saya belajar jadi luar biasa.,

Tuesday, August 11

beberapa jam sebelum saya menulis ini, saya berada di dalam bus jemputan, sedang dalam perjalanan pulang. sambil mengutuk kemacetan yang membuat bus saya berjalan sangat lambat. sesekali melirik ke arah jam digital di tangan kiri saya lalu kembali mengeluh.

beberapa jam sebelum saya menulis ini, saya gak bisa diem nengok kanan kiri. risih dengan suara klakson mobil-motor yang bersahutan. mengeluh lagi, lagi dan lagi.. untuk kesekian kalinya dalam hari yang sama. hhh.. betapa banyak dosa saya hari ini.

beberapa jam sebelum saya menulis ini, saya ngadu ke bunda "bun, aku benci macet! membuat semuanya jadi lambat.." dan beliau bilang "kita memang benci sama macet, tapi ada beberapa yang mendapatkan nafkah dari macet. harus ngalah, karna kamu pastinya jauh lebih beruntung dari mereka.." saya hanya menarik nafas panjang dan kembali memutar good-charlotte yang jadi hiburan satu-satunya di dalam bus.

sampai dirumah saya langsung melompat ke tempat tidur, capeee banget rasanya hari ini. sebagai perempuan yang terbiasa menggunakan motor sebagai perpanjangan kaki'nya. hari ini memang terasa sangat melelahkan. saya harus berangkat 45 menit lebih awal, dan pulang 1 setengah jam lebih lama. niat mampir ke tukang bakso langganan untuk menghibur diri-pun harus batal karna adzan magrib keburu berkumandang. saya merasa bergerak dengan lambat sementara waktu berlari semakin cepat.

saya memang sangat bergantung dengan benda berbobot lebih dari 1 kwintal itu. seperti saya bilang tadi. motor adalah perpanjangan kaki saya selama lebih dari 5 tahun saya di bandung. kota seribu angkot :p saya memang gak suka naik kendaraan umum. karna kalo naik kendaraan umum artinya saya musti bertegur sapa dengan kemacetan. apalagi, ongkos naik kendaraan umum satu hari.. bisa dibuat bensin motor selama 3 hari. dan masih banyak pertimbangan lain kenapa saya, walaopun panas-terik-hujan-badai tetap memilih motor sebagai sarana transportasi.

dan semenjak si tutung, suprax125 yang sudah menemani saya selama bertahun-tahun itu terjual. saya belum dapat lagi gantinya. ya jadi beginilah.. tiap pagi saya harus rela bangun 1 jam lebih awal untuk ngejer keberangkatan bus jemputan dan pulang 1 setengah jam lebih lama karna terjebak kemacetan. membuat kesabaran saya diuji, dan saya yakin nilai kesabaran saya masih rendah banget. saya sampe nangis. nangis karna saya tidak berhasil bersyukur atas apa yang sedang saya alami.

padahal darisini harusnya saya bisa belajar banyak hal. belajar disiplin waktu, belajar sabar, belajar merasakan menjadi mereka yang belum dikasih rejeki buat beli motor, belajar menghargai sopir angkot, pengamen, pedangang asongan yang mencari nafkah justru dari kemacetan.semuanya adalah pelajaran tentang bagaimana kita bersyukur atas keadaan kita sekarang...

yap, akhirnya walaupun dengan lelah yang sangat, hari ini saya belajar banyak hal luar biasa dari orang-orang yang luar biasa.



*cheers!

2 comments:

  1. selamat,
    harus berpikir positif dong..

    ReplyDelete
  2. kenapa ga bilang kan bisa jimmy anter jemput ?? hehehehe

    itulah indahnya hidup jeng.. kadang membosankan .. kadang mengecewakan .. namun ada titik indah yang membuat kita berfikir 2 kali untuk, mengurutui kehidupan itu sendiri ...

    semangat .. ya anggap saja membesarkan betis .. hihiiihhi..

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS