema "tetap metal sampai tua nanti" Zzzzzzzz.. gimana caranya bikin makalah dengan tema kayak gitu coba? hahahahahaha.

dan ini dia detail agenda acara piknik bareng OSK. ada yang mau gabung?



*cheers!

ini apa ini pagi

Wednesday, October 10


ini hasil crop foto usgnya pagi. bukan gak mau pamer foto usg keseluruhan, tapi si pagi kayaknya punya bakat lempeng turunan ayahnya. kontrol bulan kemarin dia lagi asik tengkurep jadi yang keliatan dihasil fotonya cuma punggungnya aja. nah kontrol tadi ini, dia lagi menengadah.. jadi hasil fotonya cuma lingkeran kepalanya aja. persis mas ery banget deh, gak banyak gaya. gak kaya ibunya mahahahahahahaha.. tapi yang penting sehat ya kamu nak. sini cium dulu. alhamdulillah.. kata dokter irna juga semuanya normal. disuru olahraga dimulai dari berenang, senam hamilnya pas udah masuk minggu ke 28 aja katanya. trus disuru banyak makan hati. eh hati yaaaa bukan HATI. hahahahahaha..

saya udah hamil lima bulan loh. gak kerasa, tau-tau perut udah makin gede, tidur udah makin susah, tiap malem dimulai dengan cari posisi ternyaman, miring kanan, miring kiri, kepanasan, kipas-kipas trus berapa jam sekali kebangun, tapi nikmat kok rasanya. eiya, tadi pagi ibu dateng dari lampung, transit karena sabtu paginya mau terbang ke pekanbaru. trus ibu bawain banyak banget harta warisannya mbak sari. mulai dari baju, celana hamil, trus ada banyak celana dan popok bayi juga. hasil kado dari temen-temennya jaman gendis gandes bayi dulu, yang belum sempet kepake. yaini enaknya punya kakak perempuan umurnya gak jauh dan hamilnya gak selang lama, bisa dapet banyak harta hibah.

eh ngomong-ngomong jangan bosen yaaaa kalo saya nulis soal hamil melulu, ini masi mending saya gak ngopy-paste informasi dari majalah ayahbunda atau website bidanku.com saking tiap hari ditongkrongin dan tips-tipsnya udah lengket banget di kepala. ya soalnya lagi hamil gini diajak mikir tulisan yang agak berbobot dikit pasti langsung laper. gak bagus buat kenaikan berat badan saya yang total sudah 7kg. cukup orang-orang terdekat aja yang tau gimana mengembangnya pipi saya sekarang. sekian dan terima kiriman makanan :D


*cheers!

jadi gini,

Tuesday, October 9

kalian sering gak sih pas lagi melakukan suatu hal trus tiba-tiba beradegan sinetron, suka tiba-tiba kayak ngomong sama diri sendiri tapi bukan monolog hahahaha aduh susah deskripsiinnya. jadi gini.. sering tiba-tiba diem dan kepikiran sambil agak bingung gitu
"kok saya bisa ada di fase ini ya.."
atau
"eh bener nih saya hamil? bener nih lima bulan? artinya sebentar lagi saya jadi ibu. eh ibu?"
dan pernyataan pertanyaan amnesia lain sebagainya.
saya sih jujur ya, bisa ada dikeadaan yang sekarang memang masih sering bikin saya takjub dan bertanya-tanya. jadi istri, calon ibu, tetap bekerja, berbagi keseluruhan hidup saya dengan seseorang yang dulu jangankan kebayang, kenal juga enggak. menjalani rutinitas kehidupan rumah tangga pagi-malem-pagi-lagi selama dua puluh empat jam dalam satu minggu... hal-hal yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan lima enam tahun lalu.

gak usah jauh-jauh lima tahun lalu deh, dua tahun lalu aja saya masih bolang oriented banget.. tiap bulan itu adaaaa aja keluar kotanya. jogja lah, belitung lah, surabaya lah. kalo lagi di bandung bikin acara terus kerjaannya, gak bisa diem, temenannya sama laki, maen sampe pagi. baru mulai nonton pas midnight, pulangnya nongkrong di cafe yang buka sampe pagi, sampe gerbang rumah sejam sebelum adzan subuh. kayak gitu mana kepikiran coba punya suami dan hamil pula kayak sekarang hahahahaha.

sebenernya adegan takjubnya itu lebih ke bersyukur, bersyukur banget banget banget. salah satunya ya karena saya termasuk yang cukup cepat melewati satu persatu fase kehidupan lengkap dengan masa nakal dan masa galaunya. ya pastilah yaaa.. sebolang apapun saya tetep perempuan juga. dan perempuan itu belum komplit idupnya kalo belum ngelewatin episode cinta terdrama dengan uraian air mata hahahahahahahahasem. eh bener kan? pasti ada kok satu waktu dimana hidup kita jauh lebih ya-gitu-deh dibanding serial ftv yang tayang di stasiun tv manapun.

dan apa yang dulu sempat saya takutkan soal kehidupan pasca-menikah yang nanti gini nanti gitu, alhamdulillah sama sekali tidak terbukti. memang sih persoalan rumah tangga itu jauh lebih banyak macemnya dari pada sekedar kalimat aku-cinta-kamu. tapi semua tergantung kita menyikapinya kok. ya boong aja kalo gak pernah sebel-sebelan lalu memasang tembok gengsi setinggi-tingginya. yaaa sejauh ini efek ke-pundung-an saya paling ekstrim masih sebatas niat gak bakal masak satu minggu. walaupun tanpa niat itupun saya paling hanya masak dua tiga kali dalam seminggu. gak ngaruh juga sih akhirnya hahahahahahahaha.

trus soal suami, ini gak tau siapa yang ajaib diantara kita. karena kita berdua dulu barengnya cuma sebentar. kenal gak lama mas ery langsung tugas nyungsep ditengah hutan belantara perbatasan kalimantan. jadi gak ada deh itu pacaran berdua-duaan, bisa smsan sehari sekali aja udah alhamdulillah. susah sinyal, provider musuhan.. satu merah satu biru, mana lagi mas ery itu kan tipe yang gak ngomong kalo gak ditanya ya.. jadi ya nyaris gak pake telpon-telponan tiap malem juga.tapi ya dasar cinta, namanya jodoh juga gak bakal kemana trus sekarang jadi calon ayah ibu aja gitu dua-duanya.

ada gak sih yang ngerasa kayak saya gini?
ngerasa oh.. how time flies, takjub sama jalan hidup yang serba cepat dan (seolah) lompat-lompat. saya gak tau ke-takjub-an saya sama kehidupan saya sendiri ini bakal berlanjut sampai mana. belum habis syukur karena sudah jadi istri, lalu kemudian perut berisi, lalu jadi ibu sebentar lagi, lalu entah apalagi nanti, semoga seterusnya menakjubkan.



*cheers!

buku dongeng pagi

Monday, October 8


kemarin sore akhirnya saya menyempatkan pergi ke bandung bookfair, setelah tertunda berhari-hari karena hujan dan jadwal kosong tidak pernah bersahabat. kali ini saya pergi sendiri, karena kebetulan mas ery sedang menjelajah sukabumi. kalau menyambangi gelaran seperti ini seringnya saya tidak tau pasti apa yang akan saya beli. yaini nih penyebab utama kekhilafan yang sudah-sudah hahahaha. eh bener, biasanya saya hanya berniat keliling mencari buku aneh. bukan buku best seller dengan penulis ternama, tapi buku-buku yang hanya muncul disitu, buku-buku yang kalau tidak di pameran saya tidak tau harus mencarinya kemana. bahkan tak jarang loh kalau lagi di pameran gitu saya beli buku hanya karena sampulnya yang bagus dan unik.
 
sebenarnya cita-cita saya yang belum kesampaian sejak dulu adalah punya koleksi buku ensiklopedia bergambar tentang alam semesta. tapiiii sayangnya dari dulu sampai sekarang harganya tidak pernah berubah, masih terlalu mahal menurut kantong belanja saya. setiap berkunjung ke pameran buku seperti ini saya selalu berdiri lama di dalam stand yang menjual bermacam ensiklopedia. ya mupeng banget sebenernya, tapi ya mahal banget juga harganya. waktu saya kecil dulu, ibu membelikan banyak buku ensiklopedia bergambar dari mulai tentang serangga sampai luar angkasa. sekarang buku-bukunya entah kemana, makanya saya punya cita-cita suatu saat harus kembali punya supaya pagi nanti bisa membacanya. 

tapi anehnya kemarin ini saya cukup eling dengan gak membabi buta membeli banyak buku. bahkan beberapa jam disana saya baru mengantongi satu buku saja berjudul istanbul. trus keliling-keliling lagi sampe akhirnya mampir ke beberapa stand buku cerita anak. rata-rata genre bukunya dikaitkan dengan sains dan ilmu pengetahuan dengan gambar-gambar yang lucu. setelah membolak-balik beberapa halaman bukunya, ada beberapa buku cerita yang menarik perhatian saya, warna sampulnya biru laut dengan ilustrasi gambar yang bagus. trus langsung jatuh cinta aja gitu, yaaaa meskipun saya tidak pandai mendongeng, tapi saya ingin pagi tumbuh jadi anak yang penuh mimpi dan imajinasi. saya ingin dia punya ribuan tokoh cerita dikepalanya.

setelah bolak-balik menimbang dan memikirkan jadilah kemarin saya belikan pagi beberapa buku dongeng. saya sadar kok, untuk pagi bisa sampai ke tahapan membaca itu mungkin masih lima enam tahun lagi. tapi mengingat saya dan mas ery bukan pasangan berpenghasilan diatas rata-rata, apapun yang kami inginkan dan impikan, harus benar-benar kami rencanakan. meskipun itu hanya buku atau cloth diaper. mencicil berbagai keperluan sedini mungkin adalah salah satu solusi terbaik menurut kami. banyak yang bilang saya dan mas ery terlalu visioner dengan menyiapkan apapun untuk pagi di usia kehamilan saya yang baru akan menginjak 6 bulan. tapi saya percaya satu hal, mendidik itu tidak boleh mendadak :) 



*cheers!

SMA atau SMK

Friday, September 21

sudah hampir dua tahun saya duduk di kursi belakang Direktorat Kepegawaian kampus ganesha. selama itu pula sudah tiga kali saya kedatangan siswa magang dari tiga SMK di bandung. melihat mereka membuat saya mengingat masa SMA. sejak terdaftar menjadi siswa SMA saya sering bertanya kenapa saya harus belajar kimia? saya tidak tertarik dengan unsur unsur kimia bernama aneh yang punya nilai asam basa dan harus dihafal diluar kepala. kenapa saya harus membawa buku akuntansi yang besar sekali? menggaris-garisi lalu mengisinya dengan rupiah yang tak pernah terealisasi. pertanyaan-pertanyaan itulah yang mungkin membuat saya tidak pernah punya angka akademik yang membanggakan disetiap pembagian raport. kalau kata ibu, harusnya tanda tanya di kepala saya ini bisa laku ditimbang dilapak besi tua, saking banyaknya :D

mungkin harusnya dulu saya masuk SMK saja. bukankah SMK membuat seseorang siswa lebih dini dan lebih siap mendalami bidangnya tanpa harus merasakan pahit dan sulitnya mempelajari apa yang tidak mereka sukai. analoginya sederhana saja 3 jam belajar fokus membongkar sebuah mesin motor akan jauh lebih baik ketimbang 3 jam mempelajari 3 mata pelajaran fisika, kimia dan matematika. bukankah dengan lebih fokus pada satu bidang maka kita akan lebih ahli dan menguasai? bukan tidak setuju dengan pola pendidikan SMA. tapi memang untuk apa saya menghafal lambang dan nomor atom dari unsur aktinium, galium atau helium kalau pada akhirnya saya mengambil kuliah jurusan teknik informatika? dimana akhirnya unsur-unsur itu saya lupakan begitu saja tanpa sisa.

secara teori opini saya diatas tadi mungkin banyak benarnya. tapi kenyataan dilapangan SMK masih menjadi pendidikan kelas dua. masih banyak orang tua yang ragu untuk memasukkan anaknya ke sekolah menengah kejuruan, sebagus apapun klaimnya. bapak dulu lulusan SMK, tapi beliau bilang SMK dulu dan sekarang jauh berbeda, entah dilihat dari sudut pandang siapa dan sebelah mana. kalau menurut saya, mungkin karena saat ini tidak banyak yang mau dan mampu bersinergi dengan SMK. contoh kecilnya saja, ujian masuk perguruan tinggi yang seolah tidak "menghargai" lulusan SMK, untuk dapat diterima pada jurusan teknik mesin pada perguruan tinggi ternama misalnya, soal yang diberikan pada ujian masuknya bukan menyoal karburator, suspensi atau injeksi mesin tapi soal tentang pengetahuan umum yang memang diberikan dan dipelajari dibangku SMA dengan "porsi" yang jauh lebih banyak.   

terlepas keberpihakan saya dengan pola pembelajaran di SMK, saya tetap tidak sreg dengan satu hal, yaitu waktu magang siswa SMK. tiga kali kedapatan siswa magang, tiga kali juga rentang waktunya hanya dua bulan saja. kurang? iya. sangat kurang. menurut saya dua bulan tidak cukup untuk menyerap ilmu sesuai bidang keahlian mereka. belum lagi, pembimbing di lingkungan kerja tempat para siswa magang bukan seperti guru pembimbing disekolah yang bisa standby dijam-jam belajar mereka. seperti saya contohnya, saya bisa saja menjelaskan lalu memberi "pekerjaan" kepada para siswa magang sesuai dengan bidang ilmunya. tapi saya tidak bisa full mendampingi selama delapan jam setiap hari. kadang harus saya tinggal rapat, sering harus saya biarkan karena pekerjaan saya sendiri menguras waktu dan konsentrasi.

mungkin masalah utamanya ya ketiadaan sinergi itu tadi. kebanyakan sistem pendidikan di SMK menjadikan magang hanya sebagai syarat. syarat bahwa siswanya pernah merasakan berpraktek di lapangan, kadang pihak sekolah juga tidak mendalami si instansi itu bergerak dibidang apa, unitnya apa, ada atau tidak bidang dalam instansi tersebut yang berelasi dengan keilmuan siswa magangnya. lebih banyak lagi instansi dan perusahaan yang tidak tau persis seperti apa goal yang diharapkan si SMK itu sendiri dari kegiatan magang tersebut. sehingga banyak yang asal terima, asal bekerja, asal dinilai saja. saya sih masih berharap suatu saat penerapan pendidikan di indonesia berpola seperti SMK menyiapkan keahlian sedini mungkin dan fokus pada satu bidang tertentu. dengan syarat, pola tersebut harus didukung kesinergian banyak pihak seperti pendidikan SMA.



