bromo trip

Monday, June 28

penyakit saya dari dulu adalah, males update blog kalo udah terlalu banyak cerita. abisnya jadi bingung mulai darimana saking banyak dan serunya. tapi prinsip saya, yang namanya kesenangan apapun itu harus dibagi.. biar orang lain ikut ngerasain dan biar saya dapet pahala. amin :D jadi pertengahan juni ini dengan tekat bulat meskipun uang paspasan, saya memutuskan untuk backpacker ke bromo. backpacker sendiri menurut saya adalah liburan asik (red. dibaca : miskin) ala pekerja serabutan seperti saya. diawali dengan perjalanan menggunakan kereta bisnis menuju surabaya, saya mengucap bismillahhirahmanirrahim. meniati semua perjalanan yang akan saya lalui dengan niat baik, berjanji untuk mensyukuri, belajar dan mengambil hikmah dari apapun yang terjadi nanti.

sekitar pukul 7.30 waktu gerah'nya surabaya, kereta bisnis yang (lagi-lagi) telat 1 jam sampai di st. gubeng. saya memang sudah janjian di stasiun sama tante yang tinggal di surabaya untuk kasih titipan babe. emang dasar rejeki, malah dapet kiriman burger dari eyang putri. lumayan banget buat sarapan dan ganjel perut. rejeki backpacker gakan kemana. haha.. setelah cuci muka, sikat gigi, ganti baju dan numpang ngisi batere bb di kios stasiun, perjalanan di lanjutkan dengan kereta mutiara timur tujuan banyuwangi pukul 9.00 pagi.

11.00, kereta kami sampai di stasiun probolinggo. karna gaya kami yang backpacker abis dengan ransel-ransel besar yang nemplok di punggung, jadilah kami langsung diserbu calo dan sopir taksi. apalagi probolinggo adalah kota tempat singgah wisatawan yang bertujuan ke taman nasional gunung bromo. pastilah mereka tau kami akan menuju bromo. pilihannya cuman 2, pasang tampang sok tau dan siap berdebat sama calo atau kita clingak clinguk lugu dan bakal jadi santapan para calo. kami memilih yang pertama. berjalan dengan santai dan meyakinkan, keluar dari stasiun, nyebrang, nyari angkot (masih diikutin sama calo), akhirnya jalan dulu deh agak kedepanan biar calonya kesel dan pergi ninggalin. rencananya kami naik angkot menuju term. probolinggo, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju cemoro lawang, desa ada di kawasan gn. bromo. tapi belum sampai terminal, angkot yang kami tumpangi dipaksa berhenti oleh seorang agent travel pinggir jalan yang berbadan besar dan menyeramkan. mau gak mau kita nurut, turun dan ikut apa yang mas² travel agent itu sarankan. naik bison yang dia jadwalkan menuju cemoro lawang. jujur kalau lagi ada di tempat yang gak kita kenal, apalagi belum pernah kita kunjungi bawaannya curiga mulu. gak apa² karna memang waspada itu perlu.

sambil menunggu kedatangan dan keberangkatan bison, kami ngabsen sekaligus minta ridho perjalanan sama yang punya bumi dan segala keindahannya.. kalau lagi jauh dari keluarga, di tempat yang ntah dimana gini saya jadi lebih religius. hahahaha.. setelah itu kami ngebungkus makan siang buat late lunch di cemoro lawang. perjalanan probolinggo-cemoro lawang sekitar 2 jam dengan menggunakan bison. penumpang bisonnya bermacam-macam, mulai dari wisatawan domestik seperti kami, petani sayur, pemilik warung dengan kebutuhan pokok yang ditumpuk jadi satu bersama ransel-ransel kami. excited. kalau sudah begini, saya paling seneng ngobrol sama masyarakat lokal. buat saya mereka sangat menarik, unik dan mereka itulah cerminan indonesia yang sesungguhnya. perjalanan menuju cemoro lawang pun luar biasa, apalagi ketika bison sudah memasuki kawasan pegunungan, jalanan menanjak berliku, disuguhi udara segar, kabut dingin, perkebunan di lereng-lereng gunung seperti kue tart berwarna hijau yang siap di nikmati. saya jadi ndeso banget deh, liat ke jendela dan tengak-tengok kanan kiri saking takjubnya.

ketika sampai di cemoro lawang sekitar pukul 2 siang, rasa syukur, lega dan butuh kasur jadi satu.. apalagi kita menginap di penginapan milik orang asli tengger yang baik, namanya pak hartono. penginapannya bersih, nyaman, dan DINGIN! selimut yang terlipat rapi di kamar menggoda iman saya untuk segera tidur dan memulihkan stamina. tapi pasti nanti ada suara sumbang "jauh-jauh ke bromo kok tidur.." akhirnya niat saya untuk menggulung diri di balik selimut saya urungkan demi harga diri. hahahah.. oh iya, gak usah takut gak dapet sinyal gsm di desa ini, karna di depan penginapan pak hartono ada tower sinyal yang bikin layar sebelah kanan atas bb saya bertuliskan 3G. sip!











*cheers!!
next blog : jeep..jeep..jeep dan jeep lagi!!
Sent from my BlackBerry® smartphone

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS