Wednesday, 25 November 2009

a day close with pedestrian

menurut saya, hal yang paling menarik di dunia ini adalah manusia dan kehidupannya.....


judul blog ini diambil dari subject email di inbox saya. email dari si tukang potret jagoan yang mengirimkan email dengan attachment potret kota bandung hari minggu kemarin, dimana saya menghabiskan pagi di jalanan kota bandung yang kala itu sudah mulai ramai dengan pengunjung, pencopet, pembeli dan pedagang pasar kaget yang menggelar barang dagangannya diatas aspal jalanan yang masih basah sisa hujan sabtu malam.

saya senang berjalan kaki. apalagi ketika pagi atau malam hari dan hujan rintik-rintik ,sambil mendengarkan lagu dari pemutar musik, lalu seketika itu juga saya akan menjadi manusia yang disebut autis. hahaha.. sebenarnya saya suka berjalan kaki karna tuntutan tubuh yang butuh berolahraga. saya benci berlari karna tidak ada hal yang bisa saya nikmati ketika berlari, mau lari pagi, atau lari sore buat saya sama-sama menyebalkan :p

kali ini saya berjalan kaki keliling bandung, rutenya dimulai dari taman cilaki. pandangan saya terus berputar memperhatikan setiap sudut kota dan penghuninya. pedagang cuankie, pengemis jalanan, anak-anak kecil menangkap ikan cenang di genangan kolam yang warna airnya sudah berubah menjadi hijau, kumpulan pemuda bermain bola, dan saya sendiri yang asik menyantap satu porsi cakue, memakannya sambil terus berjalan melewati gang-gang sempit yang seperti labirin. ada seorang pengemis tua yang mencuci satu pakaiannya di sungai kecil yang jelas-jelas airnya berwarna abu-abu bekas pembuangan dari berbagai sudut kota, hhh.. miris. tapi ada juga yang membuat saya tertawa geli, saya menemukan tulisan "sexy nurse party" di pintu masuk salah satu pub di kawasan braga. ow, control your imagination dude! hahahahaha..

banyak hal yang saya temukan ketika saya berjalan kaki, banyak pelajaran yang saya ambil dari memperhatikan kehidupan orang lain. manusia dan kehidupannya punya keunikan masing-masing, saya, dia, kamu, mereka, semua punya ukuran masing-masing untuk kata bahagia. tuhan itu adil, jangan pernah meragukan itu. Satu lagi, tidak ada kota yang tidak menarik, bandung yang ketika weekend sangat padat sekalipun, tetap manis dan tenang ketika pagi tiba :)
jadi tips dari saya : berjalanlah! nikmati kotamu.



*on a gloomy afternoon, ajeng.

Tuesday, 24 November 2009

yogyakarta (lagi)

kalo ada yang tanya apa hobby saya. maka dengan lantang saya akan menjawab "matahin kacamata dan jalan-jalan.." hahaha.. ntah kenapa hobby saya yang pertama itu tiba-tiba melekat sebagai sesuatu yang ajeng banget. Dalam tiga bulan terakhir ini saja.. saya sudah mematahkan 2 kacamata saya sendiri, yang mengakibatkan hari ini saya bekerja dan menjadi aktivis dunia maya tanpa menggunakan kacamata, membuat tulisan dan gambar yang saya lihat menjadi berbayang dan tak beraturan.

oke. soal hobby saya yang ke-dua.. sebagai karyawan swasta dengan segudang cicilan, menabung untuk biaya liburan merupakan pengorbanan tersendiri, disamping berjuang mencari waktu yang pas untuk mengambil cuti. saya musti ekstra senyum-senyum menghadapi sang manager demi tandatangan surat ijin meninggalkan pekerjaan sebagai bukti beliau menyetujui saya mangkir :p

jalan-jalan yang menjadi hobby saya adalah jalan-jalan dalam artian saya hobby travelling.t api sepertinya hampir semua orang punya hobby yang sama dengan saya. siapa sih yang gak suka liburan, semua orang pasti suka liburan. main ke tempat-tempat yang tidak biasa, walaupun harus merogoh kocek tapi bisa membantu melepaskan ion-ion stress yang rajin menghinggapi orang-orang berstatus karyawan.

awal bulan kemarin saya memutuskan untuk pergi ke jogja. kota segudang cerita. kalau kita googling dengan "liburan di yogyakarta" sebagai keyword'nya. niscaya ribuan link website ditunjukkan oleh si mesin pencari tersebut. ribuan alternatif disodorkan, mau liburan ala backpacker dengan budget tipis, seperti saya. atau liburan ala bule tajir dengan hotel berbintang banyak sebagai penginapannya.

ini bukan untuk yang pertama kalinya saya pergi ke jogja. dulu ketika saya masih jadi mahasiswa, saya cukup sering pergi ke kota itu. liburan dua-tiga hari, rafting atau sekedar tau tempat ngopi dengan suasana asik dan harga miring. beruntung karna saya punya sahabat SMA yang melanjutkan studi'nya di yogyakarta, artinya saya punya tempat penginapan dan guide yang bisa dibayar hanya dengan sekotak brownies kukus khas kota bandung.