*cheers!

bawaan pagi

Thursday, September 13

alhamdulillah kehamilan saya sudah hampir separuh perjalanan. sudah punya nama? belum. tapi saya dan mas ery sepakat memanggilnya pagi. ada filosofinya? tentu saja. menurut kami berdua, pagi adalah awal. pagi adalah waktu yang ditunggu, waktu dimana banyak orang terbangun dan mulai mengurai nyata satu persatu mimpinya. pagi adalah kebahagiaan, pagi adalah harapan. setidaknya itu sedikit filosofi subjektif menurut saya dan mas ery yang memang sudah sama-sama mencintai pagi sejak sebelum kami berdua diresmikan sebagai suami istri. tolong ya ini bukan dangdut, ini beneran hahahaha..

jadi si pagi didalam sini usianya sudah delapan belas minggu, alhamdulillah selama ini dibilang ngidam hampir gak pernah, memang kadang suka kepengen makan makanan tertentu tapi kalau gak kesampaian hari itu ya tidak sampai manyun seharian, masih bisa diganti dengan menu yang lainnya. kalo pas lagi pengen magnum gold adanya magnum almond, ya tetep bahagia. saya juga gak anti makanan, gak banyak pantangan, pokoknya semua doyan. cuma memang level kemalasan saya lebih tinggi dari sebelum saya hamil. tapi masih dalam batas normal kok. iya kan mas ery? hahahaha. mungkin yang paling bisa disebut bawaan bayi sejauh ini soal musik kesukaan saya.

saya jarang banget addicted sama suatu hal termasuk grup musik. buat saya band apapun yang easy listening, itulah yang akan saya dengarkan.. kecuali ya si payung teduh ini. ntah kenapa dari semenjak awal hamil, saya suka banget denger liriknya, musiknya. mungkin ini yang dinamakan bawaan bayi. mas ery sepertinya sampai bosan mendengar saya merajuk soal segala hal tentang payung teduh, mulai dari pengen punya kaosnya sampai ngotot harus nonton performnya. hampir setiap hari selama di kantor saya streaming live performance video payung teduh yang memang karya lagunya baru hitungan jari. harusnya bosen sih yah.., tapi saya sama sekali enggak. 

dan semenjak pagi mulai bisa olahraga didalam perut, saya sering memperhatikan hal-hal yang akan membuatnya bergerak lucu. semalam ketika saya membaca novel sambil mendengarkan payung teduh, dia bereaksi. mungkin karena senang, mungkin karena mengajak ibunya untuk segera tidur dan beristirahat. oiya semalam juga tumben saya gak ngomel atas keinginan mas ery untuk punya sebuah ukulele yang harganya bisa dibuat biaya hidup satu bulan. bisa jadi karena ivan, salah satu personil payung teduh yang petikan ukulelenya bisa membuat saya senyum senyum girang semalaman, bahkan kalau semalam mas ery bilang ingin punya cello seperti yang dimiliki comi sayapun sepertinya akan ikhlas saja hahahaha.. dasar bawaan pagi.




*cheers!

mas ery dan gang sempit

Monday, September 3

sekali-kali nyeritain suami boleh kan ya. mumpung dikantor.. mumpung nulisnya gak sambil diliatin, jadi bisa puas ngomongin hahahahaha. alhamdulillah sudah hampir delapan bulan saya menyandang status istri suami super pendiem. ternyata saya memang harus bertemu dan menikah dengan seseorang yang punya sifat berbanding terbalik dalam banyak hal. contoh kecilnya saja selama ini mas ery itu kalau melakukan apapun tidak pernah banyak bicara.. beda banget sama saya yang gak sah kalo gak ngomel dan komentar ini itu. tapi diluar sifat yang jauh berbeda itu, saya dan mas ery punya satu kesamaan.. sama-sama suka jalan dan perjalanan.

mas ery itu punya kebiasaan yang menyenangkan, setidaknya menurut saya. mas ery hobi menelusuri gang sempit. dia bukan seorang penghafal jalan tikus, justru masuk gang sempit karena ingin tau ujung jalan keluarnya dimana. pernah dulu dipagi hari minggu, saya diajak mas ery berkeliling kota dengan berjalan kaki. melewati beberapa taman kota dan masuki kawasan braga, menelurusi gang-gang super sempit dibalik mewahnya aston hotel dan apartemen. serunya ya karena kita berdua sama-sama tidak tau gang-gang sempit ini berujung dimana. ditambah harus ekstra senyum-senyum permisi sama penghuni gang yang agak bingung melihat kami.

tidak hanya ketika berjalan kaki, saat mengendarai motorpun sama. mas ery sering nekat cari jalan yang dia sendiri tidak tau dimana akhirnya. tempo hari kami pernah berkendara motor dari rumah melewati jalan menanjak perbukitan, penuh perjuangan sampai tak jarang saya harus turun dari si bebek karena mesinnya meraung tak kuat menanjak.. berjam-jam.. melewati beberapa desa diikuti pandangan heran penduduknya, karena motor yang kami gunakan memang bukan untuk jalanan ekstrim. lalu melewati berhektar-hektar kebun tomat, sawi, kol, brokoli, peternakan sapi dan hanya berakhir di jalan kecil seberang terminal cicaheum, yang kalau lewat jalan biasa bisa ditempuh hanya dengan waktu 15 menit saja.. hahahaha.

semenjak saya hamil, kami sudah lama tidak melakukan aktitas mblusuk-mblusuk dan nyasar-menyasar itu. sekarang kalaupun berjalan kaki, biasanya dilokasi yang kalem dan ramah ibu hamil, seperti kawasan car free day dago yang udah ketauan pangkal dan ujung jalannya. kadang rindu, tapi saya sendiri kan harus sadar kondisi. meskipun dulu bisa seenaknya berjalan kaki sampai betis panas dan sesukanya duduk beristirahat di trotoar pinggir jalan sambil mengunyah seporsi cakue ber-msg.. atau nekat mencari jalan, menghantam aspal rusak dengan motor bebek yang kalau karyawan mungkin sudah resign jadi kepunyaan saya sejak lama :p


*cheers!

gado-gado surabaya

Thursday, August 30

ramadhan selesai, lebaran juga baru usai. serunya cerita mudik hampir mendominasi semua jejaring maya. kali ini saya juga tak mau kalah ingin berbagi bahagia. alhamdulillah lebaran kali ini saya jadi mudik ke surabaya. banyak yang bingung kenapa surabaya, memang untuk orang-orang yang baru mengenal saya, taunya saya  lahir dan besar di sumatera, suamipun asli sunda. lalu kenapa bisa mudik jauh sampai timur pulau jawa? jawabannya adalah karena bapak dan ibu sejuta persen asli surabaya. jadi surabaya adalah kampung halaman bapak dan ibu. semua eyang, budhe, pakde, om, tante dan sepupu sepupu saya berdomisili disana.

sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya juga mudik sekeluarga, lengkap dengan bawaan seabreg dan dua bocah kecil gendis gandes yang masing-masing baru berusia 2.5th dan 8 bulan. seru? bangetttt. apalagi karena perbedaan jadwal libur kerja tiap anggota keluarga, rencana mudik ini memang cukup labil awalnya. bahkan kepastian jam berangkat baru ditentukan tiga hari menjelang keberangkatan. oia, kami memang belum pernah mudik naik pesawat, untuk yang satu ini kami kompak satu suara. buat kami terjebak macet berjam-jam, merasakan panasnya pantai di utara jawa, menempuh ratusan kilometer yang melelahkan adalah bumbu penyedap kebahagian di hari lebaran.

sampai surabaya, kami semua ngungsi di rumah eyang yang mendadak sempit oleh koper dan ramai dengan celoteh gendis. pokoknya rumah eyang yang penghuni sehari-harinya cuma berlima jadi berempat belas, heboh banget. ditambah esoknya kami harus bangun lebih awal karena mesti antri kamar mandi untuk sholat ied. dan saya dari lebaran ke lebaran belum pernah naik jabatan, selalu jadi tukang setrika baju koko dan gamis. nasib jadi sibungsu kan selalu begitu, hahaha. tapi tak apa karena ekstra tenaga untuk menyetrika langsung terbayar dengan beberapa ronde lontong sayur dan opor ayam juara.

perbedaan yang paling terasa di lebaran tahun ini tentu saja status saya yang sudah bersuami, dan perut yang sudah berpenghuni, syukur tak terkira rasanya. meski tak lama di surabaya, tapi saya puas dengan silaturahmi keluarga dan kuliner sana sini tentunya. mulai dari rujak cingur sampai es krim zrangandi. mas ery yang berlidah sunda nyatanya lahap saja mencicipi banyak pengangan khas surabaya. dipagi hari terakhir disana, saya dan mas ery menyempatkan diri berkeliling sebagian kecil kota surabaya. sebentar saja sudah cukup membuat kami terkagum-kagum dengan kotanya yang rapih tertata.  

sayangnya saya harus pulang lebih dulu karena tidak dapat hak cuti, maklum.. abdi negara. izin meninggalkan upacara saja harus menulis surat resmi untuk pimpinan tertinggi. maka jadilah saya dan mas ery pulang dari surabaya menuju bandung dengan menggunakan kereta bisnis mutiara selatan, kereta yang jadi moda transportasi idola saya karena ke-indonesia-annya. kereta dengan kipas angin yang berputar diatasnya, jendela yang susah dibuka, pedagang yang mengadu laba dan orang-orang yang menggelar alas tidur dilantai kereta seolah menghalalkan segala cara untuk menyimpan tenaga. 

ya begitulah hidup yang seperti gado-gado surabaya, ketika hari raya banyak peristiwa bahagia yang tercampur jadi satu didalamnya. tidak semua orang suka, banyak juga yang memandang sebelah mata, tapi toh yang penting kita menikmatinya. sekali lagi minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin ya semuanya :)



*cheers!

keluarga kaya

Monday, August 13


alhamdulillah, tahun ini keluarga saya makin bertambah besar. ketika resmi menikah dengan mas ery, maka otomatis orangtua saya pun bertambah, sepaket dengan dua puluh tiga kakak ipar dan bonus tiga puluh tiga keponakan. wow banget kan? hahahaha. saya tidak pernah merasa se-kaya ini sebelumnya. memang mas ery adalah bungsu dari tiga belas bersaudara.. saya yang lahir dan besar dari keluarga minimalis tentu senang luar biasa. ada sensasi bahagia yang berbeda ketika saya duduk ditengah-tengah keriuhan arisan keluarga yang super besar. seolah tak pernah habis tawa dan cerita. saya bisa melihat raut syukur dan bahagia apa-mamah setiap kali kami berkumpul keluarga apalagi tahun depan insyaallah cucu apa-mamah akan bulat jadi tiga puluh lima. jadi percaya kan kalau keluarga kami sangat "kaya"?


*cheers!

cerita ramadhan dulu

Thursday, August 2

pagi tadi ketika sahur, saya tiba-tiba ingat masa kecil. waktu saya masih bocah-bocahnya, waktu masih belajar puasa, masih nangis kalau dibangunin sahur, masih lemes-lemesan kalo menjelang maghrib, masih semangat tarawih ke masjid karena sambil main petasan dan jajan somay, dan yaa.. masih dibayar puasanya, untuk kemudian diakumulasi dengan jumlah THR ketika lebaran. hampir semua yang baca posting ini pasti pernah mengalami masa yang sama dengan saya, ya kan? masa-masa dimana kita gak mau tau ibu masak apa yang penting bangun sahur dan makan. masa-masa dimana kita gak peduli ibu dan bapak punya uang atau gak, yang penting kita dapet THR. 

yang saya ingat, ketika saya kecil ibu dan bapak belum cukup mapan secara ekonomi. bapak belum bisa membelikan saya, mbak sari dan mas dim susu dengan aneka rasa. sehingga ketika sahur, ibu menambahkan essen (pewarna kue) agar susu kami warna warni dan kami mau meminumnya. kadang hijau, kadang coklat, kadang merah muda. saya ingat dulu nata de coco adalah makanan mewah buat saya, jadi kalau berbuka dengan nata de coco bahagiaaaa banget rasanya hahahaha. ketika lebaran, ibu bikin sirup sendiri.. soalnya kalau beli mahal. jadi sirup buatan ibu tanpa rasa asam dan rasa buah seperti kebanyakan sirup pada umumnya, hanya manis dan warnanya saja yang seperti sirup sungguhan.  

dulu saya hampir gak pernah punya baju baru. karena ibu selalu membuat sendiri baju-baju lebaran untuk saya dan mbak sari, tentunya karena alasan ekonomi. walaupun ketika beranjak dewasa saya mulai mengagumi semua usaha yang ibu lakukan, tapi dulu namanya anak kecil, tetep iri setengah mati ya sama temen-temennya yang pamer beli baju di swalayan, sementara baju saya cuma hasil mesin jahit tua. tapi ibu selalu banyak akal, sebelum membuatkan kami baju, ibu mengajak kami berdua ke swalayan dan membiarkan kami memilih model baju untuk ditiru semirip mungkin nantinya, mungkin supaya saya dan mbak sari gak terlalu kecewa dan tetap gak ketinggalan gaya.

yang seru lagi, kalau pas jadwal mudik ke surabaya. dulu belum punya mobil bagus dan bapak adalah orang tersibuk nomer satu di dunia. bapak hampir gak pernah ikut mudik karena selaluuuu kebagian jaga posko lebaran. jadilah ibu mudik sendiri dengan angkutan umum, membawa serta ketiga anaknya. lampung-surabaya itu jauh banget loh.. yang namanya anak kecil diajak jalan jauh, naik kendaraan umum, pasti ada aja rewelnya. tapi ibu memang luar biasa, apalagi meski bapak karyawan PT. Kereta Api, bapak masih belum punya uang lebih untuk membelikan kami tiket kereta eksekutif dengan AC yang nyaman. jadi kami naik yang gratis, kereta bisnis. lalu ibu akan mengalah, menggelar koran tidur dibawah karena kursi keretanya untuk saya, mbak dan mas dim tidur.

sambil menulis ini, rasanya saya ingin memeluk dan menciumi ibu. mengingat semua yang berat yang sudah berhasil dilewati ibu dan bapak dulu membuat saya haru. sampai akhirnya saya bisa duduk dengan nyaman di meja kerja di satu instansi ternama ini pastilah juga karena susu dengan pewarna kue warna warni yang ibu beri ketika sahur bertahun-tahun lalu. sampai sekarang ketika saya sudah dewasa dengan perut yang makin membuncit, ibu masih semangat dan senang hati membuatkan saya baju hamil, sekalian untuk baju lebaran katanya. ahh, kali ini saya janji bu, tidak akan iri dengan siapapun yang membeli baju lebaran di swalayan :)



*cheers!

Pegawai Ngeri Sekali

Wednesday, July 18

lagi musim penerimaan CPNS ya.. kebayang euphoria dan semangat pendaftarnya. saya jadi flash back ke dua tahun lalu, saat memutuskan resign dari tempat saya bekerja dan menjadi satu dari sekian ratus ribu pendaftar yang ikut mengadu nasib juga keberuntungan untuk merebut satu kursi disatu instansi. kalau ditanya kenapa dulu saya ngotot banget daftar CPNS jawabannya murni untuk memenuhi keinginan ibu.. sebelumnya ketika kuliah.. jangankan bercita-cita, kebayang untuk jadi pegawai negeri aja enggak sama sekali. yang ada dipikiran saya dulu, jadi pegawai swasta ternama dengan gaji delapan angka. jadi PNS? ahhh.. keburu males membayangkan harus bersaing dengan ratusan ribu orang yang kita gak kenal siapa, gimana, seperti apa dan mmmm.. titipannya siapa.

kenyataannya daftar CPNS itu memang gak ada indah-indahnya, yang ada justru bikin miskin. apalagi kalau memburu banyak instansi seperti saya tempo hari. tidak terhitung berapa jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk menyewa jasa warung internet, ngeprint lamaran, membeli materai dan mengirimkan berkas dengan jasa pos kilat ke alamat tujuan, belum lagi ongkos yang harus dikeluarkan jika harus mengikuti test diluar kota. dalam kondisi pengangguran, hal itu jadi beban tersendiri buat saya karena mau gak mau harus terus-terusan minta uang ke orangtua. masalah lain yaitu kondisi mental yang drop karena berkali-kali gak lolos seleksi. paling malu ya sama siapa lagi kalau bukan sama bapak dan ibu, disisi lain saya jadi menyadari betapa berartinya dukungan ibu buat saya, ibu tidak pernah kecewa bahkan tersenyum tulus meskipun mendengar saya berkali-kali tidak lulus.

saya masih punya catatan dan kumpulan kartu ujian. pernyataan ini itu, keterangan kepolisian, surat bebas narkoba, surat lamaran yang ditulis tangan sehingga-jika-salah-harus-mengulang-dari awal, dan masih banyak surat-surat lain.. positifnya, karena banyak mendaftar saya jadi sering ikut ujian dan jadi banyak latihan mengerjakan soal ujian masuk CPNS, anggap saja try out, hahaha.. memang jadi pegawai negeri itu punya sensasi sendiri, ada sedikit kebanggaan karena bisa melewati puluhan kali test dan ujian, bisa menang melawan kondisi mental yang naik turun, dan akhirnya bisa diterima disatu instansi ternama. apalagi dibalik semua itu ada mimpi ibu. mimpi sederhana yang baru beberapa waktu lalu bisa saya cerna sempurna.. mimpi ibu agar saya jadi perempuan yang mengabdikan ilmunya, jadi istri yang bisa membantu meringankan beban suaminya, jadi ibu pekerja dengan jam kerja yang biasa. 

semoga teman-teman yang ikut test tahun ini kebagian rejekinya, saya ikut doain yang terbaik. tapi kalau seandainya belum berhasil jangan terlalu kecewa. don't expect too much adalah prinsip yang harus ditanam dikepala setiap habis mendaftar satu instansi. bukan tidak optimis, hanya saja dalam hal ini yang lebih dibutuhkan adalah sikap realistis. kerja apa dimana saja sama kok, asal kita enjoy dan bersyukur. kalau yang diterima jangan terlalu jumawa dengan 18 digit nomer induk pegawai yang diakui negara. seperti Pak Edison pernah bilang di satu sesi mata kuliah ketika saya mengikuti diklat prajabatan. PNS itu Pegawai Ngeri Sekali, semua tindak tanduk kita disorot masa, diamati media, seolah memang tidak boleh punya celah salah. lah kita bener aja masih banyak dihakimi apalagi kalau kita ikut-ikutan salah. NGERI :D 



*cheers!

mengumpat macet

siapa sih yang gak tergiur tinggal di kota besar dengan segala kemudahannya. sayangnya untuk kota besar di indonesia, kemudahan yang didapat akan sangat berbanding lurus dengan ke-ke yang lain yang sifatnya negatif. kemacetan salah satunya, walaupun menurut saya kemacetan adalah harga mutlak yang harus dibayar masyarakat perkotaan, khususnya pengguna kendaraan bermotor. kalau mau gak macet, jalan kaki aja om tante. terlalu sinis ya mungkin, tapi saya memang heran sama orang-orang yang udah tau macet tapi masih pake mobil dan mengeluh setiap terjebak antrian panjang kemacetan. katakan memang harus dan perlu banget menggunakan kendaraan roda empat, kalau begitu ceritanya anggap saja macet bagian dari resiko berkendara.

saya pribadi juga bukan gak pernah terjebak macet, ketika harus bepergian menggunakan mobil dan pulang bertepatan dengan jam padat, mau gak mau ikut mengalami imbas kemodernan masyarakat kota. tapi ya dinikmati aja.. naif? enggak juga. hanya saya cukup sadar bahwa dengan saya menggunakan mobil, artinya saya juga ikut andil menyumbang kemacetan. masih layak mengumpat? enggak kan. namanya tinggal di kota besar, suka tidak suka, aktifitas, mobilitas dan tingkat kemapanan penduduknya pasti lebih tinggi dibanding masyarakat daerah kecil. kalau beli mobil bagus bisa, ngebensinin bisa, kenapa kalo kena macet gak terima? malu dong sama mereka yang bersepeda, ujan keujanan, panas kedebuan, gowes kecapean tapi gak ngeluh :p

eh ini juga pengecualian buat pengguna kendaraan umum.. kalau mereka saya hargai sepenuh hati. seenggaknya gak egois ikut memperparah kemacetan dengan mengendarai satu mobil per satu orang. saya paham sih, transportasi publik di negara ini belum cukup mengcover kebutuhan, kenyamanan dan keamanan yang harusnya sudah jadi standar suatu kota. makanya saya beri apresiasi tinggi untuk karyawan, mahasiswa dan semua masyarakat kota yang masih setia menggunakan kendaraan umum. apalagi buat pengendara sepeda dan pejalan kaki, saya punya loh temen yang kemana-mana jalan kaki, naik angkot cuma kalo udah cape.. salut. eh trus yang ngerasa kesindir maap ya om tante, postingan yang ini emang dibuat untuk nyindir sih, ahahahaha. bentar lagi puasa.. makin macet makin diuji kesabaran makin banyak pahala loh *nyengir*


*cheers!

balada hamil muda

Monday, July 9


sebagai calon ibu baru, saya memang masih agak kaget dengan efek hamil yang diluar dugaan. dulu saya pikir hamil itu ya biasa saja.. tidak ada yang akan dirasakan selain bentuk perut yang makin lama makin membuncit. ternyata..  tidak se-simpel itu. semua ibu hamil sadar atau tidak pasti mengalami perubahan diluar perubahan fisik yaitu perubahan emosional. tapi subjektif sih, kalau saya yang ditanya, pasti saya akan bilang bahwa saya normal-normal saja.. gak manja, gak ngeselin, gak emosian.. tapi coba yang ditanya mas ery, hahahaha.. untuk pria paling siaga yang satu ini rasanya tidak cukup jika hanya memuji kesabarannya yang seolah tak pernah punya masa kadaluarsa :p

saya rajin mencatat beberapa perubahan yang terjadi selama kehamilan, seperti selalu terbangun tiap tengah malam untuk buang air kecil, badan tidak fit.., seluruh sendi rasanya pegal tanpa bisa dicari tau penyebabnya, dulu saya termasuk yang gak doyan aktifitas pijat memijat, tapi semenjak hamil rasanya ingin punya asisten pijat pribadi. saya juga selalu lapar dijam-jam tanggung dan gak bisa ditoleransi. lalu sekarang saya jadi jerawatan.. agak masuk level memprihatinkan, mengingat dulu kulit saya termasuk yang anti karat dan tahan segala cuaca, ehh sekarang nyerah sama hormon. yang terakhir seperti ibu hamil pada umumnya, absolutely saya merasakan mual pagi.

gak sampe wow banget gitu sih mualnya tapi gak jarang juga kebagian mual yang sedikit heboh. kalau sudah datang edisi mual yang itu saya sampai keringat dingin dan berairmata, rasanya lelaaaah sekali. orang bilang mual jangan dirasa nanti si anak jadi manja, tapi saya justru bersyukur dikasih kesempatan merasakan "sensasi" ibu hamil yang seperti itu, karena saya jadi sadar, bahwa benar.. jadi ibu bukan sekedar kita mampu hamil kemudian menunggu waktu melahirkan. bukan hanya itu ukurannya, tapi ada banyak sekali kesiapan yang harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. 

membaca banyak referensi kehamilan baik dari buku maupun dari internet tak lantas membuat kita jadi tenang. karena semakin banyak informasi yang dibaca, justru semakin banyak kekhawatiran yang dirasa. semakin banyak orang tau kita sedang berbadan dua, semakin banyak pula saran dari mereka yang otomatis diserap kepala, serba salah jadinya.  tapi saya yakin setiap perempuan hamil pasti punya intuisi seorang ibu, punya keyakinan untuk menyaring banyak informasi yang didapatnya, memilah dan memisah mana yang menurutnya paling baik untuk dia dan bayi dalam kandungannya. 

siang ini tadi jadwal saya periksa kandungan, alhamdulillah normal dan sehat. hilang sudah kekhawatiran yang selama ini memenuhi isi kepala. hari ini untuk pertama kalinya saya dan mas ery mendengar detak jantung si mahluk mungil yang sedang berenang senang didalam sana. rasanya luar biasa, menyadari ada yang hidup didalam yang sangat bergantung pada tubuh saya.. yang jantungnya berkedip dengan tanda merah dan biru di layar USG, terdengar berdetak cepat "dugdugdugdugdug" seperti lelah habis berlari. dokter irna bilang "tuh liat anakmu.." saya dan mas ery tertawa.. bahagia, tak terungkap kata.


*cheers!

Ooo Orkejs Stamboel Kampoengan

Thursday, July 5

pertama kali saya kenal OSK itu di minggu terakhir saya lajang. waktu itu sore disela-sela banyak dan sibuknya urusan pernikahan kami, mas ery mengajak saya main ke rumah seorang temannya didekat terminal bus cicaheum bandung. rumah besar dengan pagar besi tua yang susah dibuka. menurut cerita singkat mas ery, ini adalah rumah opan.. teman baik yang sudah lumayan lama dia kenal. opan salah satu personilnya Orkejs Stamboel Kampoengan (OSK), band sederhana yang spesialisnya menyanyikan lagu-lagu tua. mereka yang akan tampil mengisi acara dimalam 7 januari.  

sampai disana saya berkenalan dengan opan dan menyapa kucingnya yang bernama lukas. opan beperawakan sedang, terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. sehari-harinya berprofesi sebagai guru tapi bukan guru berseragram sipil. opan salah seorang guru sekolah alam yang tak kenal seragam. setelah berkenalan dengan opan, saya menyalami budi yang juga seorang guru, lalu pacarnya budi, lalu john. sebenarnya ada satu lagi yang waktu itu saya belum bertemu tapi sudah mendengar ceritanya dari mereka. namanya kondoi, seorang guru privat bahasa inggris yang punya slogan "pagi daftar sore jadi bule"

setelah sukses mengisi acara dimalam saya menikah, saya bertemu mereka sekali lagi, waktu itu (masih di rumah opan) mereka bikin tema pertemuan bola. jadi semua yang datang harus pakai baju bola.. bola apapun, bola basket, bola pingpong atau sepak bola. kami duduk beralas karpet, ramai-ramai sambil menyantap pisang aroma dan lumpia yang sengaja saya bawa dari rumah, sambil mendengarkan kondoi bernyanyi. oyah, saking sangat menjiwai profesinya sebagai guru privat, kondoi tidak mau berbicara selain berbicara bahasa inggris, ditanya pakai bahasa sundapun akan dijawab dengan menggunakan bahasa inggris. sombong banget memang :))

senin malam kemarin, mereka menyambangi rumah. tak lupa membawa gitar dan laptop untuk menampilkan lirik-lirik lagu yang mereka tidak hafal. niat banget ya.. hahaha. eh, jangan ditanya soal kualitas bermusik mereka, menurut saya two thumbs up! saya sendiri wondering, kok bisa semua personil, empat-empatnya punya suara super bagus dengan kemampuan memetik gitar yang woowww sekali. lagu-lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu lawas sekelas, bon jovi, bob dylan, bruce springteen, eddie vedder dan tentunya semua lagu-lagu beatles. bahkan kemarin, mereka menyanyikan lagu "tonight you belong to me" yang pertama kali direkam tahun 1926, super lawas.




*cheers!

menunggu minggu

Monday, June 25

kenyataan bahwa menghadapi kehamilan pertama adalah tidak se-simpel yang saya kira. ada banyak sekali kekhawatiran dan perubahan yang terjadi dalam diri saya. jujur saya khawatir terhadap perubahan yang belum kelihatan tapi sudah dirasakan. perut belum buncit, berat badan juga belum berubah, tapi emosi udah rajin naik turun, rasa lapar juga sudah mulai susah dimengerti. tersangkanya siapa lagi kalau bukan si macam-macam hormon penunjang kehamilan yang datengnya keroyokan. bersyukur karena mas ery maklum dan santai banget menghadapi fluktuasi emosi saya. bisa banget diiklanin sebagai suami tabah dan siaga :p

alhamdulillah gejala hamil yang saya alami gak ekstrim-ekstrim banget. memang mual pagi tapi masih bisa ditoleransi. gak pake ngidam juga, paling kadang-kadang pengen makanan apa gitu yang jenisnya gak aneh dan gak susah dicari. kalo gak ada pun masih punya pilihan makanan pengganti. selebihnya sejauh ini semua makanan, masakan, semua jenis susu dan buah bisa lahap saya kunyah. cuma yang paling gak tahan itu malesnya. subahanallah, saya maleeeeees gak ada dua. pokoknya di kamus besar mood saya itu cuma ada 3M : makan, malas dan mengantuk. level 3Mnya ini agak kebangetan.. pagi-pagi, dateng ke kantor.. duduk, nyalain komputer trus nguap, biar gak nguap kan ngunyah yah.. beres ngunyah, sukses ngantuk.. ohmaygad.

kemarin cek ke dr. irna di RSIA. Tedja, eh katanya kalau cek kandungan itu dokternya cocok-cocokan ya. saya kebetulan dapet rekomendasi dr. Irna dari beberapa teman dan belum pernah ngebandingin sama dokter lain. tapi syukurnya langsung nyambung.. beliau ramah dan komunikatif. kemarin pas USG dr. Irna bilang janinnya sehat, saya bisa lihat ada kantung kecil diperut saya, didalamnya ada mahluk mungil yang jantungnya sudah berdetak. ahhh.. pengen nangis. hari ini usia penghuni rahim saya tepat tujuh minggu, dan saya tak sabar menunggu minggu demi minggu selanjutnya untuk bisa melihat dia tumbuh besar didalam sana. semoga sehat terus ya nak :*


