ibu gambar-gambar

Tuesday, March 21

beberapa tahun lalu, saat sedang ramai buku mewarnai untuk dewasa, seperti kebanyakan orang saya juga punya keinginan membeli salah satu dari sekian banyak buku-buku tersebut. rasanya mewarnai memang bisa jadi satu kegiatan healing yang bisa dilakukan dimana saja, kapan saja. tapi setelah mencari dibanyak toko buku, saya tidak menemukan buku mewarnai yang gambarnya "saya banget". rata-rata buku-buku tersebut memiliki gambar yang rumit dan detail sekali. sementara selera saya benar-benar gambar simpel yang bisa diwarnai dengan sesuka hati tanpa harus memikirkan perpaduan dan kombinasi warnanya. 

lalu mulai berfikir untuk menggambar dan mewarnai sendiri, mungkin akan jauh lebih menyenangkan. berbekal satu sketchbook merk lyra dan ballpoint boxy. saya menggambar apa saja yang ada di pikiran saya. bahasa kerennya sih doodling. jadi selama berapa bulan saya doodling dan mewarnai sesuka hati. rasanya sampai habis lima ballpoint dan satu buku yang penuh dengan gambar warna-warni. tak lama setelahnya aksara lahir dengan segala keseruan dan drama ibu baru yang jadi satu. dengan sendirinya aktifitas gambar menggambar berhenti untuk sementara. kala itu tidak tau kapan bisa mulai menggambar lagi, dan memang gak terlalu kepikiran juga sih. tapi kalau penasaran seperti apa gambar yang saya buat. taddaaaa.. ini dia! yes, i'm forever kindergarten hahahahahaha.


setelah berbulan-bulan terbiasa dan "lulus" melewati masa adaptasi kelahiran aksara, saya mulai mencari "kesenangan" lagi. untuk sementara dan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, membaca buku belum bisa dimasukkan sebagai list kegiatan menyenangkan. karena saya bisa sangat lupa waktu jika sudah membaca buku. sementara jam malam sangat terbatas dan jam bangun harus dimulai sepagi mungkin. pilihan awalnya sih menjahit, mengingat stok kain yang masih mendominasi isi lemari. tapi aksara tidak seperti pagi dulu yang tetap lelap meskipun saya menjahit disebelahnya sekalipun. aksara tidak terbiasa dengan suara berisik mesin jahit. jadi demi rumah tetap aman, tentram dan terkendelai saat malam hari, saya urung melakukan kegiatan jahit-menjahit. 

sempat mencoba brush lettering karena rasanya kok ikut bahagia tiap lihat feni kuas-kuasan. tapi dicoba beberapa kali kok aku gak berbakat seperti dirimu sih fen *insert emoticon patah hati*. ditambah bukan tipe mantengin workshop, lah gimana mau workshop karena kalau bepergian akhir pekan, artinya harus sepaket dengan rombongan hore-hore; saya, pak ery, pagi dan aksara. yakali bisa workshop sambil dipanjatin aksara atau sambil disuguhi pertanyaan-pertanyaan pagi yang level mikir jawabannya melebihi soal pilihan ganda saat ujian nasional dulu. yasudah, lambaikan tangan sama huruf-huruf latin bold dan quote-able yang lucu-lucu itu.  

entah kapan mulainya, akhirnya balik lagi menggambar, tapi karena spidol masa kejayaan dulu sudah banyak yang "dikaryakan" pagi dan masih gak rela kalau harus beli lagi, akhirnya beli cat air. beli yang murah karena minim informasi, eh ternyata menyenangkan sekali. juga entah kenapa kalau menggambar pakai cat air, rasanya hasil gambarnya jadi lebih dewasa dan sesuai usia ya hahahahaha. tapi memang beneran seru deh, beberapa kali curi-curi waktu menonton video tutorial di laman youtube, supaya bisa menggambar jenis hewan, bunga dan daun lebih banyak lagi. inginnya bisa lebih konsisten, minimal bisa konsisten menggambar untuk kartu ucapan bahagia menyambut pernikahan atau kelahiran teman, atau untuk memenuhi dinding studio menjahit di rumah utara suatu hari nanti. aamiiin.



