Tuesday, October 21

hutan raya episode dua


sabtu kemarin kami pergi ke taman hutan raya, sebenarnya acara ini agak meleset dari rencana sebelumnya mengunjungi bumi perkemahan cikole. gak tau kenapa, akhir pekan kali ini saya dan masery sedang sangat sehati.. kami sama-sama tidak berminat pergi ke tempat yang membutuhkan waktu lama dan effort tenaga lebih. ini akhir pekan dan cikole itu jalur wisata, terjebak kemacetan bersama para wisatawan lokal ditengah suhu kota bandung yang sedang meningkat tajam tentu bukan cara menghabiskan akhir pekan yang baik. tapi dari pada tidak pergi sama sekali? akhirnya kami putuskan menemani pagi bermain ditempat yang dekat-dekat saja yaitu taman hutan raya.

kali ini kami tidak berjalan sampai jauh seperti kunjungan kami sebelumnya, karena diusianya yang sekarang pagi sudah mulai tidah betah duduk diam. pengalaman akhir pekan kali ini membuat angan-angan kami mengajak pagi bersepeda semakin jauh tak tergapai hahahaha. kalau nanti sedang bersepeda jauh dari rumah trus dia minta turun? piye? beneran, dia cuma tahan sebentar di baby carrier, selebihnya  bolak balik request minta turun karena ingin jalan sendiri. sementara pas kita turunin dia cuma jalan berapa meter, jongkok.. ngambil ranting, jalan lagi sebentar.. jongkok lagi ngambil daun, gitu terus. kebayang kan kita jadinya bukan capek jalan, tapi capek ngegiring si-anak-kecil-yang-gak-mau-digendong sampai tempat tujuan hahahaha..

kemarin ini hutan raya juanda agak lebih kering dari biasanya. mungkin karena musim kemarau juga sih ya, jadi suasananya kurang rimbun. banyak pohon yang meranggas, jalan setapak pun dipenuhi daun kering kecoklatan. tidak ada suasana hutan yang biasanya basah dan lembab. tapi kemarin kami beruntung karena bisa menonton dua monyet liar bergelantungan di pohon besar. yah, cukup puas dengan duduk dan menonton monyet-monyet dari kejauhan. selebihnya kami memilih bermain di taman bermain anak di hutan raya.. ada jungkat jungkit, tali yang terjalin untuk memanjat, ayun-ayun, dinding panjat mini dan lapangan luas untuk pagi berlarian kesana kemari.

setelah pagi terlihat mengantuk, kami memutuskan pulang. agenda berkunjung ke hutan raya kali ini memang singkat sekali. mungkin nanti kalau musim penghujan tiba kami akan kesini lagi demi mencium aroma tanah basah dan menjumpai kehidupan kecil dibalik lumut-lumut yang menempel dipohon :D

Monday, October 13

a morning with Gauri Binaring Pagi

sudah seminggu sejak senin lalu, saya punya pekerjaan tambahan yaitu mengawas ujian cpns. ujian dijadwalkan oleh kementerian pusat berlangsung selama tujuh hari dimulai pukul tujuh pagi hingga menjelang enam sore. itu jadwal peserta, jadwal pengawas tentu saja berbeda... maju satu jam lebih awal dan mundur satu jam lebih lama. dengan catatan tidak ada hal-hal mendesak yang harus diselesaikan segera, kalau ada.. jadwal bisa mundur sampai dua tiga jam kebelakang tergantung kebijaksanaan dan sudah-selesai-apa-belum-kerjaannya. maka selama ujian ini berlangsung bisa dipastikan quality time saya untuk pagi nyaris tidak ada. setelah subuh, saya hanya bertemu hitungan menit dan harus sudah berangkat. malamnya, saya baru bertemu sebentar dan si anak kecil menggemaskan sudah keburu menguap ngantuk. jadi jangan ditanya gimana rindunya saya.

untungnya si jadwal mengawas kosong di hari minggu, meskipun tetep kurang lengkap karena masery punya jadwal menghadiri undangan resepsi pernikahan teman baiknya diluar kota. karena itu, jauh-jauh hari saya sudah merancang jadwal main berdua bersama pagi di hari minggu. kebetulan waktunya bertepatan dengan beberapa teman rotaract yang mengadakan event bandung street children di kawasan car free day dago. jadi setidaknya saya punya tempat tujuan awal, tempat kunjungan lain tinggal menyesuaikan kondisi dan mood pagi saja. berbekal satu ransel dan baby carrier kami berangkat dari rumah tepat pukul tujuh pagi dengan menggunakan ojek dan tentu saja angkot hahaha. nekat? enggak juga sih, malah seru menurut saya. kapan lagi bisa mengajak pagi melihat banyak orang dan menikmati perjalanan didalam mobil yang bukan mobil bapnya. mengajarkan bagaimana dia harus duduk manis dan tertib selama perjalanan karena harus menghargai orang lain disekitarnya.

setelah berangkot ria, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke lokasi event rotaract, tapi cuma mampir sebentar trus akunya laper ahahahaha yaudah cari sarapan sekalian cari nursery room di rs. borromeus. setelah itu kembali lagi ke booth rotaract, membiarkan pagi menggambar diatas kertas daur ulang dengan crayon dan membeli permen. setelahnya saya mengajak pagi berjalan kaki lagi menuju chatime dago plaza dan superindo untuk main game kereta favorit pagi. eh kalau kita jalan kaki itu beneran jalan kaki loh. saya dan juga pagi, entah mungkin karena mengikuti jejak bapaknya, saya perhatikan pagi termasuk anak yang senang berjalan kaki, meskipun karena kesenangannya itu saya harus ekstra pengawasan.

alhamdulillah sepanjang acara nge-date, pagi kooperatif sekali.. misalnya saat main game kereta di superindo, kami membuat kesepakatan kalau dia hanya bisa mengulang main kereta paling banyak empat kali, karena harus bergantian dengan teman lain yang juga ingin main, lagi pula saya bilang kalau setelah main game, kami masih akan mampir ke toko mainan untuk membeli balon. pagi mengangguk setuju, dan setelah putaran ke empat, pagi dengan rela turun dari kereta dan pulang tanpa drama. di toko mainan pun sama, setelah memegang bungkus balon tiup, pagi hanya berkeliling toko mainan, sesekali dia memegang mobil-mobilan sambil melihat ke arah saya meminta persetujuan dan tentu saja saya menggeleng tidak setuju. bukannya apa, bawanya susah.. kan kita ngangkot nak hahahahaha.

setelah dialog tawar menawar absurd, pagi setuju mengganti mobil-mobilan dengan dengan satu set lilin malam modern, saya bilang modern karena dijaman saya dulu, si lilin malam ini cuma dikemas dalam plastik transparan. kalau sekarang kemasannya jauh lebih eye cathing, maka dengan mudah pagi beralih dari mobil-mobilan ke kemasan warna warni si lilin malam. etapi ibuknya juga bahagia ding karena satu set play doh cuma dua belas ribu rupiah saja hahahahaha murah. 

well, setelah semua janji terpenuhi dan hutang terlunasi baru deh saya nyetop angkot. sepanjang perjalanan pulang pagi sudah terlihat mengantuk, capek juga sih kayaknya karena selama nge-date dia memang banyakan jalan sendiri. tapi akhirnya dia baru benar-benar tidur saat kami naik ojek pulang menuju rumah. kesimpulan acara girls morning out kemarin berjalan sakseeees dan membuat saya ingin mengulang lagi, sekaligus jadi makin percaya kalau a daughter is a little girl who grows up to be a best friend. nanti gedean dikit siap-siap dicurhatin deh kamu sama ibuk :p



Wednesday, September 24

#20factsaboutme


  1. an eating machine. saya suka makan dan suka hampir semua jenis makanan. 
  2. i adore mas ery so much! buat saya, masery adalah lelaki terbaik yang "ditugaskan" untuk mengajarkan saya banyak hal
  3. pelupa, yah kira-kira satu level dibawah tupai
  4. sangat menikmati aktivitas apapun yang dilakukan bertiga, apapun. meski cuma main bola di lapangan komplek
  5. libur gak libur tetep bangun pagi
  6. banyak nanya, banyak komentar
  7. saya bukan ibu yang drama. saya jarang sekali panik untuk urusan anak karena saya percaya intuisi seorang ibu itu kuat sekali.
  8. belum berani nyupir mobil di bandung meskipun bisa dan punya sim A
  9. sering banget beli baju salah ukuran, padahal buat anak sendiri
  10. saya payah sekali dalam urusan menabung.
  11. saya percaya kalau every mom has her own battle. jadi saya menghormati apapun pilihan yang diambil dan dijalani seorang ibu. jadi jangan ajak saya berdebat apalagi nyinyir soal itu.
  12. i love breastfeeding dan masih belum kebayang kalau harus menyapih nanti.. 
  13. blogger. saya senang menulis dan berbagi cerita, gak peduli ada yang baca atau enggak hahahaha.
  14. saya mengagumi mereka yang dominan otak kanan juga mereka yang melakukan aktifitas sehari-hari dengan bersepeda dan berjalan kaki
  15. texting person. saya gak suka ngobrol berlama-lama di telfon.
  16. saya masih dan akan terus percaya sama kalimat "bahagia itu sederhana"
  17. punya cita-cita meransel ke kathmandu as soon as possible
  18. halopagi! adalah satu dari sekian banyak mimpi yang sedang coba saya wujudkan
  19. pengen punya rumah kecil dengan halaman luas yang di-arsitek-in sama yu sing. 
  20. pengen punya pabrik kain sendiri, supaya bisa produksi kain sendiri dengan motif yang lucu. amiiin.
selesai!

posting kayak gini harusnya di instagram, karena sebenarnya saya kena tag sama chici via instagram. tapi, ngerasa kayaknya agak kurang maksimal ya kalau posting foto plus penjabarannya disana. jadi saya mencoba mengikuti jejak blogger kece diana rika sari yang posting #20factsaboutme di blognya. uhuk. dan kepada nina lestari dan arie widiaputra  yang saya tag di facebook, silahkan melakukan hal mainstream yang sama, boleh pilih kok mau di blog apa di instagram hahahaha.

Thursday, September 18

ibu gamang

hari ini entah kenapa rasanya berat sekali meninggalkan pagi untuk berangkat kerja. ketika saya mulai berkemas isi tas dan memakai jaket hendak mengeluarkan motor, pagi menghampiri sambil bilang "ibuk.. ikut.." lalu berjalan ke arah rak sepatu dan memilih sepatunya sendiri. sambil bercanda saya tawarkan sepatu yang dipilihnya untuk berganti dengan sepatu lain pilihan saya, pagi bilang "bukan.." dan tetap ingin memakai sepatu pilihannya sendiri. saya sukses terharu dibuatnya. duh nak, kenapa kamu seolah cepat sekali tumbuh besar.

mungkin benar kata banyak orang bahwa sebenarnya masa terberat meninggalkan anak untuk kembali bekerja adalah bukan saat selesai cuti, tapi justru saat anak sudah mulai mengerti kemana ibunya pergi, saat mereka sudah bisa punya keinginan untuk ikut bersama ibunya. saya rasa sepuluh detik pagi hari tadi adalah masa tergamang sepanjang karir saya sebagai seorang ibu. sebagai yang terkenal dengan ibu yang jarang sekali drama, saya memang belum pernah seperti hari ini, yang sepanjang perjalanan menuju kantor membayangkan mata pagi yang menatap saya pergi. ah, semoga perasaan ini cepat normal kembali.

tidak, saya tidak berharap pagi cepat mengerti kemana dan untuk apa saya pergi. tapi saya selalu berharap semoga saat pagi besar nanti provider blog ini masih ada, supaya pagi tau kalau sepanjang tumbuh kembangnya saya sering bercerita tentangnya, meninggalkan jejak rindu yang dalam dari sudut belakang sebuah kantor disebelah jembatan layang.

Wednesday, September 17

kana the cat


sudah sejak lama saya dan masery ingin punya hewan peliharaan, dengan tujuan supaya bisa jadi teman pagi tumbuh besar. pilihan pertama, jelas yang paling kami suka yaitu kucing. ketika pagi belum genap setahun tempo hari, kami pernah membawa pulang kucing kampung yang kami beri nama afrika. namun tidak bertahan lama, si kucing menghilang, entah kemana. lalu saat kunjungan ke rumah abah di musim lebaran kemarin, kami melihat barisan kura-kura berjemur diatas kolam, nah! saat itu saya langsung terfikir untuk memelihara hewan bertempurung itu dengan pertimbangan perawatan yang mudah dan usianya cukup panjang. tapi kesibukan lain-lain membuat saya akhirnya lupa pada niatan membeli kura-kura.

sampai akhirnya minggu lalu masery bercerita bahwa ada seorang teman yang ingin memberi kami kucing keturunan angora. singkat cerita, kamis malam lalu kana the cat tiba dirumah dengan selamat. ah, dasar rejeki.. saya tidak menyangka kalau ternyata kana lucu sekali, bulunya panjang halus dan berwarna abu-abu gelap. butuh beberapa hari untuk kana melepas rasa insecure-nya karena menempati rumah baru. dihari pertama kana hanya sibuk berkeliling rumah dengan telinga dan mata yang super waspada. dia hanya bisa tidur jika bersembunyi dibawah tangga dan akan kembali ketempat yang sama setiap mendengar suara yang menurutnya tidak biasa. sekedar suara membuka pintu atau menghidupkan mesin kendaraan saja sudah bisa membuatnya kaget dan lari bersembunyi.

memasuki hari ketiga kana mulai terbiasa dengan suasana rumah, dia mulai menemukan spot favorit, dibawah meja, makan dalam jumlah yang banyak dan mulai sering berinteraksi dengan kami. saya juga jadi tau apa yang menurutnya paling menarik untuk dijadikan permainan; kaki dibalik selimut. duh yaa.. kalau nemu yang seperti ini, kana gembira bukan kepalang. udah deh, itu kaki bakal habis jadi bulan-bulanan.. gak peduli itu kaki saya, masery atau pagi. selain itu seperti kucing pada umumnya, kana senang segala sesuatu benda yang bergerak meskipun tau kalau yang bergerak ya itu-itu saja, lucu deh. pokoknya yang jelas kami senang, kami berharap semoga pagi dan kana bisa tumbuh besar bersama. supaya pagi belajar menghargai kehidupan lain seperti tumbuhan dan juga hewan. 

Wednesday, September 10

balada bbm bersubsidi

jujur saja, baru awal agustus kemarin saya mulai membiasakan si kendaraan pribadi mengkonsumsi bbm non subsidi. kenapa? karena memang baru sekarang saya ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan negara ini. terdengar sedikit naif, tapi benar, sepenuh hati saya ingin mendukung pemerintahan yang sekarang. saya memang masih masuk kedalam golongan kelas menengah, tapi saya tidak mau menjadi bagian dari kelas-menengah-ngehek. punya mobil bagus, gadget canggih, tujuan liburan lombok, bali, singapore, ngopi haha hihi di cafe setiap minggu tapi sekalinya bbm langka dan isi petramax langsung merasa dirugikan oleh pemerintah. posting status keluh kesah menunggu antrian bbm subsidi, didalam mobil pribadi dengan menggunakan perangkat komunikasi yang baderol harganya tiga sampai lima jutaan. seems familiar? iya, di timeline facebook saya masih banyak yang seperti itu.

berganti konsumsi bahan bakar menjadi petramax memang tidak murah. saya juga tidak menyalahkan mereka yang pada akhirnya masih memilih bbm bersubsidi. teman saya yang bekerja disalah satu bank swasta ternama secara terang-terangan menyatakan tidak sanggup jika kendaraannya harus "jajan" bahan bakar non subsidi, dengan teori beban kpr, biaya hidup sehari-hari dan ongkos yang harus dia keluarkan setiap minggu untuk mengunjungi istri tercintanya. oke, fair gak masalah kok. yang masalah itu kalau sudah memakai bahan bakar subsidi tapi masih jadi menyebalkan dengan mengumpat, menyalahkan, menyerahkan semuanya sebagai tanggung jawab pemerintah. gerombolan orang-orang seperti ini sepertinya tidak pernah mengambil pelajaran berharga atas kekejaman senior saat ospek dulu.

saya sama sekali tidak mendukung pemerintah mencabut subsidi bbm jika kondisinya tidak dibarengi dengan pembenahan-pembenahan lain, semacam "mempersulit" proses kepemilikan kendaraan pribadi. seorang teman bercerita bahwa ketika musim lebaran kemarin, di salah satu pasar tradisional ada gelaran promo kendaraan roda dua. siapa yang berminat tinggal bermodal kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan uang tunai dua ratus lima puluh ribu rupiah saja sudah bisa membawa pulang kendaraan gress.. fresh from the dealer. masalahnya masih banyak masyarakat indonesia yang belum bisa mengukur kemampuan finansialnya sampai dua tiga tahun kedepan. dengan bangga mengambil cicilan motor baru, satu tahun pertama lancar, tahun kedua pembayaran tersendat, tahun ketiga bunga cicilan bersemi lalu berujung penyitaan. motor melayang hutang terpampang nyata. tragis.

sebenarnya menurut saya, yang paling penting dari balada tak bertepi ini adalah soal penyediaan transportasi publik yang memadai, pemerintah harusnya memang tidak pernah menyerah pada usaha perbaikan transportasi publik. memang harus diakui masih banyak masyarakat yang ogah naik kereta, metromini, transjakarta bahkan angkot. alasan pembelaannya bisa macam-macam mulai dari angkot ngetem memakan waktu tempuh lebih lama sampai soal keamanaan transportasi publik yang rawan sekali. tapi ditengah ngetemnya angkot, ngebulnya emisi bus damri tua beberapa teman kece yang saya kenal masih konsisten menggunakan transportasi publik, atau beberapa teman lain yang lebih memilih bersepeda dengan sehat dan bahagia bahkan ada sekolompok yang membentuk komunitas pejalan kaki meski trotoar jalan sering termakan separuh oleh pedagang kaki lima.

beberapa dari kita mungkin masih jauh dari predikat keren seperti teman-teman pengguna transportasi publik dan sepeda. saya sendiri sama, dengan beberapa alasan untuk kegiatan sehari-hari saya berpendapat masih lebih efisien jika menggunakan kendaraan roda dua. yaaah.. intinya masing-masing harus mulai sadar bahwa kita semua, iya KITA SEMUA adalah bagian dari sistem. kalau menuntut semua membaik tapi tidak memulainya dari diri sendiri ya akan percuma jadinya. jangan bermental bossy, apa-apa maunya selesai tuntas dan cepat. jangan jadi generasi yang tinggal terima hasil tidak peduli seperti apa kerumitan prosesnya. dan yang terpenting jangan jadi beban teman-teman baik disekitar kita dengan menebar energi negatif :D

  
 

Template by BloggerCandy.com