jeep..jeep..jeep dan jeep lagi!

Tuesday, June 29

pertama kali sampai desa cemoro lawang, yang bikin saya tertarik adalah ada banyak sekali hartop yang bersliweran. sebagai pecinta mobil² bergenre jeep saya suka sekali berada di desa ini, hampir setiap garasi rumah terparkir jeep 4 wheel dengan warna-warna gelap dan ban besar yang akan terlihat seperti monster jalanan kalau di kota. keren banget!

sore hari di bromo kami habiskan dengan ngopi dan ngobrol dengan hiro. oh, belum sempet cerita.. hiro adalah turis jepang yang kami selamatkan dari serbuan para calo di st. probolinggo. hiro seorang lonely backpacker. dia perempuan dan berkeliling indonesia seorang diri. gak heran sih, rata-rata turis asing memang punya nyali yang besar, berbekal buku lonely planet mereka bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk backpackeran. pertanyaan saya adalah dari mana mereka punya uang untuk melakukan perjalanan panjang keliling dunia? hhh... life is a mistery. semakin sore, penghuni penginapan semakin banyak. salah duanya mbak adel dan mbak shanty. dua bu guru international school di jakarta yang katanya sengaja ke bromo demi liburan paru-paru.. nyari oksigen yang tidak berpolusi. ada julian, bule gimbal asal prancis dan pak (aduh saya lupa), seorang bapak dari tarakan, kalimantan yang mengajak 2 anaknya berlibur. serunya jadi backpacker, penginapan kecil, ruang tamu'nya kecil, mau gak mau semua bergabung disitu dan akhirnya menjalin hubungan pertemanan tak terduga. menyenangkan, tapi sayangnya menjelang pukul 8 malam, stamina saya sudah ada di level kritis, tidak tidur selama total lebih dari 30 jam, telat makan, dan suhu yang luar biasa dingin membuat saya menyerah dan segera menggulung diri bersama selimut di dalam kamar diiringi alunan doa suku tengger yang samar-samar terdengar memecah malam di cemoro lawang.

saya terbangun sekitar pukul 3 dini hari, mendapati si bapak asal tarakan yang sudah berpeci dan berbaju koko bersiap ritual subuh, mbak shanty, dudunk dan mas ery sudah asik duduk di ruang tamu dengan kompor dan kopi aroma untuk menghangatkan diri. sayangnya saya anti kopi. jadi saya cuman bisa ngeliatin dengan sangat sirik dan miris. soal suhu udara? jangan tanya deh. saya berusaha mengikhlaskan diri untuk cuci muka dan mengambil air wudhu, sholat lalu berganti pakaian dan bersiap berangkat menuju puncak pananjakan dengan menggunakan jeep yang sudah kami pesan sore sebelumnya, yang jadi sopir jeep kami adalah seorang bapak paruh baya dengan badan gempal dan memakai sarung khas suku tengger. dia mengendarai jeep dengan penuh percaya diri menembus kabut dan kegelapan menuju ketinggian 2800 diatas permukaan laut. melintasi savana, lautan pasir, berjalan di hutan dengan suhu yang rendah, jalanan menanjak dan berkelok membuat suasana semakin dramatis.. membuat saya berdzikir sebanyak mungkin dan doa apa saja sebisa saya demi keselamatan kami semua yang ada di dalam jeep. tak perlu waktu lama untuk bisa melihat sorot lampu jeep lain yang mengantar penumpang menuju gn. pananjakan sama seperti kami.

kami semua menunggu matahari di puncak pananjakan, pelan dan perlahan semburat jingga terlihat dari timur, bersamaan dengan itu gn. semeru, gn. batok dan gn. bromo terlihat berurutan, dibawahnya terlihat kabut putih menutupi lautan pasir. subhanallah. kalau ditanya seperti apa indahnya, saya cuman bisa jawab, datang dan lihatlah sendiri. saya speechless saking takjub akan keindahannya. mas ery dan dudunk yang bawa kamera jadi sibuk sendiri.. apalagi mas ery yang seorang photografer profesional anti narsis konsen banget sama kamera. beda banget sama dudunk yang masih sempet²nya nyuruh saya gantian moto karna gak mau kalah eksis. gak bakal puas deh liat hasil karyaNya yang luar biasa. jadi bener-bener ngerasa bukan apa-apa, ngerasa sangat kecil dan gak ada artinya di tengah barisan gunung-gunung yang gagah berdiri, diselimuti kabut memutih seperti riak ombak di pantai. selesai dari pananjakan kami diantar turun oleh jeep yang sama. barulah terlihat seperti apa jalan yang kami lalui subuh tadi, berkelok dengan jurang menganga di salah satu sisinya. fiuhhh.. jalanan dengan aspal yang sudah mulai terkelupas, tentulah hanya seorang sopir profesional yang bisa mendaki dan menuruni gunung ini dengan jeep 4 wheel.

sampai lautan pasir, kami menuju bromo. dengan niat ingin menikmati perjalanan di lautan pasir, dan merasakan sensasi jadi mbak dian sastro yang syuting film pasir berbisik kami memilih untuk berjalan kaki ketimbang naik kuda. sebenernya balik lagi ke prinsip awal, daripada naik kuda bayar 75 ribu trus gak makan selama beberapa hari kedepan, mending jalan kaki. hahahaha.. mmm, menurut saya kawah bromo sebenernya mirip sama kawah tangkuban perahu. cuma beda sensasi aja sih, bromo lebih manyiksa, jalan di lautan pasirnya aja jauh banget, blum kalo harus serempet²an sama penunggang kuda yang bikin keki plus harus mendaki 250 anak tangga yang bikin nafas jadi senen kamis, jantung berdegup, betis berasa mau pecah, makin tersiksa lagi karna kami belum sempat sarapan dan ngebayangin nikmatnya baso malang di deket tempat parkir jeep kami tadi.

puas photo-photo dan ngaso, kami melintasi lautan pasir (lagi) untuk kembali ke tempat parkir jeep yang kami tumpangi. ada sekitar 150 yang terparkir rapi dilautan pasir bromo.. semuanya seragam, toyota hartop. keren! dan kamipun tidak bisa menahan keinginan untuk tidak makan bakso malang sambil duduk ngampar di pasir yang berwarna abu-abu, pol deh rasanya.. nikmat dunia. lucunya, disini hiro menghilang, setelah cukup lama dia kembali sambil bawa pisang goreng sambil teriak girang "i can't find this in japan" haha, kesian deh. setelahnya kami kembali ke penginapan, packing dan bersiap turun ke kota. rasanya masih ingin berada di cemoro lawang berhari-hari lagi, melihat para penunggang kuda menjemput rejeki, mendengar alunan doa suku tengger menyembah tuhan, anjing-anjing penjaga yang siaga, mengagumi jeep..jeep..jeep dan jeep yang berbaris rapi, berkali-kali lagi menikmati sunrise di gn. pananjakan dan berjalan membelah lautan pasir menuju bromo. hhh, semoga saja, tuhan memberi kesempatan untuk saya nanti berkunjung lagi kesini. amien.










*cheers!
next blog : silaturahmi di jember
Sent from my BlackBerry® smartphone

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS