tanya kenapa?

Thursday, December 29


terus terang pembicaraan-pembicaraan singkat seperti yang diatas ini bikin saya bertanya sama diri sendiri. terlalu samarkah sisi keperempuanan dalam diri saya? hahaha.. kayanya enggak deh, harusnya memang enggak. buktinya saya masih suka pake baju motif bunga, pakai rok batik, punya beberapa flat shoes, masih suka menangis kalau kesal, masih sering khilaf belanja. tuh.. perempuan banget kan? 

memang sih untuk beberapa hal saya akui, kadang saya gak sependapat sama pemikiran perempuan pada umumnya. kaya misalnya harus ngegeng, harus punya barang kembar, punya jadwal kunjung mall, karoke, bioskop dan warung bakso.. saya bukan juga tipe perempuan yang ngapalin semua merk, parfume, kosmetik, produk fashion, maupun lagu-lagu dari penyanyi luar negri yang lagi in. saya jarang banget update hal-hal wajib perempuan seperti itu :p tapi bukan berarti sisi keperempuanan saya tidak diakui kan?

beberapa teman masih histeris kalau liat saya berfoto pakai baju warna pink menyala, atau warna cerah lainnya. mereka juga jadi heboh sendiri membayangkan saya berbalut kebaya di hari bahagia. hahaha.. jadi susah deh, segimana udah diusahakan agal terlihat lebih perempuan, masih gagal juga. mau sampai kapan karakter perempuan saya terbunuh terus terusan?



*cheers!

garasi inspirasi

Friday, December 9

akhir desember biasanya musim orang bikin resolusi, sayapun sama.. meski hari ini masih belum masuk kedalam kategori akhir desember, tapi gapapa kan saya curi start? :p jadi salah satu cita-cita terbesar saya ditahun 2012 adalah punya semacam tempat untuk anak-anak berkumpul, tempat untuk mereka bebas membaca, bercerita dan bergembira. menurut saya, anak-anak yang cerdas adalah anak-anak yang bisa dengan mudah dan gembira bercerita tentang apa saja. soal darimana mereka bisa punya database cerita salah satunya adalah dari membaca, dan itu yang ingin saya fasilitasi. 

jujur, saya sendiri bukan tipe addicted to book, koleksi buku saya tidak banyak, dalam sebulan saya maksimal membaca tiga buku, itu juga hanya buku ringan tentang sebuah perjalanan bukan roman. membaca beritapun saya enggan, ritual tiap pagi memang membuka situs berita online, tapi yang saya baca hanya judul per judulnya saja. isi dan alur beritanya seperti sudah bisa ditebak tanpa harus dibaca. saya juga bukan yang mudah bercerita, saya bukan ahli deskripsi, dongeng apalagi. repotnya lagi saya bukan tipe orang yang mudah dekat dengan anak-anak, sekedarnya saja.. kadang saya masih sering bingung bagaimana caranya supaya bisa jadi yang menarik perhatian anak-anak, saya kikuk. akhirnya memilih cari aman dengan tidak menyapa mereka.

tapi semenjak dirumah ada dek diah, saya jadi tau betapa susahnya mengajari seorang anak untuk jadi "pintar" dengan membaca tanpa mereka merasa terbebani dengan satu kata : belajar. karena menurut anak-anak membaca itu sama artinya dengan belajar dan itu membosankan. jadi baru-baru ini metode belajar dek diah saya ganti dengan cara bercerita. tapi tetap saja tidak mudah, tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. bercerita atau mendongeng itu susah.. trust me! gak cuma soal mengarang isi cerita supaya ada esensi moral dan pelajaran yang dapat dipetik didalamnya tapi juga soal menarik fokus supaya dek diah mendengarkan dengan tulus sampe akhir cerita, nah bagian itu yang susah luar biasa. sepertinya saya perlu belajar ekspresi dan tonasi tinggi rendah suara.

balik lagi ke resolusi yang akan saya beri nama garasi inspirasi, ide awalnya bermula dari lemari yang menempel permanen di sudut garasi, dulu isi lemari itu adalah seperangkat alat-perang-mesin-mobil-tua kepunyaan bapak. tapi semenjak bapak lebih sering bolak balik jogja jakarta dan tidak ada lagi mobil tua yang harus dibenahi setiap hari, akhirnya si lemari jadi tidak terpakai, dibukapun hampir tidak pernah. saya membayangkan pasti senang rasanya jika lemari itu dipenuhi banyak buku cerita juga ensiklopedia. bisa dibaca bersama sambil duduk melingkar dan tertawa di lantai garasi beralas karpet warna warni. ah, ya.. semoga saja :)


*cheers!

hari (jodohnya) volunteer

Tuesday, December 6

5 desember kemarin adalah peringatan hari volunteer sedunia dan saya gembira. ya, saya memang harusnya gembira dengan setiap hari atau event yang melibatkan volunteer atau relawan, karena saya punya sejarah cerita (cinta) hahaha..

well, semenjak disibukkan dengan persiapan hari bahagia, selalu ada pertanyaan yang mengandung keheranan dari banyak orang yaitu : "ketemu dimana?" trus biasanya saya hanya akan senyam senyum bingung. bingung karena menjelaskan asal muasal kami saling kenal akan sama dengan beberapa episode sinetron kejar tayang dengan banyak tokoh dan cerita yang panjang. kalau heran wajar saja, karena kami memang tidak punya riwayat kuliah di kampus yang sama, tidak pernah menjadi pengurus di organisasi pemuda, geng motor apalagi remaja islam masjid, tidak. kami sama sekali tidak pernah satu atap. 

singkatnya kami pertama kali bertemu dalam satu rapat relawan event hari bumi bulan april beberapa tahun silam yang kebetulan diikuti oleh banyak Non-Government Organization yang ada di bandung. No! jangan bayangkan saya jatuh cinta pada pandangan pertama, sama sekali tidak. sepulang rapatpun saya sukses lupa siapa nama pemimpin rapat berambut gondrong yang datang terlambat dan berwajah dingin tadi. dan setelah rapat malam itu, tenggelamlah kami dalam kesibukan masing-masing. tidak saling menyapa dengan sengaja. kalau pas ketemu di event-event relawan selanjutnya baru saling senyum seadanya. 

cerita tahun-tahun selanjutnya sampai akhirnya kami membuat keputusan besar, tidak perlu di publikasi disini ya.. yang jelas karakter kami jauh berbeda. seperti danau dan samudra.. yang satu tenang yang satu hobi bicara. hahaha.. satu-satunya yang mudah terlihat sama dalam diri kami adalah, kami sama-sama suka meransel :p jadi, selamat hari relawan sedunia! "kerja" itu gak melulu untuk jadi kaya, tapi juga untuk bantu sesama dan nabung pahala syukur-syukur kalo bisa ketemu jodohnya kaya saya. hahaha..


*cheers!

paket lengkap

Friday, December 2

karena setiap hidup manusia itu sepaket komplit, mulai dari bahagia banget, sampe sedih banget, sudah diberi tanpa negosiasi dari mulai pertama kita melihat dunia. jadi sang pemenang atau si pecundang, jadi yang disalahkan atau menyalahkan setiap dari kita pasti pernah dan itu lumrah.

*cheers!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS