silaturahmi di jember

Friday, July 2

sebagai backpacker amatir, perubahan jadwal bisa terjadi lima menit sekali dengan berbagai pertimbangan terutama efisiensi biaya dan waktu. seperti kami yang tadinya sama sekali gak punya rencana ke jember. namun akhirnya setelah membunuh keraguan, dengan niat mengisi waktu sekaligus silaturahmi, seusai dari cemoro lawang, kami melanjutkan perjalanan menuju jember. di jember kami menginap di rumah bang darwin. bang darwin adalah seorang instruktur diving yang sudah berkeluarga dan punya sepasang anak kembar, dani dan diah. saya sudah 2 kali ngerepotin dengan menginap dirumahnya yang mungil nan asri. kalo ditanya darimana saya kenal bang darwin? bisa panjang ceritanya, yang jelas bang darwin dan mbak afi udah kaya kakak sendiri buat saya. baiknya polpolan deh. bang darwin dan keluarga ini kompak banget soal urusan kegiatan outdoor dan adventure, terlihat dari kaos-kaos yang dipakai, dua sepeda gunung yang tersimpan rapi di garasi, perlengkapan diving, kamera slr manual dan digital, gps, sampe mobilnya pun bergenre jeep.

hari pertama di jember kami habiskan dengan bersepeda keliling kota jember dan nongkrong di warnet atas permintaan dua tukang design partner perjalanan saya. biarpun liburan begini mereka tetap harus bekerja, katanya demi pencernaan lancar dan demi liburan selanjutnya. okelah, dengan tidak terpaksa saya mengalah demi kebaikan bersama. sore hari, kami dijemput kak romdhi, teman sekolah saya dulu yang sekarang jadi tukang potret profesional di jember. kami menuju pantai tanjung papuma dengan menggunakan mobil pinjaman, konon katanya pantai ini eksotis namun sadis karna beberapa kali memakan korban jiwa, begitu kata surat kabar yang kami baca pagi sebelumnya.

jangan membayangkan tanjung papuma sebagai pantai asik tempat kita bisa memanjakan dan menghitamkan kulit dengan berendam air yodium disini. karna begitu melihatnya, dijamin nyali jadi ciut karna barisan karang-karang cadas menghitam yang berdiri angkuh meski ribuan kali diterjang ombak pantai selatan. benar-benar eksotis, pantas saja katanya pantai ini paling sering jadi lokasi tujuan pre-wedding. sempat bertemu dengan dua penduduk lokal yang sedang memancing, mereka dengan ramah menunjukkan dan menyebutkan urutan nama karang-karang besar yang diambil dari nama tokoh-tokoh wayang seperti batara guru, kresna, nusa barong dan narada.

sayangnya kami hanya beberapa jam saja di papuma, karna hari semakin sore, pencahayaan yang minim bikin tiga tukang potret ini kehilangan mood untuk mengambil gambar. jadilah kami kembali ke kota, melewati hutan sepanjang jalan menuju desa sumberejo serasa sedang bersafari night. olahraga jantung dan cukup memacu adrenaline, tak ada satupun cahaya kecuali lampu mobil yang kami tumpangi. kalau mobil ini mogok, tamatlah riwayat kami sampai pagi di negeri antah berantah ini. tapi alhamdulillah tuhan merestui perjalanan kami hari ini. kami tiba di jember dengan selamat dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju kawah ijen. perjalanan panjang yang tak pernah kami duga dan kami kira sebelumnya...










*cheers!
next blog : semua saya dapat di ijen
Sent from my BlackBerry® smartphone

3 comments:

  1. asikkk...laen kali ajak-ajak yaa jeng.. ntar aku ambil cuti hahahaha

    ReplyDelete
  2. lupa>>> mumpung masih ada waktu sebelum 2012 jeng :D

    ReplyDelete
  3. haiyah, gak kabar-kabar kalo maen ke jember, payaaaah :p

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS