ibu buat saya

Monday, July 4

bicara tentang ibu, rasanya hampir semua ibu di dunia ini luar biasa, menginspirasi juga mengagumkan, paling tidak dimata keluarga dan anak-anaknya. saya pun sama seperti kebanyakan anak di dunia ini, saya sangat mengagumi ibu. sosok termungil di keluarga yang sekarang usianya menginjak lima puluh sembilan taun namun tetap enerjik dan bersemangat. ibu buat saya adalah nyaris segalanya.

yang paling saya suka dari ibu adalah kemampuannya untuk membuat saya nyaman bercerita tentang apa saja. kalau pas ada ibu di bandung, saya mendadak gak doyan maen, gak doyan kumpul sama temen, gak doyan baca buku, gak doyan kerja walaupun alhamdulillah masih doyan terima gaji. saya langsung menjelma jadi ekor yang ngikutin kemana aja ibu pergi. ibu ke dapur, saya ikut. ibu jahit baju di ruang jahit, saya ikut. ibu tiduran di kamar, saya ikut untuk bercerita tentang apa saja. tentang teman, pekerjaan, organisasi, tentang mimpi dan cita-cita saya. kalau sudah habis ceritanya saya akan tetap mengekor kesana kemari, karna ada perasaan everything gonna be alright kalau deket ibu.

yang paling saya kagumi dari ibu adalah kreatifitas dan aktifitas yang seolah tanpa batas. ibu masih rajin banget bikinin saya baju kerja, hampir semua batik yang saya kenakan ke kantor asli buatan ibu. ibu masih sering menghias rumah dengan sarung bantal, taplak meja sulam buatannya sendiri. diusianya yang menjelang senja, ibu masih aktif mengajar. mengajar apa saja kepada siapa saja. ibu adalah guru di salah satu sekolah menengah atas di bandar lampung, ibu juga mengajar untuk ibu-ibu pengajian, arisan dan remaja masjid di daerah sekitar rumah. sekarang ibu makin aktif jadi volunteer mengajar bahasa inggris dan keterampilan di salah satu lembaga swadaya masyarakat.

dan yang paling menginspirasi dari sosok ibu, menurut saya adalah kemandiriannya yang luar biasa. ibu seolah bisa melakukan apapun sendiri. mungkin karna dulu sering ditinggal bapak bertugas ke luar kota, sampai sekarang ibu jadi terbiasa mengurus A-Z urusan rumah tangga seorang diri, ibu bekerja, melayani suami dan dengan sabar mengurus tiga anak yang sama sekali bukan penurut. ditambah saya dulu termasuk siswa "berprestasi" yang lumayan sering masuk daftar buku hitam. jadi ya.. gak sekali dua kali ibu mampir ke sekolah. sekedar untuk menjelaskan ke wali kelas kenapa saya bolos upacara 17 agustus dan kenapa saya rajin banget menghilang di jam pelajaran terakhir. saya gak pernah bosen minta maaf sama ibu untuk semua kenakalan remaja yang pernah saya lakukan. i am proud to be your daughter, mom :)



No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS