stasiun dan kereta

Saturday, July 24

saya lupa kapan tepatnya saya mulai suka dengan semua yang berhubungan dengan kereta api. mungkin waktu saya berumur 15 tahun.. saat itu saya untuk pertama kalinya diijinkan pergi ke rumah eyang seorang diri. berangkat dari lampung, biasanya saya harus menunggu 3-4 jam di stasiun gambir untuk keberangkatan kereta menuju surabaya. disela-sela waktu menunggu itulah, saya berkeliling, sambil menikmati suasana stasiun dan akhirnya jatuh cinta dengan kereta. apalagi kereta sudah jadi bagian hidup keluarga besar saya, karna eyang kakung dan bapak yang mengabdikan ilmu'nya untuk kereta api, sampai pensiun dan senja usianya.

saya makin jatuh cinta ketika kereta berhenti di banyak stasiun di sepanjang perjalanan saya menuju surabaya, stasiun kecil atau besar semuanya punya suasana yang khas dengan seorang kepala stasiun yang memakai topi merah, memegang semacam tongkat rambu dan meniup peluit panjang tanda kereta mendapat ijin melanjutkan perjalanan. perlahan kereta bergerak, semua komponen besi yang membentuknya saling beradu dan mulai berlari diatas jalur rel yang panjang, menciptakan suara-suara gemuruh menderu yang mengagumkan.

lalu ketika malam tiba, wajah-wajah lelah rindu rumah mulai terlelap di hampir semua gerbong kereta. sebagian kipas angin terus berputar mengusir asap dan pengap. yang paling saya suka kalau penumpang mulai bergelimangan tidur di lantai kereta beralaskan koran bekas. seolah menghalalkan cara apa saja agar bisa meluruskan persendian. ya, karna tidur di bangku kereta bisnis dalam waktu lama memang bukan pilihan yang menyenangkan. selain harus tidur sambil duduk, posisinya pun harus tegak siap siaga layaknya murid TK yang bersiap pulang. jangan harap bisa mengatur tinggi-rendah kursi agar lebih nyaman, seperti yang bisa dilakukan di kelas eksekutif. pasrah dan buat posisi tidurmu senyaman mungkin, meski tidak mungkin :D

kalau saya sudah tidak peduli dengan posisi tidur, yang penting bisa memejamkan mata, menyimpan energi dan menjaga stamina. saya hanya terbangun di stasiun-stasiun besar saja karna biasanya selalu ada lagu penyambutan, seperti di stasiun solo dengan lagu bengawan solo yang diputar dengan volume maksimal sehingga membuat output lagunya jadi terpecah :D atau terbangun sekedar untuk membeli makanan pengganjal perut seperti yang selalu saya lakukan ketika kereta berhenti di stasiun madiun, nasi pecel hangat dan nikmat dengan harga tiga ribu rupiah saja. kalau sudah begini, siapa yang gak cinta sama indonesia?

bahkan sekarang, ketika sering diminta bapak untuk menjemputnya di stasiun kereta, saya akan dengan senang hati berangkat satu jam lebih awal.. sekedar untuk menikmati suasana stasiun dan kereta-kereta yang hilir mudik bergantian memasuki jalur yang disediakan, bahkan saya hafal kalimat kedatangan dan kepergian kereta yang selalu diucapkan operator stasiun. mencintai kereta mungkin salah satu wujud kecintaan saya terhadap indonesia, walaupun di-claim selalu terlambat, atau teknologinya sudah jauh tertinggal di banding negara-negara lain, toh buat saya kereta api yang kita punya sekarang tetap jadi alat transportasi yang indonesia sekali :)















"persiapan keberangkatan jalur enam tepat pukul 17.00 kereta api ekspress mutiara selatan jurusan surabaya akan berhenti di stasiun tasikmalaya, jogja, solo, madiun, nganjuk, jombang, mojokerto, kertosono dan berakhir di stasiun surabaya gubeng. selamat jalan selamat di perjalanan selamat sampai tujuan.."



*cheers!
Sent from my BlackBerry® smartphone

1 comment:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS