kalau saya, bangga jadi orang indonesia

2:53:00 pm

jadi gini, pemberitaan yang ditayangkan di berbagai media memang sedikit banyak punya efek memupuk rasa skeptis kita terhadap bangsa indonesia terutama terhadap pemerintahannya. hal itu akhirnya jadi salah satu alasan kenapa saya jarang baca atau nonton berita tentang politik. kalau saja saya tertarik di bidang politik mungkin dari dulu saya mendaftar jadi mahasiswi di fakultas ilmu politik, tapi sahabat saya yang jelas-jelas kuliahnya jurusan ilmu politik, sekarang malah banting stir jadi costumer service di salah satu bank swasta ternama. saya jadi makin gak punya alasan untuk jadi seorang aktifis politik, bikin LSM, lalu terus menerus mengkritik pemerintah dan diakhiri dengan demo massal di depan kantor dpr. mungkin untuk banyak orang yang punya tujuan membenahi, kritik dan demo adalah salah satu cara mereka menyampaikan pesan terlepas dari sampai atau tidaknya pesan itu, gak cape apa yah? apa gak punya cara lain yang lebih ngena? kalo dipikir-pikir politik itu no limit no boundaries siapapun bisa ikut masuk dan ikut campur, tidak butuh skill atau keahlian khusus apalagi sertifikasi, mungkin itu juga yang akhirnya ngebikin politik itu makin ruwet seperti lingkaran setan. semua saling berkaitan, saling menyalahkan.

kenapa saya ngomongin politik pagi-pagi begini sebenernya karna menurut saya si politik ini biang keladi dari banyak hal yang terjadi. politik bikin banyak orang indonesia jadi gak cinta sama indonesia. politik bikin banyak orang indonesia pesimis bahkan sama negaranya sendiri. politik bikin banyak orang indonesia memilih pindah ke negara lain hanya karna merasa tidak dihargai di negaranya dan masih banyak lagi. politik juga bikin beberapa orang bisa tetap makan dan hidup enak meski belum tentu nyaman dan aman. politik juga satu hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan sehari-hari. politik itu ada dimana-mana.. bahkan di organisasi yang mungkin awalnya dibangun satu visi dan misi oleh beberapa orang saja lama kelamaan pasti ada politik kepentingan di dalamnya. kalau saya alhamdulillah bagaimana dan apapun tipe politiknya saya tetap mencintai indonesia sebagai tempat saya menghirup udara juga sebagai tempat saya berdiri memijaki tanahnya selama bertahun-tahun.    

tapi akan berbeda ceritanya kalo saya dilamar pangeran carl philip pewaris tahta kerajaan swedia.. mungkin saya akan dengan ikhlas dan rela meninggalkan indonesia trus hijrah dengan bahagia ke swedia. tapi mari lupakan khayalan tragis itu dan kembalilah ke dunia nyata dimana jarak indonesia swedia itu gak sama dengan jarak bandung jakarta via tol cipularang. apalagi dari hati yang paling dalam saya emang gak minat dapet suami selain orang indonesia. alasan utamanya sih karna bahasa inggris saya yang gelagapan. seperti puasa senin-kamis, kemampuan berbahasa inggris sayapun cuma canggih di hari dan jam-jam tertentu dan biasanya gak lebih dari satu dua hari dalam seminggu. aneh banget.. haha. padahal gosipnya para bule itu demen ama yang item eksotis tipe-tipe saya gini *menghilang*

dan balik lagi ke topik awal.. saya juga gak mau terlalu naif dengan menutup mata saking cintanya sama indonesia trus yang keliatan jadi bagus-bagusnya aja. tapi saya seorang penganut paham dua sisi mata uang dimana seburuk-buruknya suatu hal pasti ada sisi baiknya begitupun sebaliknya. lagian indonesia ini luas banget loh sudut pandangnya.. jangan cuma dilihat dari pemerintahannya yang emang bakalan susah  banget nemuin sisi positifnya dan jangan juga menelan bulat-bulat semua yang diberitakan oleh media. karena media itu sudah merupakan suatu industri.. atas nama pasar semua bisa dilebih dan dikurangkan. coba deh lihat indonesia dari budaya dan tradisinya.. dari putra putri bangsa yang namanya sampai mendunia.. juga dari keindahan alamnya yang luar biasa. buat yang gak tau indah dan uniknya indonesia.. sering-sering ngebolang deh.. maennya jangan ke kota atau ke mall mulu. so apapun yang terjadi kalau saya sih tetep bangga jadi orang indonesia. kamu?  


*cheers!

You Might Also Like

3 comments

  1. Sebenarnya media juga yang melebih-lebihkan! Seriously!
    Bekerja di media dan menimba ilmu politik makin membuat saya muak dengan orang-orang yang membikin masyarakat makin skeptis sama bangsa ini...

    Gue sama dengan pendapat lo!
    Gue juga cinta Indonesia.
    Oleh karna itu gue juga keluar dari media, karena gimana kenyataannya kadang tidak sepenuhnya diberitakan di media.
    Pemred lebih berkuasa.. :D

    Thanks, udah masukin gue di link lo..

    ReplyDelete
  2. yah itulah..
    media sebagai industri sering kali memanfaatkan kondisi masyarakat yang haus informasi..

    ReplyDelete
  3. oh..
    sama seperti kampanye Pandji yang di Provokatif proaktif. indonesia dibangun oleh orang yang optimis, disuport dengan orang yang idealis dan ditumpangi oleh orang pesimis.

    tapi lucu, karena pandji yang dari keluarga well educated aku pikir belum bernah datang ke kabupaten takalar, kepulauan mentawai, atau mampir ke gunung kidul. well, we'll see is he optimis enough to see what happen there.

    #keminter

    ReplyDelete