*cheers!   

cerita tengah kota

Friday, June 22

Rotaract District Conference (RDC) adalah event tahunan yang bertujuan untuk mempertemukan perwakilan-perwakilan club dari seluruh indonesia dengan tujuan silaturahmi dan berbagi inspirasi. kebetulan tahun ini saya masih "terjebak" dalam jabatan President Of Rotaract Club Bandung Sentral Kota Kembang dan baru akan lengser setelah bulan juni. jadi memang event district conference ini semacam bakti terakhir saya untuk organisasi internasional yang sudah membuat saya kenal bandung dengan segala keunikan kota dan masyarakat terutama anak-anak mudanya. eh, kalo yang belum tau apa itu Rotaract, silahkan baca disini

jadi selama malang melintang di dunia event organisasi dan kepanitiaan, saya memang gak pernah ngerasaian yang namanya cukup panitia, selalu saja kurang. event district conference yang sekarang pun sama. panitia minim dengan jumlah peserta wow dari seluruh indonesia, bahkan perwakilan dunia. dan ini adalah kali pertama saya bikin event akbar yang lokasi penyelenggaraannya ada ditengah kota banget. saya memang sudah membayangkan, bikin acara ditengah kota akan sangat menguras energi terutama dalam hal perijinan. tapi dari hasil mematangkan ide dan mengerucutkan opini, saya dan panitia lain melihat kawasan braga adalah tempat yang paling pas untuk menyelenggarakan event dengan tema "urban creative" yang kami usung. 

ceritanya opening ceremony RDC BDG 2012 jatuh ditanggal 21 juni 2012. kebetulan bertepatan dengan kedatangan RI2 untuk membuka muktamar salah satu organisasi islam. (sialnya) gedung tempat RI2 membuka acara dan gedung tempat kami membuka district conference hanya terpisah tembok. ya bayangkan saja berapa banyak aparat keamanan yang berjaga dan rewel banget sama keberadaan kita disana. oke. saya ngerti kok, namanya pemimpin negara.. ya harus sangat ketat pengamanannya. tapi gak harus jadi ganggu apa yang sudah kami persiapkan dengan matang dari jauh-jauh hari kan? toh kita sama-sama warga negara indonesia, punya hak yang sama untuk memakai suatu tempat, apalagi kami sudah sangat taat prosedur.

bisa ditebak, ditengah acara saya didatangi seorang tegap tanpa pakaian dinas. minta bertemu panitia, minta rundown acara, minta print proposal, dan terakhir minta acara diundur jadi besok. WHAT THE?? langsung istighfar dalam hati, saya tahan-tahan diri banget, takut terlalu nyolot karena hormon yang lagi hilir mudik didalam tubuh saya sedang dalam kondisi tidak stabil karena hamil. walaupun alhamdulillahnya saya sukses menahan amukan dengan hanya mengeluarkan kalimat singkat dan tegas "GAK BISA PAK" dengan ekspresi wajah yang siap nerkam. ya coba deh bayangin gimana rasanya ngerencanain satu event akbar dari berbulan-bulan lalu, pontang panting ngurusin mulai dana sampai acara, trus pas hari H, tiba-tiba satu orang dateng dan minta acara di mundurin karena dianggap menganggu sterilisasi RI2. 

gak cukup sampai disitu, bapak intel yang terhormat tetep gak puas sama jawaban yang sudah saya paparkan dengan ekstra jelas dan ekstra sabar. dia ngotot mau ketemu penanggung jawab event yang kebetulan waktu itu ada untuk membuka acara. ya saya pertemukanlah dengan senang hati. lima belas menit saya membiarkan sang intel bertemu dan ngobrol langsung dengan penanggung jawab RDC 2012 yang kebetulan seorang petinggi koran terbesar di jawa barat. saya menunggu dibelakang, ketika selesai dan bertemu saya lagi sang intel tersenyum dan memasang ekspresi wajah yang terlalu ramah "neng, penanggung jawab acaranya pimpinan koran PR ya? waaah.. atuh deket dong kantornya dari sini". ASEM! pengen saya telen rasanya $%$&*^*#@%!!!



*cheers!

si cantik batik

Sunday, June 17


setelah puas melewati tahapan gunting-pola-gagal-lalu-disusul-dengan-jaitan-yang-gak-karuan, akhirnya hari ini saya sukses bikin rompi batik. agak euphoria, maklum.. namanya juga baru bisa membuktikan bahwa kursus menjahit yang diikuti tempo hari gak 100% gagal. memang akhir-akhir ini saya tertarik banget sama "additional clothes" seperti rompi dan vest. karena percaya atau tidak mereka-mereka itu tidak pernah habis termakan mode dan zaman. sejujurnya skill menjahit saya sih masih segitu-segitu aja, hanya mungkin sekarang didorong dengan terkurasnya tabungan akibat membeli si mesin jahit, yang akhirnya membuat saya mau gak mau harus produktif, biar gak sia-sia banget perjuangan nabungnya :D

kalau banyak yang mengira saya banyak keluar biaya untuk membeli banyak kain sekaligus itu salah. karena kain adalah salah satu investasi ala saya. sudah sejak bertahun-tahun yang lalu saya senang mengumpulkan kain. sampai akhirnya sekarang ketika saya sudah punya nyali menjahit, saya hanya tinggal mengambil dan memilih. oh, jangan juga membayangkan saya membuat rompi ini sekali jadi. NO, sama sekali tidak. alhamdulillah saya sudah puas banget kehilangan kain-kain bermotif lucu akibat kesalahan fatal menggunting pola. tapi kalau kita tidak pernah salah bagaimana caranya bisa tau benar? jadi sekali dua kali gagal dalam proses belajar itu wajar, setuju?


*cheers!

dua garis

Monday, June 11



melihat dua garis pada sebuah benda kecil yang sudah sering saya beli dan buang karena gagal itu rasanya tak terungkap kata. dua garis yang (akhirnya) bisa menjelaskan kenapa beberapa minggu belakangan ini saya murah air mata dan menjelma jadi perempuan super cengeng. setiap apa yang saya pikirkan dan meleset dari perkiraan, pasti berujung air mata. mas ery salah dikit, saya langsung nangis sesegukan persis seperti anak kecil yang tidak dituruti keinginannya. curhat masalah sepele dengan teman baik-pun selalu diakhiri dengan mengalirnya air mata. bahkan rasa lapar saja bisa membuat saya menangis, believe it or not :p

saya sadar ada sesuatu yang tidak biasa, tapi saya tidak tau harus berbuat apa. untuk kasus yang satu ini, mencoba mencari tau dengan googling malah membuat saya makin snewen dan uring-uringan. mbak sari adalah yang paling curiga atas ke-sensitif-an saya. berkali-kali dia menyuruh saya melakukan test sederhana dengan alat uji kehamilan dan berkali-kali pula saya selalu mencari alasan untuk tidak melakukannya. bukan tidak mau, susah untuk tidak expect too much, dan lebih susah lagi kalau nantinya harus kecewa karena terlanjur duga-kira. meski akhirnya minggu pagi kemarin saya mengalah, pasrah dan terjawab sudah, Alhamdulillah. 

luar biasa bahagia sampai tak akan pernah cukup rasanya saya dan mas ery mengucap syukur. selamat berkembang senang didalam sana, tetap sehat dan metal selalu ya sayang :*


*cheers!

pincushion

Tuesday, June 5


jrengjreng.. ini hasil karya saya semalam, setelah sukses mengais waktu yang seharian dipakai bekerja dan masih harus membagi sisanya untuk menyiapkan makan malam (oke ini berlebihan :p). pasti gak tau kan si burung hantu absurd ini fungsinya apa? hahaha. ini pincushion untuk tempat jarum pentul biar keberadaannya gak berserakan. sejujurnya saya pengen mendokumentasikan langkah membuatnya, tapi saya gak punya kamera. kemarin sih sempat pinjam pocket camera punya bapak tapi ternyata dudukan untuk mengisi baterainya ketinggalan di Jakarta. alhasil, baru dipakai beberapa hari si kamera sudah sukses tewas. 

selama ini kiblat handmade saya masih setia ke mbak puri pemilik idekuhandmade dan mbak dita empunya cemprut. saya pernah bertemu keduanya di crafty days tempo hari, dua perempuan muda yang kaya karya. eh sebenernya, dari hari minggu kemarin saya niatnya bikin vest, modelnya udah nemu, kainnya udah ada, benangnya udah siap.. cuma masih gak pede motong polanya. dengan kata lain kursus menjahit saya beberapa bulan silam kemarin gagal total. hahaha.. tapi  gak ada yang gak mungkin selama kita mau belajar, tidak bosan mencoba dan terus berusaha, iya kan?


*cheers! 

mesin mimpi

Monday, June 4

saya memang lulusan IT yang gak IT banget. ketika banyak pelaku IT disekitar saya bermandi gadget, saya malah nyaris tidak peduli dengan perkembangan gadget terkini. saya satu dari sedikit sekali orang IT yang tidak punya laptop, notebook bahkan PC, percaya atau tidak hal itu terjadi hampir dua tahun lamanya. memang, alhamdulillah saya masih punya satu ponsel pintar dengan kamera yang sudah tidak berfungsi dan lampu blitz yang nyala 1x24 jam setiap hari akibat terendam air laut pantai selatan tempo hari. tapi ketika banyak orang bermimpi mengganti ponsel dengan teknologi terkini saya punya mimpi yang lain sendiri : membeli sebuah mesin jahit.

setelah cukup lama melewati fase nabung-abis-nabung-liburan-nabung-galau-nabung, akhirnya satu juni kemarin saya punya mesin jahit baru yang super canggih. canggiiiiiih banget kalo dibandingin mesin butterfly warna hitam punya ibu yang usianya nyaris tiga kali lipat usia saya. si mesin ini bukan begitu saja saya temukan ditoko. saya sampai bosan keluar masuk toko sambil galau, beneran galau karena ternyata mencari mesin yang pas dihati pas digaji itu bukan hal yang mudah. buat catetan aja sih, kalau kita ingin beli satu barang dengan harga yang masuk kategori perjuangan, mesti rajin browsing dan tanya kanan kiri sebelum benar-benar menentukan mau beli di toko A, B atau C. karena sering kejadian selisih harga antar toko yang saling bertetangga itu jauh berbeda.   


well, ada banyak sekali ide dan mimpi dikepala yang dari duluuu banget berbaris mengantri untuk diwujudkan bersama si mesin jahit baru ini. meski kenyataannya harus berlomba dengan ragam aktivitas lain yang lebih menyita waktu. akhirnya si mesin yang resmi jadi penghuni baru rumah membuat saya ikhlas ditinggal mas ery mengarung sungai sabtu pagi kemarin. padahal biasanya kalau mas ery pergi berkegiatan air, tanah, hutan saya selalu histeris iri. duet maut pertama saya dengan si mesin adalah tempat mukena yang fotonya ada dibawah ini. saya tetap harus ikhlas menerima kenyataan bahwa secanggih apapun teknologi, kalau penggunanya belum ada dilevel jendral menjahit bintang lima, tetap saja harus bongkar pasang jahitan, meskipun hanya membuat satu bentuk sederhana :D



*cheers!

surga dunia

Wednesday, May 30



"ruang kerja dengan banyak kain perca dan warna warni renda.
buat saya, ini yang namanya surga dunia"

kalau sedang jenuh bekerja dan bosan mengurusi banyak data, saya sering memperbanyak tab browser serigala di komputer saya. mengunjungi banyak halaman maya untuk sekedar liburan mata. saya tak pernah berhenti mengagumi orang-orang dominan otak kanan yang sangat kaya kreasi dan imajinasi. saya memang bukan jendral menjahit bintang lima seperti ibu, saya hanya mewarisi sedikit keahlian yang ibu punya. dan sedikit keahlian itu pada akhirnya sering merepotkan, membuat saya sering meluap ide meski selalu terbatas waktu. tapi mimpi saya yang ini tidak boleh mati, suatu saat saya harus punya surga dunia versi sendiri.

"bukankah semua hal didunia ini butuh proses? 
meskipun tak melulu harus cepat diburu."


cheers!

pasar kaget

Sunday, May 27



hampir setiap daerah di indonesia punya pasar kaget, pasar yang jadi idola semua lapisan masyarakat. sesuai dengan namanya pasar kaget hanya ada dihari dan waktu tertentu, seperti di kawasan lapangan gasibu bandung. pasar gasibu memang hanya digelar setiap hari minggu, mulai pagi hingga matahari ada dipuncak tinggi. saya bukan termasuk yang rajin menyambangi pasar gasibu setiap minggu, tapi saya selalu senang kalau mengunjungi keramaian yang tercipta dari ratusan pedagang kaki lima, apalagi kalau ditambah bonus langit cerah dan udara dingin khas bandung. sempurna!

kalau ditanya apa saja yang ada di pasar kaget gasibu saya rasa tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar kaget dibanyak daerah lainnya. mulai dari sandang, pangan, papan, semua komplit dijajakan diatas etalase beralas terpal. pembelinya juga tak kalah ragam, dari yang sudah wangi rapi jali, sampai yang masih membawa sisa mimpi malam tadi. backsong itu semua tentu saja bunyi klakson kendaraan bermesin yang bersahut-sahut berusaha memecah sendat arus sesak pejalan kaki, juga lengking peluit tukang parkir menggiring kendaraan roda dua masuk kedalam "lapaknya" dan teriakan para pedagang bersaing menawarkan barang dagangan yang mereka punya dengan kalimat khasnya.

selain atmosfer, yang paling saya suka dari pasar kaget adalah jajanan murah meriahnya, soal yang satu ini pasar kaget dimanapun pasti selalu juara. bayangkan saja, dipasar gasibu saya bisa mengganjal lambung dengan selembar lima ribu rupiah untuk seporsi cuankie, atau sepiring baso tahu, atau tiga ribu rupiah yang bisa ditukar dengan tiga tusuk cilok goreng, atau cakue, atau jamur krispi atau bola-bola ubi, bahkan dua ribu untuk sebungkus gula-gula kapas merah muda, dan nol rupiah untuk beberapa teguk air mineral yang saya bawa dari rumah. murah dan bahagia.

buat penggila semua yang "indonesia sekali", pasar kaget adalah salah satu event sederhana yang patut dicoba, karena tak butuh banyak biaya juga waktu yang lama untuk bisa merasakan sensai bahagia di negeri ragam budaya ini. sebentar, sekedar memanjakan mata, melihat, memperhatikan, mendengar dan mencari tawa dari hal-hal kecil yang terjadi disekitar kita. jadi kalau pas bangun terlalu pagi dihari minggu, cobalah menikmati cerianya pasar kaget. jangan lupa berbekal air minum sendiri dan beberapa keping uang pecahan kecil untuk mengapresiasi pengamen dengan suara kualitas tinggi.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS