yang sederhana yang luar biasa

9:26:00 am


"tau apa kamu tentang kotamu? kota yang kamu akui sebagai kampung halamanmu, kota kelahiran yang katanya selalu membuatmu rindu.."

minggu pagi kemarin jadwalnya saya dan mas ery meransel tanpa tujuan, ini memang bukan kali pertama, dulu kami pernah sekedar berjalan kaki dari mulai pagi hingga siang hari, menelusuri gang gang sempit dan lembab dibelakang gedung bertingkat. terus saja berjalan sampai lelahnya kaki tak peduli sampai mana nanti. begitu juga kemarin, kami pergi tanpa punya tujuan pasti. pokoknya selama masih ada jalan, ya kami telusuri.

perjalanan dimulai tidak jauh dari kawasan sekitar rumah, ada jalan menanjak separuh beraspal yang selama hampir delapan tahun di bandung belum pernah saya tapaki. diawal perjalanan kami sering berpapasan dengan banyak grup pesepeda lengkap dengan baju yang basah oleh peluh hasil mengayuh. menit menit selanjutnya perjalanan memang tidak semakin mulus, jalan menanjak berbatu dengan aspal mengelupas yang dilalui sangat tidak bersahabat dengan motor bebek yang kami kendarai. sesekali saya melompat turun dari motor demi keseimbangan tetap terjaga. (selalu) ada banyak hal tak terduga yang kami temui, bahkan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. segerombolan anak-anak lokal berlari kesana kemari, petani kentang, ratusan kilogram tomat cabai siap panen, tengkulak menghitung laba, lahan-lahan yang baru dibuka, bibit bibit yang siap disemai. potret masyarakat sederhana yang bisa ditemui tidak jauh dari mewahnya kehidupan kota. 

matahari semakin tinggi, saat kami berjalan pulang ke kota melewati jalan berbeda. tujuan kami selanjutnya adalah hutan kota babakan siliwangi. awalnya saya hanya ingin melihat kawasan yang beberapa waktu lalu sempat jadi sengketa antara masyarakat dan pemerintah kota. tapi beruntung karena ternyata disana sedang ada event tahunan (me)ngadu domba, ini pertama kalinya saya melihat acara adu domba, ratusan pria gagah berbaju hitam bertopi koboi, dengan rokok kretek dan domba-domba bertanduk besar kepunyaannya. saya berdecak kagum, tidak bisa mengira berapa harga setiap domba yang dipetarungkan disana, domba-domba itu diperlakukan dengan sangat istimewa dan hati-hati. sesekali empunya bersorak, ikut berjoget mengiringi, menyemangati seolah para domba itu punya naluri untuk mengerti.

 

tidak butuh waktu lama untuk membuat saya menyerah medengar suara tanduk tanduk besar itu beradu. dua pertandingan dan saya sudah ngilu. kebetulan mas ery punya janji bertemu kawan lama di taman ganesha, jadi tidak susah membuatnya beranjak memotret dari pinggir lapangan dan kembali menapaki tanah coklat babakan siliwangi. hutan kota babakan siliwangi adalah salah satu tempat terindah ditengah kota yang pernah saya temui, dengan banyak pohon beringin tua yang rimbun dan akar gantung yang eksotik, wajar saja jika petisi "save babakan siliwangi" waktu itu disuarakan lantang sekali, memang tidak bisa dibayangkan jika lahan hijau ini dibuka dijadikan mall atau bangunan tinggi lainnya demi memenuhi kepuasan sebagian kalangan.

ditaman ganesha kami bertemu kang niki, seorang berperawakan sedang, dengan gaya khas aktivis, menyandang ransel dan bersepatu lapangan. kang niki adalah penggiat kegiatan sosial dibidang anak-anak. punya satu komunitas belajar untuk anak-anak yang diberi nama rumah bintang, lokasi rumah bintang sendiri ada sekitar kawasan rawan banjir wastukencana, dimana anak-anak yang saya temui kemarin rata-rata sudah biasa bercerita ceria soal banjir yang kerap datang sebagai tamu rumahnya. kegiatan rumah bintang di taman ganesha kemarin cukup sederhana.. mengajak jalan-jalan, bercerita dengan tema, menggambar dan belajar dari alam, lalu diakhiri dengan botram, saling berbagi makan bekal bersama-sama. satu gerakan sosial sederhana yang nyata, yang harusnya bisa dilakukan oleh banyak anak muda yang (katanya) mencintai bangsa.


jadi jangan sering mengumpat penat kotamu. taukah kamu ada banyak hal sederhana yang luar biasa yang ditawarkan ditengah mewahnya kota(besar)mu ini? hal disekitarmu yang tidak membutuhkan banyak biaya untuk menikmatinya juga waktu lama dan jarak yang jauh untuk menemukannya. berjalanlah.. nikmati kotamu, toh semua hal sederhana bisa dinikmati dengan rasa luar biasa asal kamu peka :)

*cheers!

You Might Also Like

1 comments

  1. waaaah ajeng..gambar paling atas dimana tuh? hhe
    eiya, ikut share juga yah..dulu diriku juga pernah nonton si pasanggiri adu domba ini, sebenernya agak gak tega juga liat dombanya diadu :'( tapi demi melestarikan budaya dan seru aja liat domba-dombangnya dikasi aksesori macem-macem.. mungkin ajeng terinspirasi menjahitkan aksesoris untuk domba? hhe
    canda..
    well, nice sight-seeing sharing jeng..salut!

    ReplyDelete