malaikat tak bersayap

7:09:00 pm

Karna ia selalu bisa menenangkan jiwaku. Ia hangat. Tapi, ia tak punya sayap seperti cerita ibu tentang malaikat waktu aku masih nakal dulu. Atau… Mungkin ia sengaja mematahkan dua sayapnya agar terjatuh ke bumi, untuk temani aku. Aku mulai bermain dengan imajiku sendiri. Membuat pipi merona semu merah muda karna membayangkannya. Maka aku panggil dia malaikat tak bersayap.


Ia sering memandangku dengan cinta. Hingga aku merajuk malu. Lalu ia akan tertawa. Meraih tubuhku dan memeluknya erat. Ia tak ingin aku hilang. Seolah akulah sepasang sayap yang ia cari sampai ke dasar bumi tempo hari.

Senja ini ia bertanya tentang ego sesosok hawa. aku menjawab dengan menyayat belati pada nadinya. cinta pun merah berlumur darah. "kamu gak akan pernah tau rasanya!!" kami saling berteriak. aku menatapnya dengan luapan marah. aku marah pada makhluk tuhan yang tak kenal dosa itu..

Aku lihat malaikat tak bersayap menangis baru tadi. Ia kehabisan daya. Tak lama ia terlelap bersandar dikursi. Kelopak matanya menutup rapat. Bulir air mata mengalir bersama dengkur lelahnya. Lama aku menunggu ia terjaga. Lama. Sampai jengah aku dibuatnya. Ahhh.. ia tak mau melihatku lagi, mungkin.

Dan akupun menangis. Tanpa suara.

















Untukmu.

You Might Also Like

6 comments

  1. Waahhh sepertinya sedang dalam duka ya...!!

    ReplyDelete
  2. Dan jika saat itu ditepati, putuskanlah berbaring sejenak bersanding galau, membiarkan waktu berebut kesempatan meremukkanmu, benturkan otakmu dengan fakta, dan kegoblokkan imajiner, rajam. Biar.
    Yakinkan satu hal untukmu mampu kokoh.
    Senyumlah.

    tabiek
    senoaji

    ReplyDelete
  3. siapa ya, yang beruntung kayak gitu...
    oooo, malaikat, ya ampuuuun

    ReplyDelete
  4. aduh..kalo masalah posting-an sastra bangeet...sumpah gw ga ngerti heheheh.....

    tapi satu pertanyaan besar dari ella....ada apa dengan ajeng..sampe2 bisa posting kayak begini....seperti bukan ajeng hehehhee

    ReplyDelete
  5. @ brigaspad : gak duka kok.. beneran dehh..

    @ senoaji : wahh. mas yang satu ini emang paling bisa nyambungin kalimat sastra

    @ mujtahid : saia lagi gak gali sumur mas.. jadi gak perlu dalem-dalem

    @ suryaden : ya.. malaikat memang beruntung karna tidak terlahir sebagai manusia. mungkin.

    @ sussy ella : tetehh.. gak tau yah bakat sastra terpendam saia.. yahahahahahahaha...a

    ReplyDelete