bonek (bokek nekat)

Monday, June 14

jadi pengangguran emang gak enak, gada kegiatan, gada status, gada rutinitas dan gada penghasilan..., miskin, kritis, bokek adalah kata-kata yang akrab sekali di kamus pengangguran seperti saya. tapi lebih gak enak lagi udah pengangguran banyak maunya, udah bokek masi tetep nekat. ya saya orangnya. hahahaha, saya sih penganut prinsip bahwa kebahagian gak bisa dibeli sama uang, jadi biar paspasan begini saya bahagia loh. bahagia (salah satunya) karna masih dikasih kesempatan melakukan perjalanan dan petualangan oleh Sang Maha Agung yang punya dunia dan segala isinya.

perjalanan yang memang sudah di rencanakan dari awal mei lalu, bersama tukang potret jagoan yang pendieeeem dari ujung kaki sampe ujung rambut dan ngefans berat sama saya si smart girl with a glasses *ahahahahahaha..ampuun* dan dudunk si sahabat yang masih berstatus mahasiswa universitas seni pinggiran jogjakarta, punya cita-cita jadi seorang interior designer dan maunya kelak punya istri berprofesi dokter.

dudunk ini gak pernah bosan meracuni saya untuk jadi anak nakal. anak nakal yang jadi pintar karna belajar dari kenakalannya mengarungi setiap kilometer kehidupan. lewat deru-deru mesin kereta, lewat terik matahari serta wangi balsem anti mual di bus patas yang dikemudikan sekenanya. lewat keramahan bahasa jawa yang terdengar di sepanjang jalan malioboro dan penjaja nasi pecel pasar bringhardjo yang mungkin tidak tau apa itu Dana Aspirasi yang sedang ramai dibicarakan di televisi. Ya, saya belajar. dari apa yang tidak pernah saya temukan ketika saya bersekolah dulu, jadi perjalanan saya juni ini tetep ke arah timur, tapi bukan ke kota surabaya seperti bulan kemarin, agak lebih jauh sedikit :p

setelah latihan fisik beberapa kali untuk menjaga stamina, packing dan memastikan semua keperluan masuk ke dalam ransel, maka disinilah saya sekarang, di atas kereta bisnis mutiara selatan yang (insyaallah) akan membawa saya sampai jogjakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke surabaya sampai probolinggo, meninggalkan hingar bingar kota, melupakan sejenak konflik yang beradu bercampur debu, mengerahkan energi, melangkahkan kaki untuk mendaki tangga demi tangga Gunung Bromo dan melihat sunrise di puncak pananjakan . semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah yang saya pijakkan di bumi milikNya.



"Tapi...inilah petualangan, Aku melangkah ke dalam ruang ketidak-tahuan. Ku sadari sepenuhnya, ada bahaya disekitarku. Kuakui lebih merupakan bayangan ketimbang kenyataan, dan sebuah kecintaan atas kelengangan liar di bukit-bukit sekitarku"
( Chris Benington )

OST : melanie and anda - dia sahabat
*cheers!
Sent from my BlackBerry® smartphone

6 comments:

  1. Keren teh.... salut... moga selamat ampe pulang dan bawa oleh" hahha
    mudah" han.. saya bisa ngikutin jejaknya teh.... ama c ninet yg gk pernah balik...:D

    ReplyDelete
  2. hebat nih si ajeng udah mau pegi2 aje lagi... oleh2 yaaaa

    ReplyDelete
  3. ati2 jeng.. saya ga mau kawan saya ini di ganggu sama cowo2 ga jelas

    ReplyDelete
  4. yaa...ciri-ciri orang sedang liburan bahagia>> status update terusss :D

    ReplyDelete
  5. wewww... senangnya bisa bersenang2... Bawa oleh2 yah teh...

    ReplyDelete
  6. @ wisnu : hahaha, dia kemaren ngamuk karna aku pergi duluan..

    @ bucil : pengangguran banyak acara :D

    @ jimon : ada juga gw yang gangguin mereka.. hahahahah

    @ tia : daripada ngomongin mas ariel mbak luna, ceceu cut tari mending kita bagi bagfi kebahagiaan..

    @ nie : transfer aja uangnya :p

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS