pilihan bekerja

Saturday, August 13

banyak orang bilang paling enak itu berwiraswasta, jadi pengusaha. bisa atur waktu kapan saja kita mau, bisa berpenghasilan dengan hanya bekerja dirumah, bisa mengatur diri kita sendiri tanpa harus ini dan itu, bisa liburan kapan saja tanpa khawatir kehabisan cuti, penghasilannya pun tidak terbatas, bisa meningkat tajam dalam satu dua bulan tanpa harus bikin surat pengajuan dengan birokrasi yang menjemukan dan masih banyak iming-iming lainnya. memang benar, tapi jadi pekerja kantoran juga tidak salah, itukan cuma soal pilihan. buat saya jadi pekerja kantoran tetep punya seni tersendiri, rutinitas pastilah membosankan, hidup dan berjalan di kanan kiri peraturan juga tak jarang membuat kita merasa "ditekan". tapi kalo pekerjaannya pas dan bikin enjoy? rasa senang dan ikhlas bekerjanya itu gak bisa dijelasin deh.  

kalau saya memang tipe orang yang harus diatur, saya harus punya rutinitas, kewajiban dan orang yang lebih tinggi untuk mengatur saya. kalo gak, hidup saya bakal berantakan banget. bisa tiap hari bangun siang, tiap minggu kelayapan, bahkan bisa traveling everytime sesuka hati saya. itu beneran bahaya :)) makanya saya lebih memilih jadi pekerja kantoran, karena bisa membuat hidup saya lebih teratur, terkendali dan pastinya jadi bisa belajar memanfaatkan waktu yang hampir setiap hari dihabiskan di kantor. mungkin semua hanya soal kebiasaan, saya tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga pegawai, dimana bapak dan ibu sama-sama bekerja. jadi ada semacam rasa kagum ketika melihat ibu sukses mengurus kami sambil tetap menjalankan kewajiban kesekiannya sebagai pekerja kantoran. lalu dua kakak sayapun sama, mengikuti jejak bapak dan ibu, jadi gak salah kan kalo dari dulu cita-cita saya memang jadi pegawai di perusahaan A, B, C di instansi X, Y, Z sampe akhirnya nyangkut di ITB :p

jadi pekerja kantoran gak selamanya membosankan kok, ada banyak hal lain yang bisa dinikmati dengan menjadi pekerja kantoran, ada banyak pengalaman yang bisa ditemui hampir setiap harinya, ada banyak kebisaan-kebisaan baru yang belum pernah saya tau sebelumnya dan satu hal yang paling kerasa adalah serunya manajemen waktu. saya memang pekerja kantoran, tapi tetap punya waktu untuk ikut komunitas dan organisasi sana sini, bertraveling dan juga ngebolang kesana kemari tentunya dengan hasil jerih payah sendiri. banyak pengusaha dan wiraswasta sukses yang "katanya" punya banyak waktu dan uang, tapi pergi ke provinsi sebelahpun mereka tidak pernah. berliburpun mereka masih punya banyak pertimbangan ini dan itu. nah jadi disitulah seninya pekerja kantoran, gak mau kalah sama pengusaha dan wiraswasta yang konon punya waktu lebih fleksibel. mereka mungkin punya banyak waktu, tapi saya bisa memanfaatkan waktu.

sekarang, sabtu siang ini saya ada di kantor, sambil asik duduk bersila, membiarkan banyak penyanyi menari di telinga. overtime ditengah banyak orang yang menghabiskan waktu liburnya untuk berbelanja, bermanja diri dan juga mata menjelang lebaran tiba. saya malah lembur dan asik mengerjakan berbagai olahan data. saya menikmatinya? tentu saja.. karna bekerja itu berpahala. bekerja bisa membuat saya menemukan keluarga baru, bekerja bisa mengantar saya pergi bertraveling kemana saja, bekerja bisa menghasilkan pundi-pundi yang menjadikan saya mandiri :)


*cheers!
dari cubicle paling belakang Direktorat Kepegawaian ITB

5 comments:

  1. Salut mbak sama semangatnya! Hehe. Hari gini biasanya kan orang ngeluh aja taunya *memandang bayangan di cermin*

    ReplyDelete
  2. gw rasa setiap jalan hidup adalah pilihan. termasuk soal memilih bekerja sebagai pegawai kantoran atau sebagai enterprenurship. gw pernah merasakan jadi karyawan, pernah merasakan bagaimana kerja dibawah tekanan tiada henti, pernah merasakan diperah macam sapi perah, pernah pernah pernah

    dan akhirnya merubah mindset bahwa bekerja tidak harus menjadi pegawai kantoran yang punya jam kerja, BORED.

    makanya sekarang memilih bikin usaha, dan itu tidak mudah justru lebih berat ketibang waktu sebagai karyawan, tapi yah itu balik2 lagi hidup adalah pilihan, dan gw memilih untuk berdiri dengan kaki gw sendiri.

    hadeeewwwww ini komentar atau curhat yah saudara, wakakakakakak

    ReplyDelete
  3. @ dita : haha.. eh harusnya yang lebih muda lebih semangat dong.. jangan mau kalah sama yang komen dibawahmu :p

    @ mas agus : maksud lo gue cantik? #trims


    @ bang fai : yoi baaaang.. mau jadi karyawan atau wiraswasta semua punya positif negatif.. setiap pilihan itu ada resikonya. nahhh tergantung bijak-bijaknya kita aja menerima resiko dari keputusan yang udah kita ambil. MERDEKA!

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS