tanya kenapa?

Thursday, December 29


terus terang pembicaraan-pembicaraan singkat seperti yang diatas ini bikin saya bertanya sama diri sendiri. terlalu samarkah sisi keperempuanan dalam diri saya? hahaha.. kayanya enggak deh, harusnya memang enggak. buktinya saya masih suka pake baju motif bunga, pakai rok batik, punya beberapa flat shoes, masih suka menangis kalau kesal, masih sering khilaf belanja. tuh.. perempuan banget kan? 

memang sih untuk beberapa hal saya akui, kadang saya gak sependapat sama pemikiran perempuan pada umumnya. kaya misalnya harus ngegeng, harus punya barang kembar, punya jadwal kunjung mall, karoke, bioskop dan warung bakso.. saya bukan juga tipe perempuan yang ngapalin semua merk, parfume, kosmetik, produk fashion, maupun lagu-lagu dari penyanyi luar negri yang lagi in. saya jarang banget update hal-hal wajib perempuan seperti itu :p tapi bukan berarti sisi keperempuanan saya tidak diakui kan?

beberapa teman masih histeris kalau liat saya berfoto pakai baju warna pink menyala, atau warna cerah lainnya. mereka juga jadi heboh sendiri membayangkan saya berbalut kebaya di hari bahagia. hahaha.. jadi susah deh, segimana udah diusahakan agal terlihat lebih perempuan, masih gagal juga. mau sampai kapan karakter perempuan saya terbunuh terus terusan?



*cheers!

garasi inspirasi

Friday, December 9

akhir desember biasanya musim orang bikin resolusi, sayapun sama.. meski hari ini masih belum masuk kedalam kategori akhir desember, tapi gapapa kan saya curi start? :p jadi salah satu cita-cita terbesar saya ditahun 2012 adalah punya semacam tempat untuk anak-anak berkumpul, tempat untuk mereka bebas membaca, bercerita dan bergembira. menurut saya, anak-anak yang cerdas adalah anak-anak yang bisa dengan mudah dan gembira bercerita tentang apa saja. soal darimana mereka bisa punya database cerita salah satunya adalah dari membaca, dan itu yang ingin saya fasilitasi. 

jujur, saya sendiri bukan tipe addicted to book, koleksi buku saya tidak banyak, dalam sebulan saya maksimal membaca tiga buku, itu juga hanya buku ringan tentang sebuah perjalanan bukan roman. membaca beritapun saya enggan, ritual tiap pagi memang membuka situs berita online, tapi yang saya baca hanya judul per judulnya saja. isi dan alur beritanya seperti sudah bisa ditebak tanpa harus dibaca. saya juga bukan yang mudah bercerita, saya bukan ahli deskripsi, dongeng apalagi. repotnya lagi saya bukan tipe orang yang mudah dekat dengan anak-anak, sekedarnya saja.. kadang saya masih sering bingung bagaimana caranya supaya bisa jadi yang menarik perhatian anak-anak, saya kikuk. akhirnya memilih cari aman dengan tidak menyapa mereka.

tapi semenjak dirumah ada dek diah, saya jadi tau betapa susahnya mengajari seorang anak untuk jadi "pintar" dengan membaca tanpa mereka merasa terbebani dengan satu kata : belajar. karena menurut anak-anak membaca itu sama artinya dengan belajar dan itu membosankan. jadi baru-baru ini metode belajar dek diah saya ganti dengan cara bercerita. tapi tetap saja tidak mudah, tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. bercerita atau mendongeng itu susah.. trust me! gak cuma soal mengarang isi cerita supaya ada esensi moral dan pelajaran yang dapat dipetik didalamnya tapi juga soal menarik fokus supaya dek diah mendengarkan dengan tulus sampe akhir cerita, nah bagian itu yang susah luar biasa. sepertinya saya perlu belajar ekspresi dan tonasi tinggi rendah suara.

balik lagi ke resolusi yang akan saya beri nama garasi inspirasi, ide awalnya bermula dari lemari yang menempel permanen di sudut garasi, dulu isi lemari itu adalah seperangkat alat-perang-mesin-mobil-tua kepunyaan bapak. tapi semenjak bapak lebih sering bolak balik jogja jakarta dan tidak ada lagi mobil tua yang harus dibenahi setiap hari, akhirnya si lemari jadi tidak terpakai, dibukapun hampir tidak pernah. saya membayangkan pasti senang rasanya jika lemari itu dipenuhi banyak buku cerita juga ensiklopedia. bisa dibaca bersama sambil duduk melingkar dan tertawa di lantai garasi beralas karpet warna warni. ah, ya.. semoga saja :)


*cheers!

hari (jodohnya) volunteer

Tuesday, December 6

5 desember kemarin adalah peringatan hari volunteer sedunia dan saya gembira. ya, saya memang harusnya gembira dengan setiap hari atau event yang melibatkan volunteer atau relawan, karena saya punya sejarah cerita (cinta) hahaha..

well, semenjak disibukkan dengan persiapan hari bahagia, selalu ada pertanyaan yang mengandung keheranan dari banyak orang yaitu : "ketemu dimana?" trus biasanya saya hanya akan senyam senyum bingung. bingung karena menjelaskan asal muasal kami saling kenal akan sama dengan beberapa episode sinetron kejar tayang dengan banyak tokoh dan cerita yang panjang. kalau heran wajar saja, karena kami memang tidak punya riwayat kuliah di kampus yang sama, tidak pernah menjadi pengurus di organisasi pemuda, geng motor apalagi remaja islam masjid, tidak. kami sama sekali tidak pernah satu atap. 

singkatnya kami pertama kali bertemu dalam satu rapat relawan event hari bumi bulan april beberapa tahun silam yang kebetulan diikuti oleh banyak Non-Government Organization yang ada di bandung. No! jangan bayangkan saya jatuh cinta pada pandangan pertama, sama sekali tidak. sepulang rapatpun saya sukses lupa siapa nama pemimpin rapat berambut gondrong yang datang terlambat dan berwajah dingin tadi. dan setelah rapat malam itu, tenggelamlah kami dalam kesibukan masing-masing. tidak saling menyapa dengan sengaja. kalau pas ketemu di event-event relawan selanjutnya baru saling senyum seadanya. 

cerita tahun-tahun selanjutnya sampai akhirnya kami membuat keputusan besar, tidak perlu di publikasi disini ya.. yang jelas karakter kami jauh berbeda. seperti danau dan samudra.. yang satu tenang yang satu hobi bicara. hahaha.. satu-satunya yang mudah terlihat sama dalam diri kami adalah, kami sama-sama suka meransel :p jadi, selamat hari relawan sedunia! "kerja" itu gak melulu untuk jadi kaya, tapi juga untuk bantu sesama dan nabung pahala syukur-syukur kalo bisa ketemu jodohnya kaya saya. hahaha..


*cheers!

paket lengkap

Friday, December 2

karena setiap hidup manusia itu sepaket komplit, mulai dari bahagia banget, sampe sedih banget, sudah diberi tanpa negosiasi dari mulai pertama kita melihat dunia. jadi sang pemenang atau si pecundang, jadi yang disalahkan atau menyalahkan setiap dari kita pasti pernah dan itu lumrah.

*cheers!

fase-musim-nikah

Friday, November 18

berapa umur kalian sekarang? kalau dua puluh empat-lima-enam, berarti kurang lebih sedang ada di fase yang sama seperti saya. fase musim nikah, dimana undangan pernikahan sahabat, teman, rekan kerja, kenalan, datang silih berganti setiap hari. memang mungkin umur sesaya ini adalah umur lazimnya perempuan indonesia menikah. tapi saking banyaknya undangan untuk menghadiri sebuah pernikahan, malah sering jadi merasa bukan diundang, melainkan disindir bertubi-tubi dengan kalimat tak kasat mata "eh gue udah, lo kapan?" hahahaha..

kenapa menikah? kalau seseorang ditanya begitu tentu akan banyak sekali ragam jawabannya. menikah adalah mimpi hampir semua perempuan, termasuk saya. memang tidak asal mimpi dan tidak asal diwujudkan. yang saya tau memutuskan untuk menikah adalah bukan perkara mudah, tapi kalau niatnya ibadah, insyaallah jadinya juga gak susah. eyang putri bilang, kalau benar jodohnya barokah, biasanya semua urusan sebelum dan sesudah menikah akan selalu dipermudah. (masih) menurut saya, menikah itu bukan melulu soal umur dan gak ada istilah dikejar umur. kalau sudah "siap" ya memang untuk apa ditunda lagi, tapi kalau memang belum.. buat apa dipaksakan agar jadi. 

saya tidak mau banyak membahas teori musim nikah yang meresahkan perempuan seumuran saya hahaha.. takut kualat karena saya memang belum pernah merasakan seperti apa rasanyanya menikah, tapi saya bisa bilang kalau mempersiapkan (pesta) pernikahan itu seru. apalagi kalau semua keperluan a sampai z diurus sendiri.. dua isi kepala jadi satu, dua ego saling beradu dengan waktu yang terus memburu. hampir mirip seperti menyiapkan sebuah event pentas seni dimasa remaja dulu. bedanya, dievent ini kita adalah panitia, pengatur acara, penyelenggara, sekaligus bintang tamu utama :)














*cheers!

drama pekerja

Thursday, November 17


lembur itu biasa, jangan mengaku pernah dapat predikat karyawan teladan kalau tidak pernah merasakan duduk di kursi menghadap seperangkat teknologi sampai beberapa jam menjelang dini hari. lelah sudah pasti, fisik, mental, pikiran, emosi seolah diuji. mengunyah sesuatu sambil mendengarkan lagu mutlak jadi hiburan penahan jemu. belum lagi harus lebih disiplin mengatur jadwal lain agar bisa berdamai dengan sisa waktu. memang agak susah menikmati, tapi perlahan saya coba syukuri. ini hanya salah satu episode drama setiap pekerja. dari lantai tiga gedung berlambang ganesha, semoga apa yang saya kerjakan malam ini tidak sia-sia :')


*cheers!

masih dua lima

Monday, November 14

dua puluh lima kemarin sangat luar biasa. dimalam pergantian usia saya diajak keliling bandung sama mas ery sambil traktir "orang jalanan" dengan beberapa bungkus nasi goreng. sabtu siangnya ketika lembur, tetiba ada iyay, teh ivy, dini dan beri, berdiri di depan kantor sambil bawa cake dan lilin lilin kecil untuk saya make a wish, dua diantara mereka di eksport langsung sama mas ery dari jakarta. lalu esok paginya kami menyatroni kawah ratu, kebun teh dan berakhir di hutan pinus tangkuban perahu untuk numpang botram. ah, rasanya sulit untuk diceritakan betapa bahagianya jadi saya. beautiful surprise, beautiful weekend.



*cheers!

bahagia dua lima

Friday, November 11


bahagia itu saya diusia dua puluh lima. dihari baik, tanggal cantik, diusia yang katanya sempurna dalam fase yang luar biasa. dua tiga mimpi saya mungkin tidak terwujud di tahun sebelum dua lima, tapi alhamdulillah sudah digantikan ratusan lainnya

atas keluarga istimewa, atas mereka dan dia yang mencintai saya, atas teman-teman luar biasa, atas pekerjaan yang saya suka, atas hidup sederhana penuh ria, tawa dan warna. ya Allah, terimakasih ya.. hari ini ijinkan saya mengharu bahagia :) 


Bandung,
sebelas sebelas sebelas

yang sederhana yang luar biasa

Tuesday, November 1


"tau apa kamu tentang kotamu? kota yang kamu akui sebagai kampung halamanmu, kota kelahiran yang katanya selalu membuatmu rindu.."

minggu pagi kemarin jadwalnya saya dan mas ery meransel tanpa tujuan, ini memang bukan kali pertama, dulu kami pernah sekedar berjalan kaki dari mulai pagi hingga siang hari, menelusuri gang gang sempit dan lembab dibelakang gedung bertingkat. terus saja berjalan sampai lelahnya kaki tak peduli sampai mana nanti. begitu juga kemarin, kami pergi tanpa punya tujuan pasti. pokoknya selama masih ada jalan, ya kami telusuri.

perjalanan dimulai tidak jauh dari kawasan sekitar rumah, ada jalan menanjak separuh beraspal yang selama hampir delapan tahun di bandung belum pernah saya tapaki. diawal perjalanan kami sering berpapasan dengan banyak grup pesepeda lengkap dengan baju yang basah oleh peluh hasil mengayuh. menit menit selanjutnya perjalanan memang tidak semakin mulus, jalan menanjak berbatu dengan aspal mengelupas yang dilalui sangat tidak bersahabat dengan motor bebek yang kami kendarai. sesekali saya melompat turun dari motor demi keseimbangan tetap terjaga. (selalu) ada banyak hal tak terduga yang kami temui, bahkan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. segerombolan anak-anak lokal berlari kesana kemari, petani kentang, ratusan kilogram tomat cabai siap panen, tengkulak menghitung laba, lahan-lahan yang baru dibuka, bibit bibit yang siap disemai. potret masyarakat sederhana yang bisa ditemui tidak jauh dari mewahnya kehidupan kota. 

matahari semakin tinggi, saat kami berjalan pulang ke kota melewati jalan berbeda. tujuan kami selanjutnya adalah hutan kota babakan siliwangi. awalnya saya hanya ingin melihat kawasan yang beberapa waktu lalu sempat jadi sengketa antara masyarakat dan pemerintah kota. tapi beruntung karena ternyata disana sedang ada event tahunan (me)ngadu domba, ini pertama kalinya saya melihat acara adu domba, ratusan pria gagah berbaju hitam bertopi koboi, dengan rokok kretek dan domba-domba bertanduk besar kepunyaannya. saya berdecak kagum, tidak bisa mengira berapa harga setiap domba yang dipetarungkan disana, domba-domba itu diperlakukan dengan sangat istimewa dan hati-hati. sesekali empunya bersorak, ikut berjoget mengiringi, menyemangati seolah para domba itu punya naluri untuk mengerti.

 

tidak butuh waktu lama untuk membuat saya menyerah medengar suara tanduk tanduk besar itu beradu. dua pertandingan dan saya sudah ngilu. kebetulan mas ery punya janji bertemu kawan lama di taman ganesha, jadi tidak susah membuatnya beranjak memotret dari pinggir lapangan dan kembali menapaki tanah coklat babakan siliwangi. hutan kota babakan siliwangi adalah salah satu tempat terindah ditengah kota yang pernah saya temui, dengan banyak pohon beringin tua yang rimbun dan akar gantung yang eksotik, wajar saja jika petisi "save babakan siliwangi" waktu itu disuarakan lantang sekali, memang tidak bisa dibayangkan jika lahan hijau ini dibuka dijadikan mall atau bangunan tinggi lainnya demi memenuhi kepuasan sebagian kalangan.

ditaman ganesha kami bertemu kang niki, seorang berperawakan sedang, dengan gaya khas aktivis, menyandang ransel dan bersepatu lapangan. kang niki adalah penggiat kegiatan sosial dibidang anak-anak. punya satu komunitas belajar untuk anak-anak yang diberi nama rumah bintang, lokasi rumah bintang sendiri ada sekitar kawasan rawan banjir wastukencana, dimana anak-anak yang saya temui kemarin rata-rata sudah biasa bercerita ceria soal banjir yang kerap datang sebagai tamu rumahnya. kegiatan rumah bintang di taman ganesha kemarin cukup sederhana.. mengajak jalan-jalan, bercerita dengan tema, menggambar dan belajar dari alam, lalu diakhiri dengan botram, saling berbagi makan bekal bersama-sama. satu gerakan sosial sederhana yang nyata, yang harusnya bisa dilakukan oleh banyak anak muda yang (katanya) mencintai bangsa.


jadi jangan sering mengumpat penat kotamu. taukah kamu ada banyak hal sederhana yang luar biasa yang ditawarkan ditengah mewahnya kota(besar)mu ini? hal disekitarmu yang tidak membutuhkan banyak biaya untuk menikmatinya juga waktu lama dan jarak yang jauh untuk menemukannya. berjalanlah.. nikmati kotamu, toh semua hal sederhana bisa dinikmati dengan rasa luar biasa asal kamu peka :)

*cheers!

mencintai pagi

Monday, October 31



"saya mencintai semua unsur yang membentuk pagi.,"
- desa pasir pogor

happy birthday!

Thursday, October 20


hey. selamat ulang tahun http://ajengsekar.blogspot.com/ :*

gak kerasa udah empat tahun nemenin saya bermetamorfosis. makasih ya..
semoga google makin jaya biar blogspot tetap ada jadi saya bisa terus menulis,
berbagi tawa, cerita, cinta, inspirasi.. terus dan terus sampai nanti.

the conclusions

Friday, October 14

"celebrate the happiness that friends are always giving, 
make a holiday and celebrate just living!"

ini adalah penutup tulisan saya tentang liburan bareng tujuh teman luar biasa ke pulau tidung di kepulauan seribu, jakarta. dari berangkat sampe pulang ada banyak sekali hal diluar rencana dan tak terduga yang kami alami. sekali lagi saya mau bilang kalau liburan itu harus! meskipun tidak harus jauh dan tidak harus mahal. kemanapun perginya, hal indah atau buruk sekalipun yang terjadi, selama kita pergi bersama orang yang tepat semua akan terasa jadi super menyenangkan.  


*cheers!

batman dan banana boat

Thursday, October 13

sebenernya saya rada males ngebahas hari kedua di pulau tidung. karena akan sangat merusak reputasi kecerdasan yang selama ini saya sandang hahaha. emang yah, mau gimana normalnya hidup kita kalo deketnya sama orang yang kurang normal ya kebawa juga. jadi hari kedua ini jadwalnya kami piknik ceria dengan lari-lari norak bermain dipinggir pantai. tapi jangan bayangkan pulau tidung adalah pulau private yang bebas keramaian karena disini.. wisatawan menyemut dimana-mana. kami sampe harus ekstra keras nyari tempat yang agak sepi dengan cara mblusuk mblusuk ke semak tinggi. 

sedikit kecewa karena ternyata pantai sepi yang susah payah kami temukan berair dangkal, bahkan sampe beberapa puluh meter ketengah. saking dangkalnya sampe gak ada ombak sama sekali disana, malah lebih mirip rawa berpasir, padahal berry udah buka baju ala-ala petugas bay watch gagal fitnes gitu. nah.. tapi berhubung kali ini saya berlibur bersama orang-orang yang level kecerdasannya setingkat SD jadi kecewanya juga gak lama-lama. ceritanya kami bermisi mengubur markuy didalam pasir. kenapa markuy? karena dari dulu sampe sekarang, cuma dia satu-satunya anggota geng yang pasrah kalo di bully. 

briefing design jebakan batman

tapi kali ini markuy punya pembelaan yang masuk akal. di bully segimana juga dia keukeuh gak mau dikubur didalem pasir. jadinya dia mengusulkan supaya lubang yang sudah kami buat itu dijadikan jebakan batman. tujuannya, biar orang yang lewat kejeblos pasir. jahat kan? jahat banget.. hahaha. tanpa pikir panjang, semuanya setuju.. *ngerasa salah pilih temen* cara bikin jebakan batman itu dibahas tuntas bonus foto-fotonya di blog dini. jadi kalo udah pada liat blognya dini.. itu bukti nyata. bukti nyata pemuda pemudi twenty something yang... ahh speechless.

sukses dengan jebakan batman, kami balik lagi ke pantai yang ramai untuk berbanana boat. banana boat ini gratis, sebagai obat pelipur lara dari pak amsir karena kemarin kita gak puas snorkeling. awalnya sih kami gak niat-niat banget naik banana boat. soalnya dari jauh terlihat seperti mainan anak-anak yang sama sekali gak butuh adrenaline. tapi kami salah.. yeah salah besar. naik banana boat disini musti bernyali. soalnya misi pengemudi speed boat yang menarik kami cuma satu. si banana harus terbalik ditengah laut bagaimanapun caranya. 

kronologisnya kami berdelapan, tapi dini nyerah gak mau ikutan banana boat. jadi bertujuh.. karena kapasitas banana boat hanya lima orang, kami dipecah dua. saya, berry, andris, markuy, abud di kloter pertama sementara bardjo sama irin giliran berikutnya. sebenernya yang paling saya takutin bukan soal banana yang bakal terbalik di tengah laut, tapi soal orang yang duduk dibelakang saya. andris.., andris adalah si pemilik badan paling besar sekaligus yang sama sekali gak bisa berenang. good kan? harusnya sebagai satu-satunya perempuan di perahu itu saya ngerasa aman, tapi kali ini justru saya yang paling merasa terancam. malah ketika speedboat mulai ngebut memecah laut, yang paling kenceng dan paling histeris teriakannya ya si andris.

beberapa menit muter-muter di tengah laut si sopir speedboat berhasil bermanuver dan membuat perahu pisang kami terbalik dalam hitungan detik. itu rasanya kaget luar biasa, terlebih karena di dalam air kami saling bertubrukan secara acak. yang nasibnya kurang beruntung adalah berry.. dia gak cuma tertubuk tapi juga tertimpa andris hahahaha. bahkan sampe detik ini salah satu cerita yang selalu jadi pemicu tawa adalah cerita kronologis berry tertimpa andris "gede banget ya allah, gue kira gue ketimpa kapal, gak taunya andris.."

  rada ngampung dikit gayanya, maklum girang


*cheers!

ubur-ubur mengubur mimpi

Tuesday, October 11


kami sudah berbulat tekat melupakan trauma tongkang derita. apapun yang terjadi liburan kali ini tetap harus ceria walaupun waktu mepet banget ke senja. bagai team amphibi yang menjalankan misi. kami berdelapan sukses bersnokeling di laut dangkal kepulauan seribu. sekedar informasi aja nih ya.. diantara kami berdelapan yang renangnya masuk kategori jago cuma abud the ojan. sisanya ada di predikat memprihatinkan dengan gaya renang acak, yang penting kaki gerak. urusan badan bergerak atau diem ditempat itu belakangan.


ini memang bukan snorkeling saya yang pertama, jadi udah lumayan berskill ceritanya. tapi berbeda dengan lokasi snorkeling di belitung sebelumnya, selain warna air yang lebih biru pekat dibanding laut belitung, disinipun terumbu karangnya lebih rapuh. kesenggol dikit langsung patah :( jadinya malah gak tega kalo terlalu all out snorkelingnya. cukup lama menikmati kehidupan bawah air di spot pertama, kami berpindah ke spot selanjutnya.

ceritanya kali ini kami request ke tempat yang lebih dalem, biar si terumbu karang gak mudah terinjak kaki. jangkar kapal diturunkan, saya, bei dan abud langsung loncat ke laut pake gaya macan terbang. dalam hitungan menit.. saya mulai sadar, ada banyak mahluk kecil yang menusuk-nusuk permukaan kulit saya. rasanya seperti sedang terapi akupuntur. ketika saya melepas google dan mebiarkan mata menyapu permukaan laut, barulah saya sadar.. ada ribuan ubur-ubur mungil transparan yang menari-nari mengikuti gelombang laut. AWESOME! cantik sekali. masalahnya.. iya masalahnya, mereka terganggu sama keberadaan kami. jadi mereka melakukan pertahanan dengan menyengat sekenanya hahahaha.. bisa apa kami selain mengalah, dengan pasrah kami naik ke perahu untuk mencari spot lain dengan penghuni yang lebih ramah.

alih-alih senja semakin mengambil kuasanya. jadilah kami hanya bisa melanjutkan kesenangan di pinggir pantai dengan pemandangan seadanya. tadinya mau nekat nyebrang ke bagan tempat budidaya ikan tengah laut. tapi mengingat dari kami berdelapan yang jam terbang renangnya tinggi cuma abud, jadi mending gak usah sok uji nyali deh yah. well gara-gara ubur-ubur menari yang mengububur mimpi, jadi kami gak sampe berjam-jam snorkeling.. tapi alhamdulillah sudah senang luar biasa, puas menggigil kedinginan sekaligus ketagihan.


cheers!

tongkang derita

setelah menunggu kurang lebih satu jam (lagi) di pelabuhan muara angke, akhirnya kapal kedua kami datang. nama kapalnya anterja, dengan pak teguh sebagai pemiliknya. pak teguh ini tokoh lokal dengan gaya interlokal, tidak seperti kebanyakan "anak pantai" lainnya, pak teguh dengan gaya yakin, sepatu aladin dan kemeja licin sukses membuat kami terpesona. kami mengenang pak teguh sebagai salah satu tokoh yang paling berjasa dalam menyelamatkan liburan kali ini karena akhirnya kami bisa naik kapal tongkang miliknya dengan lega dan sangat gembira, duduk di dek atas baris paling depan, sudah siap tempur, sudah minum obat anti mabuk perjalanan, life jacket sudah terpasang di badan. pokoknya siap berlayar mengarungi lautan.

sejam pertama, kami berdelapan masih duduk tegak dan cengar cengir girang, masih sempet ngomentarin orang, masih bisa update status di twitter. sejam berikutnya satu persatu personil tumbang. markuy adalah yang paling pertama tidur dengan ikhlas, disusul andris, bardjo yang sampe keukeuh gak mau bangun sebelum kapal merapat ke dermaga, sementara abud bertahan duduk dengan wajah pucat pasi dan berry mencari solusi cari bahan cerita dengan mengajak bicara sang nahkoda walaupun dalam hitungan menit tumbang juga. laut siang itu memang menegangkan. hujan disertai gelombang tinggi tanpa henti menerjang kapal tongkang yang kami tumpangi, memberikan efek naik turun persis seperti wahana kora-kora di dunia fantasi ancol.

memang cuaca tak bisa diduga, tapi kalau begini caranya kami urung sombong ingin ke karimun jawa. dua jam saja sudah luar biasa derita, apalagi harus enam-delapan jam. ditambah nahkoda kapal dengan wajah biasa-biasa saja, sambil mengangkat sebelah kaki plus mengutak atik ponsel, sementara kapal sudah miring kanan kiri dengan brutalnya. kabin penumpang sudah penuh dengan semerbak minyak oles penahan gejolak lambung. semua memang nyaris pasrah dan menyerah, termasuk saya. ini jauh lebih buruk dari perkiraan kami semua. sungguh minta ampun tersiksanya.

satu jam pertama

satu jam berikutnya

tapi alhamdulillah, akhirnya kami lulus melewati dua setengah jam perjalanan laut penuh derita. rasanya ketemu daratan tuh campur aduk, ya lega, ya lelah, ya laper, ya macem-macem lainnya. saya langsung mencari pak amsir, orang lokal yang jasanya saya pakai untuk mengorganisir liburan kali ini. dengan cepat kami diantar mengambil sepeda lalu bersepeda dari dermaga ke sebuah rumah pinggir pantai tempat kami menginap. makan siang sudah tersaji, bahagia banget rasanya meski tidak boleh lama, karna kami memburu waktu untuk snorkeling sebelum senja tiba.

*cheers!

rencana dan kejutan

Monday, October 10

sabtu pukul dua dini hari. setelah koordinasi kanan kiri selama beberapa hari sebelumnya, akhirnya kami berangkat berlibur menantang panasnya pantai tidung di kepulauan seribu, jakarta. kami adalah saya dan geng miyako plus plus yang terdiri dari tujuh makhluk unpredictable dengan tingkat kecerdasan diatas rata-rata. EXCITED! karena ini adalah liburan dengan jumlah personil terbanyak dan terlengkap yang pernah saya jalani. ceritanya setelah sowan sama jalan tol bandung-jakarta, kami langsung menuju kawasan cawang untuk sholat subuh sekaligus mengangkut duo berry dini, lalu lanjut menuju muara angke dengan bermodal gps.

muara angke adalah pelabuhan dengan predikat terburuk yang pernah saya lihat. buruk sekali sampai tidak ada yang bisa dibilang "lumayan" disana. puluhan preman, bau khas ikan, sampah, air muara yang berwarna hitam, kapal-kapal nelayan yang tidak layak jalan. di pelabuhan, kami bertemu mas enjen, pemuda lokal yang bertugas memandu kami menuju salah satu kapal tongkang yang akan mengantar menyeberang laut jakarta menuju pulau tidung. nama kapalnya raksasa, dengan awak yang cekatan, life jacket yang tersusun rapi dan siap dikenakan selama kurang lebih dua setengah jam pelayaran. kapasitas kapal tongkang sekitar seratus duapuluhan penumpang dengan fasilitas duduk lesehan sambil melipat kaki (baca : penuh sesak)

setelah melakukan prosedur syarat mengisi data manifest penumpang, akhirnya kami mulai meninggalkan angke sekitar pukul delapan pagi. tapi pelabuhan muara angke belum sepenuhnya hilang dari pandangan ketika satu speed boat berlogo kementrian mengikuti dari belakang lalu melakukan komunikasi dengan nahkoda dan awak dengan bahasa yang tidak saya mengerti sepenuhnya. tidak perlu menunggu lama, kapal dihentikan.. mesin kapal dipaksa mati, selanjutnya kapal tongkang kami harus bersandar di satu kapal besar milik polisi air setempat. feeling saya mulai gak enak, karena lebih dari setengah jam kami hanya terapung ditengah laut tanpa kepastian kapan bisa berangkat. 

sudah lama menunggu, mesin kapal dinyalakan. kami lega.. tapi ternyata kapal kami berputar. ya.. berputar seratus delapan puluh derajat. kapal kami kembali menuju pelabuhan muara angke dengan dikawal dua kapal polisi air. sampai pelabuhan muara angke, kami diturunkan, lalu kapal tongkang dibawa ke tanjung priok untuk melanjutkan proses hukum. sempurnanya lagi, kami diturunkan tanpa ada solusi dan kapal pengganti. $#%$%$^#*&!! ini pertama kalinya dalam liburan saya pengen banget ngajak berantem orang. sama sekali gak lucu, orang yang pengen saya damprat bukan pemilik dan awak kapal, melainkan oknum berseragam kementrian dengan tampang songong minta ditenggelemin ke muara. 

pertama, mereka itu aparat keamanan laut. oke sesuai prosedur, mereka benar, memproses kapal yang tidak punya kelengkapan berlayar. tapi apa iya ratusan penumpang didalamnya harus ikut merasakan masalahnya? kalau memang iya, apa mereka gak bisa kasih solusi dengan mencarikan kapal pengganti. kedua, kenapa mereka harus memeriksa kapal dengan tampang super ngeselin? emang dosa kalo sambil senyum ramah ke penumpang dan menjelaskan kenapa kapal yang kami tumpangi ditahan? jangan seolah kami ini ratusan tersangka yang siap dibui. ketiga, kalau emang mereka niat menjalankan tugas dengan baik, kenapa pemeriksaan kelengkapan gak dilakukan dari sebelum kapal berangkat? toh ketika kapal kami menaikkan jangkar, ada beberapa petugas berseragam juga yang ikut mengawasi. 

ah pokoknya mood kami berdelapan sukses diacak acak bahkan jauh sebelum kami sampai di tempat tujuan. bayangan snorkeling dan lari-lari girang dipantai mendadak buram nyaris diambang gagal. tapi.. percaya sama saya, semua kejadian buruk diluar rencana itu gak jadi kerasa kalau kita pergi dengan orang yang tepat. yes! sama tepatnya dengan saya yang pergi dengan miyako geng plus plus kali ini. semua tragedi diluar rencana itu langsung sirna dengan menyeduh mie, menyantap ketoprak dan cengar cengir bego dipinggir kali angke yang hitam. semua kejutan, segala yang diluar rencana, terjadi hanya atas ijin yang kuasa. kita bisa apa selain mencari sisi lain nikmatnya. itu salah satu seni berlibur dan berteman bukan? apapun yang terjadi, kami tetap senang dan pantang pulang!



*cheers!

ketemu (anak) mantan

Friday, October 7




si ganteng yang ada di gendongan saya ini namanya azmi. he looks so cute isn't it? saya aja gemes banget dan gak berhenti cium pipi bundarnya waktu bertemu kemarin. dan mari tebak tebakan dari judul postingan saya kali ini.. yap bener! azmi adalah anak pertamanya tebe, mantan pacar saya waktu jaman sekolah. lucunya lagi, kami ketemu dalam satu reuni. kami itu bukan saya dan mantan. tapi saya, azmi dan mita. mita adalah istri tercintanya tebe sekaligus teman sekelas waktu saya tingkat akhir di SMA dulu. why so serious? memang bagi sebagian orang, mantan dan kisah yang pernah terukir bersamanya itu seperti bagian hidup yang harus dihilangkan, tapi tidak buat saya.

mengingat mantan juga hal norak yang pernah saya lakukan di masa lalu itu lucu. akui sajalah, kalau dulu kita pernah tersipu malu karenanya. lalu apa yang harus ditakutkan? memposisikan mantan sebagai teman itu jauh lebih menyenangkan ketimbang terus-terusan menjadikannya bagian dari trauma masa lalu. buat saya, mantan pacar itu bagian dari tumbuh besar dan dewasanya kita.
 
  

*cheers!

satu sore yang sempurna

Thursday, October 6


kamu harus sedang sendiri untuk merasakan sempurnanya cinta yang kamu punya dan hidup yang sedang kamu nafasi. kamu yang bekerja, kamu yang sibuk luar biasa, kamu yang punya banyak teman bicara. kadang kamu harus duduk sendiri disatu sore ditengah keramaian.. sekedar nikmati pahit khas kopi lalu diam, untuk sadari ada berjuta keberuntungan yang kamu miliki, dan semua yang harus kamu syukuri.

pizza, irin dan madtari

Tuesday, October 4

saya termasuk orang yang addicted banget sama yang namanya keju. buat saya keju itu topping paling enak diantara para pesaingnya seperti potongan beef atau sosis. nah.. udah ngomongin topping, tau kan pasti arahnya kemana. pizza! yeaaah... satu-satunya alasan kenapa saya suka makan pizza adalah karna keju mozzarella'nya. ceritanya semalem saya lagi ngidam mahal. saya pengen banget keju. yang terlintas dikepala saya tadi malam cuma restoran spesialis pizza. tapi, saya gak punya sparring partner. gak lucu banget kalo dateng sendirian ke restoran memesan personal pan pizza tanpa teman bicara.

jadilah semalam sepulang kursus menjahit saya berkeliling bandung mencari teman yang bisa diajak duet keju. yaaa.. walaupun sebenernya udah nebak bakal pergi sama irin lagi irin lagi. hahaha.. irin adalah adik tingkat yang punya beda umur 5 tahun dengan saya. jauh banget ya, bahkan saya sebenernya gak pernah ngerasa jadi kakak tingkatnya, lah dia baru lucu-lucunya ospek saya udah asem-asemnya kerja. tapi ntah kenapa saya ngerasa nyambung sama irin. mungkin karna selain pintar irin juga polos.. level polosnya mendekati kebangetan sampe saya sering dibikin takjub. irin ini semacam produk asuransi jiwa. selalu ada dan siaga saat dibutuhkan. termasuk saat saya butuh teman duet keju seperti tadi malam :*

atas ide irin, alhamdulillah saya gak jadi ngabisin selembar uang merah saya untuk nongkrong di restoran pizza karena lokasi pesta keju jadi banting stir ke roti bakar madtari yang terkenal diseantero bandung. tempat yang satu ini memang sangat direkomendasikan untuk siapapun pecinta keju. murah, banyak dan buka 24 jam. itu kan tiga hal yang anak rantau banget. hahaha. madtari adalah tempat saya, iyay dan berry mengadu lambung setiap sehabis nonton midnight dulu. soal tempat, jangan ngarep sebuah tempat nongkrong cozy dengan pendingin ruangan yang bikin adem lahir batin. madtari sangat jauh dari kata nyaman, tapi ketika semangkuk penuh mie goreng keju tersaji, urusan nyaman itu jadi nomer sekian, yang penting makan :p


before and after

*thank you keju

hati kami disini

Wednesday, September 21


dibalik pintu ini, ruangan sempit yang tak pernah rapi, dengan dua lemari lusuh, gulungan kabel tak beraturan, pipa paralon berserakan, lampu tembak, komputer bervirus, tandu medik juga bantal duduk yang entah sudah berapa lama tidak pernah merasakan wangi deterjen. 

dibalik pintu ini, kami memulai cerita penuh cinta dan tawa bahagia, senyum kemenangan dan peluk persahabatan. dibalik pintu ini, pernah ada air mata, kecewa dan rasa sia-sia. dibalik pintu ini, dulu kami duduk bersama melipat kaki, mengurai mimpi. dibalik pintu ini, kami meninggalkan hati, sampai hari ini.

...

selamat ulang tahun rumah dan keluarga kesekian saya Keluarga Besar Teknik Informatika Universitas Padjajaran. tetap jaya, tetap bersama dalam satu ulu biung riung mungpulung.

#random

Wednesday, September 14

whoala!
jadi ceritanya saya sedang sok sibuk. ramadhan selesai artinya kembali ke aktifitas dan rutinitas lapangan.. rotaract, IF, bersepeda ditambah saya baru saja resmi jadi murid kelas menjahit dan berminat ikut komunitas bandung berkebun sementara masih tetap jadi pekerja bonus dirundung order tanpa akhir di dapurjahit. benarkan? itu sok sibuk namanya. padahal memilih diam dirumah setiap pulang kerja dan bermalas-malasan ketika weekend-pun sebenarnya saya bisa. tapi seperti ada separuh nyawa yang hilang kalau sehari tidak penuh kegiatan yang jadwalnya mepet-mepetan.

minggu pertama setelah libur kemarin saya mewujudkan mimpi! akhirnya saya punya online shop. tapi ini bukan sembarang online shop, yang ini mulai dari mengelola, mendesain, sampai membuat produknya saya kerjakan sendiri. yeah.. please welcome www.dapurjahit.blogspot.com. dari dulu saya memang penggila handmade stuff dari kain dan bercita-cita punya butik jahit. buat saya yang namanya produk handmade itu keren dan pasti unik. tapi semua memang gak lepas dari sosok  yang sangat menginspirasi, ibu yang selalu bisa membuat apapun produk dari kain dengan tangannya sendiri.

oyah, trus saya kembali bersepeda. YEAY! welcome bicycling! ramadhan memang bukan berarti menghentikan semua aktifitas saya, tapi bersepeda dikala puasa juga kan gak bagus yaaa.. mengingat bojongkoneng itu tanjakannya rada juara. jadi saya baru memulai aktifitas bersepeda saya minggu kemarin, rasanya luar biasa menyenangkan. saking senengnya rute sepeda saya kemarin berantakan sekali.. dari bojongkoneng-dago-merdeka-tegalega-merdeka(lagi)-gasibu, pokoknya yang penting gowes.

dan terakhir.. welcome back my rotaract club bandung sentral kota kembang! :* kangennya luar biasa sama club ini. sama orang-orang kreatif didalamnya. sama kegiatan-kegiatannya, sama ide-idenya yang out of box. kemarin sabtu kami halal bihalal, meeting pertama sekaligus fotosession diakhiri dengan karoke. seru.. seru banget! kalau lagi bareng mereka, saya yang termasuk sesepuh di club jadi berasa masih sembilan belas tahunan, muda terus hahahaha. ada orang berpendapat, seusia saya sudah bukan waktunya kumpul kesana kemari bareng teman-teman. tapi pendapat saya lain.. berkumpul, berbagi dan berjejaring adalah awal munculnya kreatifitas, semangat dan inspirasi.



*cheers!

mudik itu....

Tuesday, September 6


cape, melelahkan, panas, orang-orang banyak yang gak puasa, bosen, dijalan bingung mau ngapain, denger radio beritanya itu-itu aja, nagrek, pantura, jomin, cikampek, ngebut salah pelan salah, tol dalam kota macet, dermaga ngantri, kapalnya lelet, jalinsum rusak parah. tapi kalau sudah sampai dirumah? semua yang diatas tadi terbayar lunas :)


*cheers!

menjahit mimpi

Wednesday, August 24

keinginan awalnya sederhana, sebagai karyawan yang punya jam kerja saklek senin sampai jumat dengan jenis pekerjaan yang sering bikin stressful saya pengen punya kegiatan yang bisa mencegah kebosanan, juga yang bisa menambah warna di rutinitas yang itu itu saja. berjejaring, berorganisasi dan bersosial itu pasti, berlibur dan ngebolang sudahlah tentu. tapi ada semacam kebutuhan lain, kebutuhan akan kegiatan yang melibatkan diri, usaha juga kemampuan saya sendiri. tentunya yang berdasarkan hobi, biar makin seneng melakukannya.

berhari-hari memfilter banyak ide di kepala memang gak mudah, yang bikin susah itu membedakan mana yang seimbang antara kebutuhan-keinginan dan mana yang hanya sekedar ide selewat. saya benar-benar memikirkan beberapa kemungkinan, dari mulai ingin kursus bahasa inggris atau bahasa asing lainnya, kursus membuat kue, kursus menjahit, mengembangbiakkan kucing ras bahkan sempet baca-baca tips dan trik sukses budidaya ikan cupang. hahaha.. pokoknya saya mencari kegiatan apapun yang kira-kira bisa bikin saya jadi ahli di bidang itu. pengennya sih bisa ambil banyak kegiatan sekaligus tapi dengan mempertimbangkan waktu dan juga biaya, akhirnya satu pilihan jatuh pada kursus menjahit. 

kenapa kursus menjahit, karna sejujurnya saya punya kekaguman yang luar biasa sama ibu. ibu bisa menjahit apa saja. hampir semua baju kerja saya dan baju main gendis, kebaya, juga seprei dan sarung bantal kursi tamu, kemarin bahkan ibu mengganti dengan menjahit sendiri kain kursi malas yang sudah usang. buat saya ibu adalah perempuan yang sangat menginspirasi. dengan berbekal inspirasi itu jadilah hari kemarin saya resmi mendaftar jadi siswa disalah satu tempat kursus menjahit. karena kepotong sama libur lebaran, jadinya saya baru mulai kursus awal september nanti, gak sabar! sepertinya menyenangkan ketika kita bisa menghasilkan sesuatu dari kebisaan kita sendiri. walaupun gak sedikit yang mengaggap aneh, karena memang menjahit sudah jauh dari kata populer.. kebanyakan orang lebih suka membeli daripada harus menunggu jahitan yang ngantri lama dengan hasil yang belum tentu memuaskan. ahh, apapun itu saya tetap ingin menjahit mimpi-mimpi saya dengan menjahit :)

*cheers!

bye bruno...

Tuesday, August 23



menulis blog ini seperti menghidupkan kembali kesedihan saya beberapa hari kemarin.  yeah, he's gone :( si puss yang bersama saya selama lebih dari enam tahun. i love him so much, bahkan bukan cuma saya, ibu, mbak, masdim dan semua orang yang pernah ketemu bruno pasti sayang dan pasti merasa kehilangan. bruno memang menggemaskan sekali, tubuhnya tambun, pipinya berisi, seperti menyalahi kodratnya sebagai kucing, bruno suka sekali sama sesuatu yang manis, gula atau coklat. tidak pernah rewel walau makanannya telat datang sampai berjam-jam, tidak pernah mencakar meski dimandikan dengan air dingin, bruno terlalu lembut, mungkin itu juga alasan kenapa bruno selalu pulang dengan membawa luka oleh-oleh berantem dengan kucing tetangga dan hampir selalu gagal menangkap belalang atau cicak buruannya. dia juga yang selalu menemani saya mulai dari nonton tv, sampai mengerjakan skripsi. bruno yang diam saja kalau saya ajak bercerita, yang selalu saya peluk dengan gemas dan yang selalu saya ganggu tidur pulasnya. bye bruno.. ahh, ternyata enam tahun itu sebentar sekali :(



rip bruno. we love you 

pilihan bekerja

Saturday, August 13

banyak orang bilang paling enak itu berwiraswasta, jadi pengusaha. bisa atur waktu kapan saja kita mau, bisa berpenghasilan dengan hanya bekerja dirumah, bisa mengatur diri kita sendiri tanpa harus ini dan itu, bisa liburan kapan saja tanpa khawatir kehabisan cuti, penghasilannya pun tidak terbatas, bisa meningkat tajam dalam satu dua bulan tanpa harus bikin surat pengajuan dengan birokrasi yang menjemukan dan masih banyak iming-iming lainnya. memang benar, tapi jadi pekerja kantoran juga tidak salah, itukan cuma soal pilihan. buat saya jadi pekerja kantoran tetep punya seni tersendiri, rutinitas pastilah membosankan, hidup dan berjalan di kanan kiri peraturan juga tak jarang membuat kita merasa "ditekan". tapi kalo pekerjaannya pas dan bikin enjoy? rasa senang dan ikhlas bekerjanya itu gak bisa dijelasin deh.  

kalau saya memang tipe orang yang harus diatur, saya harus punya rutinitas, kewajiban dan orang yang lebih tinggi untuk mengatur saya. kalo gak, hidup saya bakal berantakan banget. bisa tiap hari bangun siang, tiap minggu kelayapan, bahkan bisa traveling everytime sesuka hati saya. itu beneran bahaya :)) makanya saya lebih memilih jadi pekerja kantoran, karena bisa membuat hidup saya lebih teratur, terkendali dan pastinya jadi bisa belajar memanfaatkan waktu yang hampir setiap hari dihabiskan di kantor. mungkin semua hanya soal kebiasaan, saya tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga pegawai, dimana bapak dan ibu sama-sama bekerja. jadi ada semacam rasa kagum ketika melihat ibu sukses mengurus kami sambil tetap menjalankan kewajiban kesekiannya sebagai pekerja kantoran. lalu dua kakak sayapun sama, mengikuti jejak bapak dan ibu, jadi gak salah kan kalo dari dulu cita-cita saya memang jadi pegawai di perusahaan A, B, C di instansi X, Y, Z sampe akhirnya nyangkut di ITB :p

jadi pekerja kantoran gak selamanya membosankan kok, ada banyak hal lain yang bisa dinikmati dengan menjadi pekerja kantoran, ada banyak pengalaman yang bisa ditemui hampir setiap harinya, ada banyak kebisaan-kebisaan baru yang belum pernah saya tau sebelumnya dan satu hal yang paling kerasa adalah serunya manajemen waktu. saya memang pekerja kantoran, tapi tetap punya waktu untuk ikut komunitas dan organisasi sana sini, bertraveling dan juga ngebolang kesana kemari tentunya dengan hasil jerih payah sendiri. banyak pengusaha dan wiraswasta sukses yang "katanya" punya banyak waktu dan uang, tapi pergi ke provinsi sebelahpun mereka tidak pernah. berliburpun mereka masih punya banyak pertimbangan ini dan itu. nah jadi disitulah seninya pekerja kantoran, gak mau kalah sama pengusaha dan wiraswasta yang konon punya waktu lebih fleksibel. mereka mungkin punya banyak waktu, tapi saya bisa memanfaatkan waktu.

sekarang, sabtu siang ini saya ada di kantor, sambil asik duduk bersila, membiarkan banyak penyanyi menari di telinga. overtime ditengah banyak orang yang menghabiskan waktu liburnya untuk berbelanja, bermanja diri dan juga mata menjelang lebaran tiba. saya malah lembur dan asik mengerjakan berbagai olahan data. saya menikmatinya? tentu saja.. karna bekerja itu berpahala. bekerja bisa membuat saya menemukan keluarga baru, bekerja bisa mengantar saya pergi bertraveling kemana saja, bekerja bisa menghasilkan pundi-pundi yang menjadikan saya mandiri :)


*cheers!
dari cubicle paling belakang Direktorat Kepegawaian ITB

balada berbagi dan liwet nasi

Thursday, August 11

waktu awal pindah ke bandung, saya gak pernah sekalipun membayangkan punya keluarga kedua atau kesekian, saat itu tujuan yang ada di kepala saya cuma kuliah, dapet nilai bagus, lulus lalu bekerja. yaaa.. agak eksis dikit dengan ikut aktif di himpunan lah. walaupun waktu itu gak banyak juga cita-cita saya disana, sekedar dapet lebih banyak temen dan lebih banyak pengalaman aja. tapi dua tahun menjabat sebagai sekretaris himpunan, berkali-kali bikin kegiatan disertai kalimat dangdut "susah senang kecewa bahagia dibagi bersama" akhirnya bikin saya bener ngerasain apa yang disebut keluarga kesekian, keluarga yang punya logo warna merah putih dan bersemboyan "ulu biung riung mungpulung" keluarga besar yang besaaaaarrr sekali. pokok dan intinya sih ngariung atau berkumpul. karna memang segitu lamanya kami-kami ini lulus dan bergelar alumni, tetep aja rajin maen dan ngumpul di kampus. buat kami yang alumni, kampus adalah tempat paling strategis nan murah untuk melepas penat menghibur diri. sekedar soan sama temen-temen, maen kartu sampe dikusi gak mutu. modal gehu pedas sama es teh manis saja.. obrolannya bisa sampe kemana-mana.

berawal dari obrolan ringan antar kami-kami, para alumni yang gak pernah ngerasa tua :p akhirnya IF peduli terbentuk. IF peduli sebenernya hanya punya cita-cita sederhana, yaitu siaga berbagi. karena kita gak pernah tau rencana tuhan.. kita gak pernah tau kapan musibah dan bencana datang. siaga berbagi itu artinya insyaallah kami siap dan sigap berbagi kapan saja. dalam berbagi, kami-kami gak selalu ngeluarin dana dalam jumlah besar kok, sering kami hanya bermodal ilmu, mengajar di panti asuhan, pernah juga bermodal tenaga dan jaringan, ngumpulin baju layak pakai buat disumbang ke korban bencana gempa jogja. waktu itu kami nekat rock n roll ke jogja dengan dua mobil pinjeman, pergi dari bandung.. numpang tidur di masjid, mampir ke posko deru UGM untuk menyerahkan bantuan, numpang mandi di kosan temen, makan dijalan, lalu pulang lagi. yang penting itukan niat dan semangat berbaginya, ya kan? nah malam minggu kemarin ceritanya IF peduli ngadain event lagi, namanya SABAR IF (Sahur Bareng IF) ini pertama kalinya kami mengadakan sahur bareng dan ternyata seru penuh haru.

i share

saya pernah menulis satu argumen bahwa jalanan adalah tempat paling adil. kemarin ketika sahur bareng, saya merasakan keadilannya. saya yakin kita semua tau, dijalanan ada banyak penghuni 24 jam yang menghabiskan hidup dijalanan sepanjang waktu setiap harinya. memulung, mengayuh becak, mendorong gerobak berisi harta rongsokan. tapi pernahkah kalian bertemu dan langsung memandang mata orang-orang itu? rasanya, luar biasa haru. mata-mata tua yang lelah, mata-mata tua yang seolah hampir tak punya mimpi lain selain melanjutkan hidup yang apa adanya itu. bahkan sisi humanis sayapun gak bisa ikut merasakan bagaimana rasanya tidur di dalam becak dengan menekuk semua badan dan diterobos angin dari berbagai sisi atau di depan kios yang tutup dengan beralas kardus dan berselimut kain lusuh setiap hari. ah.. mengharu biru rasanya. memang tidak banyak yang bisa kami bagi pagi itu. tapi setidaknya bisa jadi satu mimpi IF peduli, tahun depan.. kami harus melakukan ini lagi, dengan lebih banyak yang dibagi. amiiin. lalu sepanjang perjalanan pulang, kami yang ada di dalam mobil jadi hening. saling berjibaku dengan pikiran masing-masing. haru, mungkin juga malu, that's human.  

selesai ritual berbagi, kami semua yang tadinya dipecah kedalam beberapa team kembali ke kampus untuk sahur bareng yang sebenar benarnya. kalo yang ini, serunya beneran seru. bayangkan jumlah peserta liwetnya tiga puluhan orang.. sangat panjang dan rusuh! hahahaha.. ada yang belum pernah ngeliwet beramai-ramai beralas daun pisang? ah.. rugi, beneran deh nikmatnya gak ada dua. masakan yang dimasak sama chef juna dan marinka lewaaaaat! sampe pesen menu tambahan nasi goreng, telor dadar, mie dan capcay goreng, karna liwet yang cuma dua panci saya yakin banget gak bakal cukup memenuhi request lambung tiga puluh orang yang rata-rata anak kost. oyah, FYI kampus saya yang ada di daerah dago bandung ini kalo malem gak punya penerangan yang memadai. sengaja sih.. katanya biar mahasiswa gak pada betah ngumpul dan bikin keributan. tapi buat kami yang seperti itu bukan penghalang yang penting bisa dapet ijin membuat kerusuhan dari satpam.. berbekal lampu senter dan layar hape, ngeliwet nasi kali ini jalan teroooss! karena teorinya justru makin penuh derita makin kerasa hangatnya sebuah keluarga, ini dia mereka keluarga kesekian yang saya punya :)

ngeliwet dalam kegelapan, mirip-mirip sama konsep blind resto :p



*cheers!

diah dan sekolah(nya)

Monday, August 8


namanya diah ratna sari, dia baru resmi bergabung sebagai anggota baru keluarga beberapa minggu lalu dan sekarang tinggal bareng saya di rumah bandung. umurnya enam tahun lebih sedikit, sebelum pindah ke bandung, diah tinggal bersama orang tuanya di lampung. diah juga sempet ngerasain sekolah disana, walau cuma betah satu minggu, katanya karena selalu dimarahi ibu guru. kalau ditanya, dia akan menjawab dengan malu "gak pernah ngerjain pr" dan saya langsung tau kenapa bisa begitu. orang tua diah buta huruf, satu kakaknya pun sama, dua kakak lainnya bekerja sebagai tukang bangunan yang jarang pulang dan satu kakak perempuannya bekerja di pabrik kue di bandung, iya.. kakak perempuannya adalah si mbak yang tinggal bersama saya. jadi itulah yang membuat diah tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah, karena memang tidak ada yang bisa mengajarinya.

cerita punya cerita, akhirnya saya dan ibu sepakat untuk memindahkan diah ke bandung. maksudnya biar diah sekolah di bandung saja. minimal ada simbak dan saya yang bisa membantu dan mengajarinya. beberapa hari setelah diah sampai di bandung, saya ditugasi ibu untuk mencarikan sekolah. jadilah waktu itu hari sabtu, saya pergi ke sd negeri yang ada di dekat rumah untuk menghadap kepala sekolah dan mengurus segala macam keperluan pendaftarannya. lokasi sekolahnya memang hanya beberapa ratus meter saja dari rumah, kalau berjalan kaki paling hanya membutuhkan waktu sepuluh menit. ini pertama kalinya saya jadi wali murid, ternyata prosedurnya tidak sesulit yang saya bayangkan, hanya perlu mengisi formulir, lalu membeli seragam olahraga dan batik sekolah. keesokan harinya diah bisa langsung sekolah. wow..


kepala sekolah yang saya temui ramah sekali, berkulit putih dan sedikit tambun. beliau bercerita sedikit soal keluarganya, lalu soal sekolah kecil yang dipimpinnya dan tentang murid-muridnya. dari beliaulah saya tau kalau sd kecil ini punya banyak murid yang berasal dari jalanan yang usianya sudah menginjak delapan sembilan tahun tapi belum bisa membaca dan menulis. di sekolah ini hanya ada lima belas tenaga pengajar, itupun sebagian diantaranya hanya berstatus guru honorer. soal bentuk sekolahnya, hanya satu baris bangunan yang terdiri dari beberapa kelas, dengan lapangan bendera yang semennya tidak rata, lalu anak-anak berlarian ditengahnya mengejar bola, ada sepetak taman kecil yang tanamannya hijaupun tidak. juga kantin dari papan yang mencoba berdiri tegak menyandar didinding samping sekolah. semua serba seadanya. tapi saya yakin ada banyak mimpi luar biasa yang tergantung di langit-langit tua sekolah seadanya itu :)



*cheers!

lebaran sekarang

Wednesday, August 3


foto ini diambil tahun kemarin, waktu lebaran hari pertama dirumah eyang. rumah eyang ada di surabaya yang juga sebagai kampung halaman bapak dan ibu. di kota inilah dulu bapak dan ibu tumbuh besar, disini juga keluarga besar bapak ibu dan para sepupu saya berdomisili. ceritanya dulu bapak dan ibu memutuskan untuk merantau sampai jauh ke sumatra, sampai sekarang. maka jadilah surabaya sebagai kota tujuan mudik kami sekeluarga. memang tidak setiap tahun, biasanya dua tiga tahun sekali kalau bapak dan ibu sudah kangen sama keluarga besar dan kampung halamanannya. tuh kan, jadi sebenarnya saya memang turunan jawa asli. hanya saja saya lahir, tumbuh dan besar di lampung. jadi darah jawa yang tersisa di saya memang hanya tertinggal di nama :p

cerita soal tradisi mudik, yang namanya mudik emang gak ada yang gak cape, pasti cape, tapi pasti seru juga. apalagi kalo mudiknya sangat menjiwai, pake bagasi diatap mobil dengan plat nomer mobil yang jauh-jauhan dan bodi mobil yang dekil-dekilan. makin jauh dan makin dekil, bakal keliatan makin gagah. kalo mudik ya nyebrang dan ngelewatin kota-kota panas di sepanjang sepulau jawa, istilah kerennya hot trip. sepanjang jalan mudik itu juga gak kalah serunya. saya sebagai si bungsu yang dulu masih gak punya skill apa-apa pasti kebagian tempat duduk di paling belakang yang paling berguncang, hahaha. sepanjang jalan sambil cerita ini itu sama seisi mobil, sambil merhatiin pemudik lain, sambil mampir sana sini beli oleh-oleh, sambil macet-macetan juga. saya sampe udah pernah ngalamin macem-macem mudik. mulai dari naik transportasi umum, mudik pake mobil kecil, sampe mudik pake mobil keluarga yang diisi full. seru deh.. seru banget.

tapi lebaran sekarang sepertinya kami semua gak mudik ke surabaya. insyaallah tahun ini lebarannya di lampung. soalnya gendis lagi lincah-lincahnya saya gak kebayang di mobil sepanjang 20an jam ada balita yang sedang berada di fase aktif, FYI aja yah.. mudik taun kemaren gendis selalu tertarik liat persneling dan selalu ngotot masukin benda itu kemulutnya. kebayang sekarang dia ada didelapan level lebih aktif dari taun kemaren. plus mbak sari hamil (lagi) dan usia kehamilannya masih muda jadi tiap hari kena semacam morning sick, dimana semua orang yang deket sama dia bisa kena omel sepanjang hari. hahaha... jadi demi kenyamanan bersama, akhirnya tahun ini kami sepakat untuk gak mudik dulu. eh tapi sebenernya, mau lebaran di surabaya atau di lampung, saya tetap akan selalu mudik. karna saya menetap di bandung dan jauh dari keluarga. hmmmmh.. walaupun ini masih H minus 20an.. walaupun lebaran masih jauuuuuh tapi semangat saya untuk ketemu macet dan ngantri di pelabuhan udah ada dari sekarang nih :)


*cheers!

si behel pensiun

Tuesday, August 2

apa yang sudah melekat dalam diri dan jadi keseharian kita selama bertahun-tahun itu memang susah yah buat dilepasin gitu aja. saya juga gitu... sabtu besok saya mau melakukan ritual lepas behel. which is ini behel udah genep empat tahun bareng sama saya kemana-mana. sedih deh.. tapi saya gak bisa gak mau. karna dulu tujuan pasang behel kan untuk bikin gigi jadi rapih, sekarang udah rapih.. ya jadi memang sudah harus dicopot.

waaaahh, tapi rasanya memang berat banget, ngelepas apa yang udah jadi trademark keseharian saya. berjilbab, berbehel dan berkacamata. hahaha..jadi inget dulu waktu pertama kali pasang behel. penyiksaan demi penyiksaan harus dilewati, nahan rasa sakit berhari-hari, linu, ditambah musti makan segala macem dengan sangat pelan biar gak ada breket yang copot. bener-bener deh.. jadi siapa yang bilang pake behel gaya. sakit yang ada :p  

semenjak dokter memutuskan untuk mempensiunkan si behel. saya jadi sering banget liat orang-orang yang gak pake behel dan membayangkan saya jadi seperti itu. tapi tetep aja gak kebayang *nyengir* abis susah sihhh, udah jadi ciri khas bertahun-tahun. ah.. ya tapi akhirnya bye my behel. empat tahun sudah.. saatnya pensiun. makasih udah bikin gigi saya luar biasa rapih. magic! hahaha..


*cheers!

geng cewek

Friday, July 29

meda, ajeng, rena, tehciw, butri, tehnenny

siapa bilang saya gak punya geng cewek. saya punya kok. liat tuh.. bajunya udah sama.. gayanya juga udah maksimal banget. hahaha. iyah.. ini geng saya di kantor. saya memang gak seruangan dan gak sedivisi sama mereka. meda, rena, tehciw, butri dan tehnenny ini ada dibagian keuangan yang kerjanya ngurusin gaji, rapel, insentif, uang ini dan itu. kalo gak ada mereka, seITB bisa gak gajian, ayo semua pegawai ITB yang baca blog ini jangan lupa bilang makasih sama mereka yaaa :) nah.. saya di geng ini adalah satu-satunya anak ilang alias anggota lintas ruangan lintas divisi. jenis pekerjaan kita yang beda jauh bikin saya dan mereka jarang banget bisa makan siang bareng. tapi biarpun jarang, saya seneng banget kalo bisa pas nemu waktu makan siang dan gosip bareng mereka.


*cheers!

menyebrang dulu dan sekarang

Tuesday, July 26

hampir setiap lebaran dan liburan selama enam tahun belakangan ini saya selalu menyebrang pulau untuk tradisi mudik dan pulang kerumah. bisa dibilang saya masih dan akan terus jadi pelanggan setia kapal ferry selat sunda. memang cukup mengherankan, ditengah jaman serba pesawat seperti sekarang ini saya masih saja doyan berlama-lama dijalan menggunakan angkutan darat dan laut. saking seringnya saya pulang menggunakan bus antar provinsi dan kapal ferry, semua pengalaman sepanjang perjalanan darat dan laut sudah pernah saya alami. yang terbaik dan yang terburuk bahkan yang paling buruk, sepertinya memang sudah. sayangnya menurut saya selama enam tahun kemarin nyaris tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik. yang dulunya baik malah cenderung jadi kurang baik.. yang dulunya kurang baik, tetap saja begitu.

teman saya pernah berkicau di akun twitternya "kalau mau lihat ribuan truk berbaris, silahkan datang ke pelabuhan merak sekarang.." ribuan truk memang tidak pernah habis terparkir di pelabuhan merak selama bertahun-tahun. herannya, semakin lama antrian truk itu bukan semakin pendek, malah semakin panjang terus dan terus. perbaikan dermaga pasti dan selalu jadi alasan utama. selebihnya jalanan yang dilalui, sama.. dulu rusak, maka semua pengguna jalan harus lewat jalan alternatif yang memakan waktu lebih lama. ketika sudah dinyatakan baik.. tetap saja kualitas aspal hanya bertahan hitungan bulan. lalu rusak lagi, diperbaiki lagi, terus saja begitu seolah tidak pernah ada habisnya. usia armada penyebrangan yang sudah renta juga tak bisa dipisahkan dari alasan berbarisnya ribuan truk di pelabuhan merak dan bakauheni. apalagi soal kualitas dan fasilitas kapal.. masih teramat jauh dari kata juara.

dulu ketika bus masuk dan terparkir dilambung kapal setiap penumpang bebas memilih mau tetap ada didalam bus, atau turun ke deck kapal. kebanyakan penumpang akan memilih yang pertama, karena tidak ada yang bisa menjamin keamanan dan kenyamanan diatas kapal. di kabin juga deck kapal, kalau sudah begitu semua bus mau tidak mau harus tetap menyalakan ac dan mesin di dalam lambung kapal, walaupun sebenarnya tidak boleh. kejadian terbakarnya kapal ferry lautan teduh di selat sunda beberapa waktu lalu memang jadi pelajaran, walau hanya untuk sebagian kalangan. karna semenjak kejadian itu, pengamanan dna keselamatan penumpang selama menyebrang jadi lebih diperhatikan. beberapa waktu lalu ketika ada kesempatan pulang kerumah, saya mengalami pengamanan yang "diperketat" selama penyebrangan. ketika bus sudah masuk ke lambung kapal semua penumpang bus wajib naik ke atas deck kapal. yang jadi soal adalah fasilitas kapal yang sama sekali gak memadai. kabin untuk penumpang yang kecil benar-benar gak cukup menampung banyaknya penumpang. akhirnya koridor kapal jadi sasaran, penuh dengan gelimangan penumpang dan sopir truk yang ingin beristirahat. 

    cuma ada di indonesia

saya membayangkan lelahnya mereka yang melakukan perjalanan darat super jauh seperti bandung-medan, jakarta-aceh, atau surabaya-padang. jalanan rusak.. antrian panjang.. bonus fasilitas kapal tidak memadai, padahal katanya pembeli adalah raja. sudah beli tiket, harusnya dilayani dan difasilitasi dengan baik dong yah? harusnya.. ya memang hanya harusnya. dulu sekitar tahun 2005-2007, menyebrang selat sunda sering hanya satu setengah jam, perjalanan bandung-lampung bisa ditempuh kurang dari 10 jam, malah jika beruntung bisa hanya 8 jam saja. sekarang? beberapa minggu lalu terakhir saya pulang kerumah, total perjalanan yang saya tempuh nyaris 16 jam. yah.. menyebrang dulu dan sekarang memang jauh berbeda.


*cheers!

menjadi penulis

Tuesday, July 19

saya memang pernah dan masih punya cita-cita jadi seorang travel blogger, tapi dan tapi.. kadang kondisi hati gundah gulana plus gak-tiap-bulan-traveling bikin saya gak konsisten sama tulisan-tulisan saya di blog. kadang dalam beberapa kali posting saya hanya benar-benar nyampah tulisan hasil metamorgalau yang sebenernya sangat gak penting. kalo seperti kebanyakan orang yang punya lebih dari satu blog untuk tetap menjaga warna... saya gak bisa. satu blog aja gak saya update tiap hari. apalagi dua.. tiga.. belum lagi sign up di banyak jejaring jejaring sosial, bikin kegiatan menyampah semakin mudah sekaligus bikin semangat dan kreatifitas menulis saya menurun lumayan parah.

memang sih, untuk jadi seorang travel blogger gak harus traveling ke tempat jauh dan touristy. yang deket-deket aja, yang biasa-biasa aja asal kita bisa melihat dan menuliskan tempat yang kita kunjungi dari sisi yang tidak umum, pasti jadinya menarik juga, nah yang begitu itu yang susah. well.., memang pada akhirnya saya iri sama mereka-mereka yang menulis santai dan konsisten tanpa meninggalkan ciri khas dan warnanya. banyak yang bilang tulisan saya gak selugu dan sepolos dulu. ada yang bilang saya kehilangan konsistensi menulis. ihhh.. rasanya saya pengen bilang "gaya tulisan saya berubah seiring bertambahnya nilai-nilai kehidupan dalam diri saya.." lempar sendal

sejauh ini memang saya masih menulis untuk diri saya sendiri. belum ada asas MIND THE READER yang berlaku dalam kamus menulis saya. tapi terlepas dari itu semua, bener deh.. salah satu resolusi saya lima tahun kedepan adalah saya harus sudah menerbitkan buku. saya pengen banget jadi penulis walaupun saya gak punya dasar ilmu jurnalistik. saya sampe pernah niat banget nanya ke salah satu temen yang bekerja di sebuah publisher ternama. pas udah ketemu jawaban syarat sebuah tulisan yang layak diterbirtkan.. saya langsung semangat ngadep komputer, lima menit kemudian saya sadar kalo saya sebenernya bingung mau ngetik apa.

pastinya butuh usaha lebih keras untuk mewujudkan cita-cita yang baru nongol diusia yang tidak lagi muda, tapi kan bukan berarti gak bisa. pokoknya saya tetap ingin jadi travel blogger, saya tetap ingin berpergian meskipun saya berstatus karyawan dengan jatah cuti seadanya, atau bahkan nanti ketika saya sudah jadi ibu dari beberapa orang anak.. saya masih dan tetap ingin menikmati kota demi kota di seluruh belahan dunia lalu merekam semuanya dalam tulisan.

