pengangguran curhat colongan

9:53:00 pm

"Job seeking really could drain your energy, really. Beside that, it could also make you broke" ini kata temen saya (prita) dan saya langsung setuju 100 persen..!! to the point hari ini saya benar-benar merasa terkuras energi, waktu dan juga lembaran-lembaran uang kertas yang ada di dompet.

dengan sedikit berapi-api saya bilang kalau jadi pegawai pemerintah atau negara itu mahal. gimana enggak.. saya harus mengeluarkan paling tidak 200.000 rupiah untuk mengurus segala macam berkas yang diperlukan demi bisa lolos seleksi administrasi tahap awal. mulai dari pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (skck), yang prosedurnya berawal dari ngadep RT, RW, kelurahan, kecamatan, polsek sampe polres. trus kartu kuning, trus surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, dan terakhir surat keterangan bebas narkoba. kenapa bisa semahal itu? silahkan kalikan dengan 5.000-10.000 rupiah setiap tahapan dimulai dari kelurahan. tiap bergeser meja, ada saja uang administrasi yang diminta. belum lagi di satu tempat pengurusan berkas, polres misalnya.. ada beberapa tahapan yang mengharuskan kita merogoh saku sampai beberapa kali. makin panjang mejanya, makin banyak uang yang harus kita keluarkan. perlukah kita membayar mahal untuk semua berkas itu? apalagi yang paling bikin keki adalah pembuatan surat keterangan bebas narkoba. seratus lima belas ribu rupiah!!

katakanlah saya alhamdulillah punya rejeki untuk mengurus semua berkas itu berikut sejumlah uang yang harus dikeluarkan. lalu bagaimana dengan mereka yang punya keinginan dan kemauan bekerja tapi belum punya rejeki untuk membayar si persyaratan itu tadi? haruskah mereka menghibur hatinya dengan bolak balik berkata "sabar aja.. belum rejekinya..". mungkin bisa saja diusahakan pinjam dari tetangga, tapi ketika hati kecil bertanya "kalau ndak diterima? saya bayar hutang pakai apa?" memang realistis sekaligus miris. tentunya bukan sebuah dilema, karna sudah jelas lebih baik melengos pergi tanpa banyak bermimpi daripada berakhir dengan gigit jari.

pertanyaan saya klasik, kalau perusahaan swasta bisa menekan dan memperpendek rangkaian birokrasi, memperlakukan pencari kerja sesuai dengan asas simbiosis mutualisme, perusahaan butuh karyawan butuh perusahaan. kenapa instansi pemerintah tidak? jangan berdalih demi mencari pegawai berkualitas, karna kualitas pegawai itu berasal dari kata cerdas, bukan berkas.



*dem!

You Might Also Like

5 comments

  1. mo gimana lagi jeng, pemerintah butuh pekerja sedikit, tapi yang dafta beratus-ratus kali lipat....

    lagian kalo diurus sekaligus ya gitu deh, coba satu2 sejak kita lulus kuliah....

    ReplyDelete
  2. kan sebenernya orang Indonesia itu pebisnis sejati.. mo pengusaha beneran kek, mo pegawai apaan kek pasti terselip bisnis di setiap kerjaannya hahahaha

    ReplyDelete
  3. @ mas agus : pembelaan, aku udah ngurus dari jaman baru beres kuliah.. tetep aja 3-6 bulan sekali harus perpanjangan.. ada beberapa yang gak bisa diperpanjang (surat ket. bebas narkoba) intinya ya.. tetep aja duit lagi..

    @ tia : yes.. dan sebel karna didepan mata uang yang aku kasih masuk kantong seragam pribadi.. hiks.. ikhlas.. ikhlas.. mudah-mudahan aja berkah ;)

    ReplyDelete
  4. ahhh ajeng!! And I thought I'm the ONLY ONE yang capek tenaga, pikiran dan doku..

    dalam proses job seeking aja kadang mikir "one day it'll all be paid off". Uda ga bener kan ya?

    We'll gonna change it all, karena kita generasi muda. Moga2 kita nanti bawa pembaruan, bukan tertular culture lama yang merugikan banyak orang..

    ReplyDelete
  5. @ prita : iyah. harus itu!! *peluk prita, terharu*

    ReplyDelete