setiap liburan punya keunikan dan cerita seru tersendiri. meskipun di tempat yang itu-itu lagi. begitu juga dengan saya. saya tidak pernah bosan ke yogyakarta karna kali ini saya diajak oleh teman saya ke pinggiran samudra hindia, pantai parangtritis. menikmati sunset di garis cakrawala, deburan ombak, pasir hitam dan tentunya memuaskan nafsu kuliner saya dengan menyantap seafood :) sambil duduk di kapal para nelayan yang bersandar di tepi pantai, terpaksa tidak melaut karna cuaca buruk, menikmati angin pantai yang lengket dan anak-anak nelayan hitam legam berlarian kesana-kemari menghindari ibunya yang memanggil sambil memegang sepiring nasi dengan menu sederhana. how a beautiful moment.

satu lagi tempat luar biasa yang saya temui, membuat saya merasa jadi rianti cartwright yang sedang syuting film ayat-ayat cinta. hahaha.. tempatnya berupa gunungan pasir-pasir hitam yang katanya sudah ada dari jaman purbakala dan tidak pernah habis meskipun ribuan tahun tertiup dan tergulung angin.

akhirnya yang bisa saya katakan, pasti ada pelajaran yang bisa jadi bekal hidup dalam setiap perjalanan yang kita lakukan. seperti yang pernah nuran wibisono katakan dalam cerita perjalanannya dari pulau jawa hingga flores "Dunia adalah sekolah terbaik dan backpacking adalah matapelajaran paling menyenangkan" howgh!




Thursday, 5 November 2009

relaksasi.,

saya lupa menulis. dengan berat hati saya katakan "iya". sekarang saya lebih suka mengabadikan jutaan momen yang terjadi lewat sebuah gambar yang tentunya dihasilkan dari mata kamera yang berkedip. seperti slogan sebuah produk rokok ternama "every picture tells a story". saya mengamini slogan itu.

ditengah kericuhan KPK dan pembuktian 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. yang membuat banyak orang indonesia jadi rajin mantengin stasiun TV dan internet.. saya malah lebih memilih menghabiskan akhir minggu di kota jogyakarta. keluar dari rutinitas bertemu komputer dan perangkat teknologi lainnya yang berpengaruh meningkatkan level ke-autisan saya. bersama si septi. perempuan mungil sedikit gila yang sudah 12 tahun jadi sahabat saya. kami-pun berangkat dari bandung menuju jogyakarta dengan kereta api lodaya kelas bisnis sambil mengantongi perkataan teman saya "jika kamu ingin mencintai indonesia, maka datanglah ke pelosok negeri dimana belum ada ketamakan, keserakahan dan kesombongan yang menyentuh nadi masyarakatnya..maka itulah indonesia" howgh!

di jogja, saya mampir ke daerah tamansari, masih di lingkungan kraton jogja. masih sering terlihat abdi dalem yang memakai pakaian kraton jogja, lengkap dengan blangkon dan sepeda ontel yang membuat saya semakin jatuh cinta pada negeri ini. masih banyak mbah-mbah yang berjalan terbungkuk-bungkuk dengan kebaya tipis dan jarik batik sambil menggendong bakul berisi barang dagangannya yang sederhana. membuat saya bertanya, mungkin hanya dibutuhkan beberapa tahun lagi sampai akhirnya kostum khas mbah-mbah jawa itu menghilang dari indonesia. berganti dengan t-shirt print bersablon warna warni. lalu saya melengos dan tersenyum miris.

percaya atau tidak. Pak Edi, seorang seniman lukis yang saya temui di tamansari, yang tidak lain adalah tetangga depan rumah kontrakan teman saya.. tidak mempunyai televisi di rumahnya. tapi ketika saya tanyakan soal KPK dan Pemerintah Indonesia, maka kalimat-kalimat lugas dan cerdas mengalir lancar dari pikirannya di sertai kritik pedas dan tawa lepas ala seniman. WOW!

jutaan pertanyaan muncul dikepala tentang mereka yang sederhana. apa mereka merasa cukup? apa mereka tidak ingin menjadi kaya, banyak harta dan bisa membeli apa saja, yang kemudian diartikan oleh masyarakat kota dengan kata "bahagia"? itulah yang akhirnya memberikan saya satu pelajaran, bahwa hidup bahagia adalah tentang bagaimana cara kita menikmati apa yang kita punya bukan tentang bagaimana kita mendapatkan apa yang belum kita punya.. bahwa hidup bahagia adalah bersyukur bukan berobsesi.

jutaan hal kecil terjadi dalam hidup setiap harinya. begitu juga dalam hidup saya. hidup yang (baru) akhir-akhir ini saya resapi dan benar-benar saya sadari sebagai suatu nikmat yang luar biasa. alhamdulillah.



*to be continue......