mengartikan Pagi dan Aksara

Sunday, March 12

rasanya saya sudah pernah menulis tentang arti nama dua anak kecil yang sekarang memeriahkan isi rumah kami. tapi karena satu minggu satu cerita kali ini menentukan tema arti sebuah nama untuk tulisan minggu ini, tidak ada salahnya untuk mengulang kembali ceritanya. jadi setelah satu tahun usia pernikahan kami, awal tahun 2013, kami kedatangan anggota keluarga baru. bayi perempuan kecil yang kami beri nama Pagi, ia lahir dalam segala pengalaman pertama pun ketidaktauan saya tentang menjadi ibu. setelah melahirkan lalu apa dan bagaimana? kala itu satu-satunya yang saya tau dengan pasti, saya dan tentu saja pak ery harus memberi nama yang indah. sejujurnya saat itu kami sama sekali bukan mencari nama unik, atau tidak umum. justru kami hanya berbekal keyakinan bahwa nama adalah sebaik-baik hal pertama yang bisa kita berikan pada anak (anak).

tepat di hari ke tujuh setelah kelahiran, kami memberi nama Gauri Binaring Pagi. tidak sedikit orang yang heran, kemudian bertanya kenapa kami memberi nama Pagi? sebagian besar menebak sebelum kami benar memberi penjelasan "pasti lahirnya pagi ya.." dan sayangnya bukan itu jawabannya. Pagi memang tidak lahir di pagi hari, dia bahkan lahir disaat matahari sedang ada di puncak tertinggi. nama pagi ada karena saya dan pak ery menyukai pagi hari, yang merupakan satu dari sedikit kesamaan saya dan pak ery. saya senang memanggil pagi dengan dua kata pada namanya, Binaring Pagi. artinya pagi yang bersinar. Gauri yang menjadi nama depannya mempunyai arti menenangkan. kalau sering memperhatikan waktu selepas subuh ketika belum banyak orang beraktifitas, saat matahari perlahan mulai naik dan memberi terang, seperti itulah Pagi yang kami maksud. Pagi yang bersinar terang dan menenangkan.

singkat cerita, Aksara lahir berselang tiga tahun usia Pagi, Aksara lahir di bulan yang sama dengan kakaknya. kami memilih memberi nama aksara juga dengan alasan yang sederhana. saya senang menulis, meskipun tidak menjadikan menulis sebagai pekerjaan seperti yang dilakukan pak ery. buat saya merangkai aksara menjadi kata, kata menjadi kalimat yang membentuk cerita untuk kemudian dibaca ulang dikemudian hari merupakan satu hal yang membahagiakan. nama depannya, Sena, mempunyai arti bercahaya. Kinnaur diambil dari nama Kinnaur Kailash, salah satu puncak tertinggi di pegunungan himalaya, belakangan kami baru mengetahui bahwa ada sebuah desa dengan sungai jernih berwarna kehijauan di kaki gunung himalaya yang bernama Kinnaur District. sejak itu, kami selalu menyelipkan doa semoga suatu hari bisa mengajak Aksara mengunjungi desa kecil yang kami jadikan nama tengahnya.

oh iya, meskipun keseluruhan nama Pagi dan Aksara memiliki makna yang sama, sejak kecil, karakter Pagi dan Aksara sudah terlihat jauh berbeda. Pagi sangat ekspresif, ia terbiasa mengeluarkan dan mengungkapkan isi hati dengan bercerita, tertawa dan menangis jika dirasa perlu. Aksara lebih santai, sedikit bicara banyak bekerja. asal kenyang, tidur cukup dan banyak wilayah yang diijinkan untuk dijelajahi, maka ia menganggap tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan di dunia ini hahahaha. secara tidak sengaja, Gauri Binaring Pagi dan Sena Kinnaur Aksara memang memiliki makna nama yang sama. sama-sama bercahaya dan memberi ketenangan seperti puncak gunung. dan karena nama adalah bagian dari doa, saya dan pak ery punya harapan yang sama besar untuk mereka, untuk Pagi dan Aksara dua nama yang selalu hadir dan melekat dalam keseharian manusia.

satu tahun aksara

Sunday, February 26

tanggal 21 februari kemarin, usia aksara genap satu tahun. lalu beberapa teman menanggapi "waah, gak kerasa ya?" hahahaha.. alhamdulillah ya, kerasa bangeeeet. rasanya pengalaman pahit manis setelah satu tahun memiliki dua anak memang perlu saya ceritakan dalam satu tulisan lain. yang jelas punya dua anak membuat saya percaya happy mom happy family itu benar adanya. seorang ibu wajib bahagia, catat :p

oke, jadi apa yang sudah terjadi selama satu tahun kemarin? banyak sekali. dimulai dengan kelahiran aksara yang mendadak. proses persalinan yang cukup cepat, adaptasi psikis dan juga fisik di bulan-bulan pertama, merasakan kebahagiaan berlipat setiap melihat pagi dan aksara tumbuh bersama. tentu saja, hal ini berlaku dikala mereka sedang akur ya. kalau pagi sedang tidak mau mengalah, dan keisengan aksara sedang diatas rata-rata, rasanya ingin segera masuk kamar, tidur berselimut dan membiarkan mereka menyelesaikan persoalannya sendiri hahahahaha..

eh tapi memang sejak kecil aksara memang cenderung easy going. bayi santai banget lah, drama air mata rasanya bisa dihitung jari. meskipun tetap menangis jika ada yang tidak sesuai dengan keinginannya, atau kesal jika kami tidak mengerti benda apa yang ia inginkan, tapi biasanya yang seperti itu tidak pernah berlangsung lama. sisanya senyam-senyum, makan, main, tertawa, minum susu, tidur senyam-senyum, mandi. selagi perut kenyang, pokoknya aman dunia persilatan. bayi kecil ini semacam punya prinsip keep it simple, make it easy. 

aksara sudah terlihat suka makan sejak usianya belum genap enam bulan. wajar saja, mengingat pagi, kakaknya baik hati sekali. saya ingat dulu saat aksara belum bisa duduk sendiri, pagi dengan gembira bercerita kalau dia baru saja menyuapi aksara dengan kue ape kesukaannya, dan ia merasa pantas bahagia karena ternyata aksara juga suka. saat itu saya hanya bisa tersenyum getir dan berdoa semoga keesokan harinya aksara baik-baik saja hahahaha. karena percuma berdebat soal ini dengan pagi yang meyakini jika ia punya sesuatu yang bisa dibagi, maka harus dibagi.

oh iya, aksara punya jam tidur yang panjaaaang. ya ampun, ini sungguh meringankan deh. terimakasih ya aksara! jadi aksara ini kalau tidur siang bisa dua sampai tiga jam. tidur malamnya juga panjang..  biasanya sudah mulai tidur sebelum jam delapan, bangun malam satu kali untuk menyusu, itupun sudah menjelang subuh. jadi kalau tidak kalah sama rasa ngantuk ibu bisa sekalian bangun untuk menyiapkan sarapan dan keperluan lain.

soal dugaan saya dan pak ery tujuh-delapan bulan lalu tentang aksara yang terlihat lebih tenang dibanding pagi ternyata salah hahahahaha. aksara malah jauh lebih aktif pun semakin hari bakat berani ambil risikonya semakin nyata terlihat. kalau saat bayi dulu yang dipanjat bantal pembatas, makin kesini malah semakin ekstrim memanjat kursi lalu naik ke meja, gak bisa liat tumpukan kardus nganggur, langsung diuji coba. beberapa kali terjatuh jatuh, menangis sebentar, kemudian diulang lagi. begitu terus terus sampai pagi berganti siang, siang berganti malam hahahaha. 

aksara sangat mengidolakan pagi, apapun alasannya, jika pagi tertawa maka aksara akan ikut tertawa. saya dan pak ery sering dibuat takjub dengan hubungan misterius ini. aksara akan sangat senang memperhatikan pagi yang sedang menari, atau bernyanyi, atau berlarian sambil tertawa. selama satu tahun ini, mereka berdua memang belum pernah berpisah hitungan hari sih.. jadi meskipun pagi sering mengeluh kalau aksara menggodanya, tetap saja ia senang karena ada adik kecil yang selalu mengapresiasi apapun yang ia lakukan.   

kadang rasanya ingin segera ada dimasa mereka berdua bisa bermain bersama tanpa perdebatan, atau ingin lekas menikmati wangi lembar demi lembar buku baru yang dibaca. tapi percayalah jauh lebih besar keinginan untuk menikmati hari-hari bersama pagi dan aksara dengan waktu yang dibuat melambat. ini baru tahun pertama, insyaallah masih ada banyak hari di depan sana yang akan kita lalui bersama ya nak. semoga selalu sehat dan tumbuh bahagia dalam kesederhanaan dear sena kinnaur aksara. we love you so much adek bakso!


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS