jogja entah yang keberapa

9:19:00 am

selamat pagi, selamat hari selasa dan selamat kembali tenggelam dalam rutinitas karyawan teladan :)

kenapa baru selasa, karna senin kemarin otak saya masih sangat lambat untuk diajak merangkai kata jadi kalimat, biasalah.. efek kelamaan libur. oyah, jadi kemana saja kalian selama liburan yang hanya empat hari kemarin? banyak cerita dari kanan kiri yang saya dapat dari serunya liburan ala teman-teman. semua punya versi dan keseruan masing-masing ada yang touring keluar kota, yang bersepeda setiap pagi, yang nongkrong sana sini sampai ada yang menghabiskan liburan dengan memikirkan bagaimana caranya dateng ke resepsi mantan tanpa ada perasaan tertekan. hahaha.. kalau saya alhamdulillah dapet kesempatan liburan bareng bapak ibu mengunjungi panasnya yogyakarta.

yogyakarta memang seperti kota wajib kunjung buat saya. dari tahun 2004, setiap tahun sampai tahun 2011 saya belum pernah absen mengunjungi kota kental budaya ini. kadang setaun sekali, pernah sampai setahun empat kali kunjungan. kali ini bersama ibu, bapak juga om riyanto saya main ke dusun krebet, bantul, yogyakarta. om riyanto itu temannya ibu, beliau memang asli jogja, beliau juga seorang eksportir berbagai macam kerajinan yogyakarta. negara tujuannya dari malaysia sampai amerika. dusun krebet adalah yang hampir semua penduduknya berprofesi sebagai pengrajin batik kayu, membatik dengan media kayu. saya mengunjungi satu rumah produksi yang sepertinya milik seorang bos besar teman baik om riyanto. sekitar tiga puluh karyawan bekerja sesuai tugas dan fungsinya di rumah itu. ada yang membatik, ada yang bertugas mewarnai, ada yang memahat kayu, bahkan ada beberapa diantaranya mahasiswa institut kesenian yang sedang magang.

sayangnya, seperti kerajinan khas indonesia di berbagai daerah pada umumnya, industri kerajinan yang satu inipun luput dari perhatian pemerintah. akses jalan menuju desa krebet yang rusak parah, kehidupan penduduk sekitarnya juga masih didominasi oleh masyarakat miskin. kalau om riyanto bilang, industri ini baru merangkak lagi setelah moneter yang melanda indonesia beberapa tahun lalu. banyak yang bertahan dengan mengencangkan ikat pinggang produksi, tapi banyak juga yang gulung tikar karna tak punya apa-apa lagi. masih kata om riyanto, apresiasi terhadap budaya dan kerajinan khas indonesia justru banyak datang dari orang asing, sementara masyarakat asli seperti lebih sulit untuk menerima dan melestarikan budayanya sendiri. ah.. mudah-mudahan saja industri ini tak lantas menyerah termakan modernisasi budaya. 

setelah puas mengunjungi dusun krebet, saya dan ibu gak lupa melakukan ritual wajib di jogja yaitu seru-seruan di pasar batik bringhardjo. wah yang ini sih seru banget.. udara yang panas menyengat berkolaborasi dengan pasar sempit yang penuh wisatawan, dan batik batik yang dipajang seolah memanggil untuk ditawar. tips n trik belanja di pasar bringhardjo adalah : belajar bahasa jawa dan tawarlah harga setega anda.. hahahaha. biasanya saya ke bringhardjo sama sahabat saya dudunk yang alhamdulillah enam tahun di jogja jadi fasih berbahasa jawa. tapi kali ini saya jauh lebih beruntung karna belanja bareng ibu, masternya jawa kromo ditambah sudah banyak makan asam garam dalam hal tawar menawar di pasar tradisional. hahaha.. jadi inti dari liburan ini saya khilaf. ibu lebih khilaf.. bapak sih biasa aja. setiap waktu kewajibannya hanya mengantar, memastikan anak istrinya aman terkendali :p

tidak sampai dua kali dua puluh empat jam saya di jogja, saya memang tidak pernah sampai berhari-hari kalau berkunjung ke kota ini. tapi alhamdulillah selalu puas.. puas main, puas belanja, puas ngabisin gaji sebulan, puas menghitamkan diri, puas kuliner murah, puas menjelajah, kali ini saya juga puas berjalan kaki siang bolong dari malioboro ke pabrik bakpia dua lima yang jaraknya ntah berapa kilometer. HOT TRIP banget pokoknya. bye jogja, see you again!


You Might Also Like

3 comments

  1. Ajeng, nampaknya hidupmu setiap harinya adalah liburan! selalu seru!

    ReplyDelete
  2. @ mas agus : yaudah kalo gak mau kasi komen, kasi duitnya aja sini.. haha

    @ bucil : haha.. iyah, alhamdulillah. ada aja jalannya buat liburan.. :D

    ReplyDelete