 
*cheers!

mencintai jalanan

Monday, July 18

"dijalanan, tak peduli siapa.. semua boleh saja" - gambar : link

menurut banyak teori, sebenarnya yang paling menarik di-se-isi dunia ini adalah manusia dan tingkah lakunya. kalau saya punya spesifikasi yang lebih mengerucut, buat saya manusia memang menarik, tapi yang paling menarik dari manusia itu adalah sisi jalanannya. hampir semua manusia pernah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ada yang hanya sesekali, ada yang hampir jadi rutinitas setiap hari. semua manusia pernah melalui proses berjalan dan dijalan. tapi hanya sedikit yang bisa menikmatinya.

untuk sebuah rutinitas, jalanan memang jadi tempat paling menjemukan. angkot ngetem, pengemudi motor sembarangan, tukang becak bikin macet, mobil pribadi bikin jalan makin penuh, bus kota yang mengeluarkan asap hitam, pedagang kaki lima menyumbang keruwetan, belum lagi soal panas matahari dan perannya sebagai pelengkap penderita. semua hal menyebalkan memang seolah bergabung jadi satu dijalanan.

semua perwakilan karakter manusia juga ada di jalanan. yang tidak sabar membunyikan klakson berkali-kali ada banyak sekali. yang hanya bisa pasrah geleng-geleng kepala juga sudah sering terlihat. jalanan adalah tempat bersatunya semua manusia dengan beragam profesi. pengusaha, pemulung, pengamen, pelajar, pencopet, pedagang asongan dan banyak lainnya. coba kalian ingat-ingat, dimana lagi tempat paling komplit dengan ragam karakter dan kedudukan selain dijalanan? jalanan memang tempat paling terbuka, tak peduli siapa, semua boleh saja ada disana.

nah menurut saya semua hal sederhana dan hal biasa yang ada di jalanan itu yang sangat menarik. kalau sedang bosan dirumah, saya beberapa kali bersepeda hingga larut.. atau sering mengendarai motor kesana kemari tanpa tujuan. aneh memang, tapi buat saya jalanan adalah tempat terbaik untuk bersyukur dan bercerita.  


*cheers!

gendis

Tuesday, July 12

 i love you baby Gendis :)

gendis sekarang udah satu setengah tahun. udah bisa macem-macem salah satu yang bikin kangen adalah cium bebek dan penggilannya untuk saya "tiya adek". yang lucu, dia sudah lancar menghitung satu sampai sepuluh, tapi setiap ditanya dengan akhiran kata "berapa?" jawabannya selalu "duaaaaa". gendis selalu bisa membuat suasana rumah makin hangat, penuh tawa dan bikin saya jadi homesick.


*cheers!

buka mata, braga 43

Thursday, July 7

mungkin saya seperti kebanyakan remaja perantau lainnya. berangkat dari kota kecil, merantau ke kota besar lalu akhirnya tidak mau kembali pulang. yang seperti saya ini memang umum terjadi, kalau ditanya kenapa, jawaban yang saya berikan sering hanya sekenanya. habis kalau mau dijawab serius, jawabannya akan panjang dan bijaksana sekali. hahaha.. ermm, eh tapi kali ini saya mau membagi satu dari sekian banyak alasan kenapa saya betah di bandung. 

kemarin sore ceritanya saya main sama kang doddy dan dudung. dua pria metal idealis yang sangat menghargai karya seni dan budaya ini mengajak saya ke suatu tempat di kawasan di pusat kota bandung, jalan braga, tentu tidak asing lagi namanya. kawasan yang sudah ada sejak jaman kolonial ini memang menjadi salah satu tempat yang paling ramai di kunjungi wisatawan, sekedar untuk foto dengan latar belakang bangunan tua atau hanya berjalan-jalan sore di sepanjang trotoar menikmati sedikit heritage yang masih tersisa di kota bandung.

kang dody si seniman yang juga aktivis lingkungan ini mengajak saya masuk ke sebuah galeri lukisan besar di jalan braga nomor 43. awalnya saya kira tempat ini hanya galeri lukisan biasa, yang biasa dimiliki oleh banyak seniman besar. sampai kang dody mengajak dudung dan saya makin masuk kedalam, menuruni satu persatu anak tangga. ternyata ada semacam basement yang sangat luas dibawah galeri lukisan. basement pertama untuk bengkel lukis juga tempat tinggal, basement kedua untuk ruang publik lengkap dengan ruang terbuka hijau. bahkan beberapa menit pertama saya masih gak percaya ada tempat sehangat ini ditengah kota besar yang kanan dan kirinya sudah dikelilingi bangunan beton bertingkat. semua yang ada di bangunan itu unik menurut saya. kamar-kamar tinggalnya, ruangan-ruangan yang berundak, bahkan toilet yang seperti kamar kos seharga 300 ribu perbulan, luas sekali.

    bale bambu dengan tiga pemusik tradisional

saya sedang menunggu dudung menyelesaikan ashar ketika melihat bale bambu yang didalamnya duduk beberapa orang sedang asik memainkan alat musik tradisional. alat musik yang saya sendiri baru pertama kali melihatnya. berbentuk tabung, seperti biola namun terbuat dari bambu, nada yang dihasilkan juga persis seperti nada biola, menyayat mendayu-dayu, diiringi petikan kecapi dan calepung yang dipukul kesana-kemari menyesuaikan irama. kolaborasi tiga alat musik itu menghasilkan nada yang unik namun tetap seirama. saya lalu ikut duduk dengan gembira disebelah mereka. memberondong banyak sekali pertanyaan ketika para pemusik itu berhenti sejenak untuk beristirahat. mereka memainkan lagu-lagu sunda dengan sangat indah dan dengan senang hati mencoba lagu surabaya ketika saya bercerita kepada mereka dari kota mana saya berasal.

 alat musik tradisional yang saya lupa namanya :p

gak hanya itu, salah satu ruang berukuran kurang lebih tiga kali lima meter yang ada braga 43 ini juga dijadikan ruang publik, siapa saja boleh memakai dan memfungsikannya sebagai tempat pertemuan, nonton bareng, rapat kecil-kecilan atau apapun. ketika saya disana kemarin,ruangan itu sudah penuh dengan pemuda, mahasiswa, pekerja yang sedang asik nonton bareng film dari national geographic tentang sebuah ekspedisi. saya semakin kagum dengan seniman pemilik tempat ini yang lagi-lagi saya lupa namanya. seorang bapak dengan tubuh tambun dan wajah yang penuh senyum. 

memang ada banyak hal yang menarik di kota ini dan tidak saya temukan di kota lain, termasuk di kota kelahiran saya. keramahan, keterbukaan pikiran, cita-cita, idealisme remaja dan anak muda, kepedulian masyarakat terhadap banyak hal, kreasi kreatifitas tanpa batas, penghargaan atas budaya, seni dan nilai-nilai tradisional yang mengagumkan. terlepas dari macet dan keruwetan khas kota besar, bandung memang punya daya tarik tersendiri. kita hanya tinggal membuka mata, banyak bertanya dan peka, lalu temukan banyak hal luar biasa yang bahkan tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya :) 


*cheers!

i love monday

Monday, July 4

biar keliatan sibuk :p



19.50 @ Direktorat Kepegawaian ITB
Gedung CCAR Lantai. 3
Jalan Taman Sari No. 64 Bandung

ibu buat saya

bicara tentang ibu, rasanya hampir semua ibu di dunia ini luar biasa, menginspirasi juga mengagumkan, paling tidak dimata keluarga dan anak-anaknya. saya pun sama seperti kebanyakan anak di dunia ini, saya sangat mengagumi ibu. sosok termungil di keluarga yang sekarang usianya menginjak lima puluh sembilan taun namun tetap enerjik dan bersemangat. ibu buat saya adalah nyaris segalanya.

yang paling saya suka dari ibu adalah kemampuannya untuk membuat saya nyaman bercerita tentang apa saja. kalau pas ada ibu di bandung, saya mendadak gak doyan maen, gak doyan kumpul sama temen, gak doyan baca buku, gak doyan kerja walaupun alhamdulillah masih doyan terima gaji. saya langsung menjelma jadi ekor yang ngikutin kemana aja ibu pergi. ibu ke dapur, saya ikut. ibu jahit baju di ruang jahit, saya ikut. ibu tiduran di kamar, saya ikut untuk bercerita tentang apa saja. tentang teman, pekerjaan, organisasi, tentang mimpi dan cita-cita saya. kalau sudah habis ceritanya saya akan tetap mengekor kesana kemari, karna ada perasaan everything gonna be alright kalau deket ibu.

yang paling saya kagumi dari ibu adalah kreatifitas dan aktifitas yang seolah tanpa batas. ibu masih rajin banget bikinin saya baju kerja, hampir semua batik yang saya kenakan ke kantor asli buatan ibu. ibu masih sering menghias rumah dengan sarung bantal, taplak meja sulam buatannya sendiri. diusianya yang menjelang senja, ibu masih aktif mengajar. mengajar apa saja kepada siapa saja. ibu adalah guru di salah satu sekolah menengah atas di bandar lampung, ibu juga mengajar untuk ibu-ibu pengajian, arisan dan remaja masjid di daerah sekitar rumah. sekarang ibu makin aktif jadi volunteer mengajar bahasa inggris dan keterampilan di salah satu lembaga swadaya masyarakat.

dan yang paling menginspirasi dari sosok ibu, menurut saya adalah kemandiriannya yang luar biasa. ibu seolah bisa melakukan apapun sendiri. mungkin karna dulu sering ditinggal bapak bertugas ke luar kota, sampai sekarang ibu jadi terbiasa mengurus A-Z urusan rumah tangga seorang diri, ibu bekerja, melayani suami dan dengan sabar mengurus tiga anak yang sama sekali bukan penurut. ditambah saya dulu termasuk siswa "berprestasi" yang lumayan sering masuk daftar buku hitam. jadi ya.. gak sekali dua kali ibu mampir ke sekolah. sekedar untuk menjelaskan ke wali kelas kenapa saya bolos upacara 17 agustus dan kenapa saya rajin banget menghilang di jam pelajaran terakhir. saya gak pernah bosen minta maaf sama ibu untuk semua kenakalan remaja yang pernah saya lakukan. i am proud to be your daughter, mom :)



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS