a holy jorney to saudia

10:23:00 am

belum puas menapaki kota madinah dan masjid nabawinya, rombongan kecil kami harus segera bertolak ke al-haram, makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umroh, babe dan masdim terlihat gagah pake pakaian ihram. sementara saya, mbak dan ibu pake baju putih-putih, selain biar keliatan kompak kayanya kalo pake warna putih lebih dapet aja feel ibadahnya. akhirnya travel bag yang sudah bertambah jumlah dan bobotnya akibat budaya oleh-oleh di masukkan ke dalam mobil berkapasitas 13 orang yang siap membawa kami berpindah lokasi.

kami melakukan miqot umroh di masjid bir ali. sepanjang yang saya tau, ini adalah masjid paling gagah yang pernah saya temui. tiang-tiang penyangganya berdiri amat kokoh, tegas dengan warna dinding yang nature banget. konon katanya masjid bir ali berjarak persis 11 kilo meter dari masjid nabawi, tidak kurang ataupun lebih satu centi-pun. masjid ini adalah tempat dimulainya miqot, atau tempat untuk memulai niat umroh. dan masih menurut informasi yang saya dapat, masjid bir ali mempunyai 512 toilet dan 566 kamar mandi sebagai fasilitas penunjang ibadah umroh dan haji. wow.. wow.. wow.. silahkan bayangkan betapa luasnya masjid ini. 

satu dari sedikit photo keluarga yang sempat diabadikan

setelah membaca niat umroh selepas dari masjid bir ali, kami mulai membaca talbiyah yang ketika pertama kali membaca dan tau artinya saya ngerasa merinding dan terharu banget. terbayang ketika haji, betapa sakralnya kalimat talbiyah itu. perjalanan dari masjid bir ali menuju makkah memakan waktu hampir 5 jam. selama itu pula yang terlihat hanya gunung batu, unta-unta di peternakan, padang pasir, rerumputan meranggas. semua yang kami lihat sepanjang jalan menuju makkah seolah di desain jadi satu warna. abu-abu, coklat, krem, hijau pucat.. sampai rindu rasanya mata melihat pepohonan rindang di jalan cipaganti, bandung.

perjalanan hampir berakhir sekitar pukul 9 malam waktu makkah, masih sekitar setengah jam lagi menuju masjidil haram ketika saya untuk pertama kalinya melihat jam raksasa di menara abraj al bait. subhanallah.. bessssaaaarrrr dan megaaahhhh sekali. menara abraj al bait didukung oleh 76 lantai yang menyusunnya dengan tinggi sekitar 595 meter yang membuatnya bisa terlihat bahkan dari beberapa kilometer sebelum masjidil haram. dan sesampainya di tanah al-haram, saya langsung menyimpulkan sebuah teori yang banyak orang pasti setuju. skill mengemudi sopir-sopir di arab saudi memprihatinkan. kota yang nyaris megah (nyaris karna masih dalam tahap pembangunan) dengan lalulintas yang super semrawut.

setelah menyimpan semua di hotel yang berjarak tidak jauh dari masjidil haram, kami akhirnya memulai ibadah umroh pukul 11 malam waktu arab saudi. bersama-sama berjalan kaki menuju masjidil haram. umroh diawali dengan towaf mengelilingi kabah. rasanya liat kabah itu full banget, bahagia, haru dan syukur tak terhingga. yang biasanya sholat dengan jarak ribuan kilometer kini ada di depan mata, merasa sangat kecil dan bukan siapa-siapa, rasanya ingin berlama-lama sujud, minta ampun kepadaNya, Zat yang memiliki  hak atas bumi, semesta dan segala isinya. ribuan orang bersama-sama bertowaf mengelilingi kabah sambil tak putus melafadzkan doa, kaki seolah sudah di set untuk berjalan otomatis, tanpa rasa lelah. begitu juga ketika berjalan sai diantara bukit shafa dan marwah.

kabah dengan latar belakang menara abraj al bait

sekitar pukul 1 dini hari waktu makkah, alhamdulillah kami selesai melakukan ibadah umroh. saya gak bosen bilang kalau rasanya adalah bahagia dan syukur mendalam jadi satu. rasa yang hanya bisa dirasakan di tempat itu, di masjidil haram dan tidak bisa dibawa pulang.


*cheers!

You Might Also Like

1 comments