Sunday, 6 September 2009

the power of kepepet

ceritanya kombinasi antara perasaan gerah dan kepepet, karna udah lebih dari satu bulan gak punya kendaraan, bosen sama macetnya bandung yang semakin hari semakin menjadi, dan ongkos berlipat yang harus dikeluarkan setiap harinya kalo saya naik angkot membuat uang hasil jerih payah saya selama sebulan cuman bisa lewat doang tanpa bisa disimpan. akhirnya sore ini saya mengambil keputusan besar, yaitu menggunakan motor nganggur yang ada dirumah. motor perjuangannya mas dim dulu waktu awal kerja. honda tiger keluaran taun 97.

setelah kursus singkat via telpon sama si babe, tentang tips dan trik naik motor tua yang dulunya lumayan rewel ini, maka yang saya lakukan selanjutnya adalah mengeluarkan motor dari dalam rumah, pencet tombol starter, dan BROOOOMMMM... *kaget sama suaranya* hahahaha.. sempet deg-degan karna udah lama banget gak pake motor gede, yang kebayang di pikiran saya, gimana kalo di jalan ni motor mogok atau pecah ban. NO!! gile, kebayang cungkring gini suru dorong motor gede yang beratnya gak kira-kira..

tapi akhirnya tadi saya berangkat juga and everything is fine! hahaha.. *you rock girl!*


*cheers!

Sunday, 30 August 2009

tragedi (waktu) kecil

karna waktu kecil saya tegolong anak yang nakal dan gak bisa diem, maka banyak sekali tragedi yang menimpa saya, yang mengakibatkan bekas luka, dan membuat saya tersenyum, sekaligus ngeri ketika mengingat betapa nakalnya saya dulu.

dimulai dari usia saya yang belum genap 5 tahun. waktu TK, saya dianter jemput sama mas dim pake sepeda. pas berangkat, bunda bilang.. "kakinya jangan rapet ke roda ya nak, pegel dikit gapapa.." dan yang tertanam dibenak saya adalah "kakinya rapet keroda aja ya nak, biar gak pegel". bener aja, beberapa meter setelah meninggalkan rumah, kaki kiri saya merapat ke roda dan.. crashhh.. sukses beradu dengan jari-jari sepeda.,sobek dan berdarah-darah. saya nangis sejadi-jadinya dan langsung musuhan sama mas dim selama beberapa minggu. hahaha.. bekas lukanya masih terlihat jelas di tumit kaki kiri dan kanan saya. *kok dua?* iyah, karna tragedi itu berulang dua minggu kemudian. hahaha. parah yah?

kelas 2 SD saya belajar naik sepeda. beberapa hari kemudian, karna ngerasa udah bisa saya kebut-kebutan dijalan depan rumah yang waktu itu masih dibangun, dan saya nyusruk ke timbunan pasir buat ngebangun rumah dengan sukses. makan pasir. lumayan lah.. buat yang belum pernah ngerasain makan pasir, tanya sama saya gimana rasanya.

mmmm..SD kelas 3, saya ikut karnaval 17an. duduk diatas mobil yang disulap jadi kereta api, pake kostum pramugari,cantik deh.. lengkap dengan topi dan rok mini. waktu itu saya udah siap dari jam 7 pagi. eh, ternyata mulai carnavalnya lama banget.. sampe jam 10 pawai kendaraannya belum juga dimulai. trus saya yang cerdas luar biasa ini, ngeliat kardus dan berinisiatif motong kardus buat kipasan. motongnya pake apa? pake cutter baru, dimana alasnya? diatas paha. bisa ditebak, beberapa detik kemudian yang terdengar adalah suara tangisan saya, yang sukses membelah kardus dan juga paha sendiri dengan sempurna. sampe sekarang bekas luka 8 jahitan yang melintang di paha itu masih terlihat jelas.

masih di kelas 3 SD, ceritanya liburan sekolah kepantai. yippiiiieee.. nama pantainya merak belantung. salah satu pantai di lampung dengan ombak cukup besar (dulu). oyah, saya pinter berenang. soalnya dari kelas 2 SD saya udah les renang. jadi ceritanya uji coba kemampuan. saya berenang agak ketengah.. bangga ceritanya. trus dadah-dadah sama ibu yang ada di bibir pantai. ternyata diluar kendali. kaki saya yang kecil gak sanggup ngelawan ombak pantai yang besar, akhirnya saya tergulung ombak dan terhempas ke bibir pantai dengan sangat brutal. hempasan ombak itu mengakibatkan luka sobek dengan panjang sekitar 30cm di sepanjang lengan kiri saya.

tragedi terakhir, kelas 4 SD saya pernah main gobak sodor, permainan tradisional yang kalo sama orang bandung disebut sarodot gaplok. waktu itu, saking asiknya main. saya lari menghindari lawan dengan penuh semangat, tapi gak liat ke depan, sampe akhirnya.. buuuuuukkkk... saya nabrak tembok. lebih tepatnya, kepala saya nabrak sudut tembok dan sejurus kemudian mengalirlah darah segar dari kepala. saya waktu itu gak nangis loh. hebat yah. jadi saya cuman megangin kepala yang udah berwarna merah darah sambil berjalan pulang, membuat teman-teman yang bermain dengan saya kebingungan.


*auch!