singkat dan menyenangkan

11:03:00 am

selama lebih dari 6 tahun saya tinggal di bandung, sering banget denger cerita asiknya suasana di pengalengan, dan akhirnya sabtu lalu saya dapet kesempatan juga alasan yang tepat untuk berkunjung kesana. saya menghadiri syukuran pernikahan teman baik di wisma boscha, pengalengan. pengalengan itu erm, sekitar 2-3jam dari kota bandung naik kendaraan umum. sebelumnya saya berhasil menjerat dua sahabat untuk ikut saya melakukan trip singkat ini. siapa lagi kalo bukan leli dan dudunk. jakarta dan jogja memisahkan cinta mereka berdua bertahun-tahun, dan bandung memang tempat paling ideal untuk mereka melepas rindu hahaha.. cukup norak.

saya berangkat bertiga ditambah kang dod, si guide rock 'n roll menuju pengalengan. yang bilang demi langit dan bumi apapun yang terjadi dia gak mau naik elf sampai pengalengan, semacam trauma yang mendalam.. hahaha. padahal akses menuju pengalengan yang paling gampang itu ya naik elf. ada bus ekonomi yang katanya sering gak kuat nanjak.. atau bus ac yang jarang sekali. tapi alhamdulillah setelah sempet sebel karna salah tempat janjian didukung udara panas kota bandung yang bikin emosi gampang naik, kami berkumpul lengkap, nunggu beberapa menit dan dasar rejeki, kami berhasil dapet bus ac untuk sampai pengalengan.

setelah melewati sekitar satu jam perjalanan kota yang sumpek macet bonus ngetem lama, satu jam berikutnya kami disuguhi perjalanan dengan pemandangan yang sip banget! menanjak, berliku kanan kirinya kebun dan semua yang hijau hijau bikin adem mata. saya yang tadinya udah niat banget mau tidur nyimpen energi malah jadi kampungan dengan nempelin muka ke jendela bus sambil cengar cengir saking girangnya. belum puas menikmati, kami sudah harus sampai di terminal dan melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojeg. kesan pertama saya terhadap tukang ojeg di pengalengan ini pasti sangat mengutamakan keselamatan, soalnya pada pake boot :D perjalanan berlanjut ke tempat yang lebih tinggi lagi. naik-naik ke puncak gunung lagi gembira lagi. adegan klimaks terjadi pas motor yang saya tumpangi berbelok masuk gerbang perkebunan nusantara yang kanan kirinya kebun teh. berasa lagi shooting iklan pembersih lantai wangi cemara yang ada efek alam-alamnya gitu. hahaha.. dan setelah beberapa menit membelah kebun teh, saya sampai di wisma boscha. bayar ojeg lima belas ribu. jadi silahkan bayangkan betapa jauhnya perjalanan dari terminal ke tkp.     

begitu masuk ke gerbang wisma saya giraaaang bener liat rumput ijo bunga warna warni dengan background kebun teh di belakang dan hutan kecil di depan wisma. leli juga gak kalah sumringahnya. hampir gak berhenti berdecak kagum melihat keadaan sekitar, merasakan susana nyaman yang luar biasa. saya betah dan jatuh cinta sama tempat ini. tapi kejutan dan kesenangan saya gak cuma sampai disitu, acara syukuran nikahnya ternyata unik. sederhana, santai  dan kekeluargaan sekali. tidak ada pelaminan, tidak ada band yang menyanyikan lagu-lagu romantis, tidak ada upacara seperti resepsi pernikahan pada umumnya. benar-benar seperti konsep pernikahan yang saya impikan sejak dulu.


kami menghabiskan waktu dengan bercanda dan ngobrol akrab bareng semua yang kenal, sambil makan (di) rumput, gak lupa sempet nyobain naik motor trail kepunyaan kang mei, berkeliling kebun teh walau sebentar.  asik banget! mesti coba biar tau sensasinya. sayang kami gak bisa berlama-lama karna harus mengejar bus terakhir untuk pulang ke bandung. tapi ini benar-benar acara  pernikahan yang sederhana sekaligus luar biasa. saya senang sekali. suatu saat saya harus ketempat ini lagi dan berlama-lama disini sampai puas :D

ternyata perjalanan pulang ke bandung tidak seberuntung waktu keberangkatan. karna hari sudah sore, yang tersisa tinggal bus ekonomi yang penampilannya sama sekali tidak meyakinkan. apa boleh buat, kami harus segera pulang. erm.. dan baru kali ini saya setuju dengan teori penampilan tidak bisa menipu. bus ekonomi dengan kondisi tak layak itu ternyata memang jauh lebih memprihatinkan kalau sedang berjalan. semua ornamen yang membentuknya berbunyi membentuk satu irama yang sama sekali gak enak didengar. eh gak sampe seperempat perjalanan menuju bandung, kami disarankan turun oleh sang kernet bus dan berganti kendaraan menggunakan elf.

sopir bus dengan baik hati memberhentikan elf, dan mempersilahkan kami pindah kendaraan.tau elf kan? kalau di daerah jawa, disebutnya bison. apapun namanya, kendaraan yang satu ini terkenal dengan supir yang kebut-kebutan dan kernet yang seenaknya menaikkan penumpang. sangat seenaknya. kendaraan yang gak cukup besar itu bahkan dengan sadis diisi 25 orang oleh sang kernet. bonus kang dod dan dudunk yang duduk diatas atap dan beberapa penumpang lain yang bergelantungan di pintu keluar kendaraan. WOW. saya dan leli yang duduk di kursi paling belakang gak kalah tersiksa, tapi ketika kamu sudah memilih silahkan jalani, terima resikonya dengan ikhlas dan lapang dada. insyaallah jadinya pahala. hahaha..  saya jadi ngerti kenapa elf meninggalkan trauma mendalam berkepanjangan dalam diri kang dod. hahaha.. alhamdulillah akhirnya perjalanan sadis 3 jam menuju bandung selesai. trip singkat ini tetap berakhir dengan gembira. apalagi ditutup dengan teh hangat dan kue balok yang warungnya kami kunjungi sambil beristirahat, sebelum naik angkutan kota pulang menuju rumah.

catatan :
  1. kenapa banyak tukang ojeg yang pake boot, karena mereka bekerja sambilan. pagi berkebun memetik daun teh, siang mencari nafkah tambahan dengan narik ojeg. 
  2. gak usah cape ngebayangin elf dengan 25 penumpang di dalamnya, gak bakal kebayang sebelum bener-bener ngerasain.

You Might Also Like

